OWEN HEART BEAT

OWEN HEART BEAT
OWEN-06


__ADS_3

...❄️...


...❄️...


...❄️...


...Mia sudah melewati minggu pertama nya sebagai wanita pendamping dengan baik. Wanita pendamping dalam artian yang berbeda dari seharusnya. Tentu saja. ...


Dan bekerja bersama Elston tidaklah sesulit yang Mia bayangkan di awal. Yah, meskipun pertemuan pertama mereka ia harus di buat kesal sepanjang hari.


Begitu juga dengan hari kedua dan ketiga. Tapi Setelahnya, Mia mulai bisa memahami bagaimana sifat seorang Elston Stuard. Tuan mudanya.


...❄️,❄️...


MIA yang baru saja tiba di Mension tempatnya bekerja, segera masuk ke kamar untuk berganti pakaian. Setelah siap, Mia langsung pergi untuk menemui satu-satunya pegawai lain di dalam mension itu.


"Selamat pagi Bones." Sapa Mia ramah seperti biasa. "Selamat pagi nona Mia." balas Bones dari ruang kontrol tempat nya bekerja. Pria yang selalu berdiam di sana sambil menunggu perintah dari tuan pemilik istana megah itu.


Mia berjalan mendekat dan berhenti di depan pintu ruangan Bones. "Apa tuan sudah bangun?" tanya Mia melihat pada jam tangannya. Biasanya Elston akan bangun 30 menit atau satu jam setelah Mia tiba.


Dan belakang Elston, Mia akan tetap memanggil pria itu dengan hormat, termasuk di depan sesama pelayan seperti Bones.


"Tuan sudah bangun sejak satu jam yang lalu. Dan tuan juga mengatakan agar anda segera datang ke kamarnya begitu anda siap untuk bekerja nona." Bones bersuara dengan wajah datar khas pria tua.


"Benarkah? kalau begitu aku harus segera pergi." turut Mia bergegas.


"O, ya. Anda ingin secangkir kopi tuan?" sekali lagi Mia berbalik untuk bertanya, namun Bones menjawab dengan mengangkat gelas di tangannya. Yang artinya pria itu sudah memenuhi semua kebutuhan nya sendiri.


"Kalau begitu selamat bekerja." Mia melambai senang.


...❄️❄️❄️...


...Di lantai tiga,...


Setelah mengatur nafas yang sedikit memburu, karena berlari menaiki tangga, Mia mengetuk pintu yang tertutup rapat di depannya. "Elston. Ini aku Mia." seru gadis itu memberitahukan keberadaan dirinya.

__ADS_1


Dalam hitungan detik pintu di depannya langsung terbuka. Mia segera masuk dan mendapati Elston sudah duduk di atas ranjang dengan piyama yang terlihat berantakan.


Apa pria ini baru saja bertengkar dengan dirinya sendiri? pikir Mia saat memperhatikan wajah Elston yang terlihat kusut sama seperti piyama yang masih menempel di badannya.


"Emm. Apa yang kau lihat?" Elston merengek manja di depan Mia. "Kau lama sekali. Tidak kah kau lihat wajah ku sudah sangat berantakan?" Elston menunjuk pada wajah yang masih di tutupi oleh makeup. Sedikit berminyak namun tetap tampan.


Mia menunjukkan ekspresi terkejut untuk sedikit mendramatisir rengekan Elston pada dirinya, "Kau tidur dengan wajah seperti itu?" kata Mia.


...Yups. Peran sebagai seorang baby sitter di mulai. ...


"Ini salahmu. Siapa suruh kau pulang tanpa membersihkan wajahku." jawab Elston menyalahkan Mia. "Kalau wajah ku bermasalah, kau yang harus bertanggung jawab."


...Benar-benar!...


"Aku? Tapi bukannya kau yang menyuruh ku pulang begitu saja. Aku juga ingat kalau kau juga langsung mengunci Kamar mu." sahut Mia tidak ingin di salahkan. Dan itulah kenyataan yang sebenarnya.


"Kenapa kau langsung menurut begitu saja?" rengek Elston lagi. Kali ini Mia bahkan hampir tak bisa berkata-kata. Dasar manja.


"Karena kau bos ku. Dan kau yang menyuruh ku tu-an." balas Mia masih tidak ingin mengalah.


"Kau menyebalkan! dasar gadis jahat." Elston kembali merengek. Kali ini pria itu membuang wajah nya dari Mia.


Mia pun akhirnya berjalan mendekat. "Kau marah? aku minta maaf." bujuk Mia dengan suara rendah. Bagaimana pun Mia tidak boleh membuat klien nya merasa tidak puas dengan kinerjanya. Meskipun dalam hati Mia sungguh ingin tertawa. Bagaimana bisa pria besar merengek dengan wajah lucu seperti bayi pada dirinya.


"Bagaimana kalau ku bersihkan wajah cantik mu sekarang? setelah itu akan ku siapkan air hangat dengan wangi-wangian kesukaan mu." Mia berusaha membujuk agar Elston berhenti merajuk pada dirinya. Toh pada akhirnya tetap Mia lah yang akan menang.


Mendengar bujukan Mia akhirnya Elston melirik disertai tatapan kesal kepada pada sumber kekesalannya pagi ini. "Kalau begitu cepatlah." ujar Elston memberi perintah.


Yes. Akhirnya berhasil. Mia pun tersenyum lega, "Baiklah tuan muda."


Mata Elston membulat, "Kau bilang apa?"


"Elston. Aku bilang Elston yang agung." ralat Mia cepat.


"Aih. Aih. mulutmu sungguh berbisa wahai wanita." cibir Elston.

__ADS_1


"Begitu pun dirimu."


Mia pun langsung mengambil peralatan untuk membersihkan wajah Elston, dan pria itu dengan santainya langsung berbaring dengan nyaman di atas ranjang. Benar-benar pria yang mudah di bujuk.


"Bersihkan dengan benar. Kalau tidak kulit wajahku akan rusak." Elston kembali berkomentar sinis.


"Ya. Ya. Elston yang agung. Yang keindahannya tidak terkalahkan." sahut Mia memberi sedikit sanjungan.


Meskipun masih mencurigai Mia sebagai mata-mata dari keluarganya, Elston tidak memungkiri bahwa sejuah ini Mia melakukan semua pekerjaannya dengan baik. Bahkan kini Elston sudah menurunkan kewaspadaannya terhadap Mia.


Seperti yang gadis itu katakan sebelumnya...


Dia datang hanya untuk bekerja. Dan karena Elston adalah tuannya, maka Mia harus bekerja dengan sepenuh hati kepadanya.


Jika suatu hari gadis itu berkhianat dan berbalik menyerang dirinya, maka Elston tidak akan segan-segan untuk memastikan mulut Mia tertutup rapat. Meskipun tentu saja hal itu akan sangat di sayangkan jika sampai terjadi.


"Wanginya sangat harum. Kau menggunakan yang lain lagi?"


"Hem. Benar. Aku memilihkan sesuatu yang cocok untuk mu. Kau suka?"


"Hem. Aku suka. Aku akan memberikan mu tips."


"Benarkah?"


"Kau pikir aku akan berbohong?"


"Tidak. Tapi kau sering berubah pikiran dan hal itu sedikit tidak baik."


"Kau menyindir ku?"


"Tidak. Hanya mengatakan kebenaran."


"Dasar penyihir!"


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


...❄️...


__ADS_2