
"Mamii bilang, tadi malam Kakak datang ke rumah Bintang. Memang benar yaa, Kak..?" tanya Awan saat mereka sedang berada di meja makan untuk sarapan.
"Iyaa benar, memang kenapa..?" ucap Pelangi yang balik bertanya pada Awan.
"Kok gak ngajak aku sih Kak, aku juga kan pengen tau rumah Bintang dimana.." seru Awan sambil menghela nafasnya.
"Ngapain ngajakin kamu, kan bisa datang sendiri ke rumahnya, aneh nih anak.." sahut Pelangi.
"Iyaa juga sih, nanti Awan minta alamat rumahnya yaa, Kak.." ucap Awan sambil tersenyum penuh arti.
"Iyaa nanti Kakak kasi tau.." balas Pelangi.
"Terus bagaimana kabar Ibunya Bintang, Kak..?" tanya Melati yang sudah lama tidak bertemu dan mengobrol dengan teman sekolahnya itu.
"Kabarnya baik kok Mii, Ibunya Bintang juga ramah.." jawab Pelangi.
"Syukurlah kalau sehat, Mamii senang mendengarnya.." sahut Melati sembari tersenyum.
"Yaa udah Mii, aku pergi ke toko dulu yaa.. Nanti keburu Bintang datang duluan lagi, kunci kan sama aku.." seru Pelangi seraya pamit dan mencium tangan Ibunya, lalu berjalan menuju ke pintu depan.
"Pelan-pelan jalannya Kak,mmmh.." ucap Melati yang setengah berteriak, karena melihat Pelangi yang berjalan dengan terburu-buru.
"Kak Pelangi memang gitu Mii, kalau jalan gak ada anggunnya sama sekali.." sahut Awan sambil tertawa kecil.
"Kamu ini Wan, tidak boleh bicara seperti itu tentang Kakak kamu. Tapi memang Kakak kamu itu terlihat tomboi sih yaa,hee.." ujar Melati sembari tersenyum.
"Tuh kan Mii, Mamii aja tau kalau Kak Pelangi itu tomboi.." balas Awan.
"Yaa sudah, buruan kamu habiskan sarapannya.." seru Melati pada putranya.
Di tempat lain, Pelangi yang telah tiba di depan toko melihat Bintang yang telah lebih dulu sampai. Bintang sedang duduk di sebuah kursi, sembari menunggu Pelangi.
"Udah lama yaa Bin..? Maaf yaa baru datang,hee.." seru Pelangi seraya membuka gembok pintu toko.
"Gak apa-apa kok, belum lama juga.." sahut Bintang yang kini berjalan mengikuti langkah Pelangi yang telah masuk ke dalam toko.
"Hari ini banyak barang-barang yang akan masuk, nanti kamu bantuin cek yaa.." seru Pelangi pada Bintang.
"Iyaa El.." balas Bintang sambil masuk ke ruang istirahat untuk meletakkan tas kecil yang biasa Ia bawa.
"Kamu udah sarapan..?" tanya Pelangi.
"Iyaa, udah.." jawab Bintang sembari menyapu lantai.
"Syukurlah kalau udah,mmmm.. Oh iyaa, kalau aku sering main ke rumah kamu gak apa-apa kan..?" tanya Pelangi dengan ragu.
__ADS_1
"Mau ngapain..?" tanya Bintang dengan ketus.
"Yaa main, ngobrol gitu. Kan sekarang kita berteman kan,mmmh.." ujar Pelangi.
"Asal jangan datang ke rumah tiap hari aja.." sahut Bintang.
"Loh,, memangnya kenapa, ada yang salah..?" tanya Pelangi sambil mengerutkan keningnya.
"Gak ada, tapi masa iyaa di tempat kerja aku lihat kamu, terus di rumah ketemu kamu lagi. Kan gak lucu.." jelas Bintang.
"Ohh, iyaa juga sih, tapi gak apa-apalah. Kan teman aku cuma kamu.." balas Pelangi.
"Yaa udah aku mau lanjut kerja.." seru Bintang sambil pergi ke kamar mandi untuk mengambil sapu pel.
Setelah seharian bekerja, kini hari sudah semakin sore. Bintang dan Pelangi bersiap-siap untuk pulang, karena memang toko hanya buka dari pagi sampai sore saja.
"Kamu hati-hati di jalan Bin, jangan ngebut.." seru Pelangi saat melihat Bintang yang sudah menyalakan sepeda motornya.
"Iyaa, aku pulang dulu.." sahut Bintang yang berlalu pergi meninggalkan Pelangi yang masih berdiri sambil menatapnya.
~*************~
Tokk,, tokk,, tokkk..
"Ehh,, tunggu sebentar Bu..!" seru Bintang sambil menarik lengan Ibunya.
"Ada apa lagi, Bin..? Ibu kan mau lihat siapa yang datang.." ucap Ibu.
"Iyaa Bu, tunggu dulu. Bintang mau ngomong, nanti kalau yang datang itu orang yang mau nemuin Bintang. Ibu bilang aja kalau Bintang udah tidur, atau lagi pergi sama pacarnya gitu yaa, Bu.." ujar Bintang.
"Jadi kamu sudah punya pacar Bin, kenapa tidak bilang sama Ibu..?" tanya Ibu.
"Aduhh Bu, itu kan cuma alasan aja lho.. Bintang malas mau ketemu orang.." sahut Bintang.
"Ohh, Ibu pikir memang benar kamu sudah punya pacar, yaa sudah Ibu mau ke depan dulu.." ucap Ibu sambil berjalan ke ruang tamu untuk membukakan pintu.
"Assalamu'alaikum, Bu.." seru seorang pria yang langsung mengulurkan tangannya pada Ibu.
"Wa'alaikumsalam, mau cari siapa yaa, Nak..?" tanya Ibu dengan ramah.
"Saya Awan Bu, datang ke sini mau cari Bintang. Bintang-nya ada di rumah, Bu..?" tanya pria itu dengan sopan.
"Ohh, Awan.. Bintang-nya lagi pergi sama pacarnya tadi.." sahut Ibu sambil tersenyum.
"Jadi Bintang pergi yaa Bu, yaa udah kalau gitu saya pamit pulang dulu aja.." ucap Awan.
__ADS_1
"Nak Awan tidak mau masuk ke rumah dulu..?" tanya Ibu.
"Gak usah Bu, saya mau langsung pulang aja. Lain waktu saya datang lagi, maaf yaa Bu kalau udah ganggu,hee.." seru Awan yang segera berpamitan, lalu pergi mengendarai sepeda motornya dengan hati yang merasa kecewa.
"Maaf yaa Nak Awan, karena Ibu sudah berbohong. Padahal Bintang lagi ngumpet di dalam rumah,mmmh.." gumam Ibu sembari menghela nafasnya dengan dalam.
"Gimana Bu, udah pergi orangnya..?!" tanya Bintang yang tiba-tiba muncul dari belakang, sambil memegang pundak Ibunya.
"Astaghfirullah, Bintang..! Kamu ini buat Ibu kaget saja,hmmm.." seru Ibu sambil mengelus dada karena merasa terkejut dengan suara Bintang yang tiba-tiba terdengar di belakangnya.
"Hehee,,iyaa Bu, maaf.. Bintang kan gak sengaja, yaa udah Ibu duduk dulu. Bintang ambilkan air minum buat Ibu yaa.." ucap Bintang yang langsung berjalan ke arah meja makan untuk mengambil minuman.
"Ini Bu, di minum dulu.." seru Bintang sambil memberikan segelas air putih pada Ibunya.
"Gimana Bu, udah tenang kan sekarang..?" tanya Bintang yang merasa bersalah karena sudah membuat Ibunya sangat terkejut.
"Iyaa sudah Bin, lain kali jangan seperti itu lagi yaa.. Kamu tidak mau kan jantung Ibu copot karena kaget.." ucap Ibu.
"Kalau copot, nanti Bintang pasang lagi, Bu.. " sahut Bintang yang membuat keduanya pun langsung tertawa.
"Kamu ini Bin, ada-ada saja.." balas Ibu.
"Terus tadi itu siapa, Bu..?" tanya Bintang penasaran.
"Tadi itu orang yang mau ketemu sama kamu, namanya Awan. Apa dia teman kamu, Bin. ?" tanya Ibu.
"Ohh, jadi Awan, dia itu adiknya Pelangi. Anaknya Tante Melati yang nomor dua, Bu.." jelas Bintang pada Ibunya.
"Jadi tadi itu anaknya Ibu Melati, kok kamu tidak ada bilang sama Ibu, Bin.." seru Ibu.
"Yaa kan Ibu baru tanya sekarang, gimana Bintang mau bilang.." sahut Bintang.
"Apa dia suka sama kamu, Bin..?" tanya Ibu menyelidik.
"Gak tau Bu, Bintang juga gak mau tau. Pokoknya kalau ada yang tanya atau yang mau deketin Bintang, Ibu harus bilang kalau aku udah punya pacar yaa, Bu.." ucap Bintang pada Ibu.
"Iyaa iyaa, Ibu tau kok harus bilang apa. Terus bagaimana dengan Pelangi, Bin..?" tanya Ibu sambil tersenyum.
"Gimana apanya, Bu..? Ibu jangan mikir yang aneh-aneh lho, dia itu kan normal. Yaa udah, Bintang mau istirahat dulu di kamar.." seru Bintang yang tidak ingin Ibunya semakin banyak bertanya.
"Tapi Ibu kan belum selesai ngomong Bin..! Anak itu selalu saja seperti itu,mmmh.." gerutu Ibu yang melihat putri kesayangannya telah masuk ke dalam kamar tanpa menanggapi perkataannya...
Bersambung...
🙏😊 A59
__ADS_1