
Seminggu sudah Justin berada di Negara orang. Karena Reema juga telah menyelesaikan semua urusannya di sana, sehingga hari ini, ia sudah menginjakkan kakinya kembali di Indonesia.
Sambil bergandengan tangan, mereka berjalan melewati beberapa wartawan yang sibuk mengambil gambar.
Kabar itu langsung muncul ke media sosial dan sudah diketahui oleh Elena. Ia tersenyum licik dan memulai siasat seperti apa yang akan digunakan terlebih dahulu.
Kita lihat, moment apa yang akan kau alami nanti, Reema!. Batin Elena Tersenyum.
"Clay, suruh orang untuk mengikuti mereka!" Ucap Elena melalui sambungan telepon.
Kini ia berada di dalam ruang kerja Rexy, memantau pergerakan Reema dan Justin melalui CCTV kota yang sudah diretas.
"Sepertinya kalian bersenang-senang selama berada di sana. Ayo kita bermain sedikit!" Ucap Elena tersenyum jahat.
Ia menyuruh beberapa orang lagi untuk mengikuti Justin dengan membawa mobil secara ugal-ugalan dan membuat kegaduhan.
Tak selang berapa lama, Elena tersenyum ketika melihat beberapa unit mobil sudah berada dekat dengan Justin.
Mereka mengapit mobil mewah itu dan berkendara secara ugal-ugalan. Beruntungnya, di sana adalah kawasan yang jarang diawasi oleh petugas, sehingga memudahkan mereka untuk mengganggu Justin.
"Tuan, sepertinya kita sedang dikepung!" Ucap sang supir mulai merasakan pergerakan mobil-mobil itu.
Justin menatap sekelilingnya. Memang benar, ada tiga mobil modifikasi yang tengah berada di sisi kiri, kanan dan belakang.
Padahal jalanan masih luas dan cukup lapang jika hanya untuk menyalip mobilnya.
BRAK!!
Tiba-tiba saja mobil bgian belakang dihantam oleh orang suruhan Elena. Mereka terkejut namun tetap melaju dengan hati-hati. Jika berhenti, tidak akan bisa karena ada mobil yang menghalangi dan pasti akan terjadi kecelakaan beruntun nantinya.
"Syalan!" Pekik Justin bersiap mengeluarkan senjata apinya.
"Mas, bagaimana ini? Aku takut!" Ucap Reema memeluk Justin dengan wajah yang sangat khawatir.
Justin langsung menghubungi Joy yang berada dibelakangnya.
"Maaf, Tuan. Sepertinya mobil saya juga sedang dikepung!" Ucap Joy yang sedang mengeluarkan senjata apinya.
"Jangan gegabah, kita ikuti saja apa yang mereka mau! Kerahkan semua orang untuk mengikuti para badjingan ini!" Ucap Justin tegas.
"Baik, Tuan!" Ucap Joy.
"Minggir pak, biar saya yang mengemudi!" Ucap Justin.
Ia segera mengambil alih untuk berkendara. Justin berusaha menyalip mobil yang berada di depannya saat ini. Namun sangat sulit karena mobil itu seolah juga tengah bersekongkol satu sama lain.
"Syalan! Siapa mereka sebenarnya?" Umpat Justin sambil memukul stir mobil.
"Mas, Apa kita telfon polisi saja?" Tanya Reema yang sudah sangat ketakutan.
"Ya, kamu telfon polisi! Suruh cepat datang dan menghadang para gelandangan ini!" Ucap Justin masih fokus menatap jalan dan keadaan sekitarnya.
Beberapa mobil dan motor terpaksa menepi, menyaksikan adegan berbahaya itu.
Sementara Elena hanya bisa tersenyum menatap layar monitor di depannya. Atraksi yang berbahaya, namun terlihat begitu menyenangkan dan menarik untuk ia lihat.
__ADS_1
"Justin, Justin. Sekarang kamu belum berada diambang kematian. Ini masih awal, tunggulah permainanku selanjutnya!" Ucap Elena dengan wajah yang penuh dengan emosi.
Ia mengambil ponsel dan menghubungi mereka untuk melepaskan Justin dengan segera, dan menghilangkan jejak kejadian.
Karena ia melihat dari jarak yang masih jauh, ada beberapa mobil datang dengan kecepatan tinggi. Ia menebak, jika mereka adalah orang suruhan Justin.
Sementara di jalan raya, satu persatu mobil yang mengepung perlahan pergi dengan kecepatan tinggi melewati jalur yang sudah diperhitungankan dan tidak ada CCTV di sana.
"Tuan, mereka sudah pergi!" Ucap Supir Justin lega.
"Mas, beneran mereka sudah pergi?" Tanya Reema yang baru saja berhasil menghubungi pihak kepolisian.
"Iya," ucap Justin mengambil ponselnya dan menyuruh Joy dan beberapa mobil untuk mengikuti salah satu dari mereka.
Ia milih untuk menepi sebenatar, menenangkan diri dan berpindah posisi.
"Kita ke kantor polisi saja!" Ucap Justin kembali duduk dibelakang bersama Reema.
"Baik, Tuan!" Ucap Sang supir melajukan mobil.
"Mas?" Panggil Reema dengan wajah ketakutan.
Tanpa berbicara, Justin memeluk Reema sambil mengatur nafasnya yang masih memburu. Mereka segera membuat laporan mengenai kejadian barusan dan meminta agar polisi mengusut tuntas siapa pelaku sebenarnya.
Siapapun kalian, akan kupastikan kalian tidak pernah hidup dalam ketenangan!. Batin Justin.
Badannya yang lelah, kini terasa semakin lelah. Ia memutuskan untuk segera pulang dan menunggu kabar dari Joy yang sedang mengejar mereka.
"Mas, siapa yang berani berbuat seperti ini kepada kita?" Ucap Reema lirih.
"Aku baik, Mas!" Ucap Wanita cantik itu memeluk Justin.
Tak selang berapa lama, mobil berhenti di depan rumah mereka. Justin langsung keluar dan menuju ruang kerjanya, melihat siapa yang tengah bermain-main dengan cara berbahaya seperti tadi.
Sementara Elena menunggu kabar dari orang suruhannya, karena ia melihat jika beberapa orang-orang Justin mengikuti mereka.
"Jangan sampai kalian disusul oleh dia!" Ucap Elena.
"Baik, Nyonya!" Ucap orang yang diikuti oleh Joy.
Elena terus menatap layar monitornya mengawasi beberapa orang yang saling berkejaran di jalan yang mulai terlihat sepi.
Jantung Elena berdetak kencang, ketika melihat mobil Joy sudah sangat dekat dengan mobil orang suruhannya.
Bagaimana ini? Semoga dia selamat! Jangan sampai tertangkap. Batin Elena.
Beruntung dari arah belakang, datang beberapa mobil lain yang membantu. Elena bisa bernafas lega, namun lagi-lagi ia harus menahan napas, ketika terjadi tabrakan di sana.
Orang-orang Justin sengaja berhenti mendadak, sehingga beberapa mobil terpaksa saling menabrak satu sama lain dan bahkan ada juga yang terbalik.
Beberapa dari mereka turun dari mobil dengan saling mengacungkan senjata. Elena langsung panik dan gemetaran.
Ia tidak tau harus berbuat apa, tetapi yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah keselamatan mereka, orang-orang yang sudah menjalankan perintah darinya.
"Aku harus bagaimana ini? Aah, kenapa mereka bisa tertangkap?" Ucap Elena terlihat pucat.
__ADS_1
Ia segera menghubungi Rexy untuk meminta bala bantuan.
"Ya ampun, Sayang. apa yang sudah kamu lakukan?" Pekik Rexy terkejut.
"Hiks, aku cuma itu, Bee," Ucap Elena menangis.
"Itu apa?" Tanya Rexy frustrasi melihat tingkah Elena.
"Bee, mereka saling menembak! Bagaimana ini?" Pekik Elena semakin menangis.
Ia menutup mata dan telinga ketika melihat adegan itu. Baku hantam tidak bisa terelakkan sedikitpun.
Rexy hanya bisa menggeleng dan mengerahkan beberapa orang untuk melerai dua kubu yang tengah bersitegang itu.
"Besok jangan seperti ini lagi, Sayang. Aku gak suka!" Uxap Rexy tegas.
Elena hanya mengangguk tanpa membuka matanya. Gak lagi aku seperti ini! Huaa, kenapa mereka sampai baku hantam segala?. Batin Elena menjerit ketakutan.
Sementara di tempat kejadian. Joy berdiri dan keluar sari tempat persembunyiannya. Ia tidak ingin ini semua berlarut, sehingga ia memutuskan untuk bertanya kepada mereka.
"Siapa kalian?" Tanya Joy lantang.
"Bukan siapa-siapa! Kalian yang siapa? Tiba-tiba saja menghadang kami seperti ini!" Ucap orang suruhan Elena.
"Kalian mengepung mobil Tuan, kami!" Pekik Joy emosi.
"Mobil tuan kalian? Kami sepertinya tidak mengepung mobil siapapun!" Ucap Pengawal Elena.
"Sudah, jangan mengelak lagi! Saya tau, kalian yang mengikuti kami!" Ucap Joy.
"Jangan menuduh tanpa bukti! Sudah jelas kalau kami hanya melintasi jalan, bukan mengikuti tuan anda!" Bantah mereka.
"Tidak usah berbohong! Mengaku atau ini akan kami laporkan ke pihak yang berwenang!" Ancam Joy.
"Kami tidak takut, karena kami tidak bersalah!" Ucap Mereka menantang.
Tak lama terdengar suara sirine polisi, mereka segera membubarkan diri kecuali Joy dan beberapa orang lainnya.
Beberapa nobil mewah itu langsung pergi meninggalkan tempat kejadian dan ada beberapa diantara mereka yang dikejar oleh polisi.
"Apa nyonya akan membantu kita kali ini?" Tanya Salah satu di antara mereka.
"Semoga saja!" Ucap yang lainya terus melajukan mobil dengan cepat.
Aksi kejar-kejaran itu terlihat seperti film Fast Furious versi real life. Beruntung, orang suruhan Elena sudah menghafal setiap jalan yang akan mereka lalui. Menyediakan beberapa tempat untuk bersembunyi, melepaskan stiker dan juga plat nomor palsu yang mereka gunakan dengan cepat.
Berbeda dengan Joy dan anak buahnya. Mereka tertangkap dan segera dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan mengenai jadian kali ini.
"Apa ada yang tertangkap?" Tanya Elena.
"Tidak, Nona!" Ucap Pimpinan mereka.
"Terima kasih, setelah ini berhati-hati karena mereka juga melaporkan kita kepada pihak yg berwenang! Bonus kalian akan saya transfer!" Ucap Elena bernafas lega.
"Baik, Nona. Terima kasih!" Ucapnya.
__ADS_1
Elena tertawa melihat kecerobohan yang ia lakukan. Jika terlambat sedikit saja ia memberi perintah, maka akibatnya akan fatal dan merusak semua rencana balas dendam yang sudah berjalan dengan sangat lancar.