
Setelah mengudara cukup lama, Justin mendarat dengan selamat di bandara Heathrow London, Inggris. Wajahnya terlihat penuh beban dan dendam terhadap Rexy.
Ia segera melangkah pergi setelah melakukan beberapa prosedur pengecekan yang ada di Bandara.
"Kita kemana, Tuan?" Tanya asisten pribadi Justin.
"Kita langsung ke Hotel yang ditempati Reema!" Ucap Justin dingin.
"Baik, Tuan!" Mobil jemputan bergerak meninggalkan Bandara menuju hotel yang berjarak kurang lebih satu jam dari sana.
"Tuan, harga saham kembali normal!" Ucap Joy yang masih fokus melihat Tablet yang tengah ia genggam.
"Sepertinya dia hanya ingin bermain, biarkan saja! Perbaharui sistem keamanan perusaan dan pelajari sistem mereka!" Ucap Justin menahan emosi.
"Baik, Tuan! Saya sudah mempelajari sebahagian dari sistem keamanan mereka!" Ucap Joy sang asisten pribadi.
"Hmm, pantau terus mereka!" Ucap Justin yang terlihat lelah.
"Baik, Tuan!" Ucap Joy patuh.
Mobil terus melaju dengaan kecepatan sedang. Justin sangat tidak sabar untuk bertemu dengan Reema dan mengakhiri pernikahannya.
Tunggu aku pulang, Baby. Aku janji akan menjadikan kamu yang terakhir!. Batin Justin membayangkan wajah cantik Elena.
"Apa kamu sudah mendapatkan identitas Elena, Joy?" Tanya Justin.
"Maaf, Tuan. Sepertinya dia dilindungi oleh seseorang yang berkuasa. Saya kesulitan untuk mendapat informasi dari Nona Elena," Ucap Joy.
"Dilindungi? Apa kamu tidak mendapatkan sedikit pun informasi?" Tanya Justin mengernyit.
"Maaf Tuan, yang saya dapatkan hanya Nona Elena pernah tinggal di Korea selama lima tahun. Dia baru saja kembali ke Indonesia. Hanya itu yang bisa saya dapatkan!" Ucap Joy memperlihatkan semua pencahariannya beberapa hari ini.
Justin melihat dengan seksama benda pipih itu. Tidak terdapat satu pun informasi mengenai Elena.
Tidak mungkin rasanya jika Elena di lindungi oleh orang hebat. Apa siang itu aku memang benar melihat Elena di kantor Rexy? Tapi mana mungkin dia bisa mengenal orang sehebat itu?. Batin Justin bertanya-tanya.
"Teruskan pencarian. Minggu ini kamu harus mendapatkan sedikit informasi dari Elena!" Ucap Justin memberikan ponsel Joy.
"Baik Tuan. Saya usahakan!" Ucap Joy patuh.
Apa dia mata-mata yang dikirimkan oleh Rexy kepadaku? Tapi untuk apa? Sedangkan dia memiliki saham terbanyak di perusahaanku!. Batin Justin mulai bertanya-tanya.
Lagian, bukankah Elena terlalu cantik untuk diabaikan? Jika memang benar Rexy adalah orang yang melindungi dia, tidak mungkin laki-laki itu memberi resiko yang besar kepada Elena. Batin Justin.
Ia berperang dengan pikirannya, mencari jawaban siapa Elena sebenarnya.
Apa ini hanya pikiranku saja? Tetapi, apa yang dilakukan oleh Elena terlihat alami dan tidak ada yang mencurigakan dari tingkah lakunya!. Batin Justin mencoba untuk menangkal semua pikiran negatifnya.
__ADS_1
"Joy kirim orang untuk mengikuti Elena! Sepertinya dia bukan orang sembarangan!" Ucap Justin.
"Baik, Tuan!" Ucap Joy segera memberi perintah kepada anak buahnya untuk mengikuti kegiatan Elena.
Aku tidak yakin jika Elena adalah mata-mata, tetapi jika ia bertemu dengan Rexy, tidak mungkin dia mau memilihku!. Batin Justin berpikir keras.
Ia terus mencari benang merah, kenapa ia bisa berfikir seperti itu terhadap Elena, hanya karena identitasnya yang tidak bisa di lacak.
Perlahan, mobil berhenti di sebuah hotel mewah, dimana Reema tengah menginap selama berada di negara itu. Melalui informasi dari Joy, Justin bisa mengetahui dimana kamar yang di tempati oleh Reema.
Ia segera memasuki lift dan menekan angka 10 dimana Reema berada. Ia berharap bisa menemukan sesuatu yang bisa menjadi alasan untuk menceraikan Reema dengan mudah.
Sebab, informasi terakhir yang ia dapat, Reema tengah menghadapi berita panas dengan rekan kerjanya. Semua bukti sudah berada di tangan Justin, namun ia ingin memergoki Reema secara langsung, agar semua proses bisa lebih mudah.
Ting!
Lift terbuka, dengan perasaan bercampur aduk, Justin melangkah menuju kamar paling pojok di lantai itu.
Ia mengetuk pintu kamar beberapa kali. Hingga Reema membuka pintu dan hanya memperlihatkan kepalanya saja. wanita cantik itu terkejut melihat keberadaan Justin di depan pintu.
Tanpa menunggu lama, ia langsung keluar dan memeluk sang suami dengan erat.
"Mas, aku kangen!" Ucap Reema memeluk Justin.
"Aku juga merindukanmu!" Ucap Justin tiba-tiba saja merasa nyaman dengan pelukan itu.
"Aku baru pulang dari pemotretan, Mas. Kamu sudah makan?" Tanya Reema langsung duduk di atas pangkuan Justin dengan manja.
"Aku belum makan, dari bandara langsung ke sini untuk menemuimu!" Ucap Justin tersenyum dan merapikan rambut Reema yang sedikit berantakan.
"Apa, Mas lelah? Bagaimana kalau kita mencari makan saja?" Tanya Reema mengecup pipi Justin dengan gemas.
"Aku lelah, Honey. Nanti minta tolong saja sama Joy. Dia ikut denganku kali ini!" Ucap Justin memeluk pinggang Reema.
"Ah, baiklah. Hmm, Kamu ada perjalanan dinas, Mas?" Tanya Reema menatap Justin penasaran.
"Tidak, Aku sengaja datang kesini! Sebab istriku mulai nakal sekarang!" Ucap Justin mencubit pelan hidung Reema.
"Apa kamu tau tentang berita itu?" Tanya Reema terkejut.
"Tentu saja, semua hal yang berkaitan denganmu, aku mengetahuinya!" Ucap Justin masih tersenyum.
"Mas, aku memang terlibat pemotretan disalah satu majalah dewasa, mungkin karena terlalu intim makanya berita mengeluarkan statemen seperti itu. Tapi aku dan dia tidak terlibat hubungan apa pun selain rekan kerja!" Ucap Reema jujur.
"Aku tau," Ucap Justin tersenyum.
"Mas, jangan marah, ya!" Ucap Reema terlihat takut.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak marah!" Ucap Justin mengecup pipi Reema.
Reema tersenyum, ia berfikir jika Justin akan marah dan melakukan sesuatu yang akan membuat mereka bertengkar hebat.
Aku akan melakukan apa pun agar kamu tidak menceraikan aku, jika skandal tersembunyiku muncul ke permukaan nanti. Batin Reema penuh tekad.
"Mas, aku merindukanmu!" Ucap Reema mengecup bibir Justin sambil tersenyum nakal.
"Aku juga merindukanmu!" Ucap Justin mulai menggerayangi Reema.
Peraduan panas tidak lagi bisa di hindari, malam ini Justin akan melepaskan semua hasrat yang terpendamnya selama lebih dari satu minggu.
Ia tidak akan melepaskan Reema dengan mudah malam ini. Sebelum nanti ia akan membahas banyak hal dengan perempuan cantik itu.
Suara desaahan terdengar merdu bagi dua insan yang tengah memuaskan satu sama lain itu. Reema begitu menikmati setiap sentuhan Justin yang selalu bisa membuatnya terbang hingga ke langit ketujuh.
Sementara pria tampan itu malah membayangkan wajah cantik Elena tengah merasakan nikmatnya hentakan yang ia berikan.
"Faster baby...!" Ucap Reema dengan suara yang begitu menggoda.
"As you want, Baby! Aah," Ucap Justin menambah kecepatannya.
Malam itu, Justin seolah menyiksa Reema dengan kenikmatan duniawi yang selalu ia berikan dengan servis terbaik.
Berbagai macam posisi, tempat dan gaya akan ia praktekan malam ini. Justin seolah memberikan kesan, jika ia adalah laki-laki terbaik dalam bidang apapun.
Setelah ini, aku pastikan kamu tidak akan bisa lepas dari jeratku, Reema. Namun sayang, Elena sudah memasuki relung hatiku yang sudah lama membeku!. Batin Justin menyelesaikan ronde yang kesekian kalinya.
Ia memuntahkan mayonaise gurih itu ke dalam surga dunia milik Reema. Sementara wanita cantik itu sudah tergeletak dengan pasrah di atas ranjang karena ulah Justin yang tidak mengenal waktu.
"Aku ingin lagi, Honey!" Ucap Justin dengan nafas yang masih terengah.
"Nanti dulu, Mas! Aku sudah gak kuat! Lemas banget!" Ucap Reema lirih dengan mata yang terpejam.
"Aku ingin kamu hamil! Sudah cukup waktu dua tahun aku memberikan kamu kebebasan!" Ucap Justin di telinga Reema.
Wanita cantik itu terkejut dan kembali membuka matanya. "Akan aku pikirkan lagi, Mas. Sekarang biarkan aku beristirahat dulu, ya!" Ucap Reema lirih.
Justin menatap wanita cantik yang ada di bawah kukungannya. Reema memang terlihat lemas, bermain sendiri juga tidak asik. "Baiklah, istirahat sebentar, nanti aku bangunkan lagi!" Ucapnya merebahkan diri disamping Reema.
"Peluk!" Ucap Reema manja.
Justin segera memeluk sang istri dan terlelap bersama. Ia juga memikirkan banyak hal, bagaimana jika Reema memang memutuskan untuk hamil, tentu saja peluangnya untuk bisa memiliki Elena menjadi berkurang.
Kita lihat saja kedepannya bagaimana! Kalau kamu memang mau hamil, aku akan pikiran lagi cara untuk memilih Elena. Batin Justin sebelum memejamkan matanya.
🌺🌺🌺
__ADS_1
TO BE CONTINUE.