Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Sidang Keluarga


__ADS_3

Di dalam ruangan yang cukup besar itu, terlihat Melati dan Risma sedang duduk bersebelahan. Risma menatap tajam ke arah Reon dan juga Putri yang saat itu juga ada bersama mereka. Reon yang tampak begitu tegang, sesekali melirik ke arah Putri yang justru terlihat tenang. Berbeda halnya dengan Pelangi, yang kini terlihat berpura-pura sedih. Sedangkan Awan dan Rena merasa bahagia atas pernikahan mereka yang sangat tiba-tiba, namun dalam hati Awan masih merasa kesal pada Reon.


"Sekarang jelaskan semuanya dengan jujur, apa yang terjadi di antara kalian berdua selama beberapa tahun ini..! Kenapa kamu sampai tega membohongi kami semua Reon..?!" tegas Risma pada Reon, sedangkan Melati yang duduk di sampingnya lebih memilih untuk diam dan mendengarkan apa yang akan di katakan oleh Reon dan juga istrinya.


"Ini semua terjadi karena salah aku, Maa.. Jadi Mamaa jangan salahkan Putri.." ucap Reon seraya menatap ke arah Putri yang masih diam terpaku, Ia sengaja ingin melihat bagaimana se'orang Reon yang selama ini bersikap takut dan pengecut harus membela dirinya dan juga Bunga saat ini.


Reon pun mulai menceritakan semuanya, tentang bagaimana Ia dan Putri masih tetap menjalin hubungan. Meski Risma sudah melarangnya, bahkan hingga membuatnya terkena serangan jantung. Selama ini Risma berpikir, bahwa Reon memang tidak memiliki hubungan apa-apa lagi dengan Putri dan menjauh darinya. Namun ternyata Ia salah, hingga membuatnya merasa sangat kecewa.


"Aku benar-benar minta maaf sama Mamaa, Tante Melati dan semuanya. Karena sikap egois dan pengecut aku selama ini, membuat semuanya jadi berantakan. Maafin aku yaa Maa, Tante.. Karena udah buat kalian berdua kecewa.." Reon membungkuk di hadapan Risma dan Melati, lalu mencium tangan mereka.


"Kalau Mamaa mau ngusir aku dari rumah ini, gak apa-apa. Aku terima, cuma satu hal yang aku minta sama Mamaa.. Tolong jangan pisahkan aku dan Putri untuk yang kedua kalinya, apa lagi sekarang Putri lagi hamil anak aku. Cucu Mamaa.." ujar Reon yang tanpa sadar menjatuhkan air matanya, air mata bahagia karena kini istrinya tengah hamil. Namun juga merasa sedih, karena Ia sudah mengecewakan Ibunya.


"Tante memang kecewa sama kamu, Reon.. Tapi dengan semua kenyataan yang ada, Tante harus bisa menerima. Tante memaafkan kamu, dan kamu harus janji satu hal sama Tante. Jangan pernah lagi menyakiti hati wanita, seperti yang kamu lakukan pada Putri. Wanita yang akan menjadi Ibu dari anak-anak kamu.." ucap Melati sambil tersenyum, lalu melirik ke arah Awan.


"Terimakasih yaa Tante, aku akan ingat pesan Tante.." sahut Reon dengan bahagia.


"Sekarang giliran kamu, untuk bisa memaafkan Reon dan menerima Putri serta Bunga untuk menjadi bagian dari keluarga baru kamu, Mel.." ucap Melati pada Risma.


"Iyaa Maa, tolong maafin aku dan terima Putri sebagai menantu Mamaa yang akan memberikan Mamaa banyak cucu nantinya.."


Mendengar kata cucu membuat rasa kecewa Risma menjadi berkurang, Ia pun tersenyum dan langsung memeluk Reon serta Putri. Semua orang yang melihatnya turut merasa senang dan terharu, karena hubungan Ibu dan anak kini telah membaik.


"Maafkan Mamaa juga yaa, karena selama ini sudah bersikap egois dengan hubungan kalian berdua. Tapi sekarang Mamaa merestui hubungan kalian.." seru Risma sembari menatap ke arah Reon dan Putri, lalu memeluknya.


"Terimakasih yaa, Tante.." seru Putri yang kini terlihat sangat bahagia, karena mulai detik ini Ia tidak akan lagi menjadi istri yang di sembunyikan oleh suaminya.


"Jangan panggil Tante dong, panggil Ma-maa..!" sahut Risma.


"Iyaa maaf Tante, ehh maksudnya Ma-maa.." balas Putri yang merasa gugup dan canggung dengan menyebut panggilan itu pada Risma.


"Mulai saat ini, kamu dan Bunga harus tinggal di rumah ini selamanya. Biar Mamaa ada temannya, dan tidak lagi kesepian. Karena Reon selalu sibuk kerja, dan Rena juga sekarang sudah menikah. Jadi dia pasti akan ikut dengan suaminya.." ujar Risma yang membuat semua mata menatap ke arah Rena dan Awan.


"Ohh iyaa, ada pengantin baru di sini. Aku sampai lupa, selamat yaa Ren dan Awan atas pernikahan kalian.. Terimakasih banyak, karena kalian berdua sudah mau menikah. Jadi hubungan pernikahan aku dan Mas Reon tetap baik-baik aja.." ucap Putri sambil memeluk Rena, yang kini telah resmi menjadi adik iparnya.

__ADS_1


"Sama-sama yaa Kak, aku juga senang banget akhirnya Kak Putri dan Bunga bisa tinggal bareng di rumah ini sama Mamaa.." sahut Rena.


"Aku juga mau bilang terimakasih sama kamu, Awan.. Karena kamu udah menyelamatkan acara pernikahan itu dengan mau menikahi Rena, tolong jaga Rena baik-baik yaa..!" ucap Reon seraya menepuk pundak Awan.


"Tenang aja, aku pasti menjaga Rena dengan baik. Karena aku bukan laki-laki pengecut seperti kamu, ohh iyaa maaf, sekarang kamu udah gak pengecut lagi yaa..!" sindir Awan dengan senyuman mengejeknya.


"Kamu ngomong apa sih, Wan..! Gak baik ngomong gitu sama Kak Reon..!" seru Rena sembari mencubit lengan Awan.


"Udah Ren, gak apa-apa kok. Apa yang di bilang sama Awan itu memang benar, sebagai permintaan maaf dan tanda terimakasih Kakak sama kalian berdua. Kakak udah pesan tiket ke kota S, untuk kalian berdua bulan madu.." ucap Reon.


"Serius Kak..?!"


"Iyaa serius, jadi kalian tinggal siap-siap aja.." balas Reon.


Rena yang mendengar itu pun langsung melompat kegirangan seperti anak kecil, membuat semua orang yang ada di ruangan itu menertawakannya. Saat menyadarinya, Rena segera menutup wajahnya dan mengajak Awan untuk segera pergi dari ruangan itu.


"Rena itu masih saja seperti anak kecil, padahal sekarang dia sudah memiliki suami.." ucap Risma sembari tersenyum.


"Iyaa benar, takdir Tuhan memang kita tidak pernah tau.." balas Risma sambil mengajak Melati untuk pindah ke taman belakang, meninggalkan Reon dan Putri serta Pelangi yang masih ada di ruangan itu.


"Aku minta maaf yaa El, dengan apa yang udah terjadi. Aku tau, kamu pasti marah dan sedih.." ucap Reon dengan tulus.


"Dan terimakasih banyak El, atas rencana hebat yang udah kamu buat.." seru Putri sambil tersenyum menatap Pelangi.


"Iyaa Putri, aku juga terimakasih sama kamu. Karena kamu juga mau membantu, sampai rencana kita berhasil. Dan untuk kamu, Reon.. Aku udah maafin kok, tapi kamu harus ingat. Jangan pernah menyakiti hati Putri lagi..!" seru Pelangi.


"Iyaa iyaa, aku tau. Aku gak akan menjadi laki-laki pengecut lagi, tapi yang tadi kalian berdua omongin. Maksudnya rencana apa yang berhasil..?!" tanya Reon yang merasa penasaran, dengan rencana apa yang sudah kedua wanita itu lakukan.


"Soal itu aku serahkan ke kamu untuk menjawabnya, Putri.." sahut Pelangi yang beranjak dari tempat duduknya, lalu pergi meninggalkan Putri yang kini tengah tersenyum menatap Reon.


🌠


🌠

__ADS_1


Malam harinya, Pelangi yang sedang berbaring di tempat tidur sambil menatap foto Bintang di buat terkejut, saat tiba-tiba pintu kamarnya di buka. Ia pun segera bergegas menyimpan foto Bintang di bawah bantalnya, lalu melihat siapa orang yang masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.


"Mamii..!"


"Apa Mamii mengganggu kamu, El..?" tanya Melati yang melihat ekspresi wajah terkejut pada Pelangi.


"Gak ganggu kok Mii, cuma aku kaget aja. Habis Mamii gak ketuk pintu dulu.." sahut Pelangi.


"Mamii sudah ketuk pintu tadi, tapi tidak ada jawaban dari kamu. Yaa sudah Mamii masuk saja, kebetulan pintu kamar kamu juga tidak di kunci.." ujar Melati yang kini duduk di samping putrinya semata wayangnya itu, lalu membelai rambut panjang milik Pelangi.


"Masa sih Mii..?! Mungkin aku gak kedengaran tadi,hee.." balas Pelangi sambil menggaruk kepalanya.


"Atau mungkin, itu karena kamu lagi sibuk memikirkan sese'orang.." tebak Melati dengan asal.


"Mamii apaan sih, aku gak ada mikirin siapa-siapa kok.." sahut Pelangi yang sebenarnya sejak tadi Ia memang sedang memikirkan dan merindukan Bintang.


"Mamii minta maaf sama kamu yaa sayang, maaf kalau selama ini Mamii sudah egois dengan keinginan Mamii dan tidak memikirkan tentang perasaan kamu.." ujar Melati sembari menghela nafasnya dengan dalam, Ia merasa sangat bersalah pada Pelangi. Karena sudah memaksakan kehendaknya untuk menjodohkan Pelangi dengan Reon, yang pada akhirnya justru tidak sesuai dengan yang Ia harapkan dan rencanakan.


"Iyaa Mii, gak apa-apa kok. Aku tau, kalau Mamii melakukan itu semua karena Mamii sayang banget sama aku. Benar kan, Mii..?!" seru Pelangi yang langsung memeluk Ibunya.


"Terimakasih yaa sayang, Mamii memang benar-benar sangat menyayangi kamu, El.." sahut Melati sembari membalas pelukan dari putrinya.


"Oh yaa Mii, aku pengen jalan-jalan ke luar kota, boleh kan, Mii..?!" tanya Pelangi yang tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk meminta izin dari Melati, karena Ia pikir saat ini adalah waktu yang tepat.


"Jalan-jalan ke luar kota, tapi dengan siapa..? Kalau perginya dengan Bintang, Mamii boleh-boleh saja.." ujar Melati yang sampai saat ini masih belum tahu, bahwa Bintang sedang berada di luar kota.


"Iyaa sama Bintang, Mii.. Jadi beneran boleh kan Mii, aku seneng banget. Terimakasih yaa, Mii.." seru Pelangi sambil memeluk erat Melati.


Sama-sama sayang, Mamii juga senang kalau kamu senang. Setelah semua yang terjadi, kamu pasti butuh liburan.." ucap Melati sambil tersenyum bahagia...


Bersambung...


🙏😊 A59🌠

__ADS_1


__ADS_2