Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Makan Malam Bersama


__ADS_3

Untuk menunjukkan dan membuktikan, bahwa Melati telah menerima hubungan Pelangi dan Bintang. Ia pun berniat mengundang Bintang dan Ibunya untuk makan malam, dan undangan itu Ia sampaikan langsung pada keduanya.


Untuk sesaat, kini suasana di rumah Bintang pun sedikit canggung dan kaku mengingat apa yang telah terjadi sebelumnya. Namun hal itu tidak berlangsung lama, Melati dan Nury mencoba untuk mencairkan suasana dengan memulai pembicaraan.


"Tumben kamu datang ke rumah Mel..? Apa ada sesuatu yang penting..?" tanya Nury pada Melati, mengingat teman baiknya itu hanya datang ke rumahnya jika ada sesuatu hal yang penting saja.


"Iyaa begitulah kira-kira Nury, kedatangan aku kesini karena ingin mengundang kamu dan Bintang untuk makan malam bersama di rumah.." ujar Melati.


"Iyaa Bu, sebagai tanda syukur dan bukti kalau Mamii udah setuju dan menerima hubungan Pelangi sama Bintang,hee.." ucap Pelangi yang ikut menimpali.


"Ohh,, jadi begitu yaa, kenapa repot-repot segala, Mell..?" ucap Ibu.


"Gak repot kok Bu, Mamii dan Pelangi justru seneng banget kalau kita semua bisa berkumpul dan makan bareng.." sahut Pelangi yang sejak tadi terlihat begitu semangat, hingga semua orang langsung menatap ke arahnya dan tersenyum senang.


"Iyaa Nury, memang benar apa yang di katakan oleh Pelangi itu. Jadi gimana, mau kan..?" tanya Melati sembari menatap Bintang dan Ibunya.


"Harus mau Bu, Bintang juga pasti gak akan nolak. Iyaa kan Biyang, ehh Bintang..?!" seru Pelangi yang lagi-lagi merespon setiap apa yang di katakan oleh Melati dan Nury.


"Iyaa Tante, dengan senang hati,hee.." sahut Bintang. "Terimakasih banyak yaa Tante, karena Tante udah menerima hubungan Bintang sama Pelangi. Bintang juga minta maaf, kalau sebelumnya udah buat Tante marah dan kepikiran tentang masalah ini.." ujar Bintang dengan tulus dan berharap Melati mau memaafkannya.


"Tante juga minta maaf yaa Bin, karena waktu itu sudah marah-marah sama kamu. Tante terbawa emosi pada waktu itu.." sahut Melati sembari menoleh ke arah Nury yang tahu, bahwa apa yang di lakukan Melati saat itu memang di sengaja untuk mnguji perasaan mereka.


"Iyaa Tante, gak apa-apa kok. Bintang bisa ngerti.." balas Bintang.


"Kalau begitu Tante pamit pulang dulu yaa, aku pamit, Nury.." ucap Melati menatap Bintang dan Ibunya secara bergiliran.


"Tapi aku masih mau di sini Mii, jadi Mamii pulang aja duluan.." seru Pelangi.


"Kamu juga harus pulang El, walaupun Mamii sudah menyetujui hubungan kamu dan Bintang. Tapi bukan berarti kamu harus nempel terus seperti itu sama Bintang, malu dong, El..!" sahut Melati seraya menggelengkan kepalanya, melihat Pelangi yang selalu saja ingin bertemu dan berada di dekat Bintang.


"Yaa namanya juga kangen Mii, Mamii seperti gak pernah muda aja,mmmh.." balas Pelangi yang tidak terima dengan ucapan Ibunya.

__ADS_1


"Mamii dulu sama Papii kamu tidak seperti itu El, benarkan Nury..?!" seru Melati meminta pembelaan dari teman baiknya itu.


"Iyaa memang benar, tapi yaa sudahlah Mel.. Jaman kita dan jaman sekarang ini berbeda, kita yang harus banyak mengalah.." ujar Nury.


"Tuh Mii, Ibu aja gak apa-apa kok,hee.."


"Pokoknya kamu harus pulang, nanti malam kan ketemu dan bisa ngobrol lagi sama Bintang.." seru Melati sembari menarik tangan Pelangi untuk ikut pulang bersama.


"Hati-hati di jalan yaa, Tante..!" ucap Bintang sambil tersenyum melihat Pelangi yang di tarik paksa oleh Ibunya.


🐝


🐝


"Memang siapa yang mau datang bertamu, Mii..? Sampai di siapin makan malam seperti ini.." tanya Rena yang kini sedang membantu Ibu mertuanya menyiapkan makan malam di dapur.


"Besannya Mamii yang mau datang Ren,hehee.." sahut Pelangi seraya tertawa kecil.


"Bukan Mamaa kamu, Ren.. Tapi Bintang dan Ibunya yang mau datang, karena Mamii yang mengundang mereka.." jelas Pelangi yang membuat Rena menjadi bingung dan langsung berpikir.


"Jadi Kak Pelangi sama Bintang mau menikah gitu..?" tanya Rena dengan wajah terkejutnya.


"Kalian berdua ini sedang bicara apa..? Ini sudah jam berapa coba, ayo cepat bantu Bik Ira siapkan semuanya.." seru Melati yang melihat putri dan menantunya itu sedang asyik mengobrol.


"Iy-iyaa Mii,hee.." sahut Rena sambil menyenggol lengan Pelangi. "Ayo jawab, Kak.." ucap Rena dengan nada yang lirih, karena takut kedengaran oleh Melati.


"Nanti kamu juga tau sendiri Ren, nih angkat dan bawa ke meja makan.." seru Pelangi pada adik iparnya, seraya menyerahkan beberapa piring pada Rena. Dengan wajah yang cemberut, Rena pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh Pelangi.


Setelah semua selesai, tidak lama kemudian Bintang dan Ibunya pun telah datang. Tanpa menunggu lama lagi, Melati mengajak keduanya untuk makan malam bersama. Semua orang kini bersiap untuk menikmati hidangan yang ada di meja makan, namun tiba-tiba hal aneh dan tidak biasa terjadi pada saat itu.


Pelangi dengan penuh semangat mengambil dan menyiapkan makanan untuk Bintang, tanpa menyadari bahwa semua mata kini sedang tertuju padanya. Membuat suasana seketika menjadi hening, lalu terdengar suara-suara aneh.

__ADS_1


"Ehemm..!!"


"Uhukk,, uhukkk..!"


"Haa,,ciimmm.."


"Mamii kenapa..? Kamu juga Wan sama Rena kenapa, sakit yaa..?" tanya Pelangi dengan polosnya, membuat semua orang yang berada di ruang makan itu pada akhirnya tertawa.


"Kok malah ketawa semua sih,mmmh.." ucap Pelangi yang merasa bingung melihat semua orang yang tidak satupun memberikan jawaban padanya.


"Gak ada apa-apa kok Kak Pelangi, cuma tadi ada ngerasa kalau meja makan ini seperti milik berdua,hehee.." sindir Awan yang membuat semua orang kembali tertawa terkekeh-kekeh.


"Apaan sih kamu, Wan.. Gak gitu yaa..!" balas Pelangi yang baru menyadari apa yang membuat mereka menertawakannya.


"Sudah-sudah,, ayo sekarang kita makan.." ajak Melati seraya tersenyum menatap Bintang dan Ibunya, dan semua orang kini menikmati makanannya masing-masing.


"Ohh yaa Mii, nanti Mamii tolong bantuin aku cari tanggal pernikahan aku sama Bintang yaa.."


"Uhukk,, uhukk,, uhukkk.."


Mendengar ucapan Pelangi itu, membuat semua orang pun menjadi tersedak dan segera bergegas mengambil air minum yang telah di sediakan di dekat piring masing-masing. Bintang pun langsung menatap tajam ke arah Pelangi, namun Pelangi yang tidak bisa mengartikan arti dari tatapan itu hanya terlihat bingung dan mengangkat bahunya.


"Kalian semua Kenapa..?" tanya Pelangi yang bingung, karena melihat semua orang hanya menggelengkan kepala dan menarik nafasnya dengan dalam.


"Sekarang kita fokus makan malam dulu yaa, El.. Jangan bahas tentang itu dulu, nanti setelah makan baru kita bicarakan.." ucap Melati sambil tersenyum dan menahan rasa kesal di hatinya.


"Ohh,, iyaa maaf Mii, kalau gitu ayo semuanya cepat makan.." seru Pelangi sambil menikmati makanannya dengan bersemangat, dan semua orang yang melihat itupun hanya bisa menepuk jidat...


Bersambung...


🙏😊 A59🌠

__ADS_1


__ADS_2