
Setelah melalui perjalanan selama enam jam, kini Bintang dan Pelangi telah tiba di rumah masing-masing. Pelangi yang di sambut hangat oleh Ibunya, segera memeluknya dengan erat. Namun seketika, raut wajah Melati yang bahagia kini berubah menjadi bingung.
"Kenapa kamu cepat sekali liburannya, El..? Baru juga dua hari, kamu sudah pulang.." ucap Melati seraya memperhatikan ekspresi wajah Pelangi dengan seksama.
"Gak kenapa-kenapa kok Mii, aku cuma kepikiran aja terus sama Mamii. Karena Mamii kan sendirian di rumah, Awan dan Rena belum tau kapan pulangnya.." jelas Pelangi, namun alasan yang sebenarnya Ia cepat pulang adalah karena Ia telah bertemu dengan Bintang dan sudah mengajaknya untuk kembali pulang.
"Ohh,, jadi begitu yaa El, Mamii tidak apa-apa kok kamu tinggal lama-lama. Kan ada Bik Ira dan Bagas di rumah, lagi pula Tante Risma dan juga Putri serta Bunga sering main ke sini.." ujar Melati yang menginginkan Pelangi untuk pergi liburan dalam waktu yang cukup lama, hingga Pelangi puas bersenang-senang dan bisa melupakan tentang apa yang telah terjadi.
"Syukurlah kalau gitu Mii, tapi Pelangi tetap pengen pulang cepat. Bintang juga gak bisa lama-lama ninggalin Ibunya di rumah, karena katanya Kak Tya mau balik lagi ke kota, Mii.." ucap Pelangi seraya membongkar barang-barang yang ada di dalam kopernya.
"Ini Mii, ada oleh-oleh buat Mamii. Terus ini buat Bik Ira dan yang lainnya, Mamii aja yang ngasi ke mereka yaa.. Aku mau mandi dulu Mii, gerah banget soalnya.." Pelangi segera mengambil handuknya, lalu berjalan menuju ke kamar mandi.
"Jangan lama-lama mandinya El, sebentar lagi magrib..!" seru Melati sambil membereskan barang-barang yang di berikan oleh Pelangi.
"Iyaa Mii, beres..!" balas Pelangi dari dalam kamar mandi.
Saat waktu makan malam telah tiba, Pelangi dan Ibunya menyantap makanan yang sudah di hidangkan oleh Bik Ira. Melati pun meminta Bik Ira untuk ikut bersama mereka, meski awalnya sempat menolak tapi akhirnya Ia menuruti Melati.
"Terimakasih yaa Non oleh-olehnya buat Bibik dan Bagas, jadi ngerepotin Non Pelangi.." ucap Bik Ira sambil tersenyum senang, karena Pelangi yang sudah di anggap seperti anaknya sendiri itu selalu bersikap baik pada keluarganya.
"Sama-sama Bik, semoga Bik Ira dan Bagas suka yaa.." sahut Pelangi yang waktu itu hampir saja terlupa untuk membelikan oleh-oleh untuk keluarganya, kalau saja Bintang tidak mengingatkan dirinya.
"Suka banget kok Non,hehee.." balas Bik Ira.
"Terus selama di sana kamu dan Bintang jalan kemana saja, El..? Makanan atau jajanan khas di sana apa..?" tanya Melati pada Pelangi.
__ADS_1
Pelangi pun segera menceritakan pengalamannya di kota B bersama Bintang dengan perlahan dan hati-hati, karena Ia takut jika sampai keceplosan menceritakan tentang dirinya yang cemburu dan marah-marah pada Bintang.
"Sepertinya seru yaa El, Mamii jadi penasaran dan tertarik untuk liburan ke sana.." ucap Melati.
"Gak usah Mii, di sana gak seru kok. Karena di sana cuacanya panas banget, banyak debu dan asap di jalanan. Terus suka banjir, rame dan berisik banget pokoknya.." seru Pelangi yang tidak ingin lagi kalau harus pergi ke sana, karena Ia tidak mau bertemu dengan Sarah yang membuatnya jadi sangat cemburu dan naik darah.
"Masa sih sepertinya itu, El..? Namanya di kota besar, yaa pasti rame dan berisik. Lagi pula di sini juga cuacanya panas dan banyak debu di jalanan, apa lagi kalau ada pembakaran lahan yaa pasti banyak asap juga.." sahut Melati yang merasa aneh dengan ucapan putrinya itu.
"Pokoknya kalau Mamii mau liburan ke kota yang lain aja, seperti ke pulau D, ke kota M atau kemana gitu, Mii.." ujar Pelangi.
"Mmmh,, iyaa iyaa El, habiskan dulu makannya, nanti di sambung lagi ngobrolnya.." balas Melati menatap Pelangi yang kini terlihat lebih bersemangat dari sebelumnya, membuat hatinya merasa tenang dan lega.
🐝
🐝
"Terus sekarang apa rencana kamu dan Pelangi, Bin.." tanya Tya tiba-tiba sembari mengambil kue dan cemilan yang di bawa oleh Bintang dari kota B.
"Maksud Kakak rencana apa yaa..? Bintang gak ngerti.." ucap Bintang yang balik bertanya.
"Rencana hubungan kalian ke depannya nanti gimana, Bin..? Kakak lihat dan perhatiin, Pelangi serius banget sama kamu dan dia juga anak yang baik. Benar kan, Bu..!" seru Tya pada Ibunya.
"Itu memang benar, tapi semua kembali sama kamu dan Pelangi, Bin.. Karena kalian berdua yang menjalani, cuma satu hal yang kamu tidak boleh lupa. Pelangi mungkin memang serius, tapi bagaimana dengan Ibunya. Jika Tante Melati sampai tau hubungan kalian, dia pasti akan menentangnya.." ujar Ibu mengingatkan Bintang untuk tidak terburu-buru dalam bertindak dan mengambil keputusan.
"Iyaa Bu, kalau soal itu Bintang ngerti kok. Tapi untuk saat ini, Bintang gak mau memikirkan gimana hubungan Bintang dan Pelangi nantinya. Lebih baik jalani aja dulu sebaik mungkin, kalau memang Pelangi untuk Bintang. Pasti nanti akan ada jalannya untuk bisa hidup bersama,hee.." jelas Bintang sambil tersenyum.
__ADS_1
"Adik Kakak sekarang semakin tambah dewasa yaa, gak cengeng banget lagi seperti dulu,hehehee" ucap Tya yang membuat Ibu dan Bintang pun ikut tertawa.
"Hee,, Kakak sama Ibu gak tau aja, gimana aku waktu di kota B kemarin itu.." gumam Bintang dalam hati.
"Sepertinya ada yang datang Bu, Bintang bukain pintu dulu yaa.." ucap Bintang yang bergegas berjalan menuju pintu depan.
"Panjang umur kamu, El..!" seru Tya saat melihat, bahwa yang datang adalah Pelangi.
"Memang kenapa Kak Tya..?" tanya Pelangi sembari bersalaman dengan Tya dan Ibunya.
"Kita baru aja habis ngomongin tentang masa depan kamu dan Bintang,hehee.." ledek Tya yang langsung membuat Bintang menatap tajam ke arahnya.
"Beneran Kak Tya..?!" tanya Pelangi yang merasa malu, namun juga jadi bersemangat.
"Iyaa beneran, kalau kamu gak percaya. Tanya aja sama Bintang.." jawab Tya.
"Kakak apaan sih, ngomong yang aneh-aneh aja. Kita ngobrol di kamar aja El, gak usah dengerin Kak Tya.." seru Bintang sambil menarik tangan Pelangi untuk ikut bersamanya.
"Yaa udah pacaran aja sana di kamar, biar aman dan damai,hehehee.." ucap Tya yang masih tertawa terkekeh-kekeh.
"Kamu ini Kak, jangan ledekin Bintang terus. Kasian dia jadi malu sama Pelangi.." meski sebenarnya Ibu juga sejak tadi ingin tertawa, terlebih saat melihat bagaimana raut wajah Bintang yang memerah karena menahan rasa malu.
"Gak apa-apa Bu, selagi ada kesempatan.." balas Tya...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59🌠