PELAKOR Ter-SAVAGE

PELAKOR Ter-SAVAGE
Suami Istri


__ADS_3

"Ayo kita keluar, sebentar lagi upacara pernikahan akan segera dimulai," ucap Angelin mengurai pelukannya.


Ia tersenyum dan menghapus air mata kedua pria tampan itu. Mereka tersenyum dan segera keluar dari kamar.


Ketika Rexy keluar dari lorong, sorot lampu langsung menerangi langkah kaki pria tampan itu menuju tempat dimana janji dan sumpah pernikahan akan terucap.


Cahaya temaram mendampingi senyuman pria tampan itu. Rona bahagia tidak bisa lagi ia sembunyikan. Persetan dengan image, hari ini ia akan tersenyum bahagia seolah mengatakan jika ia adalah laki-laki paling beruntung di dunia.


Beberapa tamu yang sudah hadir menatap Rexy tanpa berkedip. Wajah tampan itu tersenyum manis, semanis kue yang tengah mereka makan.


Glek!


Glek!


Pria tampan itu kesulitan untuk menelan air ludahnya. Rasa gugup sungguh menguasai tanpa memberi celah untuk ia bernafas.


Iringan lagu Marry You Daughter mengalun indah di dalam ruangan. Mengiringi langkah kaki Rexy menuju panggung kecil yang berada di depan.


Aku sungguh gugup. Tidak pernah aku merasakan hal ini sebelumnya. Bertemu dengan Tuan Barrack pun tidak segugup ini. Padahal, aku tidur dan 24 jam bersama dengan Elena. Tapi ini sungguh berbeda. Semoga hari ini berjalan dengan baik tanpa ada penghalang satupun. Batin Rexy.


Kini langkahnya terhenti tepat berada di depan sebuah meja kecil. Ia berbalik, menatap semua orang dan membungkukkan sedikit kepala memberi hormat kepada mereka yang sudah hadir hari ini.


"Tampan sekali," ucap MC yang juga ikut terpesona. "Baiklah, kini saatnya kita panggil sang Ratu yang begitu cantik. Wanita yang sudah berhasil mengalahkan ribuan bahkan jutaan wanita yang ingin menjadi permaisuri Mempelai pria. Mari kita sambut, Nyonya Elena Sinclair," ucap MC.


Iringan lagu Never Break dari Jhon Legend mulai terdengar.


Pintu kamar terbuka, Elena keluar dan berjalan bergandengan dengan perlahan bersama Vazo. Semua orang menatap Elena dengan kagum.


Begitu cantik dan memesona. Apalagi Rexy yang berdiri dengan wajah yang tidak bisa di bohongin.


Cantik banget! Dia, dia milikku, hanya milikku!. Batin Rexy.


Air matanya menggenang, rasa haru mulai menyeruak di dalam hatinya. Elena terlihat begitu cantik, bahkan sangat cantik.

__ADS_1


Sementara wanita cantik itu tersenyum menatap Rexy yang terlihat begitu mengemaskan dengan wajah tegang dan gugupnya.


Hingga langkahnya terhenti ketika berada di hadapan Rexy. Vazo menggenggam tangan sang menantu dan melepaskan genggaman tangan Elena. Menyatukan mereka berdua sambil menahan air mata yang sudah sangat mendesak untuk di keluarkan.


"Elena putri saya satu-satunya. Tolong jaga dia seperti kamu menjaga dirimu sendiri. Jika suatu hari, putri saya membuatmu kecewa, kembalikan kepadaku, jangan pernah berniat untuk menyakiti atau bahkan sampai membunuhnya. Sungguh, jika itu terjadi saya yang akan turun tangan sendiri," ucap Vazo yang bisa didengar oleh semua orang. Sebab MC mendekatkan mic kepadanya.


Para tamu mengernyit mendengar ucapan Vazo yang terdengar sangat tegas dan lebih kepada ancaman. Namun mereka tidak terlalu peduli karena MC kembali mengambil alih agar acara segera di mulai.


Rexy menggenggam tangan Elena dan tersenyum manis. "Kamu sangat cantik hari ini," ucapnya.


"Kamu juga tampan, Bee," ucap Elena tersenyum malu.


"Apa sudah bisa dimulai?" MC.


Mereka mengangguk. Serangkaian upacara pernikahan dilakukan dengan baik, terlaksana degan khidmat dan penuh haru.


Mengucap janji setia dan sumpah sehidup semati. Kini mereka menyandang status baru secara sah tanpa diragukan lagi.


"Silahkan kepada bapak suami, apa ada yang ingin di sampaikan?" Tanya MC tersenyum.


"Sayang, istriku," ucapnya tersenyum. "Huft, ini adalah impian terbesarku yang sudah terwujud. Memilikimu, menjadikanmu sebagai pendamping hidupku. Sayang, terima kasih karena kamu sudah kuat selama ini, kamu menjadi wanita yang begitu tangguh dan membuktikan jika kita pantas untuk bersanding," ucap Rexy tercekat.


Elena menahan tangis, air mata mulai menggenang di pelupuk mata yang membuatnya enggan untuk berkedip.


"Sayangku, jika tentang cinta, kamu bisa merasakan semuanya. Caraku mencintaimu memang berbeda dari orang lain. Namun, aku tidak pernah mencintai wanita, seperti aku mencintaimu," ucap Rexy tanpa terasa air matanya menetes.


Elena mengatupkan bibir, menahan tangis. Sungguh kata-kata Rexy membuatnya merasa haru dan dicintai begitu dalam.


"Jika orang bertanya, apa yang membuat aku mencintaimu, menerima kamu dengan segala kelebihan yang kamu punya. Jawabnnya hanya satu, hati. Hatiku yang memilihmu, hatiku yang memutuskan untuk mencintaimu dalam keadaan apapun. Tidak peduli dengn apa yang terjadi, aku Rexy Bramasta akan selalu mencintai Elena Sinclair dalam keadaan susah maupun senang hingga akhir hayat," ucap Rexy tegas.


Semua orang terdiam mendengarkan ungkapan hati Rexy. Tak sedikit yang meneteskan air mata melihat betapa pria tampan itu sangat mencintai Elena.


"Aku mencintaimu, Istriku!" ucap Rexy tersenyum dan mengecup tangan Elena.

__ADS_1


"Unch, So sweet sekali gais. Aku jadi ikut merasakan bagaimana rasanya di cintai oleh Tuan Rexy," ucap MC mengusap air matanya. "Nyonya Elena, ada yang ingin di sampaikan?" sambungnya berusaha untuk menguasai diri.


Elena mengangguk dan mengambil mic yang berada di tangan Rexy.


Ia berusaha untuk menguasai diri, dan tersenyum menatap Rexy yang masih setia dengan senyum manisnya.


"Jangan tersenyum, atau aku tidak bisa menahan diri lagi untuk menerkammu!" ucap Elena lirih dan hanya di dengar oleh mereka berdua.


Rexy semakin mengembangkan senyumnya sambil menggenggam tangan Elena dengan erat.


"Mas, Mamas gantengku," panggil Elena dengan lembut berusaha untuk menghentikan tangisannya dan membuat beberapa tamu tertawa.


Rexy memelas, ia kurang menyukai panggilan itu, walaupun di depan orang tua mereka.


"Babee, Suamiku yang paling tampan. Terima kasih karena kamu lebih memilih aku dari sekian banyak perempuan yang lebih baik dan siap untuk menjadi istrimu. Terima kasih atas semua pengorbanan dan usahamu untuk menyembuhkan aku, baik dari rasa sakit maupun rasa trauma. Bukan hanya aku, tapi kamu juga ikut merasakannya," ucap Elena tersenyum.


Semua orang semakin bingung, mendengarkan ucapan kedua mempelai itu. Berbagai macam asusmsi mulai berkeliaran di dalam pikiran masing-masingnya.


"Mungkin ucapan terima kasih ini tidak akan bisa membalas semua kebaikan yang sudah kamu berikan kepadaku. Ini bukan tentang balas budi, tapi tentang hati. Kamu membuktikan diri dengan berbagai macam usaha untuk meyakinkanku, jika tidak semua laki-laki itu sama," ucap Elena mulai tercekat.


"Kamu yang selalu membuat aku nyaman, bahkan kamu menunggu aku terbangun dengan begitu sabar. Sungguh, kelembutan hatimu yang membuat traumaku terhadap pernikahan perlahan menghilang," sambungnya sambil menarik nafas.


"Bee, Aku bersyukur dengan sangat. Hari ini, kita disatukan dalam sebuah ikatan pernikahan. Semua perjuangan kita sudah terbayar lunas dengan kebahagiaan. Aku hanya ingin mengabdikan diri sebagai seorang istri, mencintaimu, merawatmu bersama anak-anak kita nanti. Tidak ada hal lain yang bisa aku lakukan, selain mencintaimu dengan seluruh jiwa dan ragaku. Memberikan yang terbaik untuk keluarga kecil kita," ucap Elena tercekat. Sungguh ia tidak mampu menahan air matanya.


"Suamiku, genggam tanganku selalu. Kita akan mengarungi luasnya lautan cinta, semua rintangan dalam rumah tangga dan meraup manisnya kebahagiaan. Begitu banyak kesakitan yang sudah kita alami, kini itu semua sudah berakhir. Aku kuat, karena ada kamu bersama ku. Sungguh tidak ada hal lain yang aku inginkan selain hidup bersamamu," ucap Elena Tersenyum.


Rexy mengusap air mata Elena sambil menahan tangis.


"Aku mencintaimu, dengan segala kehebatan yang kamu miliki!" ucap Elena terisak.


Rexy langsung memeluk sang istri dan menangis bersama. Terkesan lebay, namun tidak ada yang salah di antara mereka.


Semua tamu yang ada merasa sangat terharu, tak sedikit dari mereka, mulai paham dengan apa yang sudah di alami oleh pengantin itu.

__ADS_1


Beberapa juga sudah menebak siapa Elena sebenarnya. MC yang memandu acarapun juga ikut terisak tak kuasa menahan tangis haru yang tengah melanda.


__ADS_2