OWEN HEART BEAT

OWEN HEART BEAT
OWEN-02


__ADS_3

...❄️...


...❄️...


...❄️...


Berdiri sambil di tatap intens seperti ini membuat jantung Mia berdebar lebih cepat. Ia tahu bahwa pria cantik di depannya sedang memberikan sebuah penilaian.


Meskipun tidak khawatir dengan kesan pertamanya, Mia tetap saja berdebar. Sejauh ini ia sudah mempersiapkan semuanya dengan cukup baik.


Untuk urusan penampilan, Mia sudah mengenakan busana termahal yang bisa ia beli dengan harga miring sisa-sisa fashion show beberapa musim lalu. Terlihat sederhana namun elegan.


Untuk menunjang penampilan dress nya, Mia juga mengenakan plat shoes edisi terbatas, itupun hadiah dari kemurahan hati sir Thomas, ditambah lagi dengan tas tangan yang masih terlihat baru karena dirawat dengan luar biasa hati-hati.


Setidaknya, penampilannya kali ini bisa di kategorikan tidak memalukan sebagai seorang gadis muda. Tapi kenapa pria cantik di depannya tidak mengeluarkan pendapat satu patah katapun. Membuat Mia merasa was-was saja.


"Nah," suara yang terdengar setelah keheningan, membuat jantung Mia mencelus. Akhirnya pria itu bersuara juga. "Karena kau sudah di sini. Kau bisa melakukan apapun yang kau mau." putus Elston, membuat Mia sedikit kebingungan.


"Sir..."


"Ney... !" Elston memainkan telunjuknya yang sudah pasti lentik. Sir? ia tak suka dengan panggilan itu meskipun ia seorang pria terhormat. "Elston. Panggil saja begitu." putus Elston sekali lagi memberi peringatan pada Mia.


Melakukan apapun adalah kata-kata tanpa clue yang baru saja Mia dengarkan. Biasanya, sebelum ia datang untuk memperkenalkan diri, klien yang akan dilayaninya sudah lebih dulu menetapkan daftar tugas yang akan Mia kerjakan.


Tapi sekarang, Mia justru di perintahkan untuk melakukan apapun yang ia mau. Apapun bukanlah kata yang tepat untuk sebuah perintah. Dan lagi, pria cantik di depannya ini seperti tak suka dengan kehadiran dirinya. Padahal, bukankah jelas-jelas mereka sendiri yang membuat pekerjaan itu?


"Bones. Tunjukan kamar yang akan di tempati oleh nona ini." perintah Elston pada pelayannya. Elston juga sempat melirik sekilas kepada Mia.


Kamar?


"Tunggu sir. Maksud ku tuan Elston." Mia memberanikan diri untuk menahan tuannya itu karena ia masih ingin bertanya. Elston pun berbalik seperti yang Mia harapkan. "Katakan manis, apa yang ingin kau katakan?" Elston menunggu dengan pose yang hampir membuat Mia memutar matanya.

__ADS_1


"Apa maksud anda dengan kamar..?" ujar Mia. Dan pertanyaan itu membuat Elston bergerak gesit untuk menghampiri dirinya. "Tentu saja untuk mu sayang. Kau pikir untuk apa lagi."


Lagi-lagi. Mia benci tatapan itu. Tatapan merendahkan dari seseorang yang berada lebih tinggi dari dirinya.


"Tapi tuan saya,"


"Elston!" sebuah peringatan. "Ya. Maksud ku begitu." Ulang Mia. Ia sedang menahan diri. "Saya rasa saya tidak perlu kamar." ucap Mia cepat.


Elston mengerutkan keningnya, "Alasan mu?" Apakah gadis ini dari keluarga terhormat lainnya? karena itu dia merasa tak perlu di berikan sebuah kamar? lalu bagaimana dia akan menjalankan tugasnya?


"Meskipun terlihat merepotkan. Tapi saya memilih untuk kembali kerumah saja. Dan akan saya pastikan bahwa saya akan bekerja tepat waktu. Dan anda hanya perlu memberi saya makan, itupun jika anda tidak keberatan. Sisanya saya bisa mengurus sendiri."


Elston menyipitkan matanya tak suka. "Makan?"


"Ya tuan."


"Elston!"


...Makan? maksudnya makanan manusia? bukan makanan dalam arti lainnya? Jadi gadis ini bukan dari keluarga terhormat lainnya?...


...Jika di lihat dari penampilan nya sudah jelas bukan. Putri seorang konglomerat tidak akan mengenakan pakaian dan juga tas murahan seperti ini....


Elston kembali duduk di atas sofa sambil menyilang kan kaki. Ini menarik. Ia masih ingin mendengarkan semuanya. Mungkin saja gadis di depannya ini memiliki maksud tersembunyi lainnya. "Katakan padaku kenapa kau harus datang bekerja?" Tanya Elston menyelidik.


"Bekerja?" ulang Mia membeo. Elston mengangguk tegas "Maksud anda bekerja di sini? dengan anda?" Elston kembali mengangguk.


"Karena saya memang datang untuk bekerja pada anda tuan." Tidak hanya Elston yang tampak tertarik dengan pernyataan Mia barusan. Bahkan Bones si pelayan pun terlihat ingin tahu apa yang di maksud Mia dengan bekerja.


Apakah sama seperti para wanita sebelumnya? yang mencoba menggoda Elston untuk naik ke atas ranjangnya meskipun dengan trik-trik murahan.


Melihat cara Elston menatap dirinya. Mia buru-buru mengeluarkan surat kontrak yang di tanda tangani nya di kantor nyonya Brondlin. Setelah mengeluarkan isinya, Mia memperlihatkan kertas itu kepada Elston.

__ADS_1


"Surat kontrak ku." ujar Mia tak ingin di salah pahami. Elston menerima kertas tersebut ragu. "Di sana tertulis jelas, bahwa saya akan bekerja menjadi pendamping wanita anda. Dan masa kontrak saya adalah tiga bulan." jelas Mia sedikit gugup.


Rumah Jasa Brondlin. Elston pernah mendengar tempat itu. Apakah ini trik baru yang di lakukan oleh ibu tirinya? Cih!


...Tapi anehnya, kenapa dengan data gadis ini?...


Ini adalah kali pertama baginya menghadapi situasi tak terduga seperti ini "Kau masih anak di bawah umur. Bagaimana bisa bisa kau mengambil pekerjaan sebagai wanita pendamping?" ujar Elston masih tak mengerti.


Tahukah gadis di depannya ini apa pekerjaan yang sudah di ambilnya? benar-benar menarik.


Mia tidak yakin apakah kata-kata Elston barusan adalah sebuah pertanyaan, ataukah hanya sindiran semata.


"Hem, begitu rupanya." Elston terlihat sudah selesai membaca isi kertas tersebut. "Jika aku jadi dirimu, aku akan minta bayaran sepuluh kali lipat sebagai imbalan melakukan pekerjaan ini." tambah Elston. Tersenyum sinis.


"Anda bisa memberinya sebagai tips jika anda mau." sambung Mia. pernyataan Mia kembali mengejutkan Elston. Pria itu kembali tersenyum. "Baiklah. Apa yang akan kau lakukan sebagai seorang wanita pendamping?" Elston melipat kedua tangannya, menatap Mia seraya menunggu.


Pertanyaan yang sama yang membuat Mia sama bingung nya. "Menjadi asisten anda mungkin." ucap Mia.


"Hah..." Asisten? bukan wanita yang menemaniku di ranjang? Elston berdecak, kemudian tertawa cukup nyaring.


"Aku bisa melakukan apa saja tuan. Seperti merapikan barang-barang anda. Menemani anda kemanapun sambil membawakan keperluan anda. Dan apapun yang anda butuhkan. Anda bisa mengandalkan saya. Saya jamin jika saya akan bekerja dengan baik." Mia sangat yakin tidak akan sulit melakukan pekerjaan sebagai wanita pendamping.


Well. Gadis di depannya ini terlihat cukup yakin dengan apa yang dikatakannya. Elston jadi semakin ingin mengujinya sendiri. Setidaknya, setelah ini ia akan memiliki kesibukan baru.


Elston menaikan satu alisnya menatap Mia dengan tatapan yang membuat Mia tak bisa menghindar, "Baiklah. Jika kau memang bisa melakukan apa saja. Maka hal pertama yang akan kau lakukan di mulai dari dalam kamar ku, sayang.."


...❄️...


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


__ADS_2