OWEN HEART BEAT

OWEN HEART BEAT
OWEN-24


__ADS_3

...❄️...


...❄️...


...❄️...


Setelah cukup lama mendapatkan ketenangan, kini Owen merasakan lagi perasaan seperti ini.


Perasaan di khianati oleh gadis yang disukainya. Padahal ia tahu dengan jelas bagaimana hubungan diantara dirinya dan Mia.


Owen bukanlah siapa-siapa bagi gadis itu. Hubungan mereka sejauh ini hanya sebatas murid dengan dosen. Tetangga dengan tetangga lainnya. Hubungan sosial yang seharusnya berjalan baik-baik saja. Tanpa embel-embel apapun.


Karena Owen tahu jenis seperti apa Mia sesungguhnya. Mia adalah gadis baik-baik. Gadis cerdas dan juga mandiri. Gadis yang memiliki kehidupan lurus menurut Owen pandangan Owen.


Setidaknya begitulah ia menilai gadis itu selama ini. Karena itulah Owen menjadi begitu jatuh hati terhadap Mia. Ia begitu mencintai sosok Mia yang begitu menjaga kehidupan nya.


Karena baginya Mia adalah sesuatu yang berharga. Sesuatu yang memiliki nilai tinggi di bandingkan gadis seusianya. Ketika Owen mendapati gadis-gadis lain hidup dalam pergaulan yang cukup liar. Mia justru hanya disibukkan dengan pekerjaan nya.


Seringkali Owen membuntuti Mia dan melihat bagaimana gadis itu bekerja. Meskipun ia lebih seperti penguntit, Owen tidak perduli. Dan Mia pun mendapatkan kepercayaan Owen atas dirinya.


Owen merasa tersakiti karena telah menganggap Mia adalah miliknya. Ia percaya bahwa gadis itu akan berjalan ke arahnya dengan semua yang ada pada dirinya.


Owen sangat yakin bahwa hatinya juga telah dirampas oleh gadis itu. Dan yang membuat Owen semakin merasa frustasi adalah, karena hanya Mia saja yang bisa membuat hati Owen berdebar. Bukan wanita lain.


...Tapi apa yang ia dengar barusan... ?...

__ADS_1


Kami masih ingin tidur?


Dan Owen mendengar pernyataan yang seperti bukan apa-apa itu dari mulut pria brengsek yang entah siapa.


Bisa-bisa nya Mia menghabiskan malam bersama pria lain sedangkan dirinya menunggu dengan khawatir disini. ****!


...❄️❄️...


...Suara bel berbunyi.....


Owen bergegas membuka pintu untuk melihat. Bisa saja itu Mia. Owen harus mendapatkan penjelasan dari gadis itu.


Oh ****!


"Hai. Cepat sekali kau membuka pintu. Apa karena tahu aku akan datang?" Vivian tersenyum menggoda kemudian memberikan pelukan kepada Owen yang terlihat terkejut sekaligus kecewa.


...Tatapan dingin sialan. Sungguh memuakkan. Apa lagi-lagi aku harus menahan nya?...


"Aku merindukan mu. Apa kau tidak merindukan aku?" Vivian masih bergelayut manja di tubuh Owen.


"Apa yang kau lakukan disini?" suara Owen terdengar sinis. Tapi Vivian tidak perduli. Ia sudah terbiasa tidak di sambut oleh pria di depannya.


Apalagi Vivian tahu bahwa Owen membenci dirinya. Mana mungkin ia mengharapkan pria itu akan menyambut dirinya dengan senyuman dan juga pelukan hangat.


"Tentu saja karena aku merindukan tunangan ku tercinta." balas Vivian. Kening Owen mengernyit, Vivian menegakkan kakinya dengan tangan masih melingkar di leher Owen.

__ADS_1


Jika di lihat dari jauh, keduanya seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta.. Tapi tidak dengan kebenaran nya.


"Aku juga harus membujuk mu. Dan kali ini aku tidak akan kalah. Kau kenal siapa aku bukan? meskipun kau mengusirku, aku akan memasang kemah di depan pintu mu." Vivian kembali tersenyum. Dan Owen tahu apa artinya senyum itu.


"Kau tidak ingin membawaku masuk? kau ingin kita bercumbu di sini?" mata Owen menyipit. "Maksud ku berdiskusi. Buang wajah kesal mu itu sayang." ralat Vivian masih berusaha bersikap manis.


Karena tidak ingin Vivian berlama-lama di apartment nya, Owen pun membawa gadis itu masuk. Entah apa lagi yang ingin dilakukannya.


"Masuklah. Kau bisa duduk dimana saja." ujar Owen tidak peduli, kemudian pintu itu kembali tertutup.


Sementara Mia hanya memandangi keduanya dalam diam. Entah kenapa Mia tidak berani bergerak dari tempatnya saat ini. Kakinya terasa kaku saat melihat kemesraan pria itu dengan wanita yang dicintainya..


"Ayolah Mia. Kau pemilik salah satu apartemen itu. Kenapa kau hanya berdiri disini!" Mia memukuli dadanya yang terasa sesak..


"Kau gadis nakal. Apa bagusnya diam-diam memandangi orang yang sedang bermesraan seperti itu!" bisik Elston di telinga Mia, membuat gadis itu terkejut setengah mati.


"Elston. Apa yang kau..?" wajah Mia memucat.


Elston meraih tangan Mia dan menggenggam nya erat. "Ayo. Tunjukan dimana apartemen kecilmu. Aku ingin tahu rumah seperti apa yang kau tinggali gadis penyihir."


...❄️...


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


__ADS_2