PELAKOR Ter-SAVAGE

PELAKOR Ter-SAVAGE
Pentol 1 Juta


__ADS_3

Elena dan Rexy memilih untuk pergi untuk menemui WO dan berniat untuk menunda pernikahan mereka.


Rexy memilih untuk menggendong wanita cantik itu sepanjang hari dari pada harus mendorongnya menggunakan kursi roda.


"Mau kemana, Nak?" tanya Vazo ketika melihat sepasang sejoli itu turun dari tangga.


"Kita mau ke WO, Yah," ucap Rexy mendudukkan Elena di atas sofa.


"Ngapain? Bukannya mereka sudah mengurus semua persiapan pernikahan kalian?" tanya Vazo.


"Kami rencana mau mengundur pernikahan, Yah. Sampai Elena sembuh lagi," ucap Rexy.


Vazo mengernyit. Memang benar, sangat tidak mungkin jika Elena harus berdiri selama itu ketika resepsi pernikahan nanti. Tapi, jika tidak disegerakan, maka ia akan mendapatkan cucu lebih cepat.


"Ayah gak setuju! Yakin masih bisa menahan diri? Ayah tidak mengizinkan kalian untuk membudayakan **** bebas!" ucap Vazo tegas.


Elena dan Rexy terdiam, mereka tidak akan mampu untuk menahan diri. Namun jika dipaksakan, takutnya Elena akan drop dan kelelahan.


"Gak ada undur-undur! Kurangi saja prosesi yang tidak penting, kurang jumlah undangan, percepat semua acara. Elena tidak harus berdiri untuk menyambut mereka! Nanti pakai kursi yang tinggi, atau biarkan Elena duduk dengan kondisi seperti ini!" ucap Vazo tegas.


"Ayah, El gak mungkin bersanding...,"


"Sayang! Jangan ngomong seperti itu lagi!" ucap Rexy dengan tegas memotong ucapan Elena.


Wanita cantik itu hanya terdiam dan menghela nafasnya.


"Jika aku merasa kamu tidak pantas bersamaku, aku gak akan mungkin ada di sini, Sayang," Ucap Rexy.


Kemarin ia menyetujui, agar Elena tidak terlalu memikirkan pernikahan mereka. Sekarang, selagi Vazo mendukung, ia akan maju dan tetap menikah pada tanggal yang sudah di tetapkan.


"Ayah," ucap Elena memelas.


"Nak, kalau kamu menunda pernikahan, ayah gak akan setuju kalau kamu pergi ke Korea berdua saja!" ucap Vazo menatap Elena.


"Sayang, walaupun aku akan menjaga kamu terus, tapi lebih baik status kita diperjelas. Kasihan ayah dan bunda yang akan khawatir nanti," ucap Rexy.


"Kemarin kamu setuju kalau pernikahan kita di undur," ucap Elena.


"Iya, tapi apa yang dikatakan oleh Ayah memang ada benarnya, Sayang. Hmm?" ucap Rexy.


Elena terdiam dan mengangguk. Dua laki-laki tampan itu tersenyum lega. Setidaknya Elena tidak akan menolak lagi.


"Kita hanya tinggal membatalkan konsep baru, dan kembali memakai konsep pernikahan yang sebelumnya. Biar tidak terlalu banyak orang!" ucap Rexy tersenyum.

__ADS_1


Elena mengangguk, setidaknya privat party tidak akan terlalu menghadirkan banyak orang. Asal beberapa awak media meliput acara itu agar tersebar kepada masyarakat.


"Pokoknya jangan di undur lagi kalau sudah menetapkan tanggal. Ayah gak suka kalau kalian bercampur sebelum menikah! Tinggal beberapa hari lagi kan?" ucap Vazo.


"Iya, Ayah. Hanya beberapa hari lagi. Mungkin semua persiapan juga sudah hampir selesai," ucap Rexy.


"Ya sudah, pergilah dulu. Hati-hati di jalan, Ayah mau jemput bunda dulu," ucap Vazo melenggang pergi meninggalkan Elena dan Rexy di ruang tengah.


"Kamu gak konsisten, Bee!" ucap Elena kesal.


"Aku konsisten, Sayang. Konsisten mencintaimu! Ayah ada benarnya juga, jadi di Korea nanti kita bisa sekalian bulan madu," ucap Rexy dengan genit.


"Ih dasar mesum!" ucap Elena mengusap wajah Rexy.


"Mesum juga sama istri sendiri!" ucap Rexy terkekeh.


"Calon istri!" ucap Elena menggeleng. " Habis dari WO kita ke penjara sebentar, boleh? Aku mau ngomong sama justin," ucapnya lirih.


"Ngomong apa, Sayang?" tanya Rexy mengernyit.


"Gak tau!" ucap Elena menggeleng pelan.


Rexy terdiam, pasti Elena memiliki privasi untuk itu. "Baiklah, nanti kita akan ke sana!" ucapnya mengalah.


"Bee?" panggil Elena ketika mobil sudah meninggalkan rumah.


"Kenapa, Sayang?" tanya Rexy mengecup tangan Elena.


"Gimana kalau aku gak bisa hamil?" tanya Elena lirih.


Rexy terdiam, di dalam hati kecilnya sangat menginginkan seorang keturunan, namun bersama Elena itu hal yang lebih penting dari apapun.


"Punya atau tidak, aku gak masalah, Sayang. Yang penting kamu ada untuk aku terus, temani aku sampai tua. Masalah anak, itu bukan kehendak kita," ucap Rexy tersenyum.


"Kita sama-sama anak tunggal, Bee. Jika tidak ada keturunan, maka keluarga kita akan habis!" ucap Elena lirih.


"Yang penting nanti kita berusaha, Sayang. Semoga aja, kita menjadi salah satu orang yang beruntung untuk mendapatkan keturunan," ucap Rexy tersenyum.


Elena terlihat murung, dokter pernah mengatakan jika rahimnya bermasalah. Apa gimana waktu bersama dengan Justin, ia tidak pernah hamil sama sekali.


"Jangan terlalu dipikirkan. Kalau seandainya orang tua kita julid nanyain anak terus, kita pindah rumah aja, tinggal mandiri berdua!" ucap Rexy.


Terdengar helaan nafas Elena, ia sangat takut untuk ini. Ada banyak orang yang akan kecewa, dan pasti akan banyak pelakor yang mendekat.

__ADS_1


Pasangan yang sudah memiliki anak saja, masih banyak pelakor yang mengganggu. Apa lagi gak punya. Semoga, memang ada izin agar aku bisa hamil. Batin Elena.


Rexy terdiam melihat wajah murung Elena. Ia memilih untuk berhenti di jalan ketika melihat beberapa pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam makanan.


"Kemana, Bee?" tanya Elena mengernyit.


"Aku mau jajan dulu sebentar, Sayang!" ucap Rexy turun dari mobil.


Elena memperhatikan Rexy yang memesan semua makanan yang dijual di sana. Ah, laki-laki emang sulit di tebak. Batinnya tersenyum.


Ia memilih untuk melihat ponsel lamanya sembari menunggu Rexy selesai berbelanja. Satu pesan yang mulai mencuri perhatiannya.


Pesan dari mantan mertua, yang meminta maaf atas perlakuan Justin selama ini.


Elena mengernyit, ketika beberapa pesan kembali muncul dari beberapa orang laki-laki, yang bisa di sebut pengagum rahasia.


Bertanya, bagaimana keadaannya saat ini dan dimana ia berada. Elena hanya mengacuhkan dan menghapus semua pesan itu. Sangat berbahaya jika tuan besar melihat isi pesan yang ia dapat.


Tak lama Rexy kembali dengan membawa beberapa bungkus makanan di tangannya sambil tersenyum senang.


Elena mengernyit. Apa Rexy kesambet setan? kenapa dia tersenyum bahagia seperti itu?. Batinnya menatap Rexy.


"Ah, sayang. ini aku beli makanan buat kamu," ucap Rexy antusias sambil menjelaskan satu persatu nama makanan yang ia beli.


Elena terkekeh melihat tingkah Rexy yang sangat mudah membuatnya tertawa.


"Boleh aku makan ini semua?" tanya Elena.


"Tentu, tapi berdua ya! Ini aku minta micinnya jangan kebanyakan," ucap Rexy dengan wajah merona senang.


Elena membuka satu persatu makanan yang ada di sana, cilor, telur gulung, pentol pedas, batagor, tahu gejrot, dan jajanan lainnya.


"Tumben kamu beli makanan ini, Bee. Biasanya gak boleh," ucap Elena menyuap makanannya.


"Aku gak kuat lihat kamu sedih, Sayang. Kalau berhenti di restoran masih jauh dari sini. Tapi kamu tenang saja, aku habisin satu juta untuk membeli itu semua," ucap Rexy tersenyum.


"Ha? Satu juta? Semua ini satu juta?" tanya Elena terkejut.


"Iya, aku gak ambil kembaliannya, Sayang!" ucap Rexy tersenyum dan menerima suapan dari Elena.


Ini yang membuat Elena merasa begitu bahagia bersama Rexy, bukan hanya sebuah kemewahan tapi juga kesederhanaan yang di berikan oleh pria tampan ini.


Mobil terus melaju menuju vila. Mereka saling bergurau dan tertawa membahas hal aneh dan absurd lainnya.

__ADS_1


__ADS_2