
...❄️...
...❄️...
...❄️...
...Katakan lah situasi saat ini adalah sebuah ilusi, lalu bagaimana mereka harus kembali pada kenyataan? Jika pintu untuk kembali saja mereka tidak tahu di mana letak nya, lalu apa gunanya mereka harus berpaling..?...
...❄️❄️...
Ini bukanlah yang pertama. Setelah sekian tahun lamanya hati Elston berduka, ia akan melakukan hal yang sama.
Elston selalu terdiam memandangi langit malam. Dalam hatinya mengatakan, bahwa orang-orang yang dirindukan nya juga sedang menatap nya dari atas sana.
Meski tidak mengatakan apa alasan mereka pergi meninggalkan Elston begitu saja, bahkan tanpa sedikitpun pertanda, Elston berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan mencari tahu jawaban di balik semuanya.
Ah.. hatinya benar-benar terasa ngilu saat tiba-tiba saja wajah terkahir dari orang-orang yang dicintainya terlintas di bayangan Elston..
Bahagia kah mereka di sana?
Atau kesakitan kah mereka?
Bagaimana aku harus mencari jawabannya?
Berikan satu saja petunjuk. Ku mohon. Aku hanya ingin tahu apakah kalian benar-benar ingin pergi karena kemauan kalian sendiri atau kah kalian di paksa pergi dari dunia ini..?
Elston mengusap pelan wajahnya. Matanya terasa perih. Ia menghela nafas berat. Dadanya seperti tertumbuk beban ratusan kilo.
Sangat sulit bagi Elston menerima kenyataan bahwa orang-orang itu telah pergi dari hidupnya.
Air mata mengalir begitu saja.
Elston sudah terbiasa dengan hal ini. Ia memang sering menangis diam-diam. Bukan karena ia cengeng, tapi karena hatinya benar-benar terasa sakit.
__ADS_1
...❄️❄️...
Mia yang menyadari ada suara isak tangis dari sebelahnya pun membuyarkan pikirannya tentang Owen.
Mia menghadapkan wajahnya kepada Elston. Pria itu masih menatap langit malam. Hanya saja kenapa..
...Elston menangis......
Mia tersentak. Tiba-tiba saja hati Mia juga terasa sesak. Kini rasa ngilu di uluh hatinya datang lagi.
Pikiran Mia langsung di penuhi berbagai macam pertanyaan..
Melihat air mata Elston, entah kenapa membuat Mia dapat merasakan sedikit penderita yang tengah di sembunyikannya.
Air mata Mia pun ikut mengalir. Hati Mia yang tadinya terasa sakit akibat patah hati yang datang terlalu cepat membuat air mata Mia semakin menjadi-jadi.
...Apa yang membuat seseorang seperti Elston sampai menangis seperti ini?...
...Apakah begitu sakit?...
...Beratkan penderitaan yang sedang ditanggungnya?...
Pikiran-pikiran semacam itu semakin berkecamuk dalam diri Mia. Dan tanpa sadar ia pun ikut larut dalam semua kesedihan itu.
Mendengar suara tangis, membuat Elston tersentak. Ia memang menangis, tapi tidak pernah mengeluarkan suara. Apa lagi suara tangis itu dapat memecahkan keheningan malam.
...Tidak mungkin ada hati di tempat ini bukan?...
Elston baru sadar jika ada orang lain yang saat ini sedang bersama dirinya.
...Dan itu adalah Mia......
Tapi sejak kapan gadis itu disini? tanya Elston dalam hati. Buru-buru Elston membersihkan wajahnya.
__ADS_1
"Ai.. Ai... kau seperti hantu saja gadis kecil. Kenapa kau ada di kamar ku pada jam seperti ini, Hem? Dan kenapa juga kau menangis di sini? apa kau sedang kerasukan...?" Elston membuat suara nya terdengar kesal di hadapan Mia.
Mendengar Elston yang sedang bertanya, membuat Mia sedikit menenangkan suara tangis nya..
"Ak.. Aku... " tapi lagi-lagi air mata Mia kembali mengalir. "Kau sendiri kenapa menangis? kenapa kau begitu terluka?" balas Mia sesenggukan.
Elston langsung menghampiri Mia dan berlutut di depan gadis itu, "Gadis bodoh!" Elston menyentil pelan kening Mia lalu memeluk nya..
...Elston ingin menenangkan Mia... Dan juga dirinya.....
Dalam pelukan Elston, Mia kembali menangis dengan hebat.. seakan gadis itu baru saja merasakan sesuatu yang membuat nya sangat menderita.
"Ssttttt... jangan terlalu keras.. Bones bisa mengira jika aku baru saja berbuat jahat padamu." bisik Elston menenangkan Mia. Ia juga membelai lembut rambut Mia yang tergerai.
Sedangkan gadis itu masih saja menangis dalam pelukan Elston.
...Ini sangat konyol! Setidaknya itulah yang Elston pikirkan.....
"Kalau kau merasa terluka, seharusnya kau mengatakan sesuatu padaku. Kenapa kau menangis sendirian seperti itu? Aku membuat ku sedih." ucap Mia di sela-sela tangisnya.
Deg...
Hati Elston tiba-tiba di banjiri sebuah kehangatan. Dan itu karena perhatian kecil dari seseorang dalam pelukannya.
"Kau mengkhawatirkan ku?" Tanya Elston yang tak bisa menyembunyikan senyum samar di wajahnya. Ia juga mencubit pelan pipi Mia yang masih di banjiri air mata, "Padahal kau sendiri menangis seperti ini. Tapi bisa-bisa nya kau justru mengkhawatirkan aku. Kau benar-benar gadis kecil."
...Malam seperti ini ternyata ada baiknya juga. Setidaknya ia tidak harus membuat alasan untuk bisa memeluk gadis kecilnya....
...❄️...
...❄️...
...❄️...
__ADS_1