
...❄️...
...❄️...
...❄️...
"Buat janji untuk bertemu dengan pimpinan SEAM GROUP siang ini." perintah Elston pada sekertaris nya.
"Baik tuan. Dan ini laporan yang anda minta. Laporan terbaru tentang saham SEAM GROUP dan laporan tentang nona Vivian Chalondra juga ada didalamnya." tambah sekretaris nya lagi.
Tentu saja dengan senang hati Elston mengambil map itu. Sebab ia sudah menunggu lama untuk mengetahui hasil dari penyelidikan tersebut..
Elston memang sengaja memerintahkan kepada seseorang untuk menyelidiki perusahaan milik Owen Reaghal.
Selain itu Elston juga ingin mengetahui dimana keberadaan wanita jahat dan licik yang pernah memiliki niat jahat pada Mia. Bukan tanpa alasan Elston melakukan semua itu.
Ia hanya ingin tahu, apakah setelah sekian lama, hal yang seperti itu masih mungkin terjadi ataukah tidak. Karena yang Elston dengar, bahwa hubungan antara pimpinan SEAM GROUP dan juga Vivian sudah berakhir sejak lama. Maka dari itu Elston sengaja melakukan banyak hal untuk menguji situasi.
Sebagai seorang pria yang sudah bertekad untuk melindungi wanita yang dicintainya, Elston benar-benar ingin memastikan tentang keselamatan Mia saat gadis itu kembali ke London nantinya.
"Baiklah. Kau bisa kembali sekarang." perintah Elston yang kemudian melanjutkan membaca hasil penyelidikan yang baru saja ia terima.
Tidak hanya memastikan agar Vivian tidak dapat menyentuh Mia, Elston juga sudah melakukan hal lain, dengan membeli saham dari SEAM GROUP. Sehingga saat ini Elston menjadi orang ketiga yang memiliki saham terbesar di perusahaan tersebut.
Elston berencana untuk membuat dirinya berada di tempat yang lebih tinggi dari pria masalalu Mia. Dengan begitu, ia memiliki peluang yang lebih besar untuk mengontrol segalanya. Karena bagi Elston, meskipun semuanya sudah berlalu, bukan berarti ia akan mengabaikan semuanya begitu saja.
"Kita lihat saja Owen Reaghal. Akan ku pastikan kau menyesali apa yang pernah kau lakukan. Kali ini, biar aku yang mencintai dan menjaga Mia. Karena aku yang paling bisa melakukan semua itu."
...❄️❄️...
Tatapan mata Owen tak teralihkan ketika melihat siapa yang duduk di hadapannya saat ini. Seseorang yang mungkin tahu dimana keberadaan wanita yang dicintainya.
Tapi saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membicarakan hal-hal pribadi terkait dirinya. Karena yang harus mereka bicarakan adalah tentang pekerjaan.
Dan saat inipun mereka bertemu sebagai seorang pimpinan perusahaan masing-masing. Owen harus bisa bersikap profesional. Meskipun rasanya semua pertanyaan tentang Mia sudah berada di ujung lidah.
__ADS_1
"Kita bertemu lagi Mr. Reaghal." Elston tersenyum menilai tatapan Owen pada dirinya. Dan Elston sangat menikmati itu. Saat dimana orang-orang akan bertanya-tanya dan mulai meragukan kebenaran tentang dirinya.
Seperti semua orang ingin menguak dan menghilangkan topeng yang sedang ia gunakan. Cih. Coba saja.
Dengan perhitungan dan juga perasaan yang cukup peka, Owen bisa merasakan jika senyuman samar di bibir Elston seakan menyiratkan sesuatu pada dirinya. Seakan mereka adalah dua orang yang sedang ingin bertukar informasi. Tapi anehnya, di saat yang sama pria di depannya ini bersikap dingin dan misterius.
...Dan Owen yakin, ada sesuatu yang Elston ketahui....
"Ya. Senang bertemu dengan anda lagi Mr. Stuard. Anda terlihat berbeda." Terakhir kali mereka bertemu, Owen ingat betul bagaimana bentuk dan rupa seorang Elston Stuard. Tapi saat ini, pria yang duduk di hadapannya terlihat seperti orang lain. Bisakah Owen menilainya begitu?
"Benarkah?" Senyum Elston semakin mengembang. Ia suka saat dimana lawannya sedang ingin memastikan sesuatu atas dirinya. Tapi mereka gagal. "Apa karena aku tidak menggunakan lipstik merah merona ku saat ini?" Elston sengaja bertingkah manja dan gemulai.
Owen kembali terdiam. Pria itu kebingungan. Dan Elston semakin menyukai pertemuan mereka..
"Well. Sebaiknya kita bicarakan tentang kerjasama saja. Dari pada anda berubah tidak normal karena harus terpesona pada kecantikan ku." Elston menghalau tangannya ke udara seraya tersenyum manja.
"Yah. Ku rasa itu jauh lebih baik."
...Cih. Lihat dirimu. Kau benar-benar pria yang biasa saja. Aprhodite ku pasti sedang tidak sehat saat menyetujui jadi kekasih mu....
"Aku berencana untuk menambahkan uang investasi ku pada SEAM GROUP. Dengan begitu kita akan bisa mengembangkan SEAM GROUP menjadi lebih besar lagi seperti yang anda rencanakan sebelumnya."
Owen menghela nafas sesaat. Kemudian mengambil kontrak yang dimaksudkan oleh Elston dan membaca isinya.
Penambahan saham lima persen dari nilai uang yang diberikan. Baca Owen dalam hati menyimpulkan isi kontrak tersebut.
...Ternyata pria ini masih menginginkan saham SEAM GROUP setelah memiliki saham sebesar dua puluh persen sebelumnya. Benar-benar!...
"Anda tidak berencana ingin berebut perusahaan dengan ku bukan? karena seperti nya saham yang anda inginkan cukup besar." singgung Owen. Karena itu adalah murni pendapat dirinya tentang syarat yang Elston ajukan.
"Hah. Anda bisa saja Mr. Reaghal. Tapi bisa saja itu terjadi jika anda tidak mampu menjaga perusahaan anda."
...Wow. Secara tidak langsung Owen merasakan posisinya akan terancam....
"Jika ini syarat anda, saya harus membicarakannya pada seseorang yang lebih berhak untuk membuat keputusan." yaitu papa nya. Ada baiknya juga ia tidak gegabah dalam menyetujui kerjasama tersebut. Meskipun jumlah uang investasi yang Elston ajukan memang terbilang besar.
__ADS_1
Karena bagaimanapun, insting Owen mengatakan ada hal lain yang harus ia ketahui tentang pria di depannya itu.
"Baiklah. Tapi aku harap tidak akan menunggu lama. Aku yakin kau tahu apa maksud ku bukan, Mr.Reaghal."
"Tentu. Saya akan memberikan keputusan dalam waktu dekat."
...Begitulah pertemuan keduanya berakhir....
...Karena jujur saja, baik Elston maupun Owen tidak ingin berlama-lama berada dalam situasi perang dingin yang tak kentara di tunjukan oleh masing-masing....
...Terasa aneh, dan sedikit canggung....
...❄️❄️...
"Hallo gadis kecilku. Bagaimana kabar mu hari ini? merindukan aku?" Elston menghubungi Mia setelah keluar dari perusahaan Owen.
"Kabar ku baik. Dan yah.. seperti nya aku sedikit merindukan mu. Apa yang sedang kau lakukan? bekerja?" sahut Mia di seberang sana.
Elston tersenyum hangat. Karena suara Mia mampu menenangkan perasaannya. "Yah begitulah. Aku harus menyelesaikan urusan yang sebelumnya tertunda. Bagaimana dengan sidang mu? bukankah itu akan dilakukan besok?"
"Semuanya baik-baik saja. Dan yah, karena itulah saat ini aku sangat gugup. Aku takut jika aku akan mengacau sidang, itu."
Elston membayangkan bagaimana wajah Mia saat ini. Saat sedang gugup gadis itu terlihat sangat menggemaskan.
"Kenapa harus takut Mia. Selama ini kau sudah melakukan yang terbaik. Kau hanya perlu lebih percaya diri dengan apa yang kau lakukan, dan sisanya, kau tidak perlu khawatir. Aku yakin kau pasti bisa."
"Kau benar Els. Terimakasih sudah menjadi penyemangat ku." Lagi-lagi hati Elston menghangat. Bukan hanya dirinya, tapi Mia juga sudah menjadi satu-satunya penyemangat dalam hidup Elston.
"Anytime baby. Kau bisa mengandalkan aku setiap saat."
"Aku merindukanmu Mia. Sangat-sangat merindukan mu." Meskipun saat ini mereka jauh. Tetap saja jantung Elston berdebar setiap kali bicara pada Mia.
"Aku juga Els. Aku juga merindukan mu."
...❄️...
__ADS_1
...❄️...
...❄️...