
...❄️...
...❄️...
...❄️...
Owen membatalkan niat awalnya untuk bungkam. Saat ini ia sudah kembali ke hadapan awak media yang masih bertahan di ruang konferensi pers.
..."Itu dia tuan Reaghal!" seru salah seorang wartawan saat Owen memasuki ruangan konferensi....
Sekali lagi Owen berdiri di tempat itu dengan keputusan yang ia yakini benar untuk di lakukan. Owen akan menghentikan permainan Vivian sampai di sini.
Owen tidak ingin Vivian menjadi seseorang yang akan ia benci selama sisa hidupnya.
"Maafkan aku atas sikap ku sebelumnya. Aku tahu kalian pasti bertanya-tanya mengapa aku pergi begitu saja." kata Owen.
"Aku hanya ingin mengatakan jika berita yang di rilis oleh perusahaan sebelumnya adalah sebuah kesalahpahaman. Aku dan Vivian tidak akan menikah." jelas Owen tanpa berbasa-basi.
"Itu saja yang.."
"Apakah itu artinya hubungan kalian hanyalah sebatas teman di atas ranjang?" salah satu wartawan mengajukan pertanyaan lain. Seketika suasana tempat itu kembali riuh. Masing-masing berbisik tentang sikap yang di tunjukkan Owen. Dan sebagian meragukan pertanyaan yang sedang diajukan.
"Maaf. Sepertinya ada salah paham. Kami tidak memiliki hubungan seperti itu." elak Owen membantah pertanyaan yang ia tahu ingin memojokkan dirinya.
Sebuah photo tiba-tiba di perlihatkan di dalam layar. Photo yang seharusnya tidak dilihat oleh siapapun. Photo yang seharusnya hanya akan menjadi rahasia diantara Vivian dan dirinya. Tubuh Owen menegang.
..."Lalu bagaimana tanggapan anda tentang ini tuan?" Semua wartawan menunggu. "Bukankah semalam anda menghabiskan waktu berdua dan bahkan menginap di salah satu hotel terbaik di kota ini. Pada pagi harinya bahkan anda berdua terlihat sarapan dan keluar bersama dari hotel. ...
...Apakah itu tidak berarti apapun bagi anda?"...
...Sial....
..."Apakah anda memang begini tuan? suka mempermainkan seorang wanita kemudian meninggalkan nya begitu saja?"...
__ADS_1
...wartawan 1...
..."Apakah itu artinya anda tidak akan bertanggung jawab terhadap nona Vivian?"...
...Wartawan 2....
...Bertanggung jawab?...
..."Apa perilaku sembrono seperti ini adalah hal yang biasa bagi anda? apa tanggapan tuan Hilbert? apa dia tahu dan mendukung perbuatan anda tuan?" wartawan lainnya....
Wajah Owen memerah, sedang buku-buku tangannya memucat. Begitu banyak pertanyaan yang bertujuan untuk memojokkan dirinya. Dan Owen tidak tahu harus mengatakan apa untuk mengelak.
..."Apakah sikap anda yang seperti ini layak sebagai penerus dari SEAM GROUP? apakah itu tidak akan merugikan perusahaan nantinya? bagaimana dengan skandal anda yang lain?"...
Ruangan itu semakin lama semakin heboh. Sementara Owen masih bungkam. Sorot dari kamera pun terus-menerus diarahkan pada dirinya. Owen sangat membenci situasi saat ini.
Pertanyaan datang bertubi-tubi pada Owen. Kepalanya seketika menjadi kosong. Owen tidak menyangka jika apa yang di pikirkan nya tadi menjadi sebuah kenyataan. Vivian benar-benar telah menjebak dirinya. Tidur bersama adalah salah satu rencana wanita itu juga.
Kurang ajar! Beraninya Vivian melakukan semua ini.
"Sepertinya kalian sudah salah paham." Vivian membalas tatapan tajam dari Owen dengan mata yang berbinar, layaknya seorang malaikat pelindung yang siap menjaga Owen dari apapun, padahal kenyataannya dialah dalang dari semua itu.
"Photo itu memang benar." aku Vivian. Sekali lagi membuat heboh semua wartawan.
..."Jadi anda mengakui jika yang di dalam photo itu benar adalah anda dan tuan Reaghal? Apakah anda baru saja menghabiskan waktu bersamanya di hotel itu juga benar?"...
...wartawan 1....
..."Apakah pengakuan Anda mengartikan bahwa Anda baru saja di campakkan? bagaimana perasaan anda saat ini?"...
...wartawan 2....
Vivian memasang wajah tegas namun terluka, "Itu adalah urusan kami. Bagaimana hubungan yang kami jalani. Aku bersama tuan Owen atau tidak, itu adalah urusan kami. Saya rasa urusan pribadi saya bukan untuk diketahui semua orang seperti ini."
__ADS_1
"Aku harap kalian tidak mencampur adukkan permasalahan ini dengan keputusan perusahaan." kata Vivian memberi sebuah pernyataan.
Mendengar hal itu, Owen semakin di buat meradang. Vivian benar-benar licik. "Aku memang mencintai tunangan ku. Tapi aku tidak bisa memaksanya untuk membalas perasaanku. Jadi ku mohon hentikan berita ini sampai disini saja."
Owen membuang wajahnya saat air mata yang penuh tipu muslihat mengalir di wajah Vivian. Rasanya ingin sekali Owen membongkar wajah palsu itu.
..."Lalu bagaimana jika anda mengandung? apa anda akan tetap pada pendirian anda? Anda tidak ingin tuan Owen bertanggung jawab?"...
...wartawan 3....
...Mengandung? Apa-apaan ini!...
..."Apa anda mendapat ancaman dari perusahaan nona? jika ya katakan saja!"...
...wartawan lainnya....
...Air mata yang tadinya hanya terlihat samar Kini mengalir lebih deras hingga membuat wartawan yang tadinya ramai langsung terdiam dan mulai berspekulasi tentang apa yang terjadi....
..."Ku mohon hentikan semuanya Sampai di sini saja. Ku mohon. Maafkan aku."...
Vivian pergi meninggalkan ruang konferensi begitu saja meninggalkan begitu banyak pertanyaan dan tatapan menghakimi kepada Owen.
...From : Vivian...
..."Bagaimana? kau suka?"...
...Kau gila Vivian. Kau benar-benar sudah gila!...
...❄️...
...❄️...
...❄️...
__ADS_1