PELAKOR Ter-SAVAGE

PELAKOR Ter-SAVAGE
Let's Star This Game


__ADS_3

Pagi menjelang, Elena dengan bersemangat sudah bangun dari tidur lelapnya walaupun hanya beberapa jam saja.


Waktu baru menunjukkan pukul 05.00, tetapi Elena sudah mandi dan berpakaian rapi. Sembari bernyanyi ia menyisir rambut dengan jantung yang mulai berdetak kencang.


Huh, aku bisa gak ya? Semoga ini bisa berjalan dengan baik tanpa kecerobohanku!. Batin Elena.


Ia melirik ponsel yang berada di atas nakas, persis sama dengan series ponsel miliknya yang sudah tertinggal beberapa generasi.


"Ternyata kamu begitu memperhatikanku hingga barang sekecil ini, Bee," ucap Elena berkaca-kaca.


Ia melirik Rexy yang masih terlelap di atas ranjang. Wajah tampan yang terlihat sangat kelelahan untuk menghadapi dirinya, memberikan apapun yang terbaik agar ia bisa merasakan kebahagiaan.


Setelah ini, hidupku hanya untukmu, Babee. Batin Elena tersenyum.


Ia segera turun ke bawah dan menuju dapur, terlihat beberapa orang pelayan tengah memasak sesuatu. Elena penasaran dan langsung mendekat.


Semenjak ada dirinya, Rexy merasa tidak ingin memakan masakan orang lain lagi.


"Permisi, Bik," ucap Elena mengejutkan tiga orang pelayan itu.


"Eh, Nyonya. Maaf, kami tidak mengetahui jika anda...," ucap Bik Sum.


"Eh, gak papa, Bik. Aku yang tiba-tiba saja datang. Lagi masak untuk Mas Rexy?" tanya Elena.


"Iya, Nyonya," ucap Bik Sum mengangguk.


"Biar saya saja yang memasaknya, Bik!" ucap Elena tersenyum


"Eh, jangan Nyonya! Nanti Tuan marah!" ucap Bik Sum.


Elena tersenyum sambil menggenggam tangan bik Sum. "Sekarang, kalau bukan saya yang memasak, mas Rexy akan lebih marah!" ucap Elena terkekeh.


"Tapi, Nyonya...," ucap bik Sum.


"Sudah gak papa, bibik kerjakan yang lain saja. Biar saya yang memasak. Atau makanan ini bagi-bagi saja," ucap Elena.


"Baik, Nyonya," ucap Bik Sum tersenyum.


Elena segera memasak sarapan untuk Rexy. Sedikit makanan berat karena Rexy sedikit mengeluh karena ia gampang lapar jika berpikir terlalu banyak.


Nasi goreng dengan beberapa toping di atasnya. Telur, sayur, sosis, udang, dan juga nuget. Elena hanya bisa menggeleng ketika melihat porsi makan Rexy sedikit lebih banyak semenjak ia memasak untuk pria tampan itu.


Nanti perut kamu buncit, baru tau rasa, Bee!. Ucap Elena tersenyum.


Setelah selesai, ia segera menata makanan itu di atas meja dan membangunkan Rexy yang masih betah tertidur.


"Bee, bangun yuk, Sayang!" ucap Elena begitu lembut di telinga Rexy.

__ADS_1


Menggosok punggung pria tampan itu dan memijat pelan lengan kekar yang selalu menjadi pengganti bantalnya.


"Bee, bangun yuk! Sudah siang! Nanti sarapannya dingin!" ucap Elena mengambil foto Rexy ketika ia tertidur.


"Hmm, sayang jam berapa?" tanya Rexy mengerjab


"Sudah jam 6, Sayangku. Ayo bangun! Nanti sarapan kamu di habisin sama Clay," ucap Elena terkekeh.


"Nanti buatkan lagi! Aku gak mau jatahku berkurang sebutir pun!" ucap Rexy cemberut.


"Dasar serakah! Ya sudah, ayo bangun, Sayang!" ucap Elena terkekeh.


Rexy segera bangun dan melenggang menuju kamar mandi. Elena tersenyum dan memandang foto pria tampan yang tengah tertidur untuk kesekian kalinya.


Ah, kenapa kamu begitu tampan, Bee? Sempurna!. Batin Elena memegang pipinya yang terasa panas.


🍃🍃


Ren dan Clayton baru saja tiba di kantor polisi, mereka menyerahkan semua berkas itu tanpa tinggal sedikitpun dan membuat laporan.


Polisi terkejut melihat apa yang tengah mereka lakukan. Ren mendesak untuk mengeluarkan surat penjemputan kepada Justin, lalu memeriksa semua berkas yang sudah mereka berikan.


"Saya tidak mau tau! Tolong siapkan surat penjemputan itu, dan bawa dia kemari hari ini juga!" ucap Ren dengan tegas.


"Tuan, anda tidak bisa bertindak memaksa seperti itu! Ada prosedur yang harus di jalankan untuk menjemput paksa seseorang!" ucap salah satu polisi.


Mereka terdiam dan Langsung bekerja memeriksa berkas-berkas itu dengan teliti. Sebab, jika Rexy yang datang, pekerjaan mereka akan dipersulit nantinya. Wajah mereka terkejut dan berubah-ubah melihat semua bukti yang sudah dikumpulkan.


"A-apa benar semua laporan ini, Tuan?" tanya polisi itu tidak percaya.


"Foto di lengkapi tanggal pengambilan! Berkas dari kedokteran juga lengkap perminggunya. Jangan kebanyakan bermenung, Pak! Ayo selesaikan semua ini!" ucap Clayton tegas.


Mereka segera memproses laporan dan langsung mengeluarkan surat pemanggilan, namun Ren menentang dan malah meminta surat penjemputan langsung.


Walaupun bisa di keluarkan, namun ada proses yang dilewati hingga sampai kepada penjemputan paksa.


Dengan segera mereka membawa beberapa polisi untuk menangkap beberapa orang yang terlibat dalam kecelakaan itu.


🍃🍃


"Bee, aku gugup!" ucap Elena ketika mobil hampir saja tiba di kantor Justin.


"Tenang ada aku, Sayang!" ucap Rexy tersenyum menggenggam tangan Elena.


"Huh aku takut akan mengacau nanti, Bee. Kamu kan tau beberapa kali aku pernah mengacaukan rencana!" ucap Elena lirih.


"Aku yakin, kalau kamu belajar banyak dari kesalahan!" ucap Rexy dengan lembut.

__ADS_1


Mobil terus melaju menuju kantor Justin, dimana semua orang tengah menunggu kedatangannya termasuk Vazo ayah Elena.


Wanita cantik itu melihat ponsel yang sudah ia aktifkn sedari tadi. Akun lama media sosialnya juga masih ada.


"Apa aku harus membuat sesuatu yang akan mengejutkan semua orang, Bee?" tanya Elena.


"Terserah kamu, Sayang. Sekarang kita sudah memulai permainan!" ucap Rexy tersenyum dan mengecup tangan Elena.


"Huh, aku yakin pemberitaan akan semakin heboh setelah ini," ucap Elena terkekeh.


"Kamu sudah siap?" tanya Rexy menatap Elena penuh keyakinan.


"Aku siap!" ucap Elena tegas.


Ia segera menulis di dalam akun lamanya @Va_Abgl disertakan tanda centang biru.


"Aku sudah kembali!" Tulisnya yang langsung mendapatkan respon terkejut dari semua follower yang masih mengikutinya.


"Bee, mereka langsung heboh!" ucap Elena yang lebih terkejut.


"Tentu, Sayang. Ini akan menjawab semua pertanyaan mereka yang sudah mengikuti berita ini," ucap Rexy tersenyum.


Elena masih menatap ponselnya yang sudah tidak bisa di tekan lagi, hang karena begitu banyak notifikasi yang masuk.


"Harusnya aku mematikan notifikasi dulu sebelum mengirim pembaharuan status tadi," ucap Elena menghela napasnya.


Tak lama mobil berhenti di lobby perusahaan Justin. Jantung wanita cantik itu semakin berdetak kencang.


Aku harus bisa! Aku aku harus segera menyelesaikan semuanya dan hidup bahagia bersama dengan Rexy. Tidak ada Vania yang lemah lembut! Sekarang, hanya ada Elena yang kuat dan kejam!. Batinnya sembari mengenakan masker.


Rexy membuka pintu mobil untuk wanita cantik itu. Ia menatap manik mata Elena seolah memberikan keyakinan jika ia mampu untuk melakukan ini semua.


Mereka segera berjalan masuk ke dalam perusahaan, semua mata tertuju kepada mereka. Sebab Rexy dengan berani menggandeng perempuan untuk menghadiri rapat pemegang saham.


Bisik-bisik mulai terdengar, namun tidak mengusik Elena yang sedang fokus untuk mengendalikan dirinya.


Joy berdiri di depan pintu ruang meeting untuk menyambut kedatangan mereka. Ia sedikit merasa aneh namun tidak terlalu fokus menatap Elena yang bergandengan dengan Rexy.


Mereka segera masuk dan menutup pintu. Tanpa di sadari sudah ada puluhan tim keamanan khusus milik Rexy sudah berada di depan pintu itu.


"Selamat da...," ucap Justin menyambut kedatangan Rexy.


Namun matanya melotot ketika menatap Elena yang mulai membuka maskernya dan memasang wajah datar.


"Na? Kamu ngapain di sini?" tanya Justin masih terkejut.


🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2