
...❄️...
...❄️...
...❄️...
...Hari pertama di LA...
Saat tiba di LA, Elston langsung membawa Mia ke salah satu penthouse miliknya. Dan kali ini Mia kembali terpukau karena penampakan penthouse yang akan mereka tempati selama berada di LA. "Kita akan tinggal di sini Els?" tanya Mia kagum.
Memang bukan hal baru seharusnya bagi Mia jika harus melihat hal-hal mewah saat bersama Elston. Seorang pria sukses seperti dirinya tentu saja tidak akan tinggal di tempat biasa. Namun tetap saja Mia tidak mudah terbiasa dengan semua kemewahan yang selalu membuat nafasnya tersekat.
"Yupz. Kita akan tinggal di sini." Sahut Elston yakin. Karena baginya ini adalah pilihan terbaik. "Tempat ini dekat dengan tempat ku bekerja dan juga dekat dengan universitas ternama di kota ini. Apa kau suka?" Ah, hampir saja.
"Tempat ini bahkan diluar bayangan ku Els. Tapi, apa hanya ada kita berdua di sini? maksud ku apa tidak ada orang lain yang mengurus tempat ini? Karena sejak tadi aku tidak melihat siapapun di sini." Bahkan Mia tidak melihat kepala pelayan yang seharusnya datang menyambut mereka seperti di London.
Tentu saja Mia bertanya bukan karena ia merasa keberatan jika harus membagi pekerjaannya untuk membersihkan seisi rumah, tapi tetap saja ia tidak yakin akan bisa menyelesaikan semuanya dalam satu hari. Penthouse itu terlalu besar untuk mereka tinggali.
"Kau tenang saja sayang. Ada beberapa pekerja yang akan datang untuk membersihkan penthouse ini setiap harinya. Tapi mereka tidak akan tinggal di sini." Elston tersenyum karena sedikit bisa membaca kecemasan Mia. "Sini. Ku bawakan koper mu."
__ADS_1
Mia pun berjalan tepat di belakang Elston saat keduanya menuju ke pintu megah yang berjarak sekitar lima meter. "Di sini kau hanya perlu berada di sisi ku. Kemanapun aku pergi kau juga harus ikut. Itu saja tugas mu, mudah bukan?." perintah pertama yang Mia dapatkan dari tuannya. Terdengar tidak begitu sulit untuk dilakukan.
"Kau juga tidak harus memasak atau pun membuat sarapan, jika kau berpikir harus melakukan itu. Ada pelayan yang akan mengerjakan semuanya." tambah Elston. "Kau cukup bangun dan mengucapkan selamat pagi dengan ceria. Itu saja sudah cukup. Kau sungguh-sungguh tidak perlu melakukan hal lainnya."
Mia bertambah heran. Ini adalah sebuah keistimewaan baginya. Bukankah seharusnya ia bekerja? tapi kenapa ia merasa seperti seorang nona muda pemilik semua yang ada di depannya? sungguh aneh.
Elston mengambil kunci dari tas miliknya. Sementara mulut Mia tetap bungkam seraya memperhatikan sekeliling. Meskipun saat ini penthouse itu kosong, tapi semuanya terlihat bersih. Bahkan tidak ada tanda-tanda seperti tidak di tinggali. Semuanya terlalu bersih dan rapi.
"Home sweet home." seru Elston seraya tersenyum senang saat membuka pintu dan menunjukkan penthouse miliknya kepada Mia.
Saat memasuki penthause, yang pertama kali menyita perhatian Mia adalah potret berukuran besar dengan gambar seorang wanita yang parasnya terlihat sama persis dengan pria di sampingnya. Tapi Mia tidak akan bertanya siapa wanita itu. Karena itu akan terdengar bodoh. Sudah jelas jika wanita itu adalah seseorang yang penting bagi Elston.
Kemudian, mereka juga di sambut dengan beberapa lukisan dewi-dewi dari Zaman kuno yang menghiasi beberapa sisi ruangan. Salah satunya adalah Aprhodite, Athena, bahkan Dewi Hera. Semua itu adalah para dewi kesukaan Elston.
"Ayo. Nanti saja jika kau ingin mengagumi semua ini. Aku akan menunjukkan dimana kamar mu. Kamar mu ada di sebelah kamar ku. Sebaiknya kita beristirahat sebentar sebelum kita pergi untuk makan malam." ajak Elston. Karena malam ini ia berencana untuk membawa Mia menikmati dinner romantis yang sudah ia reservasi setelah mereka turun dari pesawat.
"Hem. Baiklah." Keduanya pun langsung naik ke lantai atas. "Nah, ini kamar mu." kata Elston. "Dan di sini kamarku." Kamar mereka benar-benar bersebelahan seperti kata Elston sebelumnya.
"Aku akan memanggil mu jika kau sudah siap." Mia Hanya mengangguk patuh. Elston adalah tuannya, dan tidak satu pun perkataan Elston yang bisa ia tentang. "Gadis pintar. Istirahat lah."
__ADS_1
Setelah Mia masuk ke dalam kamarnya, Elston juga kembali ke dalam kamar miliknya. Ini adalah kali pertama setelah beberapa tahun lalu. Tiba-tiba saja nafas Elston terasa sesak. Tubuhnya meremang dan rasa takut dan bersalah perlahan-lahan menguasai dirinya.
Berada di tempat itu, membuat pikiran Elston kembali pada kenangan beberapa tahun silam.
Saat dimana ia masih terlalu naif dan mengabaikan semua kemungkinan yang bisa saja terjadi dalam hidupnya. Elston yang dulu adalah Elston yang terlalu nyaman dengan kehidupan mewahnya. Seakan ia tidak akan pernah mengalami kesulitan sekalipun. Tapi ternyata ia salah.
Sekarang baginya, penthause itu adalah istana yang menyimpan kenangan dan juga kesedihan. Terlebih lagi selama ini penthause itu telah menjadi tempat persembunyian bagi Elston.
Tempat ternyaman kedua yang membuatnya tidak menyadari jika sesuatu yang buruk tengah terjadi pada orang-orang yang ia sayangi.
"Mom. Maafkan aku. Maafkan aku yang dulu tidak bisa menjaga mu." Elston berusaha bertahan. Ia mengatur nafasnya, agar pikirannya kembali jernih. Ini bukanlah saat yang tepat untuk kembali terpuruk. Bukan saatnya juga untuk menjadi lemah.
"Lihatlah mom. Aku kembali lagi ketempat ini." Elston memandangi bingkai potret di atas nakas di sebelah ranjang tidur nya. Matanya terasa panas dan pandangan nya berubah buram. Elston menangis. "Andai saja mom masih di sini, aku ingin agar mom bisa bertemu dengan Mia. Gadis yang telah membawa kembali kebahagiaan dalam hidupku mom." tatapan Elston kini berubah sendu.
"Tolong terus awasi aku. Dan juga ingatkan aku agar aku selalu memperlakukan gadis yang ku cinta dengan baik. Agar aku juga bisa menjaganya dengan segenap kemampuan ku. Karena saat ini, satu-satunya hal terpenting yang ku miliki dalam hidupku hanyalah dirinya mom. Hanya dia. Aku sungguh-sungguh ingin memiliki nya dan mencintai seumur hidupku. Kau akan mendukung ku bukan?"
"Mom pasti akan memarahi ku jika tahu apa yang aku lakukan. Tapi aku tidak peduli. Karena aku sungguh-sungguh ingin melindungi orang yang berharga bagiku mom. Apa aku terdengar begitu egois? tapi tenang saja. Aku berjanji, bahwa aku akan selalu mencintai nya dan mengutamakan kebahagiaannya. Aku janji mom."
...❄️...
__ADS_1
...❄️...
...❄️...