Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Di Selimuti Kesedihan 2


__ADS_3

Sudah beberapa hari berlalu, Reon masih juga belum pulang ke rumah menemui istrinya, Putri. Meski sebenarnya Ia sangat merindukan sosok Putri dan juga Bunga, namun Ia masih belum memiliki keberanian untuk kembali pulang hanya sekedar melihat keadaan mereka. Di tambah dengan sikap Putri yang sekarang ini menjadi acuh dan dingin padanya, membuat Reon hanya bisa mengurungkan niatnya dan menahan rasa rindu yang Ia rasakan.


Sedangkan di sisi lain, Putri juga merasakan hal yang sama. Meski rasa kecewa masih ada di dalam hatinya, namun Ia juga tidak bisa membohongi perasaannya sendiri yang begitu sangat merindukan perhatian dan kasih sayang dari suaminya itu.


"Kenapa Mas Reon belum ada pulang juga sampai hari ini..? Apa Mas Reon marah atau jangan-jangan terjadi sesuatu padanya..?" tanya Putri dalam hati, sembari melihat ke arah ponselnya. Belum ada tanda-tanda bahwa Reon menghubunginya, hingga membuat Putri akhirnya mengalah dan menghubungi Reon terlebih dulu.


"Kenapa gak di angkat juga Mas Reon..? Apa mungkin dia masih sibuk..?" gumam Putri dalam hati, lalu Ia pun memilih untuk mengirimkan pesan saja pada Reon.


Reon yang mendapatkan pesan dari Putri, langsung merasa sangat senang. Seolah-oleh Ia memperoleh semangat hidupnya kembali, di dalam pesan itu Putri bertanya tentang keadaan Reon dan alasan mengapa dirinya belum menyempatkan waktu untuk pulang. Karena Bunga terus saja menanyakan keberadaannya, tanpa menunggu lama Reon pun segera membalas pesan dari Putri dengan mengatakan bahwa Ia akan pulang hari ini.


"Aku harus secepatnya menyelesaikan semua pekerjaan, agar aku bisa pulang lebih awal dan bertemu dengan keluarga kecilku.." ucap Reon seraya tersenyum dengan penuh semangat.


Reon yang sudah menyelesaikan pekerjaannya, kini terlihat tergesa-gesa berjalan menuju mobilnya. Dengan senyuman yang terus terukir sejak tadi, Ia lalu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Tidak lama kemudian, Reon pun tiba di rumah yang menjadi tempat tinggal Putri dan Bunga selama ini.


"Papaa..!" teriak Bunga saat melihat Reon yang baru saja keluar dari dalam mobil.


"Iyaa Bunga sayang, Papaa kangen banget sama kamu.." ucap Reon sambil menggendong Bunga.


"Bunga juga kangen sama Papaa, Papaa kemana aja..? Kok baru sekarang pulang..?" tanya Bunga dengan polosnya.


"Maafin Papaa yaa sayang, akhir-akhir ini Papaa sibuk. Banyak pekerjaan yang harus Papaa selesaikan, jadi baru bisa pulang ke rumah hari ini.." jawab Reon seraya berjalan masuk ke dalam rumah bersama Putri, yang sejak tadi hanya diam dan tersenyum melihat kedua orang yang sangat Ia sayangi itu.


Setelah puas bermain dengan Bunga, kini Reon segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Putri tengah sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam.

__ADS_1


"Ayo Mas, kita makan malam dulu. Aku udah siapin semuanya, hari ini aku sengaja masak makanan kesukaan kamu, Mas.." ucap Putri sambil tersenyum pada Reon.


"Akhirnya Mas bisa lihat senyuman kamu lagi, Putri.. Yaa udah, ayo kita makan.." balas Reon yang baru selesai mengenakan pakaiannya, lalu ketiganya pun kini menikmati makan malam bersama.


🌠


"Mas,, aku minta maaf yaa atas sikap aku ke kamu belakangan ini, karena aku merasa sangat kecewa sama kamu. Aku harap Mas bisa memaklumi.." ujar Putri.


"Iyaa Putri, kamu gak perlu minta maaf. Karena Mas yang salah, tapi Mas juga berharap kamu bisa mengerti dengan posisi Mas saat ini.." balas Reon.


"Iyaa Mas, aku bisa ngerti. Aku gak mau karena masalah ini, jadi membuat Bunga kekurangan kasih sayang dan waktu kamu, Mas.." ujar Putri yang tahu, bahwa Bunga sangat menyayangi dan membutuhkan kasih sayang dari Reon sebagai Ayah sambungnya.


"Apa ini artinya kamu juga akan menerima, kalau seandainya nanti Mas akan menikah lagi..?" tanya Reon dengan hati-hati.


"Maksudnya Mas apa, kok ngomong seperti itu..?" tanya Putri yang sebenarnya masih berharap di dalam hatinya, Reon dan Pelangi bisa memutuskan pertunangan mereka.


Degg..


Putri yang mendengar itu seolah tidak percaya, namun air matanya tiba-tiba terjatuh begitu saja tanpa aba-aba. Ini bukan seperti yang Ia harapkan, atau mungkin ini hanya mimpi buruk yang akan hilang saat Ia terbangun nantinya. Entahlah, yang pasti saat ini dadanya terasa sesak. Ada kesedihan dan kekecewaan yang semakin membuncah, membuat tubuhnya terasa sangat lemah tidak berdaya.


"Putri,, kamu gak apa-apa..?!" tanya Reon yang melihat Putri terkulai lemas dengan air mata yang terus saja mengalir begitu deras.


"Apa aku gak salah dengar, Mas..?" Putri menatap tajam ke arah Reon yang hanya tertunduk, dan menarik nafasnya dengan berat.

__ADS_1


"Mas minta maaf Putri, Mas udah berusaha untuk menolak. Tapi Mamaa mengancam, Mamaa akan mengusirku dan gak akan menganggap aku anaknya lagi. Mas benar-benar minta maaf.." ujar Reon sembari memeluk tubuh Putri.


"Lepas Mas..!" teriak Putri yang langsung mendorong tubuh Reon.


"Aku gak butuh kata maaf dari kamu..! Aku cuma mau kamu menganggap aku dan Bunga ada, gak terus-menerus kamu sembunyikan seperti ini.." ucap Putri menangis tersedu-sedu.


"Apa aku bukan pilihan yang sesungguhnya buat kamu, Mas..?! Apa aku dan Bunga cuma aib buat kamu, yang terus kamu sembunyikan dari semua orang..?! Ayo jawab Mas..!!" bentak Putri yang tidak bisa lagi menahan amarah dan kekecewaan di dalam hatinya.


"Gak seperti itu Putri, kamu dan Bunga sangat berarti buat aku. Kalian berdua kebahagiaan dan semangat hidup aku..!" sahut Reon.


"Bohong..!! Semua yang kamu katakan itu bohong, Mas..! Sekarang aku benar-benar sadar, kalau ternyata aku memang gak pantas untuk kamu pilih. Jadi lebih baik sekarang kamu pergi Mas, aku benci sama kamu, Mas.. Aku Bencii..!!"


"Jangan seperti ini Putri, kita bisa cari jalan keluarnya.." seru Reon yang berusaha untuk membujuk Putri, namun Putri tetap menghindar dan segera masuk ke dalam kamar.


Reon yang ingin memaksa untuk masuk ke dalam kamar, kini terpaksa harus mengurungkan niatnya dan berhenti mengetuk pintu. Karena Ia tidak ingin sampai membuat Bunga terbangun dari tidurnya, serta melihat Ibunya dalam keadaan bersedih dan menangis.


"Aakh,, sial..!!"


Bukk..


Reon melayangkan tinjunya pada dinding untuk melepaskan amarahnya, Ia merasa benar-benar sangat pusing dan kacau menghadapi semua yang terjadi. Sementara itu di dalam kamar, Putri berusaha kuat untuk menghentikan tangisnya. Karena Ia tidak ingin membuat tidur Bunga terusik, dengan perlahan Putri pun membelai lembut rambut Bunga yang sedang tertidur lelap.


"Lebih baik kita pergi dari kota ini Nak, dan memulai hidup baru tanpa Papaa.." gumam Putri dalam hati, seraya mengecup kening Bunga dan menyeka air matanya yang masih saja menetes. ..

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59🌠


__ADS_2