Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Geleng Kepala


__ADS_3

Yumie dan kedua temannya yang telah bangun tidur sejak tadi, kini sedang bersiap-siap untuk pulang. Sedangkan Pelangi dan Bintang membantu Ibunya di dapur untuk menyiapkan sarapan, sambil sesekali berbincang-bincang.


"Ayo kita sarapan dulu, Ibu sudah membuat nasi goreng spesial untuk kalian semua. Ibu harap kalian suka.." ujar Ibu dengan tersenyum ramah.


Dan kini semua orang terlihat mulai menikmati makanannya masing-masing, suasana pun seketika terasa hening. Namun Ibu dan Bintang berusaha untuk mencairkan suasana dengan sesekali berbicara dan bertanya-tanya pada Yumie dan yang lainnya. Berbeda dengan Pelangi yang sejak tadi memperhatikan Yumie yang terus saja memandangi Bintang, hingga membuatnya menjadi kesal.


"Rasanya pengen banget tuh mata aku keluarin, ngapain dia lihatin Bintang terus,mmmh.." gumam Pelangi dalam hati sembari menatap tajam ke arah Yumie.


Tidak berselang lama, mobil yang akan membawa mereka pulang pun telah datang. Kebetulan saat itu, semua orang juga sudah menyelesaikan sarapannya. Kini mereka berpamitan pada Ibu, Bintang dan juga Pelangi yang kini terlihat tersenyum senang.


"Tolong bahagiain Bintang yaa Pelangi, maaf kalau kedatangan aku ke sini jadi buat kamu merasa terganggu.." ucap Yumie pada Pelangi.


"Yang pasti aku gak akan menduakan dan menyia-nyiakan Bintang, seperti yang dulu pernah kamu lakukan.." sahut Pelangi sambil tersenyum penuh kemenangan.


Mobil yang mereka tumpangi pun telah pergi menjauh, Pelangi segera mengajak Bintang untuk masuk ke dalam rumah. Lalu membantu Ibu membereskan meja makan dan yang lainnya, sembari menatap Bintang yang duduk tidak jauh dari tempat Ia berada.


"Habis ini mau ngapain lagi, Bu..? Apa Ibu mau memasak..?" tanya Pelangi pada Ibu.


"Ibu mau belanja dulu ke pasar El, tidak jauh kok dari rumah. Kamu di rumah saja sama Bintang.." jawab Ibu yang merasa sangat senang dengan adanya Pelangi di rumah, karena sekarang rumah tidak terlalu sepi.


"Pelangi mau ikut Ibu belanja, boleh yaa..?! Sekalian Pelangi juga mau belajar belanja sayuran dan memasak sama Ibu, karena Pelangi mau jadi,mmmm.. Jadi,, jadi--"


Ucapan Pelangi terhenti, karena Ia merasa bingung harus menyebut dirinya sebagai apa bagi Bintang. Karena sebutan suami istri hanya ada di dalam hubungan pernikahan pada umumnya, jadi Ia masih terlihat sedang memikirkan sebutan yang tepat untuk orang yang Ia cintai.


"Mau jadi pasangan yang baik untuk Bintang maksudnya..?" seru Ibu.


"Nah itu dia Bu,hee.. Habis Pelangi bingung mau nyebut apa, jadi mikir dulu tadi.." ucap Pelangi sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"Yaa sudah kalau kamu mau ikut, tidak apa-apa. Tapi kamu bilang sama Bintang dulu, dia mau tidak di tinggal sendirian di rumah.."ujar Ibu yang menyiapkan keranjang belanja yang biasa di gunakan untuk tempat sayur dan barang belanjaan lainnya.


"Ohh iyaa, harus bilang dan ijin dulu ke Biyang, ehh Bintang yaa, Bu.." ucap Pelangi yang langsung berjalan menghampiri Bintang yang saat ini sedang menonton televisi.


"Udah selesai bantuin Ibu..?" tanya Bintang pada Pelangi yang kini duduk di sampingnya, lalu menggandeng tangan Bintang dan menyandarkan kepalanya pada pundak Bintang.


"Iyaa udah Biyang, tapi sebentar lagi aku mau ikut Ibu belanja ke pasar. Boleh kan Biyang..?" tanya Pelangi.


"Ohh gitu, iyaa boleh kok, tapi harus hati-hati yaa dan jangan terlalu lama.." ucap Bintang.

__ADS_1


"Siap boss..! Aku akan selalu hati-hati, dan gak lama-lama. Tapi memang kalau lama-lama kenapa, Biyang..?" tanya Pelangi penasaran.


"Kalau lama-lama nanti aku kangen.." bisik Bintang di telinga Pelangi.


"Ihh,, Biyang..! Mulai deh nakalnya, ayo ke kamar.." seru Pelangi sambil menarik tangan Bintang.


"Mulai deh kumat mesumnya, masih pagi ini, El.." sahut Bintang sembari menggelengkan kepala.


"Aku cuma bercanda kok Biyang,hehee.. Tapi kalau di kamar, aku pasti serius.." goda Pelangi yang langsung mencium pipi Bintang, lalu bergegas lari ke dapur mencari Ibu dan mengajaknya untuk segera berbelanja.


🐝


Pelangi yang tengah sibuk membantu Ibu memasak di dapur, terlihat begitu bersemangat. Apa lagi Ia memang jarang sekali memasak, karena sudah terbiasa makan makanan yang sudah di sediakan oleh Bik Ira yang bekerja di rumah orang tuanya.


"Akhirnya selesai juga yaa Bu, huhhhh.." seru Pelangi sambil mengusap keringat yang mengalir di wajahnya, Ibu dan Bintang yang melihat itupun hanya tersenyum.


"Yaa sudah kalau begitu, sekarang kamu istirahat. Biar Ibu dan Bintang yang menyiapkannya di meja makan dan membersihkan semuanya.." ujar Ibu yang kini mengambil alih pekerjaan di dapur.


"Kok tumben masak sebanyak itu, Bu..? Kan di rumah cuma nambah satu orang, tapi yang di masak bisa sampai untuk sepuluh orang.." tanya Bintang yang merasa heran, karena memang Ibunya sangat jarang memasak banyak kecuali kalau Kakak atau keluarganya ada yang datang.


"Karena hari ini kita kedatangan tamu, Bin.." jawab Ibu.


"Ibu mertua kamu, ehh maksudnya Ibunya Pelangi,hehee.." jawab Ibu sembari tertawa kecil.


"Ohh,, jadi Tante Melati mau datang, apa Pelangi udah tau, Bu..?"


"Pelangi belum tau, karena Tante Melati sengaja ingin memberikan kejutan padanya atau mungkin dia sudah rindu karena sehari tidak melihat putrinya itu.." ujar Ibu pada Bintang yang baru saja selesai membereskan semuanya. Kini mereka duduk di ruang tengah, sembari berbincang-bincang.


🐝


🐝


"Mamii..! Kok gak bilang aku kalau mau datang..?! Kamu juga Wan sama Rena, gak mau bilang-bilang.." seru Pelangi saat melihat Ibu dan Awan serta adik iparnya datang.


"Sengaja El, buat kejutan.." sahut Melati sambil memeluk putrinya.


"Bukan kejutan kali Mii, bilang aja Mamii kangen sama Kak Pelangi karena sehari gak lihat Kakak di rumah.." balas Awan yang langsung mendapat pukulan di pundak dari Ibunya.

__ADS_1


"Ohh, jadi Mamii kangen toh,hehee.. Jadi karena ini, Ibu tadi masak makanan banyak..? Berarti Ibu sama Bintang udah tau dong, kalau Mamii mau datang..?" tanya Pelangi pada Ibu, lalu menatap ke arah Bintang.


"Iyaa Ibu tau El, kalau begitu sekarang kita makan siang dulu yaa.. Hari ini makanannya spesial, karena Pelangi yang memasaknya.." ajak Ibu pada semuanya untuk menuju ke meja makan, karena semua makanan sudah di hidangkan.


"Gimana semuanya, masakan aku enak gak..?" tanya Pelangi semua orang yang mulai menikmati makanannya masing-masing.


"Mmmm,, lumayan enak.." jawab Melati yang di iya kan oleh Nury.


"Enak, tapi asin Kak El.." ucap Awan.


"Terus sambelnya juga manis, Kak.." seru Rena yang ikut menimpali.


"Mmmh,,kalian berdua ini banyak protes..! Kalau enak yaa enak aja, jangan pakai tapi-tapi. Kalau menurut kamu gimana Biyang, ehh Bintang..?" tanya Pelangi pada Bintang yang sejak tadi hanya mendengarkan.


"Masakan kamu enak El, pasti tadi kamu masaknya pakai hati dan kasih sayang kan.." jawab Bintang sambil tersenyum.


"Uhukkk,, uhukkk..!"


Awan dan Rena yang mendengar ucapan Bintang itupun langsung tersedak, karena tidak menyangka se'orang Bintang juga bisa bersikap seperti itu di depan mereka.


"Ihhh,, Biyang.."


"Ehemm..! Ingat El, ini lagi di meja makan bukan di kamar.." seru Melati yang mengingatkan Pelangi untuk bisa menjaga sikap dan tindakannya.


"Iyaa Mii maaf, aku lupa,hee.." sahut Pelangi yang jadi merasa malu sendiri, karena Ia hampir saja akan memeluk dan mencium pipi Bintang di depan semua orang.


"Ohh iyaa Kak, gimana tadi malam..? Sukses gak..?" tanya Awan tiba-tiba.


"Husstt..! Kamu juga jangan ikut-ikutan, Wan.." seru Melati.


"Hee,, iyaa Mii.." sahut Awan sambil menutup mulutnya.


"Belum sukses, Wan..! Kakak baru di cicip sedikit sama Bintang.." ucap Pelangi dengan santainya.


"Pelangi..!!" teriak Melati dan Bintang membuat yang lainnya pun langsung tertawa terkekeh-kekeh, melihat tingkah Pelangi yang terkesan polos jika membahas tentang masalah yang satu itu...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59🌠


__ADS_2