OWEN HEART BEAT

OWEN HEART BEAT
OWEN-25


__ADS_3

...❄️...


...❄️...


...❄️...


Lagi-lagi Mia merasa telah di selamatkan oleh Elston.


Jika saja ia tahu tubuhnya akan kaku saat melihat pemandangan seperti itu, seharusnya Mia memilih untuk berpaling. Atau mungkin mengabaikan nya saja.


Tapi karena ia gadis bodoh yang ceroboh. Mia sudah cukup jelas memperlihatkan bagaimana perasaan nya terhadap Owen. Benar-benar memalukan! Untung saja ia tidak ketahuan.


Elston yang menangkap basah Mia sedang melamun diam-diam berdiri dibelakang gadis itu hendak berbuat usil, "Kau memikirkan apa?" bisik Elston.


Bugh!


Mia secara refleks membalikkan wajahnya dan tanpa sengaja membenturkan kepalanya ke wajah Elston.


Dengan cepat Elston mengipasi hidung mancungnya yang baru saja dihantam oleh si kepala batu. Wajahnya terasa panas di sertai rasa nyeri.


"Aw.. Aw... hidungku."


"Astaga. Maafkan aku Els.." Mia juga ikut mengipasi wajah Elston yang memerah. "Aku benar-benar tidak sengaja. Sungguh." ucap Mia merasa bersalah.


Huh, sial. Apalagi yang di perbuat nya kali ini.


"Kau tahu berapa harga hidung ini?" Elston menunjuk hidung nya seraya meringis. "Kau pikir kau bisa ganti rugi jika terjadi apa-apa dengan benda pusaka ini?" Kemarahan Elston terlihat nyata.


"Aku benar-benar tidak sengaja. Lagipula ini kan bukan murni salah ku. Kau duluan yang membuat ku terkejut!" Mia membalas ucapan Elston.


Plak.

__ADS_1


Kening Mia disentil oleh jari-jari lentik Elston.


"Jika merasa bersalah seharusnya kau tidak membuat alasan. Ceps! Gadis jahat." cibir Elston.


Seketika Mia langsung memanyunkan bibirnya. Ia benar-benar tidak sengaja melakukan itu. Semua ini karena pikirannya yang sedang teralihkan.


"Aih... aih... lihat bibir tidak sopan mu itu. Mulut mu mengatakan maaf tapi di dalam hatimu masih mengutukku!" gerutu Elston lagi.


"Aku tidak mengutuk mu." elak Mia cepat. Ia memang tidak melakukan apa yang Elston tuduhkan pada dirinya.


"Jangan mengelak. Di wajah mu terlihat jelas gadis kecil. Kau benar-benar gadis penyihir!" Elston meninggalkan Mia dan berjalan ke arah sofa.


"Akan ku ambilkan obat." Mia masuk ke kamar untuk melihat apakah ia memiliki obat yang pas untuk mengobati hidung berharga milik Elston.


...❄️❄️...


...Di dalam kamar.....


Dapat.


Mia menemukan kotak yang di carinya. Setelahnya ia buru-buru menghampiri Elston.


"Lepaskan tangan mu. Biar ku lihat, apakah hidung mu masih bisa di perbaiki atau di hilangkan saja." perintah Mia terdengar ketus, tapi anehnya Elston malah menuruti kata-kata Mia begitu saja.


Mia memajukan wajahnya untuk memperhatikan wajah Elston dengan seksama..


Hidung Elston memang terlihat merah. Tapi sejauh ini baik-baik saja. Hidung nya juga masih terlihat mancung dan lurus. Tidak bergeser sedikit pun dari tempat nya. Mia yakin itu bukanlah hidung buatan. Dari pria drama!


Lama Mia memperhatikan wajah Elston. Dahi, pipinya, bahkan hidung, dan kulit wajahnya..


Wah.. dasar orang kaya. Mia menggeleng samar. Perasaannya sebagai seorang wanita tersakiti setelah melihat kulit wajah Elston. Bagaimana bisa seorang pria memiliki kulit wajah sehalus ini. Berbeda dengan kulit miliknya yang seorang wanita.

__ADS_1


"Kau benar-benar cantik Els.. " Pujian keluar begitu saja dari mulut Mia.


Cup.


Elston mencium bibir Mia yang terlalu dekat dengan wajahnya.


...Mata Mia membulat sempurna. Wajahnya juga bersemu....


Meskipun Elston bertingkah seperti seorang pria pesolek, ataupun meskipun Mia tahu bahwa pria di depannya menyukai sejenisnya tetap saja..


...Pria itu sudah mencuri ciuman pertama Mia....


Wajah Mia berubah kesal, "Kau! Apa yang baru saja kau lakukan, hah?" Dan lihatlah. Elston justru merasa terhibur karena reaksi Mia. Ia sudah membayangkan akan melihat wajah menggemaskan itu apabila ia melakukan aksinya.


...Siapa suruh gadis itu terlihat begitu lucu. ...


"Kau sudah melukai hidung ku. Jadi itu balasan mu. Wueee!" Elston mengejek Mia, kemudian beranjak dari atas sofa secepat kilat.


...Mia hampir meledak.......


Bagaimana bisa sebuah ciuman di jadikan alat candaan. Benar-benar pria gila.


"Elston!" Teriak Mia menggema di seluruh ruangan. Bukannya takut pada suara Mia, tawa Elston justru semakin menggelegar mengikuti kemarahan Mia yang baru saja meledak.


"Kemari kau! Aku akan benar-benar mematahkan hidungmu! Awas saja!" kecam Mia dengan wajah merah padam. Dan... Astaga.


...Adegan Tom & Jerry pun terjadi di ruang apartemen berukuran sedang itu...!...


...❄️...


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


__ADS_2