
Bintang yang baru saja hendak memejamkan matanya, tiba-tiba mendengar suara ketukan pintu dari arah luar dan suara sese'orang memanggil namanya. Bintang yang menyadari siapa pemilik suara itu, langsung menutup telinganya dengan bantal. Namun tidak lama setelah itu, Ia segera bangkit dari tempat tidurnya dan keluar kamar.
"Mau apa lagi dia, malam-malam gini datang ke rumah.." gumam Bintang dalam hati seraya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.
"Kamu kemana aja sih Bin..! Aku telepon gak di angkat-angkat.." seru Pelangi sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
"Yaa tidurlah, dasar aneh..!" sahut Bintang yang kembali menutup pintu, lalu mengikuti langkah Pelangi dari belakang.
"Terus mau ngapain kamu ke sini..? Pakai bawa-bawa boneka segede gajah gitu.." ujar Bintang yang merasa aneh melihat Pelangi membawa boneka kesayangannya yang sangat besar itu.
"Dari tadi aku susah tidur, jadi aku ke sini pengen ngajak kamu ngobrol sampai aku bisa tidur,hehee.." jelas Pelangi sambil tersenyum.
"Jadi maksudnya, kamu mau nginap di sini..?!" tanya Bintang yang merasa tidak percaya.
"Yaa gitulah kira-kira.." balas Pelangi yang saat ini sedang duduk di kursi tengah.
Di tengah pembicaraan mereka, tiba-tiba terlihat Ibu yang datang menghampiri. Karena tadi Ibu mendengar suara Bintang yang berbicara dengan sese'orang, membuat Ibu pun segera keluar kamar.
"Kamu bicara dengan siapa, Bin..?" tanya Ibu sambal melihat ke arah lainnya, dan terlihat Pelangi yang langsung berdiri dan berjalan mendekati Ibu.
"Dengan Pelangi, Bu.." sahut Pelangi seraya menyalami tangan Ibu.
"Ternyata kamu Pelangi, malam-malam begini datang ke rumah memang ada apa..?" tanya Ibu yang duduk di samping Pelangi, sedangkan Bintang hanya diam sambil menyandarkan tubuhnya di kursi.
"Gak ada apa-apa kok Bu, cuma malam ini Pelangi mau nginap di sini. Karena Mamii dan Awan lagi pergi ke luar kota untuk beberapa hari, boleh kan, Bu..?" tanya Pelangi dengan raut wajah memelasnya.
"Jadi begitu yaa, pasti boleh. Terserah Pelangi mau menginap di sini berapa lama, biar Bintang juga ada temannya.." ujar Ibu sambil tersenyum menatap Bintang.
"Terimakasih yaa, Bu.." balas Pelangi yang merasa sangat senang sekali, karena kehadirannya di terima dengan baik oleh Ibunya Bintang.
"Yaa sudah, kalau begitu sekarang kita istirahat tidur yaa.. Bintang,, kamu ajak Pelangi masuk ke kamar, terus kalian segera tidur.." ucap Ibu pada Bintang.
"Dia tidur di kamar sebelah aja Bu, kan kamar itu kosong.." seru Bintang yang tidak ingin tidur sekamar dengan Pelangi, lalu Ia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arah kamar.
"Pelangi tidur di kamar Bintang aja yaa.." ucap Ibu pada Pelangi.
"Iyaa Bu, Pelangi mau ke kamar dulu.." balas Pelangi dengan tersenyum ramah, lalu di balas senyuman juga oleh Ibu.
Pelangi yang sudah berada di depan pintu kamar Bintang, segera membukanya. Namun pintu terkunci, Pelangi pun mengetuknya berulang kali dengan perlahan.
"Buka pintunya Bin, kok malah di kunci sih.." ucap Pelangi.
"Kamu tidur di kamar sebelah aja.." balas Bintang dari dalam kamar.
"Tapi aku gak mau tidur di kamar sebelah, lagi pula Ibu juga nyuruh aku tidur di kamar kamu. Buka pintunya Bin, kalau gak di buka juga aku bilang ke Ibu nih.." ancam Pelangi.
Setelah mengucapkan kalimat ampuh itu, tidak lama kemudian pintu pun terbuka. Pelangi segera masuk ke dalam kamar, dengan penuh senyuman.
"Dari tadi kek di bukanya.." seru Pelangi sambil meletakkan bonekanya di atas tempat tidur, lalu merebahkan tubuhnya di samping bonekanya.
__ADS_1
Namun tidak berselang lama, Bintang menarik lengannya. Hingga membuat Pelangi hampir terjatuh, jika saja Ia tidak menahan tubuhnya dengan kaki.
"Kamu tidur di bawah.." seru Bintang sambil menunjuk kasur lipat yang ada di atas lantai, seraya mengambil bantal untuk di berikan pada Pelangi.
"Aku gak mau..! Aku mau di atas, Bin.." sahut Pelangi pada Bintang yang sudah terbaring di atas tempat tidurnya dengan selimut dan bantal guling, tanpa mempedulikan ucapan Pelangi.
"Nih anak enak-enak aja tidur di atas, sedangkan aku di suruh tidur di bawah.." gerutu Pelangi sambil mendorong tubuh Bintang ke sudut tempat tidur.
"Apaan sih dorong-dorong, kamu tidur di bawah sana gih.." seru Bintang.
"Gak mau, aku tidur di sini aja.." balas Pelangi yang kini sudah berada di samping Bintang, dengan posisi membelakangi dirinya.
"Tuh kan jadi sempit, lagian ngapain juga bawa boneka segede gajah.." seru Bintang seraya mendorong boneka yang di pegang oleh Pelangi hingga jatuh ke bawah.
"Tapi aku gak bisa tidur kalau gak peluk boneka kesayangan aku ini.." ucap Pelangi yang ingin mengambil bonekanya.
"Kalau mau tidur peluk boneka, yaa udah tidur di bawah aja sana.." sahut Bintang.
"Mmmmh,, yaa udah aku tidur di bawah aja.." seru Pelangi dengan raut wajah yang kesal, lalu turun dari atas tempat tidur.
Seperti biasanya Bintang pun segera mematikan lampu di kamar tidurnya, namun Pelangi keberatan karena Ia terbiasa tidur dengan lampu tidur yang menyala. Tapi setelah melewati perdebatan, akhirnya Pelangi menuruti keinginan Bintang untuk mematikan lampunya.
🌠
🌠
Keesokan paginya, Pelangi yang merasa ada sesuatu yang melingkar di pinggangnya perlahan mulai terbangun. Namun alangkah terkejutnya saat Ia membuka mata, karena yang Ia lihat adalah wajah Bintang tepat berada di depannya. Ternyata mereka dalam posisi saling berpelukan, dan hal itu membuat Pelangi berteriak histeris.
Membuat Bintang langsung terbangun dan menggerakkan tangannya, hingga membuat Pelangi terjatuh dari tempat tidur.
"Ada apa El..? Kenapa kamu teriak tadi..?!" tanya Bintang sambil melihat ke sekeliling.
"Auww,, sakitnya.. Kamu ngapain sih dorong aku.." seru Pelangi.
"Dorong kamu, maksudnya apa..? Bukannya dari tadi malam kamu tidur di bawah..?" tanya Bintang sambil menggaruk kepalanya.
"Ehh,, itu iyaa itu aku lupa kalau tidur di bawah, mungkin aku mimpi,hehee.." ucap Pelangi yang tidak mau mengakui, bahwa tadi malam karena Ia sulit tidur di bawah. Jadi Ia pindah ke atas tempat tidur, dan ternyata yang Ia peluk bukan boneka melainkan Bintang. Begitu juga dengan Bintang, yang sebenarnya memeluk Pelangi bukan bantal guling.
"Terus tadi kenapa kamu teriak gitu..? Ngagetin orang aja sih.." seru Bintang.
"Iyaa maaf, tadi itu aku mungkin mimpi atau lihat kecoa yaa,hehee.." ujar Pelangi berbohong.
Dan tiba-tiba, terdengar suara Ibu sambil mengetuk pintu berulang kali.
"Apa ada sesuatu yang terjadi, Bin..? Tadi Ibu dengar ada suara teriakan.." seru Ibu dari luar, dan Bintang segera membukakan pintu kamarnya.
"Gak ada apa-apa kok Bu, cuma tadi itu Pelangi lihat kecoa. Dia takut, terus teriak deh.." ujar Bintang sambil menarik nafasnya.
"Ohh, jadi begitu yaa, Ibu pikir ada apa. Yaa sudah kalian mandi, terus setelah itu kita sarapan. Ibu sudah buatkan nasi goreng untuk kita sarapan.." ucap Ibu sambil tersenyum.
__ADS_1
"Iyaa Bu, maafin Pelangi yaa.. Jadi buat Ibu ngerasa terganggu.." ujar Pelangi yang merasa tidak enak.
"Iyaa Pelangi, tidak apa-apa kok.. Ibu tinggal dulu ke dapur yaa.." balas Ibu yang meninggalkan mereka berdua di kamar.
"Makanya kalau tidur itu berdo'a dulu, bukannya ingat-ingat kecoa.." seru Bintang.
"Enak aja, siapa juga yang ingat-ingat kecoa. Sembarangan aja kalau ngomong,mmmh.." sahut Pelangi yang merasa kesal, Ia pun segera mengambil handuk dan pakaian yang ada di dalam tas. Lalu setelah itu berjalan menuju ke kamar mandi, sambil menatap Bintang dengan tajam.
Di dalam kamar mandi, Pelangi memeriksa setiap bagian tubuhnya dari atas sampai bawah. Mengingat tadi malam Ia tanpa sadar telah tidur dalam keadaan memeluk Bintang, begitupun dengan Bintang yang memeluknya.
"Syukurlah, ternyata gak ada yang hilang atau lecet,hehee.." gumam Pelangi dalam hati, seraya tersenyum se'orang diri.
"Untung Bintang gak tau, kalau tau pasti dia seneng banget tuh karena udah peluk-peluk aku.." ucap Pelangi.
Ia lalu mempercepat mandinya, setelah mendengar teriakan Bintang dari luar yang menyuruhnya untuk segera keluar dari kamar mandi.
"Lama banget sih mandi, udah tau orang kebelet juga.." seru Bintang saat melihat Pelangi baru saja keluar dari kamar mandi.
"Dasar bawel..!" balas Pelangi sambil berjalan masuk ke dalam kamar.
Ia lalu menggantungkan handuknya di dekat pintu, setelah itu mencari alat makeup untuk berhias. Selesai berhias, Pelangi duduk di tepi tempat tidur sambil memeriksa ponselnya. Dan tak berselang lama, pintu kamar pun terbuka.
"Kamu ngapain masih di sini..? Ayo buruan keluar..! Aku mau pakai pakaian.." seru Bintang.
"Yaa udah pakai baju aja sana, sama-sama cewek juga. Pakai malu-malu segala.." sahut Pelangi.
"Aku gak biasa pakai baju di depan orang lain, kecuali--"
"Kecuali apa..?!" tanya Pelangi penasaran, karena Bintang tidak meneruskan perkataannya.
"Udah buruan keluar sana..!" seru Bintang sambil menarik tangan Pelangi, lalu mendorongnya hingga ke pintu keluar.
"Ihh,, bawel banget sih..!" sahut Pelangi yang merasa kesal, dan memilih untuk mencari Ibu di dapur.
Bintang yang telah selesai bersiap-siap, kini membuka pintu kamar sambil membawa tas kecil yang biasa Ia bawa pergi. Setibanya di meja makan, Ia melihat Pelangi yang telah lebih dulu makan nasi goreng yang di siapkan oleh Ibunya.
"Laper banget, Non..?!" ucap Bintang yang sengaja menggodanya, namun Pelangi hanya diam saja. Sambil terus melanjutkan sarapannya, tanpa peduli dengan ucapan Bintang.
"Ayo Bin, kamu juga sarapan. Ini sudah Ibu siapkan.." ajak Ibu sambil menyodorkan sebuah piring berisi nasi goreng.
"Iyaa Bu, terimakasih.." sahut Bintang dengan senyuman.
Mereka pun menikmati sarapannya masing-masing, berbeda dengan Pelangi yang masih memikirkan tentang apa yang terjadi tadi malam.
"Apa Bintang benar-benar gak tau, kalau tadi malam dia udah peluk aku di saat tidur..? Atau jangan-jangan dia cuma pura-pura gak tau aja yaa,mmmh.." gumam Pelangi seraya menatap ke arah Bintang.
Bintang yang mendapat tatapan dari Pelangi, hanya terdiam tanpa ekspresi apapun di wajahnya.
"Tuh anak ngapain sih lihatin aku terus, jangan-jangan dia--.. Gak mungkinlah,mmmhh.." ucap Bintang dalam hati, sembari mengalihkan pandangannya ke arah yang lain...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59🌠