Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Memikirkan Cara


__ADS_3

"Memang tadi lagi ngebahas tentang kita yang gimana sih Biyang..? Ayo dong ceritain, aku penasaran banget nih.." rengek Pelangi seperti anak kecil, sambil menarik-narik tangan Bintang.


"Memang harus cerita yaa..?" tanya Bintang pada Pelangi yang langsung menganggukkan kepalanya.


"Mmmh,, tadi itu Kak Tya tanya tentang hubungan kita untuk ke depannya nanti gimana, terus Ibu juga ngingetin kalau sampai Mamii kamu tau hubungan kita pasti akan menentangnya. Udah, gitu aja.." jawab Bintang.


"Kok cuma gitu aja sih, Biyang..?!" seru Pelangi yang merasa tidak puas dengan apa yang di ceritakan oleh Bintang.


"Yaa memang gitu, terus mau gimana lagi ceritanya..?!" sahut Bintang.


"Yaa maksudnya itu, di saat Kak Tya tanya dan Ibu ngomong gitu. Terus kamu jawab apa..?" tanya Pelangi memperjelas pertanyaannya.


"Ohh,, aku bilang jalani aja dulu dengan sebaik mungkin, kalau memang kamu tercipta buat aku pasti nanti akan ada jalan untuk kita hidup bersama.." ujar Bintang.


"Yaa ampun Biyang, kamu tuh romantis banget sih..! Buat aku semakin sayang sayang dan sayaang banget sama kamu.." ucap Pelangi seraya mencium pipi Bintang kanan dan kiri.


"Terus habis itu apa lagi, Biyang..?"


"Mmmh,, terus habis itu tiba-tiba kamu datang, udah deh selesai ceritanya.." jawab Bintang sambil tersenyum melihat raut wajah Pelangi yang sepertinya masih bersemangat untuk mendengar cerita darinya.


"Yahh,, kirain masih ada lagi ceritanya, terus hubungan kita mau di bawa kemana, Biyang..? Apa kamu gak mau mengikat aku gitu..?!" tanya Pelangi yang menginginkan hubungannya dengan Bintang bisa lebih dari sekedar pacaran.


"Ngapain aku ikat kamu, El..? Kamu kan bukan sapi.." sahut Bintang.


Plakk..


Sebuah tamparan yang tidak begitu keras pun mendarat di pipi Bintang, membuat dirinya langsung meringis kesakitan.


"Maksudnya bukan di ikat pakai tali, Biyang..! Tapi pakai ikatan yang lebih dari pacaran gitu.." seru Pelangi yang merasa kesal, karena Ia berpikir bahwa Bintang tidak peka dengan keinginannya.


"Ohh gitu,, iyaa maaf, habis tadi kamu bilang mengikat gitu. Jangan marah yaa El, nanti aku ikat kamu kok tapi tunggu aku cari dulu yaa,hehee.." ujar Bintang sembari tertawa kecil.


"Biyang..!! Ngeselin banget sih kamu, orang serius juga malah di buat bercanda..!" seru Pelangi yang terlihat kesal, lalu bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu kamar.


"Aku mau pulang aja..!"


"Ehh, tunggu El..!" ucap Bintang sambil menarik tangan Pelangi dengan cukup keras, sehingga membuat keduanya hampir saja terjatuh.

__ADS_1


"Jangan pulang dulu yaa, kamu kan baru datang.." pinta Bintang pada Pelangi yang tetap kekeh ingin pulang, namun lagi-lagi Bintang menarik tangannya dan perlahan mencium bibir tipis milik Pelangi dengan sangat lembut.


Mendapat sebuah ciuman dari Bintang yang tiba-tiba, membuat Pelangi sedikit terkejut. Namun hal itu hanya terjadi sesaat, setelah itu Ia pun membalas ciuman Bintang dan mulai menikmatinya. Bintang yang menyadari bahwa Pelangi semakin terlihat bergairah, segera menghentikan ciumannya.


"Aku mau lebih dari ini, Biyang.." ucap Pelangi sambil menatap Bintang dengan tatapan yang menggoda.


"Belum waktunya, El.." sahut Bintang sambil menarik nafasnya.


"Hahh..? Memang yang begitu-begitu itu ada waktunya yaa, Biyang..? Harus pakai jadwal gitu..?" tanya Pelangi yang sedikit kecewa, karena Bintang selalu saja menolak untuk menyentuhnya.


"Yaa gak gitu juga, cuma--"


"Cuma apa, Biyang..?!" tanya Pelangi seraya menatap tajam ke arah Bintang.


"Cuma aku mau kita melakukan itu, di saat Mamii kamu menyetujui hubungan kita.." ucap Bintang.


"Hahh..?? Apa kamu serius, Biyang..?!"


"Iyaa El, aku serius.." jawab Bintang.


"Apa lagi yang mau di lakukan anak itu,mmmh.." gumam Bintang dalam hati, sembari menyusul Pelangi yang telah berada di luar kamarnya.


Pelangi pun berpamitan pada Ibu dan Tya, namun sebelum Ia masuk ke dalam mobil. Bintang mengingatkan dirinya untuk tidak melakukan hal-hal yang aneh, yang berkaitan dengan hubungan mereka.


🐝


🐝


Keesokan harinya, Pelangi mencari keberadaan Ibunya karena ada sesuatu yang ingin Ia perlihatkan. Namun setelah mencari-cari di setiap ruangan, Ia masih belum menemukan.


"Pasti Mamii di rumah Bik Ira nih..!" seru Pelangi yang bergegas pergi menuju rumah Bik Ira yang berada tidak jauh dari rumahnya, namun baru sampai di depan pintu. Pelangi di kejutkan oleh Melati yang tiba-tiba saja muncul, dan ingin masuk ke dalam rumah.


"Yaa ampun Pelangi..! Hampir saja kamu nabrak Mamii.." seru Melati sembari mengelus dada, karena juga merasa terkejut melihat Pelangi yang ada di depannya.


"Hee,, maaf Mii, tadi Pelangi buru-buru jalannya.." sahut Pelangi.


"Memang kamu buru-buru mau kemana, El..? Bukannya hari ini kamu belum buka toko.." tanya Melati.

__ADS_1


"Aku gak kemana-mana kok Mii, justru dari tadi itu aku lagi nyariin Mamii.." jelas Pelangi sambil mengajak Melati masuk ke dalam rumah untuk berbincang-bincang.


"Tumben kamu mencari Mamii, memang ada apa, El..?" tanya Melati menyelidik, karena biasanya jika Pelangi sampai mencari dirinya pasti ada sesuatu hal yang penting ingin Pelangi bicarakan padanya.


"Iyaa nih Mii, aku mau nunjukin berita yang sekarang lagi heboh banget, Mii.." seru Pelangi sambil memperlihatkan sebuah berita melalui ponsel miliknya.


"Ohh yang ini, iyaa Mamii sempat lihat waktu itu. Mamii pikir berita apa El, kamu buat Mamii penasaran saja.." ujar Melati.


"Yaa habis kirain aku, Mamii belum tau berita itu. Terus menurut Mamii gimana..?" tanya Pelangi yang ingin tahu bagaimana respon Ibunya.


"Gimana apanya, El..? Ngomong itu yang jelas, jangan buat Mamii bingung.." sahut Melati.


"Yaa menurut Mamii hubungan yang seperti itu gimana..? Mamii pasti gak setuju dan menentang keras yaa..? Karena hubungan yang seperti itu kan gak boleh dan di larang.." ujar Pelangi yang sengaja ingin memancing Ibunya, bagaimana dalam menyikapi hubungan terlarang itu.


"Nah itu kamu tau jawabannya, El.." balas Melati.


"Jadi beneran Mamii gak setuju..?" tanya Pelangi lagi yang merasa tidak puas dengan jawaban yang di berikan oleh Ibunya.


"Mamii memang tidak setuju, tapi Mamii juga tidak melarang. Karena itu kan soal hati dan perasaan, kita tidak bisa mengatur atau menolaknya begitu saja.." jelas Melati yang justru membuat Pelangi menjadi bingung sendiri.


"Maksud Mamii gimana yaa..? Aku jadi bingung nih, Mii.."


"Yaa intinya, mencintai itu hak setiap orang. Kita tidak berhak melarangnya, tapi kita bisa dan harus saling mengingatkan serta menasehati.." ujar Melati yang kini menatap Pelangi dengan intens.


"Ohh, jadi gitu yaa Mii, Mamii gak setuju tapi Mamii juga gak akan melarang. Itu gimana sih Mii sebenarnya, kok membingungkan banget.." seru Pelangi sambil menggaruk kepalanya.


"Iyaa Mamii tidak setuju tapi Mamii juga tidak bisa melarang, dan Mamii juga tidak bisa membenarkan hubungan seperti itu.." ucap Melati.


"Yahh,, sekarang tambah lagi deh kalimatnya, juga tidak bisa membenarkan. Aduhh,, aku jadi pusing nih, Mii.." sahut Pelangi.


"Kalau pusing jangan tanya-tanya terus, lagi pula kenapa kok tiba-tiba kamu tanya dan bahas tentang hubungan terlarang seperti itu, El..?" tanya Melati yang merasa ada sesuatu yang mencurigakan dari Pelangi.


"Gak apa-apa kok Mii, aku cuma lagi survei aja,hehee.. Aku ke kamar dulu yaa, Mii.." seru Pelangi yang langsung bergegas pergi meninggalkan Melati, karena Ia tidak ingin Ibunya jadi benar-benar curiga di sebabkan oleh pertanyaannya tadi...


Bersambung...


🙏😊 A59🌠

__ADS_1


__ADS_2