Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Jalan-jalan


__ADS_3

Melati yang baru saja selesai bersiap-siap untuk berangkat, kini mendatangi kamar Pelangi untuk mengajaknya pergi bersama ke rumah satu salah satu teman baiknya.


"Ada apa, Mii..?" tanya Pelangi saat melihat yang mengetuk pintu kamar ternyata adalah Ibunya.


"Mamii mau kamu ikut bersama ke rumah teman baik Mamii. Itu lho Tante Risma, kamu ingat kan..?" tanya Melati.


"Tante Risma,,mmmm iyaa inget, Mii.. Tapi Mamii pergi sama Awan aja yaa, karena aku udah ada janji jalan-jalan sama temen-temen di toko, Mii.." ujar Pelangi.


"Ohh,, Mamii pikir kamu tidak pergi kemana-mana malam ini,mmmh.. Yaa sudah kalau begitu, Mamii pergi sama Awan.." ucap Melati yang merasa heran, karena tidak biasanya Pelangi pergi dengan karyawan yang bekerja di toko.


"Yaa udah kalau gitu Mii, aku pergi dulu yaa.." pamit Pelangi pada Ibunya.


"Iyaa El, kamu hati-hati dan jangan pulang malam-malam.." seru Melati memperingatkan putrinya.


"Siap Mii, tenang aja.." balas Pelangi sambil berjalan meninggalkan Melati yang masih menatapnya.


Awan yang melihat kepergian Pelangi segera menghampiri Ibunya untuk bertanya, karena yang Ia tahu seharusnya Pelangi pergi bersama Ibunya.


"Kak Pelangi kok pergi sendirian sih, Mii..? Bukannya pergi bareng sama Mamii yaa.." tanya Awan.


"Rencananya juga tadi seperti itu, tapi Kakak kamu sudah terlanjur punya janji mau jalan-jalan sama karyawan yang kerja di toko kita.." jelas Melati.


"Oh gitu, tumben Kakak jalan-jalan sama mereka, biasanya kan gak pernah, Mii.." ucap Awan.


"Mamii juga berpikir seperti itu dari tadi, tapi yaa sudahlah. Sekarang ayo kamu siap-siap, setelah itu kita langsung pergi.." seru Melati pada Awan yang langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap.


"Sebenarnya kita mau kemana sih, Mii..?" tanya Awan yang kini sambil mengemudikan mobilnya.


"Kita mau ke rumah Tante Risma, teman dekat Mamii waktu kuliah dulu, Wan.." jawab Melati.


"Oh gitu, terus Mamii mau ngapain ke sana..? Apa ada perlu sama Tante Risma..?" tanya Awan lagi.


"Tidak ada perlu Wan, cuma tadinya Mamii sengaja mau ngajak Kakak kamu biar bisa Mamii kenalkan sama anaknya Tante Risma itu. Tapi Kakak kamu malah tidak bisa pergi,mmmh.." ujar Melati.


"Jadi Mamii mau jodohin Kak Pelangi sama anaknya Tante Risma, bener gitu, Mii..?" tanya Awan yang kini semakin penasaran tentang apa sebenarnya tujuan Ibunya pergi menemui teman baiknya itu.

__ADS_1


"Tidak seperti itu, Mamii cuma mau mereka bisa saling mengenal, Wan.. Bukan langsung di jodohkan.." jelas Melati.


"Yaa itu sih sama aja, Mii.." sahut Awan.


"Jelas berbeda Wan, yaa sudah kamu fokus nyetir. Jangan tanya-tanya terus, Mamii jadi pusing nih.." ucap Melati.


Tidak berapa lama kemudian, mereka akhirnya tiba di kediaman Tante Risma. Keduanya di sambut hangat, dan langsung di persilahkan masuk ke dalam rumah.


"Ayo silahkan masuk Jeng Melati, dan ini siapa namanya..? Saya lupa.." ucap Risma tersenyum.


"Aku Awan, Tante.." jawab Awan seraya menyalami Risma.


"Ohh iyaa Awan, maaf yaa Tante lupa. Dulu kamu masih kecil, sekarang sudah sebesar ini.." ujar Risma.


"Iyaa Tante, gak apa-apa kok.." sahut Awan.


"Anak kamu yang perempuan mana, Jeng..? Tidak jadi di ajak ke sini..?" tanya Risma saat tidak melihat keberadaan Pelangi bersama Ibu dan adiknya.


"Iyaa maaf yaa Jeng Risma, tadinya saya memang mau mengajak Pelangi. Tapi ternyata dia sudah ada janji sama teman-temannya, jadi tidak bisa ikut. Mungkin lain waktu, baru bisa datang ke sini.." jelas Melati.


"Ohh begitu, iyaa Jeng tidak apa-apa kok. Sebentar yaa Jeng, saya panggilkan Reon dulu.." ucap Risma yang meninggalkan Melati dan Awan, karena ingin memanggil anak laki-lakinya.


"Setahu Mamii sih ada Wan, tapi dari tadi kok tidak kelihatan yaa.." sahut Melati sembari melihat ke sekeliling ruangan.


"Bagus deh kalau ada Mii, jadi bisa dong,hee.." balas Awan sambil tersenyum penuh arti.


"Bisa kamu jadikan pacar maksudnya..?" tanya Melati yang mengerti betul apa yang ada di pikiran putranya itu.


"Nah, itu Mamii tau,hee.." sahut Awan.


Sedang asyik mengobrol, tiba-tiba Tante Risma pun telah kembali bersama dengan se'orang laki-laki yang terlihat berjalan di sampingnya.


"Malam Tante.." sapa Reon sambil menyalami Melati dan juga Awan.


"Malam juga Nak Reon, lama sekali tidak ketemu. Sekarang kamu sudah sebesar dan setinggi ini, tampan lagi.." puji Melati pada Reon yang hanya tersenyum mendengar ucapannya.

__ADS_1


"Tante bisa aja,hee.. Apa ini anak Tante Melati yang mau di kenalin sama aku..?" tanya Reon.


"Ini memang anak Tante, tapi bukan ini yang mau di kenalkan ke kamu, Nak Reon.." jawab Melati.


"Masa iyaa kamu mau di kenalkan sama cowok juga, memang kamu mau..?" tanya Risma pada Reon yang membuat semuanya jadi tertawa.


Saat sedang asyik mengobrol, tiba-tiba dari arah pintu depan terlihat se'orang wanita dengan pakaian kerjanya berjalan masuk ke dalam rumah. Lalu segera menghampiri Risma, dan menyapa semuanya.


"Akhirnya kamu pulang juga Ren, ayo salam dulu sama Tante Melati dan putranya.." seru Risma pada Rena, anak keduanya.


"Malam Tante.." sapa Rena sambil menyalami Melati dan juga Awan yang kini terlihat tercengang, karena melihat Rena yang memang memiliki paras wajah yang begitu cantik.


"Awan..!" panggil Melati pada Awan yang belum juga melepaskan jabat tangan Rena padanya.


"Ehh,, iyaa maaf, habis ada pemandangan indah banget.." sahut Awan yang tersenyum sambil menahan rasa malunya, karena menjabat tangan Rena dengan cukup lama.


"Aku mau bersih-bersih dulu yaa Maa, Tante.." ucap Rena dengan tersenyum ramah, lalu berjalan menuju ke kamarnya.


"Anak-anak kamu cantik dan ganteng Jeng, senang saya lihatnya.." seru Melati pada Risma.


"Anak-anak Jeng Melati juga sama kok, ganteng dan cantik pastinya.." sahut Risma.


"Yang perempuan tadi namanya kalau tidak salah, Rena.. Benar kan Jeng Risma..?" tanya Melati yang sedikit lupa.


"Iyaa benar, namanya Rena, Jeng.." jawab Risma.


"Terus sekarang Rena kerja dimana, Jeng..? Tadi saya lihat dia seperti pulang dari kerja.." tanya Melati.


"Rena kerja di salah satu perusahaan swasta, Jeng.. Kalau lagi lembur yaa begini, pulangnya malam. Padahal saya sudah menyuruhnya untuk berhenti, dan bekerja di perusahaan milik keluarganya sendiri saja. Tapi dia tidak mau, katanya mau mandiri.." ujar Risma.


"Ohh begitu, tapi tidak apa-apa Jeng.. Yang penting bisa menjaga dirinya baik-baik, dan tidak terlibat dalam pergaulan bebas.." ucap Melati.


"Iyaa Jeng Melati, memang benar itu.." balas Risma yang membenarkan ucapan Melati padanya.


Sedangkan di sisi lain, terlihat Awan dan Reon yang juga asyik mengobrol di ruang lain. Saat itu juga, Awan tidak melewatkan kesempatannya untuk meminta nomor telepon milik Rena pada Reon, karena Ia ingin mengenalnya lebih dekat dan beruntung Reon mau memberikannya...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59🌠


__ADS_2