
Tanpa berpikir panjang, saat itu juga Melati memberitahukan pada Risma. Tentang Pelangi yang kini telah setuju dengan perjodohan yang di inginkan oleh mereka, dan hal itupun di sambut bahagia oleh Risma. Keduanya pun sepakat, untuk segera bertemu dan membahas tentang rencana perjodohan anak mereka selanjutnya.
Berbeda halnya dengan Pelangi, yang kini terlihat tengah menangis di dalam kamarnya. Ia merasa bahagia karena bisa membuat dan melihat Ibunya bahagia, namun di sisi lain hatinya merasa sangat sedih. Pelangi terus saja memikirkan bagaimana nasib hubungannya dengan Bintang, wanita yang sangat Ia sayangi itu. Ia begitu takut kehilangan Bintang, namun juga tidak bisa berbuat apa-apa. Jika suatu saat, Bintang akan meninggalkan dirinya.
Keesokan harinya, di kediaman keluarga Risma. Terlihat semua orang telah berada di meja makan, masing-masing menyantap makanannya. Sambil sesekali berbincang-bincang, dan saat itu Risma pun mengatakan tentang kabar gembira yang sudah tidak sabar ingin Ia sampaikan pada Reon khususnya.
"Reon,, Mamaa punya kabar gembira buat kamu.." seru Risma dengan senyum yang begitu sumringah.
"Kabar gembira apa, Maa..? Apa Mamaa mau bagi-bagi warisan yaa,hee.." tanya Reon sambil bercanda.
"Memang kabar gembira apa sih, Maa..?" tanya Rena yang ikut merasa penasaran.
"Kalian dengarkan baik-baik yaa, tadi malam Tante Melati menghubungi Mamaa dan bilang kalau Pelangi sudah setuju di jodohkan dengan Reon.." ujar Risma dengan penuh semangat.
"Uhukk,, uhukk,, uhukkk.."
Rena yang melihat Reon tersedak makanan, segera memberikan air minum padanya.
"Pelan-pelan dong Reon, kamu ini dapat kabar gembira malah langsung tersedak begitu.." ucap Risma sambil menepuk-nepuk punggung putranya yang tadi sempat merasa sangat terkejut dengan ucapan Ibunya.
"Mamaa serius dengan ucapan Mamaa tadi..? Kok bisa Pelangi tiba-tiba setuju..? Bukannya waktu itu dia tidak setuju di jodohkan dengan aku..?!" tanya Reon yang justru merasa cemas.
"Kamu ini bagaimana sih Reon, bukannya senang karena Pelangi sudah setuju di jodohkan dengan kamu. Malah banyak bertanya seperti itu,mmmh.." sahut Risma yang tidak senang dengan respon dari Reon.
"Bukannya gak senang Maa, cuma Reon kan pengen tau aja. Kenapa kok tiba-tiba Pelangi bisa setuju.." jelas Reon.
"Mungkin karena Pelangi ingin membuat Ibunya bahagia, makanya akhirnya dia setuju di jodohkan sama kamu, Reon.. Mamaa dan Tante Melati juga rencananya akan membahas tentang tanggal pertunangan kalian berdua secepatnya.." ujar Risma yang tersenyum bahagia.
"Apaa..?!!" seru Reon dan Rena bersamaan yang kini saling bertatapan.
"Kalian berdua ini kenapa, kok kelihatan kaget begitu..?" tanya Risma.
__ADS_1
"Apa gak kecepatan, Maa..? Kak Reon kan baru aja mengenal Kak Pelangi, masa main tunangan aja.." ucap Rena.
"Tidak apa-apa Rena, kan baru mau tunangan. Belum mau langsung menikah.." balas Risma.
"Tapi Maa--"
"Sudah Ren, tidak ada tapi-tapi. Kakak kamu yang mau bertunangan, kok kamu yang merasa keberatan begitu..? Harusnya kamu senang, karena sebentar lagi kamu akan punya Kakak ipar. Yaa sudah kalau begitu, Mamaa mau menghubungi Tante Melati dulu.." ujar Risma seraya berlalu pergi meninggalkan Rena dan Reon.
"Kakak kenapa sih diam aja..? Bukannya nolak di suruh tunangan sama Kak Pelangi.." seru Rena yang merasa kesal dengan sikap Kakaknya itu.
"Terus Kakak harus ngomong apa, Ren..? Kalau Kakak nolak, yang ada malah buat Mamaa kecewa. Waktu itu Pelangi nolak aja Mamaa udah kecewa banget seperti itu, apa lagi sekarang Pelangi udah setuju tapi Kakak yang nolak.." ujar Reon yang tidak ingin di salahkan oleh Rena.
"Tapi seenggaknya Kakak bisa nolak untuk gak secepatnya tunangan sama Kak Pelangi, apa Kakak gak mikirin perasaan Kak Putri gimana nantinya..?" seru Rena yang mulai tersulut emosi melihat sikap Reon yang belum juga berubah.
"Kalaupun Putri tau, pasti dia bisa mengerti dan menerima semuanya.." sahut Reon dengan menarik nafasnya.
"Dan itu yang selalu Kak Reon jadikan alasan untuk terus menyakiti hati Kak Putri, terus gimana dengan perasaan Kak Pelangi dan keluarganya kalau mereka tau kalau ternyata Kakak udah menikah..? Apa Kakak juga akan menyuruh mereka untuk mengerti..? Hahh..?!" tanya Rena dengan nada tinggi.
"Itu karena keegoisan Kak Reon sendiri..!!" seru Rena yang kini bangkit dari tempat duduknya, lalu memilih pergi meninggalkan Reon. Karena Ia tidak ingin kehilangan kendali untuk menahan emosinya.
Brakk..
"Si**..!! Kenapa semua jadi seperti ini..?!" umpat Reon sambil menggebrak meja makan, lalu mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.
🌠
🌠
"Apa ada masalah..? Dari tadi diam aja, biasanya kan suka gangguin aku.." tanya Bintang pada Pelangi.
"Gak ada apa-apa, aku lagi males ngomong aja.." jawab Pelangi sambil menghela nafasnya.
__ADS_1
"Kamu pasti kepikiran sama perjodohan itu yaa..? Jangan terlalu di pikirkan yaa El, kamu kan udah buat keputusan. Jadi di jalani aja, aku gak mau kamu sampai sakit karena kepikiran itu.." ujar Bintang.
"Iyaa Biyang, terimakasih yaa.. Aku harap kamu gak akan berubah, dan tetap sayang sama aku. Karena aku juga akan selalu sayang sama kamu.." balas Pelangi sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Bintang.
"Iyaa El, kamu tenang aja. Jangan banyak pikiran yaa, kamu harus jaga kesehatan kamu.." ucap Bintang sambil membelai rambut Pelangi.
"Terimakasih yaa Biyang, aku sayang banget sama kamu.." sahut Pelangi dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.
"Aku juga sayang kamu banget El, yaa udah jangan sedih gitu. Sekarang senyum dong.." pinta Bintang pada Pelangi.
"Nih udah senyum, pasti aku cantik banget kan kalau lagi senyum,hee.." seru Pelangi sambil tersenyum manis, Bintang pun hanya menganggukkan kepalanya dan ikut tersenyum.
Kini keduanya kembali melanjutkan pekerjaannya masing-masing, hingga waktu pulang telah pun tiba. Selesai berbincang-bincang dengan Pelangi di dalam mobil, Bintang segera pamit untuk pulang. Pelangi yang masih ingin menghabiskan waktu bersama Bintang, hanya bisa melihat kepergian Bintang dengan hati yang berat.
"Kok balik lagi, Biyang..? Apa ada yang ketinggalan..?" tanya Pelangi yang melihat Bintang berlari kecil ke arahnya, lalu memasuki mobil.
"Iyaa, ada yang ketinggalan.." jawab Bintang.
"Memang apa yang ketinggalan..?" tanya Pelangi penasaran.
"Kamu.." jawab Bintang seraya memeluk tubuh Pelangi dengan erat dan tak lama melepaskannya. " Aku gak mau kamu sedih, aku sayang kamu, El.." ucap Bintang sambil mengecup bibir Pelangi dengan sangat lembut.
Untuk beberapa saat, Bintang pun melepaskan kecupannya pada bibir Pelangi. Setelah itu Ia mencubit pipi Pelangi dengan gemasnya, lalu segera keluar dari dalam mobil.
"Aku pulang yaa Pelangi nya Bintang..!" seru Bintang sambil tersenyum, dan berlari kecil menuju ke arah motornya yang Ia parkir kan tidak jauh dari mobil Pelangi.
"Ehh, tunggu Biyang..!!" teriak Pelangi yang mencoba mengikuti langkah Bintang, namun Bintang tetap saja melangkah pergi dan melajukan sepeda motornya.
"Dasar nyebelin..!! Udah buat aku mabuk kepayang dan melayang, ehh malah di tinggal pulang,mmmh.." gumam Pelangi dalam hati, lalu Ia kembali masuk ke dalam mobil dan bergegas untuk pulang ke rumah...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59🌠