Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Hasil Penyelidikan


__ADS_3

"Siang ini, kita makan di tempat Anya aja yaa sayang..!" seru Sarah pada Sandra.


"Iyaa sayang, gak apa-apa. Udah lama juga kita gak mampir ke sana.." sahut Sandra.


"Yaa udah kalau gitu, aku mau beresin semuanya dulu. Habis itu baru kita pergi.." ucap Sarah seraya membereskan meja kerjanya, sedangkan Sandra masih duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


"Ayo sayang, aku udah beres semua.." ajak Sarah sambil menggandeng lengan Sandra, lalu berjalan menuju pintu keluar.


Tak butuh waktu lama, kini Sarah dan Sandra telah tiba di sebuah restoran tempat Anya biasa bekerja. Keduanya lalu menghampiri dan menyapa Anya, sambil memesan menu makanan yang mereka inginkan. Sembari menunggu pesanan datang, Sarah dan Sandra memilih untuk mengobrol bersama Anya yang kebetulan tidak terlalu sibuk.


"Akhirnya kalian ke sini juga, pasti kangen kan sama aku,hee.." ujar Anya sambil tersenyum.


"Iyaa kangen sama makanan di sini, Nya.." sahut Sandra sembari tertawa kecil.


"Yahh,, kirain kangen sama aku,mmmh.. Iyaa deh gak apa-apa, yang penting ada Nindy yang selalu kangen sama aku,hee.." ucap Anya yang ikut tertawa.


"Pasti kangenlah sama kamu, Nya.. Kita kan udah lama gak mampir ke sini, karena lagi banyak kerjaan yang harus di selesaikan.." ucap Sarah.


"Iyaa Sarah, aku bisa ngerti kok. Terus kamu udah ada ngubungin Bintang belum..? Aku udah lama gak ngubungin dia, sejak aku kenalin Bintang ke teman aku. Malah mereka gak cocok.." ujar Anya yang berniat untuk mendekatkan Bintang dengan temannya, namun ternyata Bintang masih tidak ingin berpacaran.


"Kamu sih main kenalin gitu aja, udah tau Bintang orangnya pemilih banget. Apa lagi sejak dia ngerasa trauma karena ulat bulu itu, jadi semakin susah buat Bintang bisa membuka hati lagi.." ucap Sarah.


"Iyaa memang benar yang kamu omongin itu Sarah, dia sekarang semakin tertutup.." sahut Anya menimpali.


"Makanannya udah datang tuh, ayo sayang kita makan dulu.." ajak Sandra pada Sarah.


"Yaa udah, kalian makan dulu aja sana. Nanti kita sambung lagi.." seru Anya pada kedua temannya itu.


Sarah dan Sandra pun kini mulai menyantap makan siang mereka, sedangkan Anya melanjutkan pekerjaannya kembali. Sambil sesekali membalas pesan dari Nindy, kekasihnya yang selalu Ia rindukan.


Selesai makan siang, Sarah dan Sandra segera berpamitan pada Anya. Karena masih banyak pekerjaan yang harus mereka selesaikan, namun keduanya berjanji untuk datang kembali menemui Anya ke kost-annya.


🌠


Di tempat yang lain, Bintang baru saja menyelesaikan makan siangnya. Lalu istirahat sejenak, sambil memainkan ponselnya. Namun tiba-tiba, Ia di kejutkan oleh Pelangi yang telah berada duduk tepat di sampingnya menatap layar ponsel miliknya.


"Yaa ampun nih anak, bikin kaget aja sih..!!" seru Bintang yang setengah berteriak, karena merasa terkejut dengan keberadaan Pelangi yang tiba-tiba ada di sampingnya.


"Hee,, aku sengaja kok, lagian kamu asyik banget sama handphone. Sampai-sampai gak sadar kalau aku ada di sini.." ujar Pelangi seraya beranjak pergi dari ruang istirahat.


"Kebiasaan banget nih orang, suka nongol diam-diam.." seru Bintang yang mengikuti langkah Pelangi dari belakang.


"Biarin aja, suka-suka aku-lah.." balas Pelangi.


Bintang yang tidak ingin berdebat dengan Pelangi, memilih untuk merapikan dan menyusun barang-barang yang ada di rak. Dan lagi-lagi, Pelangi menghampiri dan berdiri di sampingnya.

__ADS_1


"Kamu ngapain sih, ngikutin aja.." seru Bintang yang merasa risih jika harus di ikuti terus oleh Pelangi.


"Nanti malam jalan yuk, aku bosan di rumah terus.." ajak Pelangi.


"Jalan aja sendiri, punya kaki kan.." balas Bintang ketus.


"Gak enak jalan-jalan sendiri, makanya aku ajak kamu. Mau yaa, Bin.." bujuk Pelangi.


"Jalan aja sama Awan atau sama siapa kek gitu.." sahut Bintang.


"Tapi aku maunya jalan sama kamu, karena cuma kamu teman aku di sini. Mau yaa Bin, yaa yaa yaaaa.." ucap Pelangi yang terus membujuknya Bintang.


"Aku gak mau.." jawab Bintang.


"Harus mau pokoknya, karena ada yang mau aku omongin sama kamu, penting.." seru Pelangi.


"Ngomong aja sekarang, ngapain nungguin nanti malam.." ucap Bintang.


"Karena apa yang mau aku omongin itu sifatnya pribadi, dan sekarang bukan waktu yang tepat. Makanya nanti malam kita keluar jalan ke taman, jam delapan aku jemput kamu di rumah.." ujar Pelangi yang langsung meninggalkan Bintang untuk menuju ke meja kasir.


Kini Bintang pun mulai memikirkan ucapan Pelangi barusan, tentang apa yang ingin Pelangi bicarakan padanya. Namun itu tidak berlangsung, Bintang segera menganggap bahwa apa yang akan di katakan oleh Pelangi adalah tentang sesuatu hal yang biasa.


🌠


🌠


Bintang yang mendengarnya suara Pelangi memanggilnya, kini segera keluar. Dan setelah berpamitan pada Ibu, mereka pun bergegas pergi untuk menuju taman. Tak butuh waktu lama, keduanya kini telah sampai dan segera mencari tempat untuk duduk.


"Kamu udah makan belum, Bintang..?" tanya Pelangi saat melihat para penjual makanan yang begitu bersemangat menjajakan dagangannya.


"Udah, El.." jawab Bintang.


"Tapi aku belum Bin, temenin aku beli makanan dulu yaa.." ajak Pelangi sambil menarik tangan Bintang yang hanya diam tanpa ekspresi apapun.


Pelangi yang sudah mendapatkan makanan yang di inginkannya, kini mengajak Bintang untuk duduk di sebuah kursi yang tak jauh dari jalan.


"Enak lho Bin, nih cobain.." seru Pelangi seraya menyuapi Bintang makanan yang Ia pegang.


"Gak usah, aku gak mau.." balas Bintang yang langsung mengelak suapan dari tangan Pelangi.


"Kamu ini, di bilangin enak juga, huuhhh.." ucap Pelangi.


"Yaa udah, sekarang kamu ngomong. Katanya ada hal penting yang mau kamu omongin.." seru Bintang yang sudah tidak sabar.


"Sabar dulu, aku masih makan nih. Aku haus Bin, tolong beliin minuman yaa,hehee.." pinta Pelangi pada Bintang.

__ADS_1


Dengan wajah yang terlihat kesal, Bintang pun segera berjalan menuju penjual minuman. Tak berselang lama, Bintang lalu menghampiri Pelangi dan memberikannya minuman.


"Terimakasih yaa, Bin.." ucap Pelangi sambil tersenyum, lalu meneguk air minum yang ada di tangannya.


"Sama-sama.." balas Bintang yang juga langsung meminum minuman yang barusan Ia beli.


Saat selesai menghabiskan makanannya, Pelangi menarik nafasnya dengan perlahan. Lalu memikirkan, dari mana Ia harus memulai apa yang akan Ia katakan pada Bintang.


"Yaa udah ngomong.." seru Bintang sambil meneguk minumannya.


"Bintang,, aa-aapa benar-" ucapan Pelangi terputus sesaat, karena Ia masih ragu untuk mengatakannya.


"Apanya yang benar..? Ngomong itu yang jelas, El.." sahut Bintang.


"Mmmm,, apa benar kalau kamu lesxxxx..?" tanya Pelangi dengan nada lirih.


"Uhukk,, uhukk, uhukkk.." Bintang yang mendengar itupun langsung tersedak, karena Ia tidak menyangka dengan pertanyaan Pelangi itu.


"Minum dulu, Bin.." seru Pelangi.


Setelah merasa cukup tenang, Bintang pun menghela nafasnya dengan dalam. Lalu menatap wajah Pelangi yang terlihat tertunduk, karena Ia berpikir bahwa Bintang pasti akan marah dengan pertanyaannya itu.


"Gak El, aku bukan seperti itu. Lagi pula kamu kan tau, kalau aku punya pacar.." jawab Bintang yang berusaha untuk tetap terlihat tenang.


"Kamu bohong, Bin..!" seru Pelangi yang menatap tajam ke arah Bintang.


"Bohong apa..?" tanya Bintang.


"Sebenarnya selama ini kamu gak punya pacar kan..?! Aku udah tau kok, karena beberapa minggu ini aku udah nyuruh orang untuk mengawasi kamu.." ujar Pelangi.


"Jadi benar yang aku pikirkan selama ini, pantas aku ngerasa kalau ada orang yang mengawasi aku. Lagi pula buat apa kamu ngelakuin itu semua..?" tanya Bintang yang mulai merasa kesal.


"Aku penasaran dan pengen tau, maafin aku yaa, Bin.." ucap Pelangi.


"Jadi benar kan, kalau kamu itu-.." ucap Pelangi yang tidak melanjutkan perkataannya.


"Bukan urusan kamu..!" sahut Bintang yang langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menjauh dari Pelangi.


"Bintang,, tunggu..!" seru Pelangi yang berlari kecil mengejar Bintang.


"Aku mau pulang.." ucap Bintang tanpa melihat ke arah Pelangi.


"Iyaa iyaa, kita pulang.." balas Pelangi yang tahu bahwa Bintang marah padanya, lalu mereka pun berjalan menuju tempat parkiran.


Selama dalam perjalanan pulang, keduanya pun hanya diam. Pelangi yang ingin mengajak Bintang bicara, kini mengurungkan niatnya. Saat Ia melihat raut wajah Bintang, yang terlihat menakutkan baginya. Sedangkan Bintang yang tahu bahwa Pelangi berulang kali menatapnya, hanya diam dan berpura-pura tidak tahu saja...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59🌠


__ADS_2