
Sudah beberapa hari ini, sejak makan malam di rumah Bintang waktu itu. Pelangi terlihat tidak seperti biasanya, Bintang yang menyadari akan hal itu telah mencoba untuk bertanya. Namun Pelangi selalu saja menjawab, bahwa tidak ada apa-apa dan dirinya baik-baik saja.
Seperti pagi ini, jika biasanya Pelangi langsung menyambut Bintang dengan hangat dan menyapanya. Tapi Pelangi hanya tersenyum tanpa banyak bicara, dan kembali menyibukkan dirinya.
"Apa kamu ada masalah, El..?" tanya Bintang yang tidak bisa menahan diri untuk bertanya, meski sudah tahu bahwa jawaban Pelangi akan tetap sama.
"Gak ada masalah apa-apa kok, Biyang.." jawab Pelangi seraya tersenyum, Ia berusaha untuk menutupi tentang apa yang beberapa hari ini menjadi pikirannya.
"Terus kenapa akhir-akhir ini kamu kelihatan beda, gak seperti biasanya gitu. Apa aku ada salah yaa..?" tanya Bintang lagi.
"Kamu gak ada salah apa-apa kok, dan aku juga gak berubah. Aku tetap sayang sama kamu, Biyang.." jawab Pelangi sambil mencubit pipi Bintang dengan gemasnya.
"Maafin aku yaa Bin, aku gak mungkin cerita ke kamu soal omongan Ibu kamu malam itu.." gumam Pelangi dalam hati sambil menarik nafasnya.
"Aku tanya apa, jawabnya apa,mmmh.." sahut Bintang yang merasa tidak puas dengan jawaban yang di berikan oleh Pelangi.
"Yaa udah kamu lanjut kerja dulu, jangan cemberut gitu dong. Sini cium dulu, biar semangat.." seru Pelangi sambil mencium pipi Bintang.
Bintang yang mendapatkan ciuman dari Pelangi pun hanya tersenyum, dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Meski dalam hati Ia masih penasaran, dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Pelangi. Namun Ia juga tidak ingin memaksanya, tapi Bintang sempat berpikir bahwa itu ada kaitan dengan Ibunya.
🌠
Sepulangnya dari toko, Bintang lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai semuanya, Ia mencari keberadaan Ibunya yang kebetulan saat itu terlihat duduk santai di kursi teras rumah.
"Tumben jam segini Ibu masih duduk di luar..? Biasanya kan nonton acara kesukaan Ibu tuh di TV.." tanya Bintang sambil duduk di samping Ibunya.
"Ibu masih mau lihat anak-anak bermain, Bin.. Jadi kangen sama cucu Ibu.." balas Ibu.
"Yaa udah suruh aja Kakak dan cucu Ibu pulang, biar Ibu bisa maen bareng sama cucu kesayangan Ibu itu.." ujar Bintang.
"Ibu sudah menyuruh Kakak dan ponakan kamu untuk pulang, tapi mereka belum bisa. Katanya Ayah Rahma masih sibuk, masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan di sana.." jelas Ibu.
"Oh gitu, yaa udah Ibu sabar aja dulu, nanti mereka juga pasti pulang.." balas Bintang.
"Iyaa Bin, kita berdo'a saja.." sahut Ibu.
"Oh yaa Bu, Bintang mau tanya sesuatu sama Ibu.." ucap Bintang yang memberanikan diri untuk bertanya.
__ADS_1
"Iyaa Bin ada apa, kamu tanya saja.." balas Ibu.
"Apa Ibu ada ngomong sesuatu apa gitu sama Pelangi..?" tanya Bintang.
"Memangnya ada apa, Bin..? Apa Pelangi ada cerita sesuatu sama kamu..?" ucap Ibu yang justru balik bertanya.
"Gak ada Bu, Pelangi gak ada cerita apa-apa. Makanya Bintang tanya ke Ibu.." sahut Bintang.
"Ohh, jadi begitu, Ibu cuma bicara apa yang seharusnya Ibu bicarakan, Bin.." ujar Ibu dengan raut wajah yang terlihat serius.
"Maksud Ibu gimana..? Memang Ibu ngomong apa ke Pelangi..?" tanya Bintang yang semakin merasa penasaran.
"Nanti kamu juga akan tahu, Bin.. Ibu mau masuk ke dalam dulu, kamu cepat nyusul. Sekarang sudah mau magrib.." ujar Ibu yang berjalan masuk ke dalam rumah, meninggalkan Bintang yang masih bertanya-tanya. Tentang apa yang sebenarnya Ibu dan Pelangi telah bicarakan malam itu.
Bintang yang masih memikirkan tentang ucapan Ibunya barusan, mencoba untuk menerka-nerka. Namun Ia masih belum tahu pasti, apa yang telah Ibunya katakan pada Pelangi.
"Lebih baik besok aku tanya langsung aja ke Pelangi.." ucap Bintang dalam hati, seraya masuk ke dalam rumah karena hari sudah semakin gelap.
🌠
🌠
"Akhirnya, dapat semangat dan dukungan juga. Aku gak akan nyerah, aku pasti bisa..!" seru Pelangi pada dirinya sendiri.
Untuk menghibur dirinya, Pelangi pun mendengarkan musik yang Ia suka. Sambil memandangi foto Bintang, yang ada di dalam ponsel miliknya. Sambil sesekali Ia usap dan ajak bicara, sambil tersenyum se'orang diri.
Tokk,, tokk,, tokkk...
Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar, yang membuat Pelangi terpaksa bangkit dari tempat tidurnya. Untuk melihat, siapa yang mengetuk pintu kamarnya.
"Ehh,, Bik Ira. Ada apa yaa, Bik..?" tanya Pelangi pada Bik Ira.
"Non Pelangi di panggil sama Ibu.." ucap Bik Ira.
"Oh gitu, yaa udah sebentar lagi aku temui Mamii, Bik.." sahut Pelangi.
"Baik, Non.." balas Bik Ira yang langsung berlalu pergi.
__ADS_1
Pelangi yang telah keluar dari kamarnya, kini berjalan ke arah ruang keluarga. Di sana terlihat ada Ibu dan adiknya, yang tengah asyik mengobrol.
"Ada apa yaa, Mii..?" tanya Pelangi sambil menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.
"Mamii mau ajak kamu dan Awan jalan-jalan, sudah lama kita tidak jalan-jalan bareng. Apa lagi sejak kamu sibuk dengan toko.." ujar Melati pada Pelangi.
"Gaklah Mii, aku mau di rumah aja. Mamii sama Awan aja yang pergi.." sahut Pelangi.
"Ayolah Kak ikut, masa iyaa cuma aku sama Mamii aja. Kan gak asyik, yaa kan, Mii..!" seru Awan sambil menoleh ke arah Ibunya.
"Iyaa benar apa yang di katakan sama Awan, Kak.." ucap Melati yang ikut menimpali.
"Tapi aku mau istirahat Mii, rasanya masih capek.." balas Pelangi yang berusaha mencari alasan, karena sebenarnya Ia merasa sangat malas untuk keluar dengan suasana hatinya yang sedang tidak baik-baik saja.
"Yaa sudah kalau begitu, lain kali saja kita jalan-jalannya.." ucap Melati.
"Mamii kalau mau jalan-jalan, yaa jalan-jalan aja. Gak harus ada aku juga Mii, kan bisa ngajak Bik Ira, Bagas dan yang lainnya biar rame.." ujar Pelangi yang tidak ingin membuat Ibunya membatalkan keinginannnya untuk jalan-jalan.
"Memang Kakak tidak apa-apa di rumah sendiri..?" tanya Melati pada putri semata wayangnya itu.
"Yaa gak apa-apa Mii, tenang aja. Kan ada Pak satpam yang jaga di luar.." sahut Pelangi sambil tersenyum.
"Yaa sudah kalau begitu, Mamii mau bilang ke Bik Ira dulu untuk siap-siap.." ucap Melati sambil bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju dapur.
"Kakak yakin gak mau ikut..?" tanya Awan yang ingin memastikan.
"Iyaa Wan, Kakak mau istirahat aja di rumah.." jawab Pelangi.
"Yaa udah deh kalau gitu, ada yang mau di titip gak, Kak..?" tanya Awan lagi.
"Mau titip apa yaa,mmmh.. Ohh iyaa, Kakak titip pacar satu yaa,hehehee..." ucap Pelangi seraya tertawa.
"Boleh-boleh Kak, jangankan satu. Nanti Awan bawain sepuluh buat Kakak, biar Kakak bisa milih,hahaa.." sahut Awan yang juga ikut tertawa.
"Kamu ini ada-ada aja, yaa udah Kakak mau masuk ke kamar dulu.." seru Pelangi yang kini berjalan ke arah kamarnya, meninggalkan Awan yang juga masuk ke dalam kamar untuk bersiap-siap...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59🌠