
...❄️...
...❄️...
...❄️...
Menyetujui permintaan Owen adalah salah satu hal yang mulai Mia sesali. Tapi bagaimana lagi, dengan sadar ia juga tidak bisa menolak tawaran tersebut.
Wajah Owen yang memelas, dengan tatapan sendu dan suara yang membujuk membuat Mia tidak tega untuk mengatakan tidak pada pria itu.
Jadilah sekarang ia terkurung diruang ini. Kamar kosong yang dimaksudkan oleh Owen. Kamar yang tepat berada di seberang kamar milik pria itu.
Berada di tempat yang sama setelah apa yang sudah terjadi di antara mereka benar-benar sesuatu yang canggung bagi Mia.
Tapi Mia tidak punya pilihan lain. Ia sudah terlanjur mengatakan ya, dan sekarang ia hanya bisa membatalkannya.
Tapi kenapa? Kenapa ia harus memikirkan semuanya sampai seperti ini? Bukankah hanya satu malam? lagi pula Owen adalah pria yang baik. Mungkin saja pria itu hanya tidak tega membiarkan dirinya menginap diluar sana seorang diri.
...Sama seperti dulu......
"Benar. Tawaran ini hanya karena Owen adalah pria yang baik. Kau akan baik-baik saja Mia. Tenanglah." Mia berusaha menenangkan diri. "Kau hanya perlu menutup mata dan tidur. Setelah itu, kau akan bangun dan semuanya akan kembali seperti sebelumnya."
...Ah! Yang benar saja. Ini benar-benar tidak nyaman!...
...❄️❄️...
Setelah membersihkan dirinya, Mia berniat ingin langsung tidur. Ia tidak ingin beramah tamah atau apapun itu selama ia berada dirumah mantan kekasihnya itu. Bahkan hanya untuk mengucapkan selamat malam.
Biarlah Owen beranggapan jika dirinya lelah. Karena itulah ia langsung tertidur. Dan besok pagi, ia bisa mengucapkan terimakasih kemudian pergi. Benar. Begitu saja. Semua pasti akan beres.
__ADS_1
Saat tekad Mia sudah bulat untuk menutup matanya, tiba-tiba saja yang ia letakan di sisi bantalnya kembali berdering.
..."ELSTON CALLING"...
Deg...
Wajah Mia merona. Ia gugup dan juga sedikit khawatir. Kalau-kalau Elston tahu jika dirinya sudah menghilang dari LA dan kembali ke London. Semoga saja tidak. Mia bisa membayangkan bagaimana cemasnya Elston jika tahu ia nekad pulang seorang diri.
Mia tahu betapa posesif nya Elston saat bersama dirinya. Pria itu tidak akan membiarkan Mia melakukan apapun tanpa diketahui terlebih dahulu. Dengan kata lain, Mia harus mendapatkan persetujuan Elston. Dialah bos nya.
Tapi untungnya, sebelum pergi ke airport, Mia sudah melakukan kesepakatan dengan penjaga yang bekerja di penthause milik Elston untuk tidak mengatakan yang sebenarnya hanya sampai Mia tiba di London. Karena Mia benar-benar ingin memberikan kejutan.
"Halo Els." sapa Mia berusaha bersikap seperti biasanya. Meskipun jujur saja jantung Mia sudah berdebar dengan cepat. Inikah rasanya berbohong? "Gadis kecilku, aku merindukanmu. Apa yang sedang kau lakukan?" Mia tersenyum. Ternyata Elston juga merindukan dirinya.
"Aku? aku baru saja selesai mandi. Dan sebentar lagi ingin tidur." apa tidur? kau mengatakan tidur Mia? bodoh.
"Tidur? di jam seperti ini? aku kira.." sahut Elston, terdengar seperti sedang mencerna ucapan Mia.
"Hem, aku baru tiba di rumah. Dan saat ini sedang memikirkan dirimu. Aku ingin segera datang padamu. Sungguh. Tapi Bones selalu saja menceramahi ku. Mengatakan ini dan itu, agar aku tidak pergi. Padahal aku sangat merindukanmu."
Mia terkekeh mendengar rengekan Elston. Biasanya di saat seperti ini, Elston akan membaringkan kepalanya di pangkuan Mia dan menceritakan banyak hal tentang apa yang terjadi di hari itu. Baik tentang pekerjaan, atau hal apapun yang membuat nya merasa tidak senang. Tapi sekarang Mia harus tetap berpura-pura bahwa ia berada di belahan dunia yang berbeda.
"Benarkah, Bones melakukan itu?"
"Hem, dan pria tua itu semakin cerewet saja. Kepala ku terasa pusing setiap kali dia mengatakan banyak hal."
"Ku rasa Bones sudah melakukan pekerjaannya dengan baik." ujar Mia menyela kata-kata Elston. "Apa? jadi kau setuju dengan nya? kau juga tidak ingin aku datang?" suara Elston berubah rendah. "Padahal kita sudah lama tidak bertemu?" Mia tahu, di saat seperti ini pastilah Elston juga akan merajuk pada dirinya. Karena tidak setuju dengan apa yang ia katakan.
...Apa sebaiknya ku goda lagi?...
__ADS_1
"Lama? kok aku tidak menyadarinya. Rasanya kau baru pergi kemarin. Apa sudah selama itu?"
"Cih. Lihatlah. Ternyata kau tidak merindukan ku. Hanya aku yang merindukan dirimu."
Kali ini Mia tidak bisa lagi menahan tawanya. Elston benar-benar sangat menggemaskan. "Baiklah. Baiklah. Aku juga merindukan mu tuan muda. Aku harap kau akan tetap merindukan ku seperti ini." ujar Mia menenangkan Elston.
"Apa kau sudah mengganti pakaian mu? jangan lupa bersihkan wajah mu. Kau juga pasti lelah setelah bekerja seharian. Istirahat lah lebih awal, dan besok pagi, saat kau bangun aku ingin mengatakan sesuatu padamu." pinta Mia sedikit membujuk. Dan biasanya selalu berhasil.
"Benarkah? aku tidak sabar untuk mendengar nya." suara Elston terdengar senang. "Kalau begitu aku akan menuruti semua perkataan dari dewi Ku. Aku akan mencuci wajahku, dan langsung tidur setelahnya."
"Bagus. Kau manis sekali. Kalau begitu, segera bersihkan dirimu. Sampai besok Els."
"Sampai besok gadis ku. Aku merindukan mu."
"Aku juga merindukan mu Els. Selamat malam."
...❄️❄️...
Di balik pintu yang tertutup rapat di depannya, tanpa sengaja Owen mendengar percakapan samar-samar yang sedang Mia lakukan.
Awalnya Owen ingin menawarkan makan malam. Karena memikirkan gadis itu yang baru saja tiba, mungkin saja Mia belum sempat makan dalam saat perjalanan pulang. Karena itulah Owen ingin menawari Mia makan malam. Tapi mendengar percakapan barusan, Owen benar-benar mengurungkan niatnya. Ia tidak ingin menyela. Karena itulah hanya berdiri di sana. Diam dan mendengarkan. Sama seperti pria bodoh.
Meskipun tahu bahwa mencuri dengar seperti itu akan menyakiti hatinya. Tapi Owen tidak bisa berlalu begitu saja. Ia ingin tahu apa saja yang sedang gadis itu bicarakan. Meskipun tahu perbuatannya salah, Owen tetap melakukan itu.
...Bodohnya....
...Apa kau sudah memiliki kekasih lain Mia? kau terdengar bahagia. Sedangkan aku, aku masih selalu mencintai mu. Tapi ternyata kau sudah menemukan pria lain. Apa semua ini adalah balasan untuk ku? Karena aku tidak bisa menjaga mu untuk tetap berada di sisiku sebelumnya?...
...❄️...
__ADS_1
...❄️...
...❄️...