
...❄️...
...❄️...
...❄️...
Setelah memastikan bagaimana kondisi Elston, Bones menjadi sedikit prihatin. Tuan mudanya yang kembali dirundung kesedihan. Dan hal itu adalah sesuatu yang tidak bisa Bones biarkan begitu saja.
Karena itulah tanpa sepengetahuan Elston Bones memberanikan diri untuk memanggil Mia. Gadis yang selalu menjadi teman baik tuannya. Meskipun Mia adalah orang baru, tapi entah kenapa Bones yakin kehadiran gadis itu akan bermanfaat bagi situasi saat ini.
"Selamat malam nona Mia. Maafkan jika saya mengganggu waktu istirahat anda." Ucap Bones, "Tidak apa-apa Bones. Ada apa?" Sahut Mia cepat.
"Bisakah anda datang ke Mension saat ini? saya sendiri yang akan menjemput anda." pinta Bones. Sunyi sejenak.
"Apa terjadi sesuatu pada tuan?" Suara Mia terdengar khawatir. "Kau akan tahu saat kau tiba nanti. Aku akan menceritakan nya padamu jika kau setuju datang kesini. Meskipun sebenarnya kau bisa menolak permintaan ini." Ujar Bones masih mempertimbangkan waktu istirahat Mia.
"Baiklah Bones. Aku akan bersiap sekarang." Meskipun tidak tahu apa yang terjadi, Mia setuju untuk ikut dengan pelayanan pribadi Elston.
"Terimakasih nona Mia. Saya benar-benar menghargai kebaikan anda. Saya akan menjemput anda sekarang."
...❄️❄️...
Panggilan dari Bones benar-benar menyelamatkan Mia. Situasi mereka saat ini sangat lah canggung. Mia tidak tahu bagaimana harus berhadapan dengan Owen saat pria itu justru membicarakan tentang mantan kekasihnya.
Mengucapkan selamat pun tidak membuat hati Mia menjadi lebih baik. Justru sebaliknya.
__ADS_1
"Kau akan pergi sekarang?" Owen terlihat gelisah saat Mia beranjak dari tempat duduknya. "Hem. Tuan tempat ku bekerja sedang membutuhkan aku saat ini." Sahut Mia dengan sebenarnya.
Owen tertegun kemudian melihat pada jam yang melingkar di tangannya, "Tapi jam kerjamu kan sudah berakhir." Mia tersenyum samar, "Seperti nya ada hal mendesak yang terjadi. Dan aku harus pergi sekarang."
Owen pun menghampiri Mia, "Biar aku yang mengantar mu." ini bukanlah situasi yang Mia harapkan, "Tidak usah. Kepala pelayan sudah menjemput ku." tolak Mia.
Hati Owen mencelus. Kali ini kesempatan nya untuk bicara dengan Mia kembali hilang. Entah kapan ia bisa mengungkapkan perasaan nya kepada gadis itu lagi.
...❄️❄️...
Seperti janjinya, Bones memang menceritakan sesuatu pada Mia. Ia mengatakan jika saat ini tuan mereka sedang dalam suasana hati yang memprihatinkan.
Bones mengatakan agar Mia tidak bertanya apapun pada Elston saat bertemu dengan tuan mereka. Ia hanya perlu berada di sisi Elston.
Meskipun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, Mia akan melakukan apa yang Bones perintahkan.
Mia hanya tersenyum, "Hem. Aku akan naik sekarang."
Bagi Mia, situasinya dan Elston saat ini mirip. Hatinya juga sedang tidak baik-baik saja. Sejujurnya Mia tidak dalam posisi dapat memberikan penghiburan kepada orang lain.
Tapi memiliki seseorang sebagai teman merenung seperti nya bukanlah ide yang buruk.
...❄️❄️...
Saat membuka kamar Elston, Mia sedikit terkejut ketika mendapati kamar itu begitu gelap gulita. Tak ada cahaya dan juga begitu sunyi. Hanya terlihat samar-samar dari langit malam yang memasuki ruangan dari arah pintu balkon yang terbuka.
__ADS_1
Mia pun berjalan gelisah untuk memastikannya. Apakah pintu itu memang sengaja dibuka? Atau Elston hanya lupa menutupnya kembali.
"Elston kau dimana?" suara Mia terdengar rendah. Ia tak berani bersuara nyaring, karena berpikir barangkali Elston sudah tertidur, karena itulah Mia bersuara pelan. Ia tidak ingin mengganggu tidur tuannya.
Tak ada jawaban. Sepertinya Elston memang sudah tertidur. Syukurlah. Jika begitu, Mia tak perlu melakukan apapun lagi.
Saat berniat menutup pintu balkon, Mia justru terkejut karena mendapati Elston sedang berbaring di atas kursi santai miliknya. Bukan di atas ranjang, tapi di atas sofa yang berada di bawah langit malam.
Pria itu hanya terbalut piyama dengan kaki menjuntai serta wajah yang menghadap ke langit.
"Elston?" Panggil Mia pelan. Elston tidak merespon. Pria itu hanya diam dengan mata yang juga tak berkedip. Seperti pria itu sedang berada di dunianya sendiri.
"Apa yang sedang kau pikirkan? Hem?" Mia berucap pelan. Bahkan Elston tak menggubris sedikit pun tentang keberadaan Mia yang berada di sisinya.
Seperti yang Bones peringatkan sebelumnya, Mia pun melakukan hal yang sama. Ia tidak mengusik Elston sedikit pun. Tidak bertanya ataupun melakukan hal lain.
Mia hanya duduk di samping Elston memandangi langit yang sama dengan pria itu.
Setelah beberapa lama, Mia pun bisa mengerti..
...Jika langit malam adalah teman terbaik untuk mengobati sebuah kesedihan.....
...❄️...
...❄️...
__ADS_1
...❄️...