Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Kecewa


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Awan di sambut oleh Pelangi dan Ibunya yang tampak sangat terkejut karena melihat Awan dalam keadaan yang mabuk berat. Keduanya pun tidak tinggal diam, mereka langsung membantu Awan untuk masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Terdengar suara Awan yang terus saja menyebut nama Bintang dan memarahinya, membuat Pelangi dan Ibunya saling bertatapan. Mereka mencoba menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi pada Awan, hingga membuatnya jadi mabuk seperti ini.


"Biarkan Awan istirahat dulu, kita keluar saja, El.. Ada yang Mamii mau tanyakan sama kamu.." ucap Melati pada Pelangi, sembari meninggalkan Awan yang kini sudah tidak sadarkan diri karena pengaruh alkohol dari minuman yang Ia minum.


"Sebenarnya apa yang terjadi, Kak..? Kenapa Awan menyebut nama Bintang..? Kamu pasti tau sesuatu kan, sekarang cerita ke Mamii.." tanya Melati menyelidik.


Pelangi menarik nafasnya dengan dalam, lalu mulai menceritakan semua yang Ia ketahui tentang Awan yang menyukai Bintang. Tanpa ada sedikitpun yang Pelangi tutupi dari Ibunya, meski dalam hati Ia merasa bersalah pada Awan. Karena dari awal, Awan telah meminta padanya untuk berjanji agar tidak memberitahu apapun pada Ibunya.


"Gitu ceritanya, Mii.." seru Pelangi yang telah menyelesaikan ceritanya.


"Ohh, jadi begitu, apa mungkin Awan minum minuman beralkohol karena ada kaitannya dengan Bintang yaa, Kak..?" tanya Melati pada putrinya.


"Sepertinya sih iyaa Mii, padahal udah lama ini Awan gak menyentuh minuman haram itu. Sekarang jadi gitu lagi,mmmh.." ujar Pelangi yang sangat menyayangkan sikap adiknya yang kembali pada minuman keras seperti waktu dulu.


"Sepertinya Awan benar-benar sangat menyukai Bintang, sampai dia jadi seperti ini sekarang karena di tolak oleh Bintang.." ucap Melati yang merasa sedih atas apa yang di alami oleh putranya itu.


"Aku juga gak nyangka lho Mii, kok bisa yaa Bintang nolak Awan. Memang sih Bintang udah punya pacar, tapi yaa setidaknya dia ada rasa suka atau tertarik sedikit gitu. Tapi ini gak ada sama sekali, malah biasa aja. Aneh kan, Mii.." ujar Pelangi yang merasa heran.


"Itu berarti Bintang se'orang yang setia dan dia juga benar-benar menyayangi pacarnya, lagi pula kenapa Awan harus menyukai wanita yang sudah punya pacar.." seru Melati.


"Namanya juga perasaan Mii, mana bisa kita atur-atur harus suka dan jangan suka sama siapa.." sahut Pelangi.


"Memang benar sih Kak, cuma kan masih banyak perempuan lain di luar sana selain Bintang. Lagi pula Mamii juga yakin, pasti banyak yang mau sama adik kamu itu.." ujar Melati dengan bangganya.


"Iyaa sih Mii, tapi kan Awan gitu. Masih suka main-main, senang-senang sana-sini. Giliran beneran suka sama cewek, ehh malah pacar orang,hehee.." seru Pelangi dengan senyum mengejek.


"Mamii jadi kasian, tapi perasaan memang tidak bisa di paksakan. Besok Mamii coba ngomong sama Awan, Mamii tidak mau dia jadi kembali lagi ke minum-minuman seperti dulu.." ucap Melati.


"Iyaa Mii, nanti aku coba nasehatin dia. Aku juga jadi gak enak sama Bintang, Mii.. Takutnya karena masalah ini, dia jadi gak nyaman kerja sama aku lagi.." seru Pelangi.


"Coba besok kamu ngobrol sama Bintang, masalah Awan tidak ada kaitannya dengan pekerjaan.." sahut Melati.


"Iyaa Mii, besok aku ngomong sama Bintang. Kalau gitu aku mau masuk kamar dulu, Mamii juga istirahat yaa.. Jangan banyak pikiran, Awan pasti akan baik-baik aja, Mii.." ujar Pelangi pada Ibunya.


"Iyaa sayang, Mamii tidak apa-apa kok. Yaa sudah kamu istirahat, pasti capek kan.." seru Melati sambil tersenyum.


Pelangi pun segera berjalan menuju ke kamarnya, meninggalkan Ibunya yang masih duduk di sofa ruang tengah. Terlihat raut wajahnya yang seolah sedang memikirkan sesuatu, sambil menghela nafasnya dengan berat.

__ADS_1


~***********~


Esok paginya, terlihat Melati yang sedang duduk menunggu putranya yang masih belum keluar dari kamar. Sedangkan Pelangi tengah bersiap-siap untuk pergi ke toko, lalu Ia pun berpamitan pada Ibunya.


"Mii, aku ke toko dulu yaa.." seru Pelangi seraya menyalami tangan Ibunya.


"Iyaa Kak, kamu hati-hati yaa.." balas Melati.


"Siap Mii..!" sahut Pelangi sambil berjalan menuju pintu keluar, lalu menghampiri sepeda motornya yang sudah terparkir di depan halaman.


Tak lama setelah kepergian Pelangi, Awan pun keluar dari kamarnya dengan raut wajah yang terlihat pucat. Ia berjalan perlahan menuju meja makan, sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sangat berat dan pusing.


"Kamu sarapan dulu, setelah itu Mamii mau bicara sama kamu.." seru Melati yang menatap tajam ke arah Awan.


"Iyaa Mii.." balas Awan yang mulai merasa cemas dengan sikap Ibunya yang terlihat tidak seperti biasa.


"Ini pasti karena tadi malam aku pulang dalam keadaan mabuk, harusnya aku gak minum terlalu banyak..!" gumam Awan dalam hati.


Selesai sarapan, Awan segera berjalan menghampiri Ibunya yang telah menunggunya sejak tadi. Ia duduk di sofa tidak jauh dari Ibunya, dengan wajah yang tertunduk lesu dan merasa bersalah.


"Mamii kecewa sama kamu, Awan.. Mamii pikir kamu tidak akan pernah lagi menyentuh minuman keras, tapi tadi malam kamu justru pulang dalam keadaan mabuk berat.." ucap Melati.


Awan tidak meneruskan perkataannya, Ia menarik nafasnya sambil merasa menyesal karena telah membuat Ibunya merasa kecewa terhadap perbuatannya.


"Rasa sakit hati kamu sama Bintang maksudnya..?! Kamu bukan anak kecil lagi Wan, harusnya kamu bisa berpikir jernih mana hal yang baik dan buruk. Jangan biarkan kejadian dulu sampai terulang lagi.."


Ujar Melati yang masih bisa mengingat dengan jelas, bagaimana putranya itu dulu pernah terpuruk dan kecanduan minuman keras hanya karena masalah cinta. Awan di tinggalkan oleh wanita yang sangat di cintainya, karena wanita itu memilih laki-laki lain.


"Kok Mamii tau..? Pasti Kak Pelangi yang cerita,mmmh.." sahut Awan yang merasa kesal, karena Kakaknya tidak bisa menepati janjinya untuk tidak bercerita apapun pada Ibunya.


"Mamii yang minta Kak Pelangi untuk cerita semuanya, jadi jangan salahkan Kakak kamu.." ucap Melati.


"Iyaa Mii, maafin aku.." balas Awan.


"Sekali lagi kamu minum minuman keras, Mamii akan tarik semua fasilitas yang Mamii berikan buat kamu, Awan..! Kalau perlu Mamii akan kirim kamu pergi ke luar kota, untuk tinggal dan mengurus perkebunan kita yang ada di sana.." ancam Melati pada putranya.


"Aku gak mau Mii, aku janji gak akan minum minuman keras lagi. Tolong maafin Awan yaa, Mii.." pinta Awan sambil berlutut di hadapan Ibunya, sambil terus menciumi tangan dan memohon.


"Baiklah, kali ini akan Mamii maafkan. Tapi kalau kamu ulangi, kamu sudah tau kan akibatnya.." ucap Melati dengan penuh penekanan.

__ADS_1


"Iyaa aku tau, Mii.. Terimakasih yaa, Mii.." seru Awan yang langsung memeluk tubuh Ibunya.


Di tempat yang lain, Pelangi dan Bintang sedang sibuk merapikan barang-barang yang ada di toko. Terlihat Pelangi yang sesekali melirik ke arah Bintang, Ia ingin mengajak Bintang untuk berbicara. Namun niatnya Ia urungkan, melihatmu Bintang yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya waktu untuk bisa mengajak Bintang berbicara pun telah tiba. Pelangi menghampiri Bintang yang tengah duduk santai sambil memegang ponselnya, karena keadaan toko yang kebetulan juga sedang sepi saat itu.


"Bin,, bisa ngomong sebentar gak..?" tanya Pelangi.


"Iyaa, ngomong aja.." balas Bintang.


"Tadi malam Awan pulang ke rumah dalam keadaan mabuk.." ujar Pelangi.


"Terus..?" tanya Bintang yang masih terlihat acuh.


"Apa sebelumnya Awan ada datang ke rumah kamu, Bin..?" tanya Pelangi dengan hati-hati.


"Iyaa ada.." jawab Bintang.


"Terus apa yang kalian omongin dan apa terjadi sesuatu..?" tanya Pelangi yang merasa sangat penasaran.


Bintang lalu menceritakan semuanya, tentang percakapannya bersama Awan tadi malam di rumah. Terutama dengan perkataan Awan yang sudah menyinggung perasaan Bintang, dan membuatnya jadi merasa tidak nyaman untuk bekerja di toko milik keluarga Pelangi.


"Jadi gitu yaa, tolong kamu maafin Awan yaa, Bin.. Dia ngomong seperti itu ke kamu pasti karena lagi emosi dan marah sama kamu, jangan di ambil hati yaa.." ucap Pelangi yang jadi merasa tidak enak sendiri atas perkataan dan sikap adiknya terhadap Bintang.


"Udah aku maafin.." balas Bintang.


"Terimakasih yaa Bin, aku harap kamu masih mau tetap kerja di sini sama aku. Masalah Awan, nanti aku akan nasehatin dia untuk gak ganggu kamu lagi.." ujar Pelangi.


"Iyaa gak apa-apa, terimakasih.." sahut Bintang.


"Kamu marah yaa, Bin..? Kok ngomongnya singkat-singkat gitu.." tanya Pelangi.


"Gak marah kok.." seru Bintang sambil bangkit dari tempat duduknya untuk melayani pembeli yang baru saja datang.


"Tuh anak jutek aja terus,mmmh.." gumam Pelangi yang kini memilih pindah tempat duduk di dekat meja kasirnya.


Suasana sepi kini kembali ramai, saat para pembeli mulai berdatangan lagi ke toko. Pelangi pun segera membantu Bintang yang terlihat kerepotan, keduanya bekerja sama dengan baik. Hingga untuk sesaat, masalah tentang Awan pun terlupakan...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2