OWEN HEART BEAT

OWEN HEART BEAT
OWEN-18


__ADS_3

...❄️...


...❄️...


...❄️...


...7 Tahun silam.....


Elston yang saat itu baru saja menyelesaikan pendidikan nya di negeri lain kembali dengan begitu bahagia.


Ia sangat merindukan saudara laki-lakinya, Ruben. Elston juga merindukan ibunya. Setelah sekian lama mereka berpisah akhirnya mereka akan segera bertemu. Elston adalah anak bungsu. Karena itulah ia selalu bersikap manja kepada keluarga nya.


Terlebih lagi saat itu Elston adalah putra kebanggaan bagi keluarga Stuard. Selain wajahnya yang tampan, Elston juga seorang yang jenius dalam bidang industri mode. Seperti dunia itu adalah hidup nya.


Karena itulah keluarga nya sangat mencintai Elston. Putra yang membawa banyak keberuntungan, begitulah orang-orang menyebut dirinya.


Tapi saat-saat bahagia yang Elston nantikan justru berubah sebaliknya...


...❄️❄️...


"Selamat datang putraku. Selamat datang kembali." Avan memberikan pelukan hangat kepada putranya, Elston.


"Senang melihat mu masih sehat seperti ini papa." balas Elston. "Dimana Ruben? apakah dia masih berkutat dengan design nya?" Elston bergerak gelisah karena ingin segera berlari ke kamar kakaknya dan mengejutkan Ruben.


Kakak laki-laki Elston adalah seorang pria yang pendiam. Tapi meskipun begitu, Ruben adalah pria yang hangat kepada Elston. Elston juga sangat menyayangi Ruben.


Dalam kegelisahan nya, Elston mendapati raut wajah Avan berubah suram.. "Elston.."

__ADS_1


"Papa, apakah ada yang datang?" seorang pria muda yang tidak Elston kenali turun dari lantai dua. Dan sekarang sedang memanggil papanya dengan sebutan yang sama seperti yang dilakukan Elston dan Ruben.


"Sayang.. siapa yang datang?"


Sayang? seorang wanita. Tapi itu bukan suara mommy nya.


Elston menatap wajah cemas papanya. "Papa, siapa mereka?"


Elston melihat sendiri bagaimana perubahan sikap papanya. Selama dua tahun ia pergi, Elston tidak tahu apa yang sudah terjadi di dalam rumah itu.


"Elston. Sapalah dia. Ini Marry. Dan itu Alex, adik mu."


Elston benar-benar terkejut dengan perkataan papanya barusan. Apa maksud dari adik dan juga...


"Apa maksud papa? Aku tidak peduli dengan mereka. Katakan padaku dimana Ruben? dan dimana mom?" Elston menatap ngeri wajah orang-orang yang saat ini sedang berdiri di hadapannya.


Tapi kenapa tidak ada yang mengatakan padanya sebelum ini.


Itulah yang sangat menyakiti Elston. Orang-orang yang dicintainya pergi bahkan tanpa ia ketahui...


...❄️❄️...


"Tuan? anda baik-baik saja?" Bones mengamati wajah Elston dari kaca spion. Ia tahu bagaimana tidak suka nya tuannya itu datang ke rumah utama. Dan setiap kali mereka pergi kesana, tuannya akan mengurung diri selama berhari-hari setelahnya. Hal itu membuat Bones merasa prihatin.


"Menyetir saja Bones. Gunakan matamu untuk melihat jalan. Bukan melihat ke arahku." sahut Elston mencibir pegawai paruh baya yang selalu setia kepadanya itu.


Elston memang selalu sensitif setiap kali kembali dari rumah utama, dan Bones tahu alasan nya. Siapapun akan bersikap sama jika berada di posisi tuan mudanya itu.

__ADS_1


"Haruskan saya memanggil nona Mia?" tanya Bones dengan hati-hati. Dari pengamatan nya yang sudah melayani keluarga itu selama puluhan tahun, sedikit banyak Bones bisa tahu bagaimana sikap tuan mudanya saat memperlakukan orang lain.


Dan menurut nya, Mia adalah orang yang bisa menghibur Elston saat pria itu kembali di kelilingi duri.


"Tidak Bones. Gadis itu pasti sudah tidur sekarang. Biarkan dia beristirahat." gumam Elston terdengar enggan.


Meskipun Elston sangat ingin melihat wajah Mia, tapi ia juga tahu bahwa gadis itu membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri.


Mia yang selama ini selalu menuruti permintaannya, jelas karena gadis itu sedang bekerja. Tapi diluar jam kerja, Elston tidak bisa mencampuri kehidupan Mia begitu saja.


"Baiklah tuan." Turut bones, kembali menyetir mobilnya dalam keheningan. Ia tak bisa melakukan apapun jika itu yang di inginkan oleh tuan nya.


Meskipun sebenarnya, Bones juga bisa sedikit merasakan kesakitan yang sedang di tanggung oleh tuan mudanya.


...Ruben.. Mom.. Aku merindukan kalian......


"Kita sudah sampai tuan."


Setelah mobil terparkir dengan benar, Elston keluar tanpa sepatah katapun. Sosok yang seperti ini, adalah sosok yang tak ingin Bones saksikan.


...Bertahanlah tuan muda. Anda harus lebih berani menghadapi semuanya....


...❄️...


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


__ADS_2