PELAKOR Ter-SAVAGE

PELAKOR Ter-SAVAGE
Mengunjungi Justin


__ADS_3

Malam menjelang, Elena sudah berada disebuah gedung Apartemen mewah, dimana Justin tengah berada di sana. Elena merasa tidak asing dengan bangunan ini, karena dulu ia pernah beberapa kali menginjakkan kakinya di sini bersama sang suami.


Huft! Semangat Elena, jangan sampai masa lalu menghancurkan semua rencanamu!. Batin Elena berdiri di depan pintu kamar milik Justin.


Ia menekankan bel khusus yang sudah tersedia di depan pintu. Apa pinnya masih sama?. Batin Elena penasaran.


Ceklek!.


Pintu terbuka, Justin keluar dengan pakaian rapi seperti akan berangkat bekerja. Elena tersenyum manis ke arah Justin yang terlihat cukup terpesona dengan penampilannya malam ini.


Midi dress dengan belahan rendah, rambut panjang yang di kuncir kuda, sehingga memperlihatkan leher jenjangnya yang mulus, di tambah dengan lipstik merah yang terlihat begitu menggoda.


Bahkan Elena menangkap beberapa kali Justin kesulitan untuk menelan air ludah, karena melihat jakun laki-laki itu bergerak tidak beraturan.


"Ha-hai!" Ucap Justin salah tingkah.


"Hai, Mas Adi," Ucap Elena tersenyum malu.


"A-ayo masuk, Na!" Ucap Justin tersenyum.


"Terima kasih, Mas," Ucap Elena berjalan menuju ruang tamu.


"Hmm, Silahkan duduk dulu cantik! lima menit lagi Mas ada meeting, gak papa ya kalau Nana menunggu Mas sebentar?" Tanya Justin merasa tidak enak.


"Tidak Apa, Mas. Aku akan menunggu di sini!" Ucap Elena tersenyum.


Justin sedikit menjelaskan tata letak ruangan yang ada di Apartemennya, agar nanti Elena tidak merasa kesulitan.


"Aku tinggal sebentar tidak apa?" Tanya Justin mengusap lengan Elena yang terbuka.


"Tidak Apa, Mas. Ya sudah sana meeting, biar cepat selesai!" Ucap Elena terkekeh.


Justin masuk kedalam ruang kerjanya tanpa menutup pintu. Ia ingin melihat Elena secara langsung malam ini.


Sementara Wanita cantik itu, berusaha untuk mengatur detak jantungnya. Menelisik keadaan sekitar, tidak terlihat satu pun barang yang bergeser dari tempatnya, persis seperti sebelum ia tinggalkan.


Kenapa kamu sebenarnya, Mas? Bahkan Perempuan itu saja tidak tau kalau kamu punya Apartemen di sini?. Batin Elena menerka.


Ia melihat, Justin sudah menyiapkan beberapa cemilan dan minuman yang sudah tersusun di atas meja, termasuk sebotol wine dan dua buah gelas yang masih kosong.


Elena lebih memilih untuk menunggu Justin sembari memberi kabar kepada Rexy dan Clayton. Hanya selang tiga puluh menit, Justin menyelesaikan meetingnya dan bergabung dengan Elena.


"Maaf, Aku sedikit lama!" Ucap Justin merasa tidak enak.


Ia sudah membuka jas dan dasinya. Sementara Elena hanya bisa tersenyum manis menatap kearah Justin yang terlihat sangat tampan malam ini, apa lagi dua kancing kemeja pria itu sudah terbuka.


"Apa Mas sudah selesai meetingnya?" Tanya Elena lembut.

__ADS_1


"Sudah, Baby. Hmm, bagaimana kalau kita langsung makan saja? Hmm, tadi saya sudah masak sedikit ala kadarnya, tetapi harus di panaskan lagi, tunggu sebentar ya!" Ucap Justin beranjak menuju dapur.


Elena juga ikut berdiri dan mengikuti langkah Justin sambil merencanakan sesuatu.


"Eh, Baby, kamu duduk di sana saja!" Ucap Justin kaget.


"Tidak apa, Mas. Mungkin saya bisa bantu sedikit?" Ucap Elena berjalan melewati Justin dan membelai punggung pria tampan itu.


Glek!


Seketika darah Justin terasa mengalir lebih deras dan juga panas. Ia menatap Elena dengan penuh gairah, namun Tetap harus menahan diri untuk tidak menyentuh wanita cantik yang berada satu ruangan dengannya saat ini.


"Mas masak apa tadi?" Tanya Elena tersenyum.


Kini ia bersandar di tepi meja yang berada di dekat kompor sambil tersenyum manis.


"Ah, tadi aku hanya memasak pasta, mungkin bisa kita panaskan sebentar? Rencana aku juga akan memasak Steak untuk kita malam ini," Ucap Justin menggaruk tengkuknya.


"Sepertinya terdengar lezat!" Ucap Elena masih tersenyum.


Justin semakin sulit untuk mengendalikan diri, namun harus, agar Elena merasa nyaman bersamanya.


Ada sebuah piring yang ada di sana dan tertutup oleh tudung aluminium. Ia membuka dan memasukkannya kedalam microwave yang berada di dekat Elena.


Justin tersenyum smirk, sepertinya ia memiliki cara untuk melakukan kontak fisik dengan wanita cantik ini. Sembari membawa piring, ia berjalan mendekat ke arah Elena.


"Ah, kamu juga tampan malam ini, Mas!" Ucap Elena yang mulai merasakan jantungnya berdetak tidak beraturan.


Justin melangkah semakin dekat dan sangat dekat bahkan ia tidak segan untuk merapatkan tubuhnya hingga bersentuhan dengan Elena.


Mau apa kamu mas?. Batin Elena mulai merasa was-was.


Justin tersenyum manis, ia mendekatkan kepala dan semakin dekat seolah ingin mencium Elena. Wanita cantik itu menggigit bibirnya merasakan hawa tubuh Justin yang mulai menempel terutama pada bagian dadanya.


"Kamu wangi banget!" Bisik Justin dengan suara seraknya.


Ia tersenyum tipis sembari membuka microwave dan memasukkan piring pasta ke dalamnya.


Elena memejamkan matanya sebentar dan berani untuk menoleh ke samping, dimana jarak antara wajahnya dan Justin sangat dekat.


Tangan nakal Elena bergerak, mengelus pipi Justin sambil tersenyum. "Wangi kamu juga sangat menggoda, Mas!" Ucapnya dengan nada sensual.


Justin menoleh, tepat beberapa senti lagi, bibir mereka hampir saja bertemu. Jantung keduanya mulai berdetak tidak beraturan.


Elena dengan nakal menurunkan tangannya menyentuh dada bidang Justin dengan begitu lembut.


Remang lampu dapur dapat menjadi pencahayaan bagi Elena dan melihat jika tampan itu mulai meremang, menerima rangsangan darinya.

__ADS_1


Justin mulai mendekatkan wajahnya, hendak mencium Elena. Gadis itu terhanyut dan mulai memejamkan mata dengan lembut.


Hidung mancung keduanya sudah bersentuhan, dengan jarak yang begitu dekat, Justin menggeser tubuhnya sedikit agar bisa lebih intiim dengan Elena.


Wanita cantik itu tersentak ketika merasakan sesuatu yang mulai mendesak dipangkal pahanya. Ia kembali membuka mata dan melihat Justin masih melihat dirinya dari jarak yang sangat dekat.


Ting!


Microwave tiba-tiba saja berbunyi. Justin tersenyum dengan wajah yang sudah memerah, begitu juga dengan Elena. Ia merasa salah tingkah, namun tidak dengan Justin.


Tanpa merobah posisi, ia mengeluarkan Pasta dan meletakkannya sembarangan. Ia kembali menatap Elena dengan penuh gaira, dan semakin menempelkan adik kecilnya dengan lembut.


"Ah, adikku terlalu aktif, ya!" Ucap Justin di telinga Elena dengan sedikit mendesaah.


Elena terkekeh dan dengan tangan yang mulai bergerak degan sangat nakal. Ia menyentuh adik Justin yang sudah sangat keras itu dengan jari lentiknya.


Justin terkejut dan juga menengadah merasakan sentuhan Elena yang sangat membuatnya bergairah. "Sepertinya dia butuh hiburan agar bisa tenang, Baby!" Ucap Justin mendesaah di telinga Elena dengan nafas yang sudah terasa berat.


"Sepertinya ia, Mas. Apa kamu mau memanggil wanita panggilan ke sini?" Tanya Elena lembut dengan tangan yang masih mengelus adik Justin.


"Ah, tidak Baby. Apa kamu mau membantuku?" Tanya Justin mulai mengecup bahu Elena dengan lembut.


Tangannya mulai meraba bongkahan bawah Elena dengan sangat bergaairah. Bahkan kini Baju Elena sudah sedikit terangkat ke atas akibat ulahnya.


"Membantu apa, Mas? Menenangkan adikmu?" Tanya Elena semakin nakal.


Ia membuka gesper Justin dengan perlahan dan membuat pria tampan itu menoleh ke arahnya.


"Kamu mau, Baby?" Tanya Justin tidak percaya.


"Sepertinya aku tidak bisa, Mas!" Ucap Elena terkekeh.


"Kenapa?" Tanya Justin kecewa.


"Aku lagi haid! Maaf ya, ganteng. Tapi, mungkin ada cara lain yang bisa Mas lakukan untuk menenangkan dia!" Ucap Elena tersenyum sambil sedikit meremaas adik Justin.


"Akh!" Suara Justin lolos begitu saja.


"Jangan mempermainkan aku, Baby. Sudah hampir satu minggu adikku tidak masuk ke sarangnya!" Ucap Justin mulai meraba punggung Elena.


"Kalau Mas tidak percaya, Mas boleh pegang, atau mau lihat sekalian juga boleh!" Ucap Elena tertawa.


Memang saat ini, ia sedang mendapatkan tamu bulanan, makanya ia begitu berani untuk datang memenuhi undangan Justin untuk datang ke apartemenn.


"Apa kamu bisa membantuku dengan cara lain, Baby?" Tanya Justin yang sudah sangat tidak tahan.


🌺🌺🌺

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2