
Bintang yang seharian berada di dalam kamar, kini melihat jam yang ada di atas dinding. Dan alangkah terkejutnya Ia, saat waktu sudah menunjukkan pukul enam sore. Bintang segera bangkit dari tempat tidurnya, lalu mencari keberadaan Ibunya.
"Buu..! Ibuu..!"
Teriak Bintang memanggil Ibunya, namun tidak juga ada jawaban. Hingga tiba-tiba ada sese'orang yang menepuk pundaknya, membuat Bintang sangat terkejut sekali.
"Ibuu..?!" seru Bintang sambil mengelus dadanya yang terasa sesak akibat terkejut.
"Kamu ini kenapa teriak-teriak begitu, tidak enak di dengar tetangga. Bagaimana keadaan kamu sekarang, Bin..?" ucap Ibu seraya memeriksa keadaan Bintang.
"Bintang udah mendingan kok Bu, dari tadi Bintang panggil tapi Ibu gak ada nyahut. Memang Ibu habis dari mana..? Kok Ibu gak bangunin Bintang sih,mmmh.." tanya Bintang.
"Ibu tadi ke rumah tetangga sebelah, Ibu bosan di rumah sendirian tidak ada teman ngobrol. Kamu kan sedang sakit, jadi Ibu biarkan kamu istirahat dulu.." ujar Ibu.
"Harusnya Ibu bangunin aku aja.." balas Bintang.
"Yaa sudah sekarang kamu mandi, Ibu juga mau masak untuk makan malam.." ucap Ibu sambil berjalan menuju ke arah dapur.
Sedangkan Bintang bergegas menuju ke kamar mandi, dan untuk sesaat Ia lupa tentang Pelangi. Di tambah lagi dengan ponsel miliknya yang masih dalam keadaan mati, hingga membuat Pelangi khawatir memikirkan tentang keadaannya.
Saat selesai membersihkan diri, Bintang pun baru teringat bahwa seharian ini Ia tidak menghubungi Pelangi sama sekali. Bintang pun segera mengambil ponselnya, namun ternyata baterainya habis dan langsung Ia hubungkan ke listrik. Sembari menunggu baterai handphonenya penuh, Bintang memilih untuk makan malam bersama Ibunya terlebih dulu. Namun tidak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Sepertinya ada tamu, Bin.." seru Ibu pada Bintang.
"Iyaa Bu, biar Bintang aja yang bukain. Ibu lanjut aja dulu makannya.." sahut Bintang sambil bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju ke pintu depan.
"Kamu kemana aja sih, Biyang..? Aku telepon gak bisa, kirim pesan juga gak ada yang kamu balas. Aku cemas mikirin kamu, tau gak sih..!" seru Pelangi sambil mengusap air matanya yang seketika itu terjatuh, Ia tidak bisa menahan kekhawatiran dan kerinduannya pada Bintang.
Melihat itupun, Bintang segera menarik Pelangi masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya. Lalu memeluk Pelangi dengan erat, dan berusaha untuk menenangkannya.
__ADS_1
"Maafin aku yaa, El.. Jangan nangis lagi, aku baik-baik aja kok.." ucap Bintang yang merasa bersalah, karena sudah membuat Pelangi khawatir dan menangis karena dirinya.
"Siapa yang datang, Bin..?" tanya Ibu dari ruang makan.
Mendengar itu, Bintang pun langsung mengajak Pelangi untuk menemui Ibu di ruang makan. Sekaligus mengajaknya untuk makan malam bersama, meskipun di awal Pelangi sempat menolak.
"Pelangi yang datang, Bu.. Sini duduk, kita makan bareng.." ajak Bintang yang mempersilahkan Pelangi untuk duduk di sampingnya.
Untuk sementara, ibu hanya terdiam. Terlihat bahwa Ibu tidak merasa senang dengan kehadiran Pelangi saat ini, namun Ia tetap berusaha untuk bersikap baik dan ramah pada Pelangi.
"Ayo Pelangi, kita makan bersama. Kebetulan Ibu masak agak banyak tadi, cukup untuk kita bertiga.." ucap Ibu sembari menyiapkan piring untuk Pelangi.
"Iyaa Bu, biar Pelangi ambil sendiri aja makanannya.." sahut Pelangi saat melihat Ibu akan menyiapkan makanan untuknya.
Ketiganya pun kini menikmati makanannya masing-masing, tidak ada yang bersuara sama sekali. Membuat suasana di ruangan itu sangat hening, hanya sesekali terdengar suara Bintang saat Ia terbatuk.
"Pelangi minta maaf yaa, Bu.. Karena Pelangi gak bisa menuruti permintaan Ibu untuk gak nemuin Bintang beberapa hari ke depan, Pelangi kepikiran sama Bintang terus.." ucap Pelangi sambil tertunduk.
"Jadi Bintang sakit..?!"
"Lebih baik sekarang kamu temani Bintang, lalu setelah itu pulang. Biarkan Bintang istirahat, kamu juga harus banyak istirahat, Pelangi.." ucap Ibu tanpa menjawab pertanyaan dari Pelangi.
🌠
"Kenapa kamu gak bilang kalau lagi sakit, Biyang..?" tanya Pelangi pada Bintang sambil mengusap wajah Bintang dengan lembut.
"Aku gak apa-apa El, udah mendingan kok. Maaf yaa seharian ini aku gak ngabarin kamu, jadi buat kamu khawatir.."
Ucap Bintang sambil menarik perlahan tangan Pelangi yang berada di wajahnya, lalu menatap wajah Pelangi yang saat itu terlihat sedih.
__ADS_1
"Jangan gitu lagi yaa Biyang, jangan buat aku cemas dan mikir yang bukan-bukan.." pinta Pelangi sambil menangis tersedu-sedu, Ia memang kerap kali menangis sejak menjalin hubungan bersama Bintang. Bukan karena tidak bahagia, tapi karena Ia terlalu sayang dan cinta. Hal apa saja yang menyangkut tentang Bintang sangat mudah membuatnya sedih dan menangis, begitu juga sebaliknya. Di tambah dengan rasa takut kehilangan akan Bintang yang sangat besar, membuatnya semakin sedih.
"Udah yaa sayang jangan nangis lagi, cupp cupp cuuppp.." goda Bintang sambil menghapus air mata yang membasahi pipi Pelangi, lalu mencium pipinya. Hingga membuat Pelangi malu, dan langsung berhenti menangis.
"Kamu apaan sih, orang lagi sedih nangis ehh malah di cium gitu.." seru Pelangi.
"Yaa gak apa-apa, kamu juga suka kok,hehee.." balas Bintang sambil tertawa kecil.
"Gak suka, karena di ciumnya cuma sekali aja,mmmh.." ucap Pelangi.
"Mulai deh nakalnya, yaa udah sini sini.." tidak menunggu waktu lama Bintang pun segera mencium pipi Pelangi kembali berulang kali, lalu memeluk erat tubuh wanita yang sangat Ia rindukan itu.
"Aku seneng banget kamu datang malam ini, El.. Karena aku pikir kamu gak akan datang.." ucap Bintang.
"Aku juga seneng banget Biyang, walaupun tadinya--"
"Walaupun apa El, apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku..?" tanya Bintang yang merasa penasaran.
Pelangi pun akhirnya menceritakan pada Bintang, bahwa Ibunya meminta Pelangi untuk tidak menemui Bintang sementara waktu ini. Namun hal itu tidak bisa di lakukan oleh Pelangi, karena Ia terus saja memikirkan Bintang. Terlebih saat Ia tidak bisa menghubungi Bintang seharian ini, membuatnya semakin tidak karuan.
"Maafin Ibu yaa El, Ibu gak bermaksud untuk ngelarang kamu nemuin aku. Ibu cuma--"
"Gak apa-apa kok Biyang, aku bisa ngerti kenapa Ibu sampai seperti itu. Tapi aku juga gak bisa, kalau gak ketemu sama kamu. Aku harap Ibu juga bisa mengerti itu.." jelas Pelangi yang merasa serba salah dengan situasi yang terjadi saat ini.
"Iyaa El, syukurlah kalau kamu bisa ngerti. Aku gak mau kamu banyak pikiran, apa lagi sampai sakit.." ucap Bintang mengingatkan.
"Aku cuma mikirin kamu aja kok Biyang, kamu juga jangan sakit lagi yaa.. Jangan buat aku khawatir lagi.." Pelangi menyandarkan kepalanya pada bahu Bintang, Ia merasa tenang saat berada di sampingnya. Namun ketika berjauhan, kesedihan sering kali datang bersama pikiran-pikiran yang kadang mengusik hatinya...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59🌠