OWEN HEART BEAT

OWEN HEART BEAT
OWEN-22


__ADS_3

...❄️...


...❄️...


...❄️...


Tepat sebelum matahari terbit Elston terbangun dari tidur. Ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


Dan tentu saja Elston tahu apa penyebabnya. Karena ia tidak tidur ditempat yang seharusnya. Lagi-lagi ia tertidur di sofa.


Sepertinya akhir-akhir ini ia harus lebih fokus untuk menjaga tubuhnya. Jika tidak, mungkin saja ia akan mati di usia muda.


Dan gadis itu...?


Ah... lagi-lagi!


Elston menatap wajah Mia dalam diam. Ini adalah kali kedua mereka tidur bersama seperti ini. Bukan tidur seperti artian sebenarnya. Hanya sama-sama tertidur di tempat yang sama. Itu saja.


...Cih. Padahal hubungan kita adalah hubungan antara tuan dan pelayan. Tapi gadis ini justru terlihat biasa saja. Gerutu Elston dalam hati....


Setelah merenggangkan tubuhnya sebentar, Elston pun membopong tubuh Mia dan sekali lagi membaringkan tubuh gadis itu di atas tempat tidur berukuran king size miliknya.


Di depan Mia yang tertidur pulas Elston berkacak pinggang sambil bergumam, "Aku bingung apa status mu sebenarnya. Bisa-bisa peran kita tertukar. Melihat kau yang seperti ini orang-orang bahkan akan percaya jika aku mengatakan kaulah nona nya dan aku adalah kuli angkut mu.." gerutu Elston.


Tapi tetap saja Elston merasa tidak tega jika harus membangunkan Mia. Ah... tangan ku!


Setelah menyelimuti gadis itu, Elston pun meninggalkan Mia agar tetap tertidur. Sedangkan Elston sudah kehilangan rasa kantuknya.


Membersihkan diri adalah pilihan terbaik yang bisa Elston lakukan di saat seperti ini.


"Apa aku harus olah raga? tapi aku sudah melakukannya setiap hari." Yang dimaksud Elston dengan olah raga adalah pergi ke kantor, shopping dan juga menghabiskan waktu bersama Mia.


"Kalau begitu cukup mandi saja."

__ADS_1


...❄️❄️❄️...


Semalaman Owen tidak bisa tidur. Ia terjaga karena menunggu Mia kembali ke apartemennya. Akhir-akhir ini memang sudah seperti satpam yang selalu mengawasi apartemen Mia.


Biasanya sesibuk apapun gadis itu, pastilah Mia akan kembali ke apartemen. Selama Owen mengawasi Mia, ia tahu jika Mia tidak pernah menginap di luar. Bahkan satu malam pun.


Tapi malam ini, gadis itu benar-benar tidak kembali. Mengingat apa yang terjadi sebelumnya membuat hati Owen benar-benar cemas.


Owen pun mengambil ponsel untuk menghubungi Mia. Ia sadar saat ini masih pukul lima pagi. Tapi Owen tidak peduli.


Ia harus memastikan sendiri bahwa gadis itu sedang baik-baik saja..


...Panggilan pertama.. Tidak ada jawaban....


...Panggilan kedua.. Masih sama.....


Owen masih belum puas.


"Hallo sir Owen.." suara seorang pria menyeruak dalam pendengaran Owen. Ia menjauhkan sedikit ponselnya untuk melihat jangan-jangan ia salah menekan nomor. Tapi ternyata tidak. Ini nomor Mia. "Hallo. Kau mengenal ku? Siapa kau? Bukan kah ini nomor ponsel Mia?" Balas Owen mulai gelisah. Pikiran nya mulai bercampur aduk.


"Aku tidak mengenal mu. Tapi di layar ponsel ini tertulis seperti itu~ sir Owen~" Elston lah yang sedang bicara dengan Owen.


"Dimana Mia? Dan kenapa kau yang mengangkat panggilan ini?" tanya Owen tak sabaran. Hatinya benar-benar tidak tenang. Siapa pria ini. Dan apa yang Mia lakukan? semua pertanyaan itu sedang mengantri di dalam kepala Owen.


"Gadis itu sedang tertidur. Dan maaf saja, aku tidak akan membangun nya hanya karena anda menelepon. Jika ingin bicara nanti saja. Kami masih ingin tidur." balas Elston terdengar tegas.


"Apa? Ingin apa...?" Baru saja Owen ingin melanjutkan pertanyaan nya s


panggilan itu tiba-tiba saja sudah terputus.


Brengsek!


Owen meremas keras ponselnya dan sekali lagi menghubungi nomor ponsel Mia.

__ADS_1


...Panggil pertama... di abaikan.....


...Panggilan kedua.. ponsel Mia di matikan!...


Argh! Brengsek! Mau gila rasanya.


Kali ini Owen terang-terangan mengumpat pada siapapun yang tadi bicara padanya. Perasaan pun Owen sedang kacau.


Apa yang saat ini Mia lakukan? tidur bersama pria lain? Apakah pria itu kekasihnya? Argh! Sial!


...❄️❄️...


Setelah mematikan ponsel Mia yang terus bergetar, Elston pun kembali ke atas tempat tidur.


Setelah mandi tiba-tiba saja perasaan mengantuk menguasai Elston sepenuhnya.


"Bergeser lah gadis kecil." Elston mengambil tempat di sebelah Mia. "Kau ini! Apa kau ingin menguasai ranjang ku? Cih. Menyebalkan! Apa aku potong saja gajih mu? setidaknya sebagai sewa ranjang ku yang empuk ini." Elston berbaring dengan nyaman di sebelah Mia.


"Untung saja aku yang jadi majikan mu. Jika orang lain aku tidak yakin apa kau bisa tetap aman jika berlaku ceroboh seperti ini! Kau benar-benar tidak menganggap aku seorang pria! Aku harus senang atau sedih? Tidak. Bukan aku yang aneh. Tapi gadis kecil ini." gerutu Elston kemudian mengabaikan semua yang telah terjadi sebelumnya.


Kembali tidur adalah pilihan yang terbaik. Tentang Mia, Elston akan memikirkan nya nanti.


...Potong gajih tidak ya...?...


...Kalau ku potong, jangan-jangan gadis ini menangis lagi..?...


...Ah .. ngantuk nya.. !...


...❄️...


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


__ADS_2