Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Jaga Jarak Nyaman


__ADS_3

Sejak kejadian malam itu, sikap Pelangi pada Bintang kini tidak lagi seperti biasanya. Ia lebih acuh dan tidak banyak bicara, Bintang yang menyadari akan hal ini hanya bisa menerima tanpa bertanya apapun. Meski Bintang telah meminta maaf pada Pelangi atas ucapannya waktu itu, dan Pelangi pun memaafkannya. Namun tetap saja, suasana di antara mereka berdua masih belum kembali seperti semula.


Pagi ini, Pelangi yang baru saja tiba di toko segera masuk ke dalam. Ia tidak datang se'orang diri, melainkan bersama dengan se'orang laki-laki. Lalu Ia segera memperkenalkannya pada Bintang, yang sejak tadi bertanya-tanya tentang siapa pria yang datang bersama Pelangi itu.


"Ohh iyaa Bin, kenalin ini Bagas. Dia akan kerja di toko untuk bantuin kamu selama beberapa minggu ini, karena aku akan sibuk di toko yang lain. Jadi mungkin, aku akan jarang ada di sini.." ujar Pelangi pada Bintang.


"Oh gitu, kok mendadak banget, El..?" tanya Bintang yang merasa curiga akan sesuatu.


"Gak mendadak kok, sebenernya udah lama aku rencanakan. Cuma baru bisa sekarang aja, sekalian nanti juga aku mau pasang cctv di sini. Biar bisa lebih aman dan tenang nantinya.." jelas Pelangi.


"Iyaa El, aku ngerti kok.." balas Bintang.


"Bagus kalau udah ngerti, sekarang kamu bisa ajarin Bagas apa aja yang harus dia kerjakan.." ucap Pelangi.


Tanpa menunggu lama, Bintang pun segera mengajak Bagas untuk berkeliling toko sambil memberitahukan apa saja yang harus Ia kerjakan selama di toko. Bagas yang mengerti hanya menganggukkan kepalanya, dan hanya akan bertanya bila ada sesuatu yang tidak Ia mengerti.


"Gimana Bagas, udah bisa ngerti kan dengan pekerjaannya..?" tanya Pelangi pada Bagas saat jam istirahat.


"Iyaa Kak Pelangi, aku udah ngerti kok. Kak Bintang udah jelasin semuanya apa aja yang harus aku kerjakan.." ujar Bagas.


"Baguslah kalau gitu, sekarang aku mau pergi ke toko yang lainnya. Nanti sore aku ke sini lagi, sekalian kita pulang bareng.." ucap Pelangi seraya meninggalkan Bintang dan Bagas.


Setelah kepergian Pelangi, Bintang pun mulai bertanya-tanya pada Bagas tentang apa yang Ia pikirkan sejak tadi.


"Kamu udah lama kenal sama Pelangi, Gas..?" tanya Bintang.


"Pastinya Kak, aku kan anaknya Bik Ira yang kerja di rumah Kak Pelangi. Kebetulan aku belum dapat kerjaan, yaa udah di tawarin Kak Pelangi buat jaga toko. Yaa walaupun gak lama, tapi lumayanlah buat uang jajan,hehee.." ujar Bagas.


"Ohh, jadi kamu anaknya Bik Ira, syukurlah kalau gitu.." sahut Bintang.

__ADS_1


"Memang kenapa Kak, kok syukurlah..?" tanya Bagas yang merasa aneh dengan ucapan Bintang.


"Gak apa-apa kok, tuh ada pembeli. Kamu layani dulu yaa.." perintah Bintang pada Bagas yang terlihat sudah mulai terbiasa dengan pekerjaannya.


Sementara itu di tempat yang lain, Pelangi baru saja tiba di sebuah toko yang juga milik keluarganya. Ia segera masuk ke dalam dan langsung memeriksa keadaan toko, yang kebetulan sedang sepi pembeli.


"Kalian bertiga udah pada makan belum..?" tanya Pelangi pada ketiga karyawannya.


"Udah kok Mbak Pelangi, barusan kita bertiga udah makan.." jawab salah satunya.


"Baguslah, kalau gitu aku mau ke ruang istirahat dulu. Jangan lupa nanti tolong bawain semua buku laporan, sekaligus sama buku catatan barang.." perintah Pelangi pada Rina, salah satu karyawannya.


"Baik Mbak, nanti akan saya antarkan ke dalam.." jawab Rina sambil tersenyum.


Waktu pun terus berlalu, Pelangi yang baru saja selesai memeriksa semua laporan kini bersiap-siap untuk ke toko tempat Bintang bekerja sekaligus menjemput Bagas.


"Aku mau pulang dulu yaa, kalian juga siap-siap untuk pulang.." seru Pelangi sambil berjalan keluar menuju mobilnya.


Pelangi hanya membalasnya dengan anggukan kepala dan senyuman, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dan tidak butuh waktu lama, kini mobil yang Ia kendarai telah tiba di depan toko. Pelangi segera turun dari mobil, dan menghampiri Bintang yang sedang duduk di luar.


"Bagas mana..? Kok sendirian..?" tanya Pelangi saat melihat Bintang yang hanya duduk se'orang diri.


"Lagi di kamar mandi, katanya mules tadi.." jawab Bintang.


"Ohh,, yaa udah siap-siap pulang, udah sore ini.." seru Pelangi sambil masuk ke dalam toko.


Bintang pun mengikutinya dari belakang, sambil memikirkan tentang sikap Pelangi yang Ia rasa seperti ada yang berbeda.


"Kok malah bengong sih..? Kamu mikir apa..?" tanya Pelangi pada Bintang yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Gak ada apa-apa kok, yaa udah aku mau beres-beres dulu. Ayo Bagas, beresin semuanya.." seru Bintang pada Bagas yang telah selesai dari kamar mandi.


🌠


🌠


Bintang yang baru saja selesai mandi, segera mengenakan pakaiannya. Lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur untuk beristirahat, di ambilnya ponsel yang berada di atas meja. Namun tak lama, Ia meletakkannya kembali ke atas meja.


"Kenapa sikap Pelangi sekarang berubah yaa..? Apa dia masih marah, atau dia sengaja bersikap seperti itu sama aku..?" tanya Bintang dalam hati sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, lalu memeluk bantal guling. Bintang yang merasa kelelahan akhirnya pun tertidur, hingga waktu makan malam pun telah tiba.


Tokk,, tokk,, tokkk..


Bintang yang mendengar pintu kamarnya di ketuk, lalu perlahan terbangun dan bergegas bangkit dari tempat tidur untuk membukanya.


"Kamu tidur yaa, Bin..? Ibu panggil dari tadi tapi tidak di sahut juga, ayo kita makan dulu. Setelah itu, baru kamu istirahat lagi.." ujar Ibu.


"Iyaa Bu maaf, tadi Bintang ketiduran.." sahut Bintang.


"Yaa sudah tidak apa-apa, sekarang kita makan dulu yaa.. Nanti sambung lagi tidurnya.." ajak Ibu pada Bintang yang mengikutinya dari belakang, sambil mengucek matanya.


Sementara di sisi lain, Pelangi yang baru saja menyelesaikan makan malamnya. Kini sedang duduk di atas tempat tidurnya, sambil memegang botol parfum milik Bintang yang kini sudah menjadi miliknya.


"Maafin aku yaa Bin, aku terpaksa bersikap seperti itu sama kamu dan mulai menjauh dari kamu. Aku gak mau apa yang aku rasain ke kamu, semakin besar nantinya.." ucap Pelangi dalam hati sambil menghela nafasnya.


"Apa cara aku salah yaa, bery..?" tanya Pelangi pada boneka kesayangannya, lalu memeluknya dengan erat. Ia berusaha untuk memejamkan matanya yang sudah terasa perih karena mengantuk, namun tetap saja tidak membuatnya segera tertidur.


"Kok susah banget sih mau tidur aja, pasti karena kepikiran Bintang terus nih.." gumam Pelangi dalam hati, sambil membalikkan badannya ke arah yang lain untuk mencari posisi yang nyaman...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59🌠


__ADS_2