
...❄️...
...❄️...
...❄️...
Akhir pekan adalah saat dimana Mia memiliki banyak waktu luang. Ia tidak harus pergi ke kampus dan juga tidak harus pergi bekerja. Ia bisa melakukan apa saja yang di inginkan nya pada saat-saat seperti ini. Bisa di bilang, akhir pekan adalah hari yang berharga bagi Mia.
Pukul delapan lebih empat puluh lima menit, saat Mia baru saja selesai dengan jalan-jalan paginya, tanpa sengaja ia berpapasan dengan sir Wishley, atau lebih tepatnya Lucas Wishley, dosen pengganti yang saat ini menggantikan posisi Owen di kampus nya.
Jika dilihat sekilas dari wajahnya, sir Wishley seharusnya adalah pria yang sudah memiliki pasangan, atau mungkin seorang bayi mungil. Tapi entahlah, Mia tidak perlu tahu tentang hal-hal mendetail seperti itu. Itu bukanlah urusannya.
"Selamat pagi sir." sapa Mia yang sebenarnya tidak yakin apakah pria itu bisa mengenali dirinya diantara ratusan siswa yang mengambil mata kuliah yang sama.
Dengan sedikit terkejut namun masih menebak-nebak siapa dirinya, sir Wishley membalas sapaan Mia. "Hai, selamat pagi juga Miss.."
"Mia sir. Mia Allura. Saya mengambil mata kuliah ekonomi makro yang anda ajarkan." jelas Mia tentang dirinya. Benar saja, dosen baru itu tidak mengenalnya. Seharusnya Mia pura-pura tidak tahu saja tadi. Tapi ia sudah terlanjur.
"Benar. Aku mengingat wajah mu." Wishley tersenyum, terlihat sedikit canggung. "Hanya saja belum terlalu mengingat semua nama kalian." Bisa Mia maklumi. Siapa juga yang akan mengingat nama ratusan siswa hanya dalam waktu yang singkat.
"Apa kau tinggal di dekat sini? atau kau hanya sekedar berjalan-jalan pagi?" tanya sir Wishley memulai bercakap baru.
"Aku tinggal di dekat sini sir. Kebetulan aku ingin pergi ke supermarket pagi yang ada di ujung jalan sana." jelas Mia. "Dan tadi aku tidak sengaja melihat anda. Maafkan saya sir, saya tidak berniat membuang waktu anda."
Senyum tipis terlihat jelas di wajah seorang Lucas Wishley. "Tidak apa-apa Miss Allura. Sebaliknya, aku merasa senang jika kita bisa berbincang-bincang selain pada jam kuliah." wajah sir Wishley sudah terlihat lebih baik.
__ADS_1
"Aku baru pindah sekitar satu minggu yang lalu, jadi belum terlalu mengenal tempat ini. Terimakasih sudah mau beramah-tamah Miss Allura."
"Tidak masalah sir. Kalau begitu aku akan menyapa anda di lain kesempatan. Selamat menikmati akhir pekan anda sir."
"Selamat berkahir pekan juga Miss Allura."
...❄️❄️...
Setelah selesai berbelanja kebutuhannya selama satu minggu Mia langsung kembali ke apartemen. Saat ingin memasuki lift, Mia melihat mobil yang sebelumnya di gunakan Owen untuk menjemput dirinya terparkir di basemen.
Jantung Mia langsung berdegup lebih cepat, karena sebelumnya mobil itu tidak ada di sana. Yang artinya Owen baru saja kembali. Sudah jelas jika pria itu tidak kembali semalam.
Mia ingin bertemu Owen. Mia juga harus bicara pada kekasih nya itu. Mia ingin tahu apa alasan Owen berhenti begitu saja tanpa mengatakan apa-apa pada dirinya.
Dengan langkah yang sedikit lebih cepat, atau setengah berlari Mia menaiki tangga untuk bisa sampai di lantai apartemennya. Terlihat tidak sabaran tapi Mia tidak perduli. Yang dipikirkannya saat ini hanyalah bertemu dengan Owen.
Apakah sebelumnya Owen mengetuk pintu dan tetap berdiri di sana saat tidak ada Jawaban dari dirinya? Mia bertanya-tanya, apakah sekarang Owen juga memiliki pemikiran yang sama dengan dirinya? memikirkan bahwa mereka harus bicara?
...❄️❄️...
"Owen?" panggil Mia. Sesaat Mia bisa menangkap bahwa ternyata Owen tidak menyadari kehadirannya. ditempat itu. Mendengar sapaan Mia, Owen segera berbalik dan sedikit terkejut saat tatapan mereka saling bertemu.
"Sugar palm. Aku kira..?" tangan Owen menunjuk ke apartemen Mia. Benar saja. Owen sedang menunggunya. Mia tersenyum samar, "Aku pergi ke supermarket untuk membeli ini." Mia melirik tas belanjaan nya. Mia melangkah mendekat kemudian melewati Owen untuk membuka pintu di belakang pria itu.
"Kau mau masuk? akan ku buatkan sarapan." tawar Mia. Owen pun mengikuti untuk masuk ke dalam apartemen Mia dan langsung menutup pintu di belakangnya.
__ADS_1
"Aku pikir kau marah padaku lalu tidak membukakan pintu." kata Owen yang mengikuti di belakang Mia. "Apa karena itu kau hanya berdiri saja di sana tadi?"
"Aku hanya memikirkan cara untuk melihat mu." sahut Owen cepat.
Mia langsung pergi menuju dapur untuk meletakkan semua barang belanjaannya, sementara Owen hanya sampai diruang tamu.
Ruangan itu tanpa sekat, jadi Mia bisa melihat Owen begitu pun sebaliknya.
"Kau mau coklat hangat?" Mia mengambil dua cangkir di tangannya, "Tentu."
...❄️❄️...
Setelah membuat minuman untuk mereka berdua, Mia langsung membawa minuman ke tempat Owen duduk saat ini. Karena ruangan itu tidak sebesar ruangan milik Owen, Mia bisa memperhatikan Owen dari tempat sebelumnya.
Owen lebih pendiam dari sebelum mereka berpisah pada pertemuan terakhir. Mia bisa merasakan jika saat ini kekasihnya sedang memikirkan hal lain.
"Kau ingin mengatakan sesuatu padaku? kau juga terlihat lelah." Mia meletakan cangkir di depan Owen kemudian letakkan miliknya juga. "Terimakasih sayang."
Alih-alih meraih cangkir yang baru saja Mia berikan, Owen malah meraih tangan Mia dan menarik gadis itu hingga Mia terjatuh dalam pelukannya, kemudian Owen memeluk Mia.
"Aku hanya ingin ini. Aku sungguh merindukan mu sugar palm." Owen tidak ingin mengatakan apapun. Yang di butuhkan nya saat ini hanyalah sebuah tempat untuk mengembalikan kesadarannya..
...Maafkan aku karena egois seperti ini Mia.....
...❄️...
__ADS_1
...❄️...
...❄️...