
...❄️...
...❄️...
...❄️...
Di luar ruang ganti, Mia menghampiri Choky yang merupakan beruang besar milik Elston. Boneka beruang itu berwarna putih salju dan di letakan di atas kursi khusus yang cukup mewah.
"Kau!" Tunjuk Mia kesal kepada boneka itu. "Tuan mu benar-benar menyebalkan! Awas saja kalau dia berani mencium ku lagi. Aku akan membuat mu membayarnya!" kecam Mia menyalurkan amarahnya terhadap boneka beruang kesayangan Elston yang sebenarnya tak bisa melakukan apapun.
Ini sudah kesekian kalinya Elston mencium Mia dengan sengaja. Pria itu menggoda nya seperti seorang pria. Meskipun tahu jika Elston pastilah hanya berniat untuk bermain-main saja; tetap saja Mia merasa tidak nyaman dengan caranya.
Bagaimanapun, bagi Mia Elston tetaplah seorang pria. Dan Mia adalah seorang wanita. Bukan tidak mungkin jika....
"Tidak. Hentikan itu Mia. Kau terlalu menganggap tinggi dirimu." Mia tersenyum bodoh. "Mana mungkin Elston akan menyukaimu. Elston menyukai pria. Dia hanya ingin mengerjai mu. Kau benar-benar bodoh." Mia berusaha mengenyahkan pikiran aneh dari kepalanya.
Keberadaan Elston sedikit berbahaya bagi dirinya. Bagaimana jika pria itu melakukannya di depan orang lain? bisa-bisa orang akan salah paham pada dirinya.
Tidak ingin semakin larut dalam rasa kesal; Mia pun pergi ke ruang santai untuk menyiapkan film yang ingin di tonton oleh Elston. Film bergenre horor yang sudah sejak lama ingin Elston tonton tapi ia tidak berani menontonnya seorang diri.
...Aneh bukan? sudah tahu mental nya lemah, tapi tetap saja ingin melakukannya. Konyol!...
Sebenarnya, Mia pun tidak terlalu menyukai genre film tersebut; tapi karena Elston memintanya, dan Mia sudah berjanji, maka Mia harus melakukannya.
Jika tidak memikirkan janji sebelumnya, maka Mia lebih memilih untuk mengabaikan Elston dan membiarkan tuan nya itu untuk berada di kamarnya seorang diri.
__ADS_1
Terkadang kedekatan Elston yang tiba-tiba membuat Mia sedikit merasa was-was. Ini hanya insting nya sebagai seorang wanita.
Elston bukanlah pria yang mudah untuk di tebak. Dan Mia masih tidak tahu bagaimana pria itu sebenarnya. Meskipun selama ini Mia sudah merasa nyaman bekerja bersama Elston, tetap saja Mia akan merasa canggung jika tiba-tiba saja Elston memperlakukan dirinya dengan cara yang berbeda.
...❄️...
...SEAM GROUP...
Sekembalinya mengantar Mia ketempat nya bekerja, Owen langsung kembali ke kantor untuk menemui Hilbert Reaghal, papanya.
Owen mengetuk pintu pelan, "Papa?" sapa Owen saat memasuki ruangan.
Ternyata di ruangan itu tidak hanya ada papanya, tapi juga Vivian.
"Kemari lah Son." Hilbert bangun dari kursi untuk menghampiri Owen, "Selamat untuk posisi baru mu. Dan selamat datang kembali."
"Terimakasih papa." balas Owen yang juga memeluk hangat ayahnya. Melihat kedekatan keduanya, Vivian yakin jika ia bisa mengontrol Owen melalui Hilbert Reaghal.
"Duduklah Son. Aku dan Vivian sedang membahas tentang rencana publikasi. Dan papa sangat mendukung mu. Menurut papa itu rencana yang baik untuk menstabilkan perusahaan."
Owen mengernyit heran. Ia tidak mengerti dengan apa yang sudah di bahas Vivian dan juga papa nya; karena itulah Owen kembali bertanya; Publikasi apa maksudnya?" Owen menatap curiga kepada Vivian.
"Berita tentang kembalinya dirimu Owen. Semua orang harus tahu bahwa kau sudah kembali ke SEAM group." Sela Vivian.
"Selama ini perusahaan telah di buat gempar karena berita miring yang mengatakan akan di akuisisi oleh E-X-S group karena tidak adanya seorang ahli waris yang akan menggantikan posisi Uncle." jelas Vivian secara sederhana.
__ADS_1
"Di tambah lagi dengan saham yang terus menurun. Tapi dengan kembalinya dirimu, maka kita bisa merubah keadaan." Hilbert membenarkan perkataan Vivian.
"Karena itulah, jumpa pers akan berlangsung besok. Dan berita tentang kembalinya dirimu juga akan disiarkan serempak di seluruh awak media." sambung Hilbert menambah penjelasan Vivian.
Owen tidak tahu jika keberadaan nya akan memiliki pengaruh yang cukup besar bagi SEAM GROUP. Selama ini ia pikir semuanya akan baik-baik saja asalkan dirinya tidak menimbulkan skandal yang merugikan; tapi ternyata ia salah.
"Bukankah seharusnya perusahaan itu dan perusahaan ini tidak berada dalam pasar yang sama? lalu untuk apa mereka ingin mengakuisisi perusahaan ini? bukan kah hal itu terdengar konyol papa."
Sebelumnya Owen sempat memeriksa beberapa dokumen yang berkaitan dengan perusahaan nya. Meskipun memang sedikit memperihatinkan, tapi tak akan membuat perusahaan itu bangkrut.
Apakah semua ini hanya sedikit di lebih-lebih kan?
"Entahlah Son. Papa juga heran mengapa mereka begitu menginginkan perusahaan ini. Dan jika kita tak bisa membalik keadaan, maka papa hanya bisa menyerahkan semua keputusan di tanganmu."
"Baiklah papa. Lakukan saja seperti rencana. Aku akan menuruti papa." Ini adalah cara Owen untuk memulai langkah besarnya. Owen harus bisa menjaga apa yang penting dalam keluarga mereka. Perusahaan yang sudah di bangun oleh papahnya.
"Terimakasih Son. Papa sangat senang melihat kalian berdua bekerja sama untuk perusahaan ini. Kau juga bersiaplah Vivian. Papa akan mempercayakan perusahaan sepenuhnya pada kalian berdua. Bantulah Owen seperti kau membantuku selama ini." Hilbert tersenyum hangat pada Vivian.
Dan Vivian pun membalasnya dengan cara yang sama; "Tentu uncle. Dengan segenap hatiku, aku akan membantu Owen."
...❄️...
...❄️...
...❄️...
__ADS_1