OWEN HEART BEAT

OWEN HEART BEAT
OWEN-41


__ADS_3

...❄️...


...❄️...


...❄️...


Melakukan ciuman yang bergairah dan terburu-buru bukanlah cara Mia. Meskipun ia juga bukanlah ahlinya dalam hal itu, tapi satu hal yang Mia tahu, ia akan melakukan nya sebagai mana ia membutuhkan nya.


Sebagai mana Owen menginginkan dirinya begitu juga Mia menginginkan Owen. Tapi bukan berarti Mia akan memberikan semua yang pria itu inginkan saat itu juga. Karena ia berbeda. Mia adalah pemegang kendali. Mereka akan melakukan nya dengan cara yang Mia anggap benar.


Secara perlahan dan mantap. Cara yang bisa membuat seseorang candu dan tidak akan bisa melupakan rasanya.


Sentuhan-sentuhan posesif yang saling memberi dan menerima, sentakan yang terasa pas dengan kadar yang tidak berlebihan.


Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang rakus dan tidak akan pernah puas. Itulah alasan mengapa Mia tidak ingin meluapkan semua keinginan nya di awal.


Karena Mia sangat mengerti; bahwa segala sesuatu yang dilakukan mengikuti alur akan lebih berharga.


...❄️❄️...


Wajah Owen memerah serta menghangat saat Mia menyentuhkan kedua tangannya dengan lembut di sana. Jari-jari lentik Mia menelusuri rahang kokoh dan maskulin milik Owen. Seakan sedang mempelajari setiap struktur yang ada di wajah kekasihnya.


Sedangkan mata Owen masih terpejam. Pria itu sedang menikmati dirinya. Sentuhan nya. "Kau menyukai? ciuman ku?"


Mia juga bisa merasakan bagaimana detak jantung Owen di dadanya saat tubuh keduanya begitu dekat. Serta nafas yang berat namun begitu teratur. Satu hal yang Mia tahu; Owen sedang memasrahkan diri dalam kendalinya.


Ini gila. Mia tidak percaya ia melakukan ini pada Owen. Meskipun begitu, ia tetap bangga pada dirinya sendiri. Dengan begitu percaya diri ia bisa mencium Owen dengan cara yang paling sensual hingga terasa begitu intens.

__ADS_1


Inilah yang mereka butuhkan. Secara perlahan tapi tak terlupakan. Mia mengagumi keberanian yang di milikinya. Atau lebih tepatnya, sisi nakal dari dirinya yang selama ini terus bersembunyi.


Mata Owen terbuka perlahan, dan langsung bertemu dengan mata Mia yang berwarna hijau zamrud. Tatapan yang mengunci dan juga membuat tubuhnya mengeluarkan reaksi yang terasa asing.


Tatapan yang bisa menyentuh hingga kedalaman hati Mia. Begitu mendamba tapi juga tidak memaksa.


"Aku menyukai semuanya sugar palm. Semuanya."


...❄️❄️...


Saat Mia terbangun keesokan paginya; Owen sudah tidak ada di sana. Mia bahkan tidak ingat kapan ia mulai tertidur.


Mereka bicara begitu lama; hingga Mia sendiri tidak tahu bagaimana dan kapan ia berpindah ke atas tempat tidur.


Namun secarik kertas dan juga setangkai lili putih di atas nakas menjadi bukti kebersamaan mereka sepanjang malam.


..."Maaf karena tidak membangunkan mu sugar palm. Aku tahu kau lelah. Aku harus pergi pagi-pagi sekali. Terimakasih sudah bersama ku dan juga mencintai ku. Kau adalah vitamin terampuh di dunia....


Mia tersenyum. Hatinya menghangat hanya karena secarik kertas yang di tulis oleh kekasihnya.


"Kau juga seperti vitamin untuk ku Owen."


...❄️❄️...


Hari ini Mia harus mengikuti kuliah pagi. Dan pada jam kedua ia juga akan mengikuti mata kuliah yang Owen ajarkan.


Mia tersenyum samar saat membayangkan bagaimana Owen akan menatap dirinya di kelas nanti. Apakah pria itu akan bersikap seperti biasanya; ataukah Owen akan memberikan reaksi yang berbeda. Mia tidak sabar ingin melihatnya. Bahkan saat ini hanya dengan memikirkan nya saja sudah membuat jantung nya berdebar.

__ADS_1


Apakah nanti ia bisa menggoda Owen sedikit? Ah.. seperti nya Mia harus mencobanya sesekali.


Di depan ruangan; Flo sudah menunggu Mia. Mereka mengambil mata kuliah yang sama di sesi pertama. "Hai. Kau terlihat cantik hari ini." tidak biasanya Flo memberikan pujian. Padahal Mia hanya menambahkan sedikit makeup pada wajahnya.


"Terimakasih. Kau juga." Mia mengedipkan matanya seraya tersenyum. "Ayo masuk."


...❄️❄️...


Jam pertama berakhir tanpa masalah. Dan seperti biasanya; Mia bisa mengikuti materi yang diberikan dengan baik.


Setelah keluar dari kelas, Mia hanya punya waktu dua puluh menit sebelum memasuki perkuliahan yang selanjutnya.


"Kau sudah dengar berita tentang dosen baru kita? katanya sangat tampan." wajah Flo berbinar saat membicarakan seseorang yang Mia tidak tahu siapa.


"Dosen kita? apakah kita punya seseorang seperti itu? aku tidak tahu jika ada dosen yang memasuki pensiun dini. Mata kuliah apa?" Mia bertanya hanya sekedar ingin tahu. Karena Flo mengatakan kita- yang artinya mata Kuliah yang juga Mia ikuti.


"Dosen baru pengganti Sir Owen." ujar Flo setengah berbisik.


Mendengar hal itu tentu saja Mia langsung terkejut; "Maaf. Maksud mu sir Owen yang mengajar mata kuliah ekonomi makro? dosen kita yang itu?" Hanya ada satu Owen di sana, dan itu adalah kekasihnya.


"Hem. Sir Owen mengajukan cuti untuk waktu yang belum di tentukan. Karena mata kuliahnya penting bagi setengah dari mahasiswa di kampus ini, makanya di datangkan seorang dosen pengganti.


Apakah karena ini alasan Owen pergi pagi-pagi sekali? tapi kenapa Owen tidak mengatakan apa-apa sebelumnya?


"Ah.. benarkah. Aku baru tahu tentang ini."


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


...❄️...


__ADS_2