
Hari pernikahan Pelangi dan Reon hanya tinggal hitungan hari, kedua belah pihak kini tengah sibuk mempersiapkan segalanya. Terutama di kediaman Melati, hal ini terlihat dari banyaknya orang yang bertugas mengatur dan mendekorasi setiap ruangan yang ada.
Sementara itu, Pelangi pun juga di larang untuk keluar rumah menjelang hari pernikahannya tiba. Namun bukan Pelangi namanya, kalau Ia tidak melanggar larangan itu. Ia yang diam-diam keluar dari rumah, kini telah berada di depan rumah Bintang.
"Kamu ngapain malam-malam ke sini, El..? Bukannya kamu di larang untuk keluar dari rumah.." tanya Bintang yang mengajak Pelangi untuk segera masuk, karena saat itu udara di luar begitu dingin.
"Aku kangen sama kamu, Biyang.. Aku takut kehilangan kamu.." seru Pelangi seraya memeluk tubuh Bintang, entah mengapa semakin dekat hari pernikahannya. Pelangi semakin sedih dan semakin takut kehilangan Bintang, hingga membuatnya jadi lebih sering menangis secara tiba-tiba.
"Kamu jangan mikir yang bukan-bukan yaa El, kamu gak akan kehilangan aku. Aku juga masih di sini, gak kemana-mana kok.." ujar Bintang yang berusaha untuk menenangkan Pelangi.
"Apa mungkin Pelangi bisa merasakan, tentang rencana ku nanti..?" tanya Bintang dalam hati.
"Tapi aku takut Biyang, aku takut kamu akan pergi dari hidup aku nantinya.." ucap Pelangi yang masih tidak ingin melepaskan pelukannya pada Bintang.
"Kamu jangan takut yaa, dan jangan banyak pikiran. Kamu harus jaga kesehatan, aku gak mau kamu sampai sakit karena memikirkan hal-hal yang gak pasti seperti itu.." balas Bintang.
"Tapi kamu harus hadir di acara pernikahan aku nanti, aku pengen kamu ada untuk temenin aku, Biyang.." pinta Pelangi.
"Iyaa El, nanti aku temenin kamu. Udah yaa, jangan sedih lagi gitu. Jelek tau..!" seru Bintang sambil mencubit hidung Pelangi dengan gemasnya, meski sesungguhnya hatinya terasa begitu hancur saat mendengar ucapan Pelangi barusan.
"Maafin aku yaa El, tapi aku gak mungkin sanggup untuk melakukan itu.." gumam Bintang dalam hati, sambil berusaha untuk tetap tenang dan bersikap seperti biasanya di depan Pelangi.
"Iyaa Biyang, terimakasih yaa.. Aku seneng banget dengernya.." balas Pelangi yang mempererat pelukannya pada tubuh Bintang.
"Kalau gitu sekarang kamu pulang yaa, nanti takutnya Mamii nyariin kamu. Karena pasti gak ada yang tau kalau kamu keluar dari rumah, benarkan..?!" seru Bintang.
"Hehee,,iyaa Biyang, tapi aku masih kangen dan pengen deket kamu terus.." Pelangi pun menyandarkan kepalanya di bahu Bintang, dan setelah cukup lama berbincang-bincang. Pelangi segera berpamitan untuk pulang, meski hatinya merasa berat. Namun Ia juga tidak ingin sampai menimbulkan masalah, jika sampai Ibunya tahu bahwa saat ini dirinya tidak ada di dalam kamarnya.
"Apa ada yang datang Bintang..? Karena tadi Ibu mendengar kamu sedang berbicara dengan sese'orang.." tanya Ibu tiba-tiba, membuat Bintang tersadar dari lamunannya.
"Ohh itu,, iyaa Bu tadi Pelangi datang, tapi cuma sebentar.." jawab Bintang.
"Apa yang sudah kamu lakukan, sampai Pelangi jadi seperti itu..?" tanya Ibu sembari duduk tidak jauh dari Bintang.
"Maksud Ibu apa..? Bintang gak ngelakuin apa-apa kok, Bu.." sahut Bintang yang merasa heran dengan pertanyaan dari Ibunya.
__ADS_1
"Sepertinya Pelangi tidak bisa jauh-jauh dan lepas dari kamu, Bin.." ucap Ibu seraya tersenyum.
"Ibu ngomong apa sih..? Pelangi ke sini cuma main aja sebentar, karena dia bosan kalau harus di rumah terus.." ujar Bintang.
"Karena bosan atau karena kangen..?" goda Ibu yang kini tertawa kecil, terlebih saat melihat raut wajah Bintang yang terlihat memerah karena malu.
"Udah deh Bu, jangan ngomong yang aneh-aneh. Bintang mau masuk ke kamar dulu kalau gitu.." sahut Bintang yang tidak ingin Ibunya terus meledeknya.
"Tunggu Bintang..!"
"Ada apa lagi, Bu..?" tanya Bintang yang menghentikan langkah kakinya.
"Apa kamu yakin dengan rencana kamu itu..?" Ibu menatap Bintang yang sejenak terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Iyaa Bu, Bintang yakin. Nanti Bintang hubungi Kakak dan minta untuk pulang secepatnya, Ibu gak apa-apa kan..?" tanya Bintang.
"Ibu tidak apa-apa, Ibu bisa mengerti. Yaa sudah kamu istirahat dan jangan tidur larut malam, Ibu juga mau tidur dulu.." ujar Ibu pada Bintang, lalu segera berjalan masuk ke dalam kamar.
🌠
Keesokan harinya, Bintang yang baru saja selesai menghubungi Kakaknya bergegas untuk mencari ibunya. Untuk memberitahukan, bahwa hari ini Kakaknya akan pulang bersama keponakannya.
"Iyaa Bu, semoga aja semua lancar dan gak ada halangan.."
"Aamiin.." ucap Bintang dan Ibu bersamaan.
"Yaa sudah kalau begitu, sekarang kamu bantuin Ibu memasak biar cepat selesai.."
Tidak menunggu lama, Bintang pun langsung bergerak cepat untuk membantu Ibunya menyiapkan semua bahan yang akan di masak. Karena sudah terbiasa membantu Ibunya, membuat Bintang terlihat sangat lihai dan pintar dalam hal memasak. Dan rasa masakannya pun, tidak kalah enak dengan masakan Ibunya.
"Akhirnya selesai juga,huuhh.." ucap Bintang seraya mengusap keringat yang ada di keningnya, lalu merebahkan tubuhnya di atas sofa.
"Kamu tidak langsung makan, Bintang..?" tanya Ibu yang baru saja selesai menghidangkan makanan di atas meja makan.
"Nanti aja Bu, Bintang mau istirahat dulu sebentar.." jawab Bintang.
__ADS_1
"Yaa sudah kalau begitu, Ibu juga mau ke kamar untuk istirahat.." ucap Ibu seraya meninggalkan Bintang yang berada di ruang tengah.
🌠
🌠
"Udah gede sekarang kamu yaa, Rahma..!" seru Bintang saat melihat ponakannya telah tiba di rumah bersamanya Ibunya.
"Iyaa dong Tante, masa mau kecil aja terus..!" sahut Rahma sembari mencium punggung tangan Bintang dan juga neneknya.
"Ayahnya tidak ikut Kak..?" tanya Ibu yang melihat putri pertamanya itu hanya datang berdua saja bersama cucunya.
"Gak Bu, masih banyak kerjaan katanya. Mungkin nanti kalau sudah selesai semua, baru nyusul ke sini.." ujar Tya pada Ibunya, dan mereka pun kini segera masuk ke dalam rumah untuk melanjutkan obrolannya.
Melihat Ibu sedang asyik mengobrol dengan putrinya, Tya bergegas menghampiri Bintang yang saat itu berada di dalam kamarnya.
"Kamu ngapain Bin, dari tadi di kamar aja..?" tanya Tya saat melihat Bintang tengah sibuk membereskan pakaiannya.
"Lagi beresin pakaian nih, Kak.." jawab Bintang.
"Nanti jangan terlalu lama yaa, Bintang.." seru Tya mengingatkan adiknya.
"Iyaa Kak, beres.." sahut Bintang yang kini duduk bersebelahan dengan Kakaknya itu.
"Terus kalau Pelangi tau dan tanya-tanya, nanti Kakak harus jawab apa, Bin..?" tanya Tya.
"Kakak jawab aja apa adanya, gak perlu ada yang di tutupi. Maaf yaa, jadi merepotkan Kakak.." ujar Bintang.
"Gak apa-apa Bin, Kakak juga memang pengen pulang karena udah kangen banget sama Ibu dan juga kamu. Tapi kamu masih kuat kan..?!" seru Tya yang sengaja meledek adiknya.
"Kuatlah Kak,hehee.." balas Bintang sambil tertawa kecil, namun di dalam hatinya Ia merasa sangat sedih dengan semua yang akan terjadi nantinya.
"Hey,, kok malah bengong sih, udah jangan sedih gitu. Kakak yakin, kamu pasti bisa melewatinya, Bintang.." ucap Tya yang berusaha untuk menguatkan Bintang, meski dalam hati Tya tahu bahwa adiknya itu pasti sangat sedih. Karena orang yang sangat adiknya sayangi, sebentar lagi akan menikah dengan laki-laki pilihan Ibunya.
"Iyaa Kak, terimakasih yaa.." balas Bintang lalu memeluk erat tubuh Tya, Kakak yang selama ini selalu bisa memahami dirinya...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59🌠