
Wanita cantik itu bernama Pelangi, Ia lahir dari keluarga yang berada namun Ia tidak sombong serta tetap mengedepankan etika dan kesopanan. Ia memiliki seorang adik laki-laki yang bernama Awan, mereka hanya dua bersaudara dan tinggal bersama dengan Ibunya. Karena Ayah sudah meninggal dunia sejak mereka masih kecil, namun begitu kasih sayang dan perhatian dari Ibu sudah sangat cukup untuk mereka berdua.
Pelangi yang meneruskan usaha orang tuanya, kini sedang duduk di meja kasir sambil menunggu sese'orang yang belum juga datang. Selain dari rumah kontrakan, orang tua Pelangi juga memiliki beberapa toko. Dari toko sembako, pakaian, elektronik dan yang lainnya. Semuanya di urus oleh Pelangi dengan di bantu Ibunya. Sedangkan Awan adiknya, lebih memilih untuk mengurus perkebunan kelapa sawit yang di tinggalkan oleh Ayah untuknya.
"Kemana sih nih orang, dari tadi belum datang juga. Niat kerja gak sih..?!" gerutu Pelangi sambil melirik ke arah jam tangan yang Ia pakai.
Lagi-lagi Ia berjalan keluar untuk melihat, apakah sese'orang yang di tunggu telah datang. Ternyata Ia tidak melihat siapapun, lalu kembali masuk ke dalam toko sembako seraya melihat kembali surat lamaran kerja yang ada di atas mejanya.
"El,, kamu lagi apa ?" tanya seorang wanita paruh baya yang berjalan menghampiri Pelangi.
"Ehh,, Mamii tumben ke sini..? Aku lagi nungguin orang yang mau kerja Mii, tapi belum datang juga,mmmh.." sahut Pelangi dengan wajah cemberutnya.
"Ohh,, kamu tunggu saja dulu, mungkin sebentar lagi dia datang. Mamii ke sini cuma mau bilang, kalau Mamii dan Awan mau ke kebun. Mungkin lumayan lama, jadi nanti kalau ada apa-apa kamu telepon Mamii saja yaa.." ujar Ibu Melati pada Pelangi.
"Iyaa Mii, beres. Mamii hati-hati yaa, bilang sama Awan pelan-pelan bawa mobilnya, Mii.." seru Pelangi yang tau benar tentang adiknya itu, jika membawa motor dan mobil seringkali mengebut.
"Iyaa nanti Mamii bilangin ke Awan, Mamii pergi dulu, El.." ucap Bu Melati seraya meninggalkan Pelangi sendirian di tokonya.
Tak selang berapa lama, seseorang tiba-tiba datang menghampiri Pelangi dengan wajah yang terlihat lelah dan terengah-engah.
"Maaf Mbak, saya telat datangnya. Tadi ban motor saya bocor.." ujar wanita itu yang kini tengah berdiri di depan Pelangi.
"Mbak kalau mau marah atau ngomel-ngomel, gak apa-apa kok. Saya dengerin, sekalian saya mau istirahat dulu sebentar.." sambungnya lagi.
"Nih orang aneh banget sih, tadinya memang mau marah-marah. Tapi kenapa sekarang malah gak bisa yaa.." gumam Pelangi dalam hati, sambil memperhatikan wanita yang sedang duduk di hadapannya.
"Oh iyaa, nama kamu siapa..?" tanya Pelangi.
"Nama saya Bintang, Mbak. Kan udah ada tertulis di surat lamaran kerja, kok masih tanya.." jawab Bintang.
"Yaa suka-suka saya, mau tanya apa,mmmh. Sekarang kamu beresin barang-barang yang ada di depan toko. Kalau udah selesai, nanti kamu lanjut baca buku daftar harga semua barang yang ada di sini.." ujar Pelangi memberikan perintah pada Bintang.
__ADS_1
Bintang yang mendengar itupun langsung bergegas mengerjakan tugas yang harus Ia kerjakan, sedangkan Pelangi hanya memperhatikan dan memberitahu apa saja yang harus Bintang kerjakan.
"Ohh yaa Mbak, nama Mbak sendiri siapa..?" tanya Bintang.
"Nama saya Pelangi, biasa di panggil El.." sahut Pelangi.
"Ohh, iyaa Mbak Pelangi.." balas Bintang.
"Panggil nama aja, gak usah pakai Mbak.." pinta Pelangi pada Bintang.
"Iyaa Mbak, ehh Elang.." ucap Bintang yang langsung menutup mulutnya.
"Kamu panggil apa barusan..?" tanya Pelangi yang mendengar suara Bintang dengan lirih.
"Bukan apa-apa, yaa udah aku mau lanjut lagi beresin barang-barangnya.." seru Bintang yang langsung menyibukkan dirinya, karena tidak ingin membahas kesalahannya menyebut nama wanita yang kini menjadi bos-nya itu.
~************~
Seperti biasa, saat makan malam telah usai. Bintang membantu Ibunya membereskan meja makan. Kini mereka hanya tinggal berdua di rumah, karena kedua Kakak Bintang telah memiliki tempat tinggalnya masing-masing.
"Iyaa Bin, dulu ada Kakak dan cucu Ibu. Sekarang cuma tinggal kita berdua,mmmh.." sahut Ibu sambil menghela nafasnya dengan dalam.
"Nanti minta Kak Tya dan Kak Nia pulang aja, Bu.. Udah lama mereka gak pulang, Bintang kangen banget.." ucap Bintang.
"Mungkin mereka masih sibuk, atau belum punya waktu yang tepat untuk pulang, Bin.." ujar Ibu.
"Mungkin juga sih, Bu.. Yaa udah, Ibu jangan sedih gitu.." seru Bintang sambil tersenyum menatap Ibunya.
"Siapa yang sedih Bin, Ibu tidak sedih kok.." balas Ibu.
"Terus tadi bagaimana hari pertama masuk kerja, Bin..? Ibu Melati dan anak-anaknya baik kan..?" tanya ibu penasaran.
__ADS_1
"Iyaa memang baik Bu, semoga aja Bintang betah kerja di tokonya yaa, Bu.." ucap Bintang.
"Aamiin, Ibu yakin kamu pasti betah, Bin.. Karena setahu Ibu, Ibu Melati dan anak-anaknya itu baik dan ramah. Walaupun mereka dari keluarga berada, mereka tidak pernah bersikap sombong dan se'enaknya pada orang lain.." ujar Ibu.
"Semoga aja Bu, jadi Ibu udah lama kenal dengan Ibu Melati dan keluarganya..?" tanya Bintang penasaran.
"Iyaa sudah lama sekali Bin, karena Ibu Melati itu kan teman Ibu waktu di sekolah dasar dulu. Tapi setelah itu Bu Melati melanjutkan pendidikannya di luar kota, sedangkan Ibu masih tetap di sini sampai bertemu dengan Ayah kamu.." ujar Ibu yang mengingat kembali semua yang pernah terjadi.
"Ohh, jadi Ibu udah tau betul tentang keluarga Bu Melati yaa.." sahut Bintang.
"Begitulah kira-kira Bin, karena itu Ibu menyuruh kamu untuk bekerja di sana. Karena kebetulan anak Bu Melati yang meneruskan usaha keluarganya itu sedang membutuhkan karyawan.." ucap Ibu.
"Jadi, kamu harus baik-baik kerja di sana yaa, Bin.. Jangan buat malu Ibu.." seru Ibu pada Bintang.
"Iyaa Bu, tenang aja. Bintang gak mungkin buat Ibu malu. Bintang pasti akan bekerja dengan baik dan bersungguh-sungguh.." sahut Bintang sambil tersenyum menatap wajah Ibunya, yang kini terlihat semakin tua.
"Syukurlah kalau begitu, Ibu jadi tenang.." balas Ibu.
"Ibu jangan banyak pikiran yaa, harus banyak istirahat dan jangan lupa do'ain Bintang, Bu.." ucap Bintang sambil memeluk tubuh Ibunya dengan erat.
"Iyaa Bin, Ibu tidak banyak pikiran. Cuma mikirin tentang kamu saja, kapan dapat jodohnya.." seru Ibu seraya tertawa kecil.
"Ibu ngomong apa sih,mmmh.." sahut Bintang yang langsung melepaskan pelukannya.
"Ibu cuma bercanda Bin, jangan ngambek dong,hee.." ucap Ibu sembari mencubit hidung Bintang.
"Yaa udah Bin, sekarang kamu istirahat yaa.. Kamu pasti capek udah seharian kerja, dan besok juga harus bangun pagi kan.." ujar Ibu.
"Iyaa Bu, ini juga sambil istirahat.."
Ucap Bintang, sambil merebahkan tubuhnya di pangkuan Ibunya yang kini tengah mengelus-elus rambutnya dengan lembut dan penuh kasih sayang...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59