Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Waktunya Untuk Pulang


__ADS_3

"Aku tau kalau kamu cemburu sama aku, itu wajar dan aku juga bisa ngerti. Tapi kamu tenang aja Pelangi, karena aku tau kok kalau Bintang sangat menyayangi dan mencintai kamu. Dia selalu sungguh-sungguh dengan perasaannya, dan aku harap kamu bisa membahagiakannya.." ujar Sarah dengan tulus.


"Terimakasih udah di ingetin, aku pasti akan bahagiain Bintang. Karena aku juga sangat sayang dan cinta sama dia, kamu gak usah khawatir.." sahut Pelangi sambil membalikkan badannya.


"Tunggu, El..!"


"Mmmh, apa lagi, Sarah..?!" tanya Pelangi sambil menarik nafasnya dengan kesal, karena Ia tidak ingin berlama-lama berbicara dengan wanita yang berstatus sebagai mantan dari kekasihnya itu.


"Satu hal lagi yang harus kamu ingat, kalau kamu sampai menyakiti atau mengecewakan Bintang. Aku akan merebutnya kembali dari kamu, apapun caranya..!" tegas Sarah dengan nada yang terdengar sangat serius, membuat Pelangi berpikir bahwa itu seperti sebuah ancaman atau mungkin tantangan baginya.


"Aku gak akan pernah membiarkan hal itu terjadi, jadi kamu jangan pernah berharap untuk bisa bersama Bintang lagi.." balas Pelangi sambil tersenyum, lalu berjalan memasuki kost-an di ikuti oleh Sarah di belakangnya.


Pelangi yang ingin secepatnya kembali ke hotel, segera memesan taksi online. Karena Ia merasa jengah melihat Sarah berada di antara mereka, terlebih setelah apa yang di ucapkan oleh Sarah tadi padanya.


"Ayo kita balik ke hotel Bin, mobilnya udah jemput tuh..!" seru Pelangi sambil bangkit dari tempat duduknya, setelah berpamitan pada Anya, Nindy dan juga Sarah. Bintang dan Pelangi pun segera masuk ke dalam mobil yang akan membawa mereka menuju hotel, lewat jendela mobil Bintang melambaikan tangannya pada teman-temannya itu.


Setelah kepergian Bintang dan Pelangi, kini tangis Sarah pun pecah. Ia tidak bisa lagi membendungnya, entah kenapa Sarah merasakan telah kehilangan Bintang untuk yang kedua kalinya. Mungkin karena Ia berpikir, bahwa Bintang kini telah menemukan sese'orang yang benar-benar tulus menyayanginya.


"Kamu yang sabar yaa Sarah.." ucap Nindy yang berusaha menenangkan Sarah, lalu memeluknya.


"Andai aja waktu bisa di putar kembali, aku gak mau ngelakuin kesalahan itu. Aku gak akan mengkhianati Bintang saat itu, Nin.." ujar Sarah yang mengingat jelas, apa yang telah menyebabkan dirinya dan Bintang berpisah beberapa tahun yang lalu.


"Aku benar-benar menyesal, aku memang bodoh banget karena udah menyia-nyiakan Bintang saat itu. Karena sampai sekarang pun aku masih sangat menyayangi dia.." Sarah terus menangis melepaskan setiap kesedihan dan rasa penyesalannya terhadap Bintang.


"Tapi semua udah terjadi dan udah berlalu juga Sarah, sekarang Bintang udah bersama Pelangi dan kamu juga udah punya Sandra. Lebih baik kamu hargai apa yang kamu miliki saat ini.." seru Anya yang tidak ingin Sarah terus-menerus larut dalam kesedihan dan penyesalan tentang masa lalunya bersama Bintang.


"Benar apa yang di katakan sama Anya itu Sarah, kamu gak bisa terus-terusan seperti ini. Gimana dengan perasaan Sandra, kalau dia tau selama ini kamu masih memiliki rasa sama Bintang. Pasti dia akan sedih dan kecewa.." ujar Nindy menasehati.


"Sandra memang udah tau sejak lama soal ini, Nin.." sahut Sarah yang membuat Anya dan Nindy terperangah.

__ADS_1


"Terus Sandra gimana..?!" tanya Nindy yang tidak menyangka, bahwa hubungan Sarah dan Sandra selama ini ternyata tidak baik-baik saja seperti yang terlihat oleh mereka.


"Sandra bisa ngerti, dan dia berusaha keras untuk membuat aku lupa dengan Bintang. Agar perasaan aku juga bisa sepenuhnya buat dia, tapi ternyata itu gak mudah. Aku masih memiliki perasaan itu buat Bintang, bahkan sampai detik ini.." jelas Sarah yang merasa bahwa selama Ia mengenal cinta, hanya bersama Bintang Ia bisa merasakan begitu sangat di cintai, di mengerti dan di anggap segalanya.


"Kok bisa sih Sarah..?! Padahal kan kalian udah putus beberapa tahun yang lalu.." tanya Anya yang merasa penasaran, dengan apa yang membuat Sarah terus mencintai Bintang dan tidak bisa melupakannya.


"Karena saat bersama Bintang, aku bisa merasakan dan mendapatkan sesuatu yang tidak bisa di berikan oleh orang lain buat aku, Nya.." jawab Sarah sambil mengingat sesuatu itu.


"Apa sesuatu itu, Sarah..?!" tanya Nindy yang tidak kalah penasarannya.


"Maaf yaa, tapi aku gak bisa memberitahu kalian berdua.." balas Sarah.


"Jangan-jangan sesuatu itu,mmmm.." ucap Anya seraya memikirkan sesuatu. "Apa yaa, kamu tau gak, Yank..?!" tanya Anya pada Nindy.


"Entahlah sayang, aku juga gak tau sesuatu itu apa. Ayo ngomong aja Sarah, kita berdua penasaran banget nih pengen tau.." pinta Nindy pada Sarah.


"Udah lupain aja, kan cuma masa lalu,hee.. Cukup aku dan Bintang yang tau, kalau gitu aku pamit pulang dulu Nin, Anya.. Udah malam nih..!" seru Sarah sambil bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan keluar meninggalkan Anya dan Nindy yang masih penasaran dan bertanya-tanya tentang apakah sesuatu yang di katakan oleh Sarah itu.


🐝


🐝


"Akhirnya, kita pulang juga dan gak akan ada yang gangguin lagi,hehee.." ucap Pelangi sambil tersenyum senang, dan menggenggam tangan Bintang.


"Memang siapa yang gangguin, El..?"


"Siapa lagi kalau bukan mantan kamu itu, Biyang.." bisik Pelangi di telinga Bintang, karena tidak ingin Pak supir mendengarnya.


"Ohh, maksud kamu si Sarah, tapi dia kan gak gangguin kita, El.." sahut Bintang yang membuat Pelangi kembali kesal.

__ADS_1


"Jadi kamu mau belain dia..? Masih sayang sama dia atau mau balikan lagi sama dia, iyaa..?!"


"Mulai deh kumat cemburunya,mmmh.." gumam Bintang dalam hati, sembari menarik nafasnya dengan dalam.


"Gak El, aku gak belain dia kok. Udah dong, jangan mikir yang bukan-bukan.." ucap Bintang yang langsung menggenggam tangan Pelangi yang tadi sempat di lepaskan.


"Kamu sih buat aku kesal terus..! Awas aja nanti kalau udah pulang, terus kamu masih sebut nama dia atau ingat-ingat dia..!" ancam Pelangi sambil menatap Bintang dengan tajam.


"Iyaa iyaa El, gak kok.." balas Bintang yang sengaja mencari aman, dari pada harus bertengkar dengan Pelangi yang menurutnya kini menjadi sangat cemburuan.


"Semoga aja nanti sampai rumah bisa kembali seperti awal.."


"Kamu ngomong apa barusan..?" tanya Pelangi yang mendengar Bintang mengatakan sesuatu dengan lirih.


"Ehh, itu aku bilang semoga kita cepat sampai di rumah, El.." jawab Bintang sambil menarik nafasnya.


"Ohh gitu, aku juga pengen cepat-cepat sampai di rumah terus ketemu sama Mamii, Biyang.." ujar Pelangi.


"Iyaa El, aku juga pengen cepat ketemu Ibu dan Kak Tya.. Rasanya udah kangen banget sama mereka.." balas Bintang.


"Terus kalau sama aku, kamu gak kangen gitu..?!"


"Yaa ampun,, salah lagi aja diriku ini.." ucap Bintang hanya dalam hati.


"Yaa pasti kangenlah sama kekasih aku yang paling cantik banget ini.." bisik Bintang pada Pelangi yang langsung membuatnya tersipu malu.


Kini keduanya pun menikmati perjalanan mereka menuju Bandara, sambil sesekali Pelangi mengabadikan momen perjalanan mereka dengan berfoto bersama...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59🌠


__ADS_2