
...❄️...
...❄️...
...❄️...
...MENSION ELSTON...
Sebelum pukul enam sore hari, Elston sudah mengijinkan Mia untuk pulang lebih awal. Tugas terakhir yang Elston berikan hanyalah menyiapkan pakaian yang akan pria itu gunakan nanti.
Sebelumnya Elston sudah mengatakan jika ia akan menghadiri sebuah private party yang berada di jantung ibukota.
Syukurlah karena Elston tidak meminta dirinya untuk menemani pria itu seperti biasa. Karena jujur sana Mia sedang dalam situasi tidak ingin pergi kemana pun.
"Apa kau sudah selesai?" Elston mematut diri di depan cermin seraya melihat Mia dari pantulan kaca.
Mia mengangguk sambil tersenyum, "Apa kau mau ku antar pulang? aku akan pergi ke arah yang sama dengan mu." tawar Elston dengan suara khasnya yang manja sedikit menggoda.
"Sepertinya tidak perlu. Terimakasih untuk tawaran mu Els. Aku akan naik taksi saja." Mia perlu waktu untuk menenangkan diri. Ada banyak hal yang tiba-tiba saja mengusik pikirannya. Terutama tentang Owen.
Elston berbalik dan menatap ragu pada Mia, "Kau sungguh-sungguh? Aku tidak keberatan untuk mengantar mu lebih dulu Mia." katanya.
"Lagipula acaranya akan di mulai pukul delapan malam. Masih ada banyak waktu yang bisa ku habiskan bersama mu."
Sebagai seorang pria, sudah seharusnya Elston bersikap gentle dengan mengantarkan Mia kembali ke rumahnya.
Sekali lagi Mia tersenyum seraya menghalau tangannya ke udara; "Aku tidak apa-apa Els. Jangan khawatir. Kau pergi saja. Lagi pula aku akan mampir ke toko toserba saat pulang nanti." Mia benar-benar ingin sendiri sekarang.
"Jadi kau menolak ku?" sedikit kekecewaan terlihat dalam tatapan Elston.
Mia menggeleng pelan untuk menyangkal hal tersebut, "Aku hanya tidak ingin merepotkan mu."
"Tapi aku tidak keberatan. Sungguh."
Mia tahu hal seperti ini akan terjadi. Elston memang keras kepala. "Aku tahu. Kau pergi saja. Bukan kah ini acara penting untuk mu? jadi bergembiralah di sana."
__ADS_1
Elston menaikan alisnya dengan wajah sedikit di tekuk. "Pesta ini tidak sepenting itu Mia. Dan aku rasa tidak akan begitu menyenangkan tanpa kau di dekatku." Elston sangat bersungguh-sungguh dengan perkataannya. Karena itulah yang selalu dirasakannya.
Dan satu lagi kelemahan Elston; ia tidak bisa menyembunyikan perasaannya. Ia adalah seorang pria yang ekspresif.
"Maksud ku, jika kau bersamaku, aku tidak harus mengambil minuman ku sendiri. Ah. Pokoknya tidak akan semenyenangkan itu. Kau taukan maksudku." Elton kembali menatap cermin. Wajahnya terasa menghangat.
...Bisa-bisa nya ia mengatakan hal seperti itu. Ah. Bisa gila!...
Elston mencuri pandang kepada Mia melalui cermin. Syukurlah karena sepertinya Mia tidak terfokus pada ucapan sebelumnya; "Kau ini. Nikmatilah pesta itu Els. Aku akan pulang sekarang. Sampai bertemu di hari senin."
Ada perasaan aneh yang tiba-tiba Elston rasakan. Apakah barusan ia merasa kecewa?
"Hem. Sampai bertemu di hari senin Mia." Aku akan merindukan mu.
...❄️❄️...
...ARTEMIS PARADISE CLUB...
Vivian dan teman-temannya sudah berkumpul di ruangan VIP tempat dimana pesta sedang berlangsung.
Kali ini juga sama seperti sebelumnya. Bukan sekedar pesta biasa.
...❄️❄️...
Pukul delapan lebih tiga puluh menit, Elston tiba di tempat yang tertera di undangan miliknya. Elston sengaja menunda kedatangannya, karena sejujurnya ia kurang berminat.
Hari ini Elston hanya akan memenuhi perannya sebagai seorang penonton. Ia sangat tahu jika tujuan pesta ini sebenarnya hanyalah agar Vivian bisa memamerkan calon suaminya kepada semua orang.
Melihat kedatangan Elston, sebagai penyelenggara pesta Vivian pun menyambut salah satu tuan muda dari kalangan elit tersebut; "Hai Els. Senang melihat mu. Ku pikir kau tidak akan datang. Apa kau tidak bersama gadis kecilmu?"
Elston tersenyum samar, "Kenapa aku harus menolak untuk melihat pertunjukan gratis darimu, Vi." kata Elston.
"Dan tentang gadis Afrodite ku, aku tidak akan mengajak nya ke acara seperti ini. Dia masih terlalu kecil. Aku tidak suka jika orang lain menatapnya."
Vivian tersenyum simpul saat mendengarkan pernyataan yang keluar langsung dari mulut Elston itu, "Kau manis sekali. Apa kau sudah berubah haluan? jangan bilang kau sudah tidak tertarik pada Sebastian atau yang lainnya." goda Vivian.
__ADS_1
"Bagiku Sebastian atau pun yang lainnya sama saja. Aku tetaplah aku." Elston mendongakkan wajahnya dengan angkuh. "Dimana bintang utama kita malam ini?" Yang di maksud Elston adalah Owen Reaghal. Pria yang akan menjadi mangsa seorang Vivian Chalondra.
"Mungkin sebentar lagi akan datang."
Elston mengambil tempat di pertengahan. Ia suka menjadi pusat perhatian. Tapi tidak suka jika orang lain menatapnya lapar; mungkin ada pengecualian bagi seseorang.
Di atas meja sudah di sediakan beberapa jenis minuman yang terbilang mahal untuk sebuah club. Dan beberapa minuman memang di datangkan khusus untuk pesta pesta tersebut.
"Nikmatilah pestanya Els. Aku akan menyapa yang lainnya." Setelahnya Vivian kembali kepada sekelompok wanita yang Elston yakini adalah orang-orang yang di targetkan sebagai misil.
...❄️❄️...
Pukul sepuluh lebih lima belas menit, Owen belum juga tiba di Club. Vivian sendiri pun menjadi resah. Jika Owen tidak datang maka rencananya akan gagal.
Vivian segera keluar dari dalam ruangan sambil membawa ponselnya. Ia mencari nomor kontak dan langsung menghubungi Owen.
"Hei.. kau dimana?" tanya Vivian saat panggilannya langsung terjawab. "Aku sedang menyetir. Ada apa?" Vivian sedikit lega karena ternyata Owen sudah di perjalanan.
"Orang-orang sudah menunggu mu. Cepatlah kemari." kata Vivian dengan suara yang lebih lembut. "Apa aku benar-benar harus datang Vi? kau tahu aku kurang menyukai acara seperti itu."
"Tapi ini pesta untuk mu Owen. Jadi kau harus datang. Kau akan bertemu banyak orang yang akan menjadi relasi mu nanti." bujuk Vivian berharap Owen menuruti perkataannya.
"Baiklah. Tapi aku tidak akan lama." sahut Owen menyetujui. Vivian tersenyum penuh kemenangan. "Hem. Baiklah. Aku menunggu mu."
Setelah menghubungi Owen, Vivian langsung menghubungi asisten pribadi nya. "Kau sudah menyiapkan semuanya bukan?"
"Tentu nona. Semua wartawan sudah berada di tempatnya. Anda tidak akan kecewa."
"Baiklah. Jangan lupa dengan minumannya."
...❄️...
...❄️...
...❄️...
__ADS_1