
...❄️...
...❄️...
...❄️...
Setelah makan siang berakhir, Owen pun kembali mengantarkan Mia ketempat nya bekerja; Mension Elston.
"Terimakasih sudah mengantarku. Sampai bertemu lagi." Mia melambaikan tangannya. "Aku menunggu mu dirumah sugar palm." balas Owen. Setelah nya mobil jaguar berwarna hitam itu melaju meninggalkan Mia.
...❄️❄️...
"Anda sudah kembali nona?" Bones menyambut Mia di ruang kontrol seperti biasa; "Bunga yang cantik." puji Bones melihat bunga yang saat ini ada di pelukan Mia. Bones tidak akan bertanya dari mana Mia mendapatkan bunga itu, karena itu bukan urusannya.
Mia tersenyum dengan pipi merona; karena mengingat siapa yang memberikan bunga itu padanya. "Terimakasih Bones. Apa tuan ada di kamarnya?" Mia meletakan bunga pemberian Owen di atas meja. Sebelum membawanya ke kamar ganti.
"Tuan muda ada di kolam renang. Beliau sudah menunggu mu." sahut Bones. Mia mengangguk. "Tuan juga berpesan jika anda tiba, segeralah naik ke lantai atas. Ada yang harus anda kerjakan. Seperti itu kata tuan muda." Bones menyampaikan pesan Elston.
Mia ingat. Sepertinya yang di maksud bones adalah ia harus membereskan kamar Elston. Karena sebelumnya mereka sudah membeli banyak barang.
"Baiklah. Kalau begitu aku akan langsung naik ke atas." Untung saja perasaan Mia sedang baik saat ini. Jadi tidak masalah jika ia harus mengerjakan tugasnya yang selalu saja menumpuk jika berkaitan dengan barang-barang pribadi Elston.
__ADS_1
...❄️❄️...
Di dalam kamar, seperti yang Mia bayangkan. Elston sudah mencoba semua pakaian barunya, dan alhasil kamar pria itu seperti baru saja terkena badai. Benar-benar pekerjaan yang luar biasa.
Mia berdecak dengan tangan yang menggaruk pelan kepalanya, "Memang bukan Elston namanya jika tidak membuat kekacauan sebesar ini."
Dengan hati-hati Mia mulai membersihkan kamar yang baru saja terkena badai. Mia mulai menyusun semua baju satu per satu ke dalam lemari dan juga meletakkan tas dan sepatu ke tempat nya. Sedangkan untuk perhiasan, Mia tidak berani menyentuhnya sama sekali jika Elston tidak ada.
Mia tidak ingin membuat dirinya terlibat dalam masalah. Karena jujur saja, Mia tidak akan sanggup mengganti barang-barang tersebut jika sampai terjadi sesuatu pada salah satunya.
Dalam waktu kurang dari 45 menit, kamar Elston sudah terlihat bersih dan rapi. Setelah merapikan barang-barang Elston, Mia hanya perlu menyiapkan pakaian ganti untuk tuannya yang cantik yang mungkin saja saat ini Elston sudah berubah menjadi seorang mermaid.
"Kau sudah datang?" Sapa Elston. Pria itu bersender tepat di depan pintu dengan piyama tipis yang sudah menyatu dengan air sampai-sampai airnya menetes ke lantai.
Alih-alih mengeluarkan cacian, karena itu merupakan hal yang fatal untuk dilakukan kepada seorang majikan, Mia memilih untuk segera mengambil handuk kering untuk Elston kemudian membersihkan lantai yang basah.
"Kau ini." Mia menahan rasa kesalnya. Dengan kaki yang sedikit di jinjit Mia meraih kepala Elston yang masih basah.
"Kau kan bukan anak kecil. Kenapa kau datang kesini dengan pakaian seperti ini" tegur Mia. "Apa kau tidak tahu jika itu berbahaya? kau bisa saja terpeleset dan jatuh. Tidak kau kau memikirkannya semua itu?" Mia sudah memilih kata-katanya.
Elston tersenyum kecil. Mana mungkin gadis itu tahu jika tadi ia langsung berlari saat Bones mengatakan Mia sudah berada di kamarnya.
__ADS_1
"Bukankah aku punya kau? kau yang akan mengurusi ku jika hal seperti itu sampai terjadi. Benarkan?" Oh ya Tuhan. Mia bukanlah seorang pengasuh anak berusia lima tahun, tapi Elston benar-benar telah membuat Mia berpikir demikian.
"Kemari lah." Mia menarik tangan Elston yang terasa dingin dan menuntunnya ke kamar ganti. Elston pun menuruti Mia layaknya seorang bocah.
"Aku sudah menyiapkan pakaian hangat untuk mu. Ini handuk mu. Segera ganti pakaian mu atau kau akan terkena flu." kecam Mia dengan sungguh-sungguh. Ini merupakan perintah dari seorang gadis pendamping.
Tapi pria di depannya justru berulah; Elston merentangkan kedua tangan dengan wajah memelas, "Kau tidak akan mengganti pakaian ku?" katanya manja. Melihat itu, Mia menyipitkan matanya lalu berjalan menghampiri Elston, "Ganti pakaian mu sekarang." kata Mia dengan tegas.
Melihat wajah Mia yang berubah tegas membuat Elston tersenyum sambil menggigit bibirnya gemas. Elston benar-benar suka melihat Mia yang seperti seorang pengasuh; Elston mengambil handuk dan memerangkap Mia agar semakin dekat dengannya;
"Els.." Protes Mia yang merasa bajunya mulai menyerap air dari tubuh Elston, "Baiklah akan ku ganti." Nafas Elston berhembus hangat di pipi Mia.
"Kau benar-benar penyihir kecil!" Elston mengecup pelan pipi Mia, membuat Mia kembali membulatkan matanya.
"Kau benar-benar! Kau pikir aku Choky mu!" protes Mia seraya meninggalkan ruang ganti dengan wajah memerah kesal.
"Cih. Kau bahkan melebihi choky gadis penyihir."
...❄️...
...❄️...
__ADS_1
...❄️...