
Reon yang kini tiba di depan sebuah rumah kontrakan, segera turun dari mobil sambil membawa banyak barang yang Ia beli saat di dalam perjalanan. Lalu terlihat se'orang wanita yang menyambutnya dengan hangat, senyuman penuh cinta terukir indah di bibirnya dan keduanya pun langsung masuk ke dalam rumah.
"Mas kangen banget sama kamu, Putri.." ucap Reon seraya memeluk erat tubuh wanitanya itu, yang belakangan ini sudah jarang Ia temui.
"Aku juga Mas, kangen banget sama kamu.." sahut Putri sambil membalas pelukan Reon, pria yang sangat Ia cintai dan rindukan akhir-akhir ini.
Reon pun melepaskan pelukannya pada Putri, di tatapnya wajah wanita yang ada di hadapannya itu dengan perasaan hati yang sendu.
"Maafin Mas yaa, karena udah jarang lihatin kamu dan juga Bunga.." ucap Reon dengan raut wajah sedih.
"Aku gak apa-apa Mas, yang penting Mas dalam keadaan baik-baik aja. Oh iyaa, Bunga tanyain kamu terus Mas, katanya kangen pengen di ajak jalan-jalan lagi sama kamu.." ujar Putri.
"Iyaa Putri, kapan-kapan kalau Mas gak sibuk pasti Mas akan ajak jalan-jalan Bunga dan kamu juga. Mas minta maaf yaa, karena udah lama ini jarang ada waktu buat kamu.." ucap Reon seraya membelai rambut panjang milik Putri.
"Gak apa-apa Mas, aku bisa ngerti kok. Kamu pasti lagi sibuk sama pekerjaan kamu di kantor, jadi jangan terlalu kamu paksain untuk bisa datang ke sini.." balas Putri sambil tersenyum.
Melihat senyuman Putri itu, sudah bisa membuat se'orang Reon merasa tenang dan bahagia. Wanita yang dari beberapa tahun yang lalu Ia cintai, hingga saat Reon mencoba mengenalkan dan meminta restu pada Ibunya untuk menikahi Putri. Namun bukan hanya penolakan yang di terima oleh Reon dan Putri, melainkan juga hinaan.
"Mas,, Mas Reon..! Kok malah bengong sih..?!" seru Putri sambil mengguncangkan tubuh Reon.
"Ehh,,iyaa maaf Put, Mas gak bengong kok.." sahut Reon dengan tersenyum.
"Mas mikir apa sih..? Apa ada masalah..?" tanya Putri yang melihat perubahan pada raut wajah Reon.
"Gak ada masalah apa-apa kok, Mas cuma sedih aja karena kita harus menjalani hubungan kita ini secara diam-diam.." ujar Reon.
"Mas yakin cuma karena itu..?" tanya Putri lagi yang merasa bahwa Reon menyembunyikan sesuatu darinya.
"Iyaa yakin, memang kenapa..? Apa kamu udah gak percaya lagi sama Mas..?" ucap Reon yang balik bertanya.
"Aku percaya kok sama Mas, cuma aku gak mau kalau Mas ada masalah terus gak cerita ke aku.." sahut Putri.
"Tapi memang gak ada masalah apa-apa kok, jadi kamu jangan mikir yang bukan-bukan yaa.." balas Reon sambil mendekap tubuh Putri dengan erat.
"Mas sekarang pulang yaa, udah malam. Nanti Ibu Mas nyariin lagi.." seru Putri.
"Kamu ngusir Mas..? Padahal Mas kan masih kangen banget sama kamu.." sahut Reon.
"Gak ngusir Mas, aku juga masih kangen kok sama Mas. Cuma sekarang kan udah malam, besok juga Mas harus kerja.." jelas Putri pada Reon yang masih memeluknya.
__ADS_1
"Yaa udah kalau gitu, Mas pamit yaa.. Kamu dan Bunga jaga diri baik-baik, kalau ada apa-apa langsung kabari Mas.." ucap Reon.
"Iyaa Mas, aku dan Bunga akan jaga diri baik-baik kok. Mas juga baik-baik di sana yaa, jaga kesehatannya.." balas Putri sambil tersenyum.
"Ini untuk kebutuhan kamu sama Bunga.." seru Reon sambil memberikan sebuah amplop berisi uang pada Putri.
"Tapi yang waktu itu Mas kasih masih ada kok, Mas.." sahut Putri.
"Gak apa-apa, kamu simpan aja. Kamu jangan terlalu hemat, aku kerja cari uang kan memang buat kamu dan Bunga.." ujar Reon yang tahu betul, bahwa Putri memang sangat pandai dalam mengatur keuangan.
"Iyaa iyaa Mas, aku gak terlalu hemat kok.." balas Putri.
"Yaa udah Mas pulang dulu, kamu baik-baik di rumah.." ucap Reon seraya mencium kening Putri.
"Mas hati-hati di jalan yaa, jangan ngebut.." pesan Putri.
"Iyaa siap, cantik..!!" seru Reon sambil tersenyum dan melambaikan tangannya pada Putri, lalu melajukan mobilnya.
🌠
🌠
"Pelangi sudah pulang, Bin..?" tanya Ibu tiba-tiba.
"Iyaa udah Bu, baru aja. Kirain Ibu udah tidur, jadi tadi Pelangi gak pamit sama Ibu.." ujar Bintang.
"Iyaa gak apa-apa, Bin.." sahut Ibu.
"Maafin Bintang yaa Bu, pasti Ibu marah dan kecewa sama Bintang.." ucap Bintang yang tertunduk.
"Awalnya Ibu memang kecewa, tapi setelah Ibu pikirkan lagi. Ibu sadar, kalau perasaan memang tidak bisa di atur dan di paksa. Ibu cuma bisa berdo'a dan berharap, kali ini kamu tidak akan di kecewakan lagi.." ujar Ibu.
"Iyaa Bu, kalau soal kecewa. Mungkin untuk kali ini Bintang akan lebih siap untuk menerimanya, karena Bintang gak berharap banyak sama Pelangi.." ucap Bintang.
"Syukurlah kalau begitu, Ibu cuma tidak mau kamu kembali terpuruk seperti waktu itu, Bintang.." balas Ibu seraya menarik nafasnya.
"Iyaa Bu, Bintang ngerti kok. Tapi Ibu tenang aja yaa, Bintang gak akan seperti itu lagi kok.." ucap Bintang sambil tersenyum.
"Yaa sudah kalau begitu, sekarang kita tidur yaa.. Kamu jangan begadang.." ujar Ibu sambil bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan menuju ke arah kamar.
__ADS_1
Tidak menunggu waktu lama, Bintang pun segera masuk ke dalam kamar. Lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, sambil melihat ponselnya yang sejak tadi terlihat menyala karena ada banyak pesan masuk dari Pelangi.
Setelah membaca dan membalasnya, Bintang pun mulai memejamkan mata. Karena rasa kantuk kini sudah tidak bisa lagi Ia tahan, hingga pesan dari Pelangi tidak lagi Ia balas.
"Kemana sih nih anak, di tungguin gak di balas-balas juga..!" seru Pelangi yang merasa kesal, karena menunggu balasan pesan dari Bintang yang juga belum ada.
"Pasti ketiduran nih anak, awas aja besok.." gumam Pelangi dalam hati, dan kini Ia pun memilih untuk tidur. Menanti hari esok, untuk bisa berjumpa kembali dengan Bintang yang kini telah menjadi bagian dari hidupnya.
Tokk,, tokk,, tokkk...
"Bintang..! Bangun Bin..!" teriak Ibu dari luar kamar, sambil mengetuk pintu kamar Bintang.
Bintang yang terkejut dengan suara ketukan dan juga suara Ibunya, membuatnya langsung terbangun dan membuka mata.
"Iyaa Bu..!" sahut Bintang sambil melihat jam yang ada di ponselnya.
"Yaahh,, lupa pasang alarm lagi, kesiangan deh nih.." ucap Bintang seraya bergegas mengambil handuk dan berjalan keluar kamar menuju kamar mandi.
"Tumben kamu kesiangan Bin, biasanya pagi terus.." seru Ibu yang melihat putri kesayangannya itu berjalan ke arah kamar mandi dengan terburu-buru.
"Lupa pasang alarm, Bu.." sahut Bintang sambil masuk ke kamar mandi, dan segera membersihkan dirinya.
Selesai mandi dan mengenakan pakaian, Bintang pun segera menuju ke meja makan untuk sarapan. Di sana sudah ada Ibu yang menunggunya sejak tadi, lalu menyerahkan piring berisi nasi goreng pada Bintang.
"Pelan-pelan makannya Bin, nanti tersedak kalau terburu-buru seperti itu.." ujar Ibu yang melihat Bintang makan dengan tergesa-gesa.
"Iyaa Bu, takut telat nanti sampai ke tokonya.." sahut Bintang.
"Memang kalau sesekali telat kenapa..? Apa nanti pacar kamu marah..?" tanya Ibu sambil tersenyum.
"Uhukkk,, uhukkk.." mendengar ucapan Ibunya itu, membuat Bintang pun tersedak dan Ibu pun segera memberikannya air minum.
"Ibu kan sudah bilang, makannya pelan-pelan.." seru Ibu.
"Habis Ibu ngomong gitu sih.." balas Bintang yang telah menyelesaikan sarapannya.
Setelah berpamitan pada Ibu, Bintang segera pergi menuju toko. Karena Ia tahu, bahwa Pelangi pasti saat ini sudah lebih dulu tiba di sana dan menunggunya...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59🌠