PELAKOR Ter-SAVAGE

PELAKOR Ter-SAVAGE
Janji Rexy


__ADS_3

Malam semakin larut, Clayton dan dua orang IT perusahaan sudah berpamitan pulang, karena pekerjaan mereka untuk hari ini selesai.


Rexy segera menggendong Elena menuju kamar mereka. Wanita cantik itu sudah terlelap di dalam pelukannya. Hari yang melelahkan berhasil dilewati dengan baik oleh Elena.


Tidurlah sayang. Setelah ini akan banyak hal berbahaya yang akan kamu hadapi. Aku harap kamu siap untuk itu. Batin Rexy.


Ia mengecup kening Elena dengan lembut sebelum ikut berbaring di samping Elena. Namun Rexy mengurungkan niat, ketika sesuatu mulai terjaga dari tidurnya.


Sejak merasakan nikmat surga dunia kemarin, ia menginginkannya lagi dan lagi. Namun, ia sedikit takut jika Elena menolak keinginan itu seperti sebelumnya.


Ia menatap bibir merah nan tipis Elena seolah memanggil untuk dikecup. Dengan perlahan, Rexy mendaratkan bibirnya di sana dan mulai meraup manisnya bibir Elena.


Cukup lama ia bermain disana, hingga tangan nakalnya mulai berkelana, mencari celah untuk menyentuh apa yang ingin ia sentuh.


Wanita cantik itu menggeliat dan membuka mata. "Bee?" panggil Elena berhasil mengejutkan Rexy yang tengah menjelajahi tubuh indahnya.


"Ah, Sayang. Apa kamu terganggu?" tanya Rexy dengan suara yang mulai tidak teratur.


Gimna gak terganggu, orang kamu menggerayangi aku seperti orang kesurupan!. Batin Elena mendelik


"Hmm, ayo tidur, Bee. Aku ngantuk banget!" Ucap Elena menahan tubuh Rexy.


"Sebentar, Sayang. Aku masih mau itu," ucap Rexy cemberut sambil menunjuk bukit kembar Elena.


"Besok aja, Bee! Tunggu nikah dulu," rengek Elena.


Sungguh matanya sangat mengantuk dan ingin beristirahat, walaupun tidak dipungkiri jika hasratnya mulai mengalir dan menikmati setiap sentuhan Rexy.


"Sayang, Sebentar saja, ya!" Ajak Rexy sedikit memaksa.


"Nanti aku hamil!" Ucap Elena cemberut.


"Tenang, aku udah beli pengaman," ucap Rexy tersenyum nakal.


Elena hanya pasrah dengan mata yang setengah terpejam. Ia mulai mengikuti permainan Rexy yang mulai terasa santai dibandingkan semalam, kaku seperti kanebo kering.

__ADS_1


Rexy tersenyum penuh kemenangan ketika ia berhasil mnguasai Elena dan membuat wanita cantik itu terlelap setelah menyelesaikan permainan mereka.


Rexy menyelimuti Elena dan membersihkan diri terlebih dahulu, sebab ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan malam ini.


Menyelamatkan perusahaan Justin dan juga mempersiapkan berkas-berkas untuk mengakuisisi perusahaan itu menjadi milik Elena.


Tak lupa juga ia harus menjalin kerja sama dengan calon mertuanya nanti, agar Elena bisa semakin dekat dengan mereka.


Terkadang Rexy berpikir, kenapa bisa ia melakukan banyak hal, menghabiskan begitu banyak harta dan waktu hanya untuk Elena. Seorang perempuan yang dulu masih terasa asing terhadap dirinya.


Namun, semua hanya karena cinta dan keyakinan, jika mereka berjodoh. Sebab, belum pernah ada perempuan yang menarik hati Rexy sampai membuatnya gila seperti ini terhadap orang lain.


Sekarang semuanya hampir terbayar lunas. Sebentar lagi mereka akan menikah. Elena akan menjadi miliknya sampai kapanpun.


Terserah orang berkata apa, yang jelas kini apapun itu akan aku lakukan untuk wanita yang sangat aku cintai. Bukankah itu menjadi keuntungan yang besar jika kami bersatu, rival terbesarku akan tersingkir begitu saja. Batin Rexy tersenyum bangga.


Ia masih menyelesaikan semua pekerjaannya hinga larut malam. Bahkan di lain tempat, Ren juga ikut membantu menyelesaikan berkas-berkas itu.


Sebab, besok para pemegang saham akan hadir dan mengadakan rapat untuk penyelesaian kasus Justin kali ini.


Ia akan menjadi pahlawan kesiangan dan membela Justin untuk menarik simpati laki-laki itu agar proses penglihatan perusahaan bisa berjalan dengan lancar.


Ia melihat Elena yang masih terlelap di atas ranjang. Ada harapan besar yang ia inginkan dari Elena, yaitu seorang keturunan.


Walaupun dokter mengatakan rahim Elena baik-baik saja, namun ada sedikit kecemasan dalam dirinya jika Elena tidak bisa mengandung dan keturunan mereka.


Bagaimanapun nanti, kamu tetap istriku sampai kapan-kapan. Walau aku berharap besar, tetapi hadirmu lebih penting untukku, Sayang. Semoga kita mendapatkan kesempatan untuk memilikinya. Batin Rexy.


Ia kembali teringat bagaimana perjuangan Elena untuk sembuh. Tersiksa karena pengobatan bahkan harus berganti wajah untuk menyempurnakan kembali fisikinya.


Aku akan membayar semua kesakitanmu dengan kebahagiaan, Sayang. Selama kamu masih berada di sisiku, apapun itu akan aku berikan untukmu!. Batin Rexy penuh tekat.


Ia menghentikan semua pekerjan dan memilih untuk memeluk Elena. Ia merasa tidak bisa hidup tanpa sentuhan dari wanita cantiknya itu. Ia terlelap setelah mendapatkan kecupan dari Elena.


🍃🍃

__ADS_1


"Kenapa bisa seperti ini?" Bentak Rendi terkejut ketika melihat berita jika pihak Rexy sudah menunjuk pengacara dan mendapatkan banyak bukti.


Semua orang yang berada di rumah itu terdiam, terutama Reema. Ia sudah merasa ketakutan karena apa yang ia katakan kepada orang tua jelas bohong dan bukan fakta.


Sebab, Justin memang tidak menyentuhnya sedikitpun. Namun bekas di matanya terlihat seperti sebuah pukulan dan terhubung dengan kondisi tangan pria tampan itu.


"Reema, sekarang kau jawab pertanyaan Daddy! Benar atau tidak jika Justin memukulmu?" tanya Rendi menahan amarahnya.


Reema semakin terdiam, ia tidak sanggup jika harus menghadapi amarah dari sang ayah.


"Jawab Reema!" Bentak Rendi yang sudah tidak bisa menahan diri lagi.


"Tidak! Dia tidak melakukan apapun! Tetapi dia berselingkuh dibelakangku bersama dengan perempuan yang aku cekik itu!" Teriak Reema dengan air mata yang meleleh.


PLAK!!


Tampara keras mendarat mulus di pipi Reema, hingga wanita cantik itu tersungkur ke lantai.


"Kenapa kau mengatakan jika itu perbuatan Justin! Kau tau itu akan menjatuhkan kita! Itu akan menjadi boomerang yang sangat berbahaya jika mereka membawa bukti yang valid!" Teriak Rendi dengan emosi yang sudah meledak.


"Dad, sudahlah. Bagaimana pun juga Reema harus terbebas dari masalah ini. Justin berselingkuh dan kita harus mendapatkan keadilan tentang itu!" Ucap Maharani, ibunda Reema.


"Bagaimana bisa mendapatkan keadilan? Sementara kita membuat tuduhan palsu seperti itu," Bentak Rendi sambil berjalan mendekat kepada Reema.


"Kau sudah mencoreng nama baik keluarga ini, Reema. Apa yang sudah kau perbuat, kebohongan dan tingkah lakumu akan menghancurkan kita!" ucap Rendi sembari menunjuk kepala Reema dan mendorongnya dengan keras.


"Dad, Kau tidak tau apa yang aku rasakan! Mereka bahkan berselingkuh ketika aku pergi ke luar negeri! Mereka tidur bersama, sejak itu hubunganku dengan Justin merenggang. Kau tidak tau itu, Dad!" pekik Reema yang sudah frustrasi memikirkan apa yang terjadi nanti.


"Tetapi tidak harus mengatakan jika kau mengalami KDRT, Reema! Kita bisa di tuntut dengan balik atas tuduhan pencemaran nama baik, bahkan fakta lain akan terungkap setelah ini, kau tau itu!" Bentak Rendi.


Reema hanya terdiam dan menangis. Ia tidak tau harus berbuat apa kali ini. Namun segala macam rencana jahat untuk menghancurkan Elena sudah ia pikirkan dengan baik.


"Kau urus sendiri masalah ini, jangan pernah kau membawa-bawa namaku lagi!" ucap Rendi meninggalkan Reema dan sang istri di ruang tamu.


Reema segera pergi meninggalkan rumah itu untuk menemui seseorang yang bisa membantunya melenyapkan Elena.

__ADS_1


"Reema kamu mau kemana?, Rema!" Pekik Maharani menghentikan langkah Reema.


Namun perempuan itu tidak menghiraukan panggilan dari Maharani. Ia segera meninggalkan rumah, menuju apartemen sang pacar untuk meminta bantuan.


__ADS_2