OWEN HEART BEAT

OWEN HEART BEAT
OWEN-78


__ADS_3

...❄️...


...❄️...


...❄️...


Elston masih menyimpan kekesalan di dalam hatinya. Mengingat bagaimana cara pria itu bicara dan juga ekspresi wajahnya setiap kali menyebutkan nama Mia, benar-benar membuat hati Elston terbakar cemburu


Pria yang seharusnya hanya memiliki hubungan masalalu dengan Mia, justru datang pada dirinya seolah-olah  mereka adalah teman dekat.


Menunjukan isi hatinya, perasaan nya dan juga semua keinginan yang dimiliki oleh seorang pria yang sedang mendamba. Mengungkapkan isi hatinya pada Elston dengan begitu gamblang dan juga bersikap seenaknya dengan mengklaim hubungan yang jelas-jelas sudah berakhir seakan-akan semuanya masih baik-baik saja.


Cih. Baru kali ini ia bertemu dengan pria yang tidak tahu malu seperti itu. Sebagai seorang laki-laki, Owen sangat kekanak-kanakan.


Selain untuk menyampaikan sesuatu yang tidak seharusnya, tujuan owen sebenarnya adalah memperingatkan dirinya agar ia tidak menyentuh sesuatu yang bukan miliknya. Dengan kata lain, maksud pria itu Mia adalah wanita miliknya. Sialan. Enak saja.


Berani-beraninya pria seperti Owen menyarankan aku untuk jatuh cinta pada seorang wanita agar tahu apa artinya cinta. Dia pikir apa hebatnya dirinya itu? meskipun tampan, tapi apa gunanya jika hanya mengandalkan wajah namun hati tidak seindah rupa. Benar-benar membuat jengkel saja.


Hari indah milik Elston hancur seketika setelah kedatangan Owen. Pria itu telah mengacaukan kebahagiaan kecil miliknya.


Lihat saja. Aku tidak akan membiarkannya jika ingin menyentuh Mia lagi. Sudah cukup Mia merasakan luka sebelumnya. Aku tidak akan membiarkan Mia terluka untuk kedua kalinya. Apa lagi jika hal itu di lakukan oleh orang yang sama.


Tok..Tok..Tok..


Suara ketukan di pintu membuyarkan pikiran Elston yang di penuhi oleh kemarahan. Saat kenop pintu di putar, ia berusaha sebaik mungkin untuk menyingkirkan semua pikiran yang bisa saja meledakkan isi kepalanya dalam hitungan detik.


''Tuan. Laporan tentang kerja sama dengan SEAM Group untuk proyek terbaru sudah di cetak, dan ini laporan yang saya siapkan untuk anda.'' Sekertaris Elston menyampaikan. Elston pun meraih map yang di sodorkan padanya, lalu membaca isinya.


''Rapat akan di mulai dua puluh menit lagi. Saya akan menyiapkan agenda rapatnya untuk anda.''


''Baiklah. Tolong kosongkan jadwal ku setelah rapat. Ada urusan lain yang harus segera ku selesaikan.'' pinta Elston pada sekertarisnya. ''Baik tuan.''

__ADS_1


Rapat pun di mulai. Namun ternyata, rapat yang berlangsung memakan waktu yang cukup lama. Ia pikir rapat itu akan berakhir seperti biasanya, ternyata ada beberapa agenda lain yang harus diputuskan saat itu juga. Dua jam berlalu, rapat yang melelahkan itupun akhirnya selesai.


Setelah keluar dari ruang rapat, Elston langsung memeriksa ponselnya. Tidak ada panggilan ataupun pesan teks di sana. Yang artinya, Mia juga belum menyelesaikan pertemuannya. Syukurlah. Setidaknya gadis itu tidak akan menunggu lama.


''Aku akan pergi sekarang. Siapkan mobil ku.'' perintah Elston. Dalam beberapa menit, Elston pun meninggalkan kantor untuk menuju ke perusahaan milik salah satu kenalan bisnisnya saat tinggal di LA. Perusahaan yang juga ingin merekrut Mia sebagai salah satu karyawan di sana.


...❄️❄️...


Setelah keluar dari dalam gedung berlantai lima yang sebentar lagi akan menjadi tempatnya bekerja, Mia langsung mengirimkan pesan pada Elston seperti permintaan pria itu.


Namun belum lagi Mia selesai mengetik pesannya, tubuhnya sudah di dekap dengan cara yang tiba-tiba dan juga sedikit mengejutkan. Pelukan yang erat dan juga hangat.


''Syukurlah aku tidak terlambat.'' Elston membenamkan wajahnya dalam ceruk leher Mia yang tertutup oleh rambut panjang gadis itu. Hatinya menghangat sekaligus lega. Syukurlah karena ia yang lebih dulu menemukan gadis itu.


Elston benar-benar akan mengamuk jika Owen berani mendekati Mia tanpa sepengetahuan nya. Ia akan menjaga apa yang saat ini telah menjadi miliknya.


Jangankan untuk mendekat. Elston bahkan tidak akan membiarkan pria itu untuk menatap Mia. Karena itulah ia akan membuat Mia benar-benar menjadi miliknya.


''Tidak. Aku hanya merindukan mu.'' Elston mengangkat wajahnya. Memberi sedikit jarak, dan menatap manik yang masih terlihat bingung.


''Apa pertemuan mu lancar?" tanya Elston, membelai wajah Mia dengan ibu jarinya. Mia tersenyum dengan mata berbinar. Sepertinya pertanda baik. ''Hem, semuanya lancar. Aku diterima bekerja di sini. Mrs. Olivia benar-benar baik.'' cerita Mia senang.


''Benarkah? kalau begitu kita harus merayakannya.'' Elston melepaskan pelukannya pada Mia, dan beralih pada tangan gadis itu. Digenggamnya tangan Mia layaknya sepasang kekasih.


''Ayo. Kita harus menyiapkan pesta.'' ajak Elston, menuntun Mia ketempat dimana ia memarkirkan mobilnya.


''Pesta?"


''Hem. Pesta. Dan juga, aku akan menagih janjimu padaku.'' Elston mengedipkan matanya saat menatap wajah Mia. Di ciumnya tangan yang berada di dalam genggamannya dengan lembut, membuat gadis itu tersipu.


Mia hampir saja melupakan hal itu. Janji yang ia ucapkan sebelum ia bertemu dengan Owen.

__ADS_1


Ah... Bagaimana ini?


''Jangan lupa jika aku masih menunggu.''


...❄️❄️...


Di dalam apartemen miliknya, Owen bersiul senang saat menyusun beberapa kotak kado yang di siapkan nya khusus untuk Mia.


Tidak hanya berang-berang mahal, tapi Owen juga sudah menyiapkan sebuah cincin yang akan mengikat Mia selamanya.


Cincin yang akan membuktikan bahwa perasaannya pada gadis itu, tidak pernah berubah. Cinta yang di milikinya masih sama seperti dulu.


Tidak peduli siapapun yang saat ini gadis itu sukai, Owen akan tetap merebut apa yang telah menjadi miliknya.


Ia sudah mencintai gadis itu begitu lama. Hal seperti orang ketiga tidak akan mengubah apapun yang pernah terjadi di antara mereka.


Mia sudah pernah mencintai dirinya, dan Owen sangat yakin bahwa perasaan gadis itu masih sama. Bahkan tidak berubah sedikitpun.


Seperti ia mencintai gadis itu, begitu juga Mia mencintai dirinya. Hal itu bisa ia kenali dari bagaimana cara Mia yang ragu saat menatap matanya, dan juga bagaimana gadis itu membalas ciumannya malam itu.


Semua perasaan itu masih ada di sana. Masih tersimpan rapi seperti dulu. Meskipun mulut gadis itu bisa berdusta, namun Owen sangat yakin dengan kata hatinya. Dan kali ini, ia akan membuat semuanya kembali pada tempatnya.


...Hatinya, dan juga wanitanya.. ...


...Semua itu adalah miliknya. Milik Owen Reaghal. ...


...❄️...


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


__ADS_2