OWEN HEART BEAT

OWEN HEART BEAT
OWEN-37


__ADS_3

...❄️...


...❄️...


...❄️...


...SEAM GROUP...


Rencana jumpa pers yang akan dilakukan keesokan hari di SEAM group telah mendapatkan persetujuan dari Owen. Dengan Vivian sebagai penanggung jawab.


Bahkan hal-hal yang berkaitan dengan jumpa pers pun telah di sampaikan dengan detail kepada Owen. Ini hanya masalah publikasi berkaitan dengan kembalinya Owen kedalam perusahaan secara resmi.


Sebagai seorang direktur baru di SEAM GROUP, Owen berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memberikan kontribusi yang dibutuhkan bagi perusahaan.


Selama ini Owen telah menutup mata dan mengabaikan sebagian besar tanggung jawabnya sebagai seorang ahli waris. Sekarang sudah waktunya bagi Owen untuk benar-benar mengambil tanggung jawab itu.


Tidak hanya untuk membantu perusahaan, tapi Owen juga ingin membuat papanya merasa tenang tanpa mengkhawatirkan perusahaan mereka akan bangkrut.


...❄️❄️...


Suara ketukan kembali terdengar dari balik pintu ruangan kerja Owen. "Masuklah." kata Owen mempersilahkan..


"Apa aku mengganggu mu?" Vivian muncul dari balik pintu. Tersenyum seraya berjalan kearah Owen. Owen mendongak sekilas lalu kembali pada pekerjaan. Owen tidak berharap bertemu dengan Vivian sekarang. Itu akan merusak mood nya.

__ADS_1


Sedangkan ia masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan lagi, Owen pun hanya menjawab seperlunya;


"Ada apa? apa ada hal penting lain lagi?" Owen rasa segala sesuatu sudah di bahas sebelumnya. Tidak ada lagi yang perlu mereka bicarakan. Karena itulah Owen bersikap acuh.


Vivian sudah duduk di depan Owen sambil memperhatikan Owen dengan seksama. "Mau makan malam bersama?" ajak Vivian masih menatap Owen dengan senyum. "Aku tidak bisa." sahut Owen cepat.


Kening Vivian mengernyit, Owen secara terang-terangan menolak dirinya. "Kenapa?"


"Aku sudah ada janji." Vivian mencari kebohongan dalam kata-kata yang keluar dari mulut Owen. Tapi sepertinya pria itu sungguh-sungguh.


"Dengan uncle?" tanya Vivian belum mau menyerah.


Owen menghentikan pekerjaannya sejenak. Kemudian menatap enggan pada Vivian. "Tidak. Kalau hanya itu yang ingin kau bicarakan sebaiknya kau kembali. Aku masih sibuk." kata Owen lagi.


Karena jujur saja ia memang sibuk. Masih ada beberapa berkas yang harus di periksa. Sedangkan dirinya harus pulang tepat waktu.


Sekali lagi Owen menjawab seadanya. "Aku yakin itu bukan urusan mu Vi." Owen berharap Vivian bisa mengerti maksudnya. Owen sedang tidak ingin di ganggu. Itu saja.


"Jadi benar seorang wanita?" Wajah Vivian berubah kaku. Matanya tajam menatap Owen. Bahkan Owen bisa merasakan hawa yang berbeda meskipun ia tidak membalas tatapan Vivian. Semoga saja wanita itu tidak akan berulah lagi.


"Pergilah Vi. Aku sibuk." Owen berharap kali ini Vivian bisa menganggap serius penolak yang diberikannya secara terbuka.


Di luar dugaan, ternyata Vivian menyerah begitu saja. "Baiklah. Aku akan pergi. Sampai bertemu besok sayang. Jangan terlambat untuk jumpa persnya. Semua orang berharap lebih pada dirimu."

__ADS_1


Mendengar perkataan Vivian. Owen jelas merasa itu seperti sebuah ancaman. Tapi bagaimana pun dialah bosnya. Semua orang akan mendengarkan dirinya. Bukan sebaliknya..


Di sela-sela pekerjaan nya, Owen memandangi gambar Mia yang sempat ia ambil saat pertemuan mereka sebelumnya..


..."Ah... aku merindukan sugar palm ku."...


...❄️❄️...


...Ditempat lainnya......


"Tolong cari tahu dengan siapa Owen berhubungan selama ini." perintah Vivian. "Baik itu di tempat nya bekerja sebelumnya atau di manapun aku tidak peduli. Aku ingin laporannya segera."


"Baik nona. Akan segera saya laksanakan." turut asisten pribadinya.


"Untuk jumpa pers besok. Pastikan wartawan yang datang adalah wartawan yang akan menguntungkan pihak kita." Vivian tersenyum sinis.


Ia sudah merencanakan semuanya dengan matang. Meskipun tanpa sepengetahuan Owen. Vivian yakin pria itu tidak bisa menutup pemberitaan masa seperti sebelumnya. Karena Vivian lah yang mengendalikan semua media yang akan datang besok.


Dengan begitu, tidak hanya Owen. Tapi perusahaan pun akan dengan mudah ia Kendalikan.


"Sesuai dengan permintaan anda nona. Semuanya sudah di persiapkan sesuai rencana."


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


...❄️...


__ADS_2