Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Ohh, Ternyata


__ADS_3

Bintang yang mulai terbangun dari tidurnya, kini mengusap matanya yang masih terpejam. Begitu juga dengan Pelangi, keduanya lalu membuka mata dan saling bertatapan dengan raut wajah yang terkejut.


"Aaaaaaaaaaa....!!" teriak Bintang dan Pelangi bersamaan.


Keduanya pun langsung segera bangun, Pelangi memegangi bagian dadanya dengan kedua tangannya. Namun tiba-tiba Ia terjatuh, karena berada terlalu di tepi tempat tidur. Bintang bergegas menarik tangan Pelangi, tapi usahanya sia-sia. Karena Ia pun turut terjatuh, dan tanpa sengaja menindih tubuh Pelangi.


"Maaf.." ucap Bintang yang langsung bangkit dari atas tubuh Pelangi.


"Aduhh,, ada yang hilang gak nih.." seru Pelangi sambil memeriksa bagian tubuhnya, terutama bagian dada.


Pletak..


"Kamu pikir aku maling apa..!" sahut Bintang seraya menyentil kening Pelangi yang langsung merasa kesakitan.


"Sakit tau Bin, kan aku cuma mau mastiin aja.." balas Pelangi.


"Lagian kamu ngapain tidur di atas..? Bukannya tadi malam kamu tidur di bawah yaa..?" tanya Bintang yang kini menatap wajah Pelangi dengan penuh tanda tanya.


"Ohh iyaa, kenapa tadi malam aku bisa lupa pasang alarm. Ketahuan deh,mmmh.." gumam Pelangi dalam hati.


"Yahh,, malah bengong dia.." seru Bintang yang kembali menyentil kening Pelangi, namun kali ini Ia bisa menghindarinya.


"Karena tadi malam itu di bawah banyak semut dan kecoa, makanya aku pindah ke atas.." ujar Pelangi yang berusaha mencari alasan agar Bintang tidak mencurigainya.


"Mmmm,,kamu pasti bohong kan...?!" tanya Bintang yang bisa merasakan bahwa Pelangi sedang berbohong padanya.


Belum sempat Pelangi menjawabnya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar. Dengan suara Ibu yang memanggil nama mereka berdua, dan Bintang pun segera membuka pintu kamarnya.


"Apa semua baik-baik saja, Bin..? Tadi Ibu seperti mendengar suara orang berteriak.." ujar Ibu.


"Ohh,, itu tadi Pelangi lihat kecoa Bu, dia kan paling takut sama kecoa,hehee.." sahut Bintang sambil menatap Pelangi.


"Iyaa Bu, aku takut sama kecoa jadi tadi aku sampai teriak. Maaf yaa Bu.." ucap Pelangi sambil tersenyum malu.


"Jadi begitu yaa, Ibu pikir ada apa. Yaa sudah, sekarang kalian berdua mandi. Ibu mau siapkan sarapan dulu.." ujar Ibu yang kini kembali menuju dapur.


"Urusan kita yang tadi belum selesai yaa..!" seru Bintang sambil menatap wajah Pelangi dengan tajam.


Pelangi hanya terdiam mendengar ucapan Bintang barusan, Bintang lalu keluar kamar meninggalkan Pelangi yang kini sedang memikirkan alasan apa lagi yang harus Ia katakan pada Bintang nantinya.


"Jangan sampai Bintang tau yang sebenarnya,mmmh.. Masa iyaa aku harus bilang, kalau aku ngerasa nyaman tidur di pelukannya.." ucap Pelangi sambil menghela nafasnya dengan dalam.


Bintang yang sudah selesai mandi, segera mengenakan pakaiannya. Setelah selesai semua, Ia pun segera keluar dari kamar dan mencari keberadaan Ibunya. Sementara Pelangi yang baru saja keluar dari kamar mandi, kini berjalan menuju kamar untuk bersiap-siap.


"Ayo sarapan Pelangi, Ibu sudah buatkan roti bakar untuk kita bertiga.." ajak Ibu dengan tersenyum ramah.


"Wahh,, enak banget tuh roti bakar Bu, aku suka.." seru Pelangi yang langsung duduk di kursi sebelah Bintang.

__ADS_1


"Pelangi mau pakai selai apa..? Biar Ibu ambilkan.." tanya Ibu.


"Gak usah Bu, biar aku ambil sendiri aja,hee.." sahut Pelangi yang merasa tidak enak, karena sudah merepotkan Ibunya Bintang.


Kini mereka menyantap sarapannya masing-masing, Bintang yang sejak tadi hanya diam segera menghabiskan sarapannya.


"Aku tunggu di luar yaa, El.." seru Bintang.


"Ehh,, iyaa Bin, sebentar lagi juga aku selesai kok.." balas Pelangi.


Bintang yang sudah berada di luar, kini tengah duduk sambil memikirkan sesuatu. Ada yang mengganjal dalam hatinya, tentang apa yang Ia rasakan dari sejak kemarin. Tidak lama kemudian, Pelangi terlihat telah keluar dari rumah dengan Ibu di belakangnya.


"Ayo Bin, kita berangkat.." ajak Pelangi pada Bintang.


"Aku dan Pelangi berangkat dulu yaa, Bu.." ucap Bintang sambil mencium tangan Ibu, di ikuti oleh Pelangi.


"Hati-hati di jalan yaa, pelan-pelan bawa mobilnya. Jangan lupa berdo'a.." seru Ibu pada keduanya.


Pelangi pun segera melajukan mobilnya, meninggalkan Ibu yang juga telah masuk ke dalam rumah.


"Apa kamu mau ngomong sesuatu..?" tanya Bintang pada Pelangi yang sejak tadi meliriknya.


"Gak ada kok, Bin.." jawab Pelangi dengan gugup.


"Kamu pasti bohong kan..? Pasti ada sesuatu yang kamu sembunyiin dari aku, ayo ngomong..!" seru Bintang.


"Cuma apa..?" tanya Bintang.


"Nanti malam aja ngomongnya, kan sekarang kamu lihat sendiri aku lagi nyetir.." ucap Pelangi beralasan.


"Mmmm,,yaa udah.." balas Bintang.


Akhirnya, kini mereka pun telah tiba di depan toko. Bintang dan Pelangi segera keluar dari dalam mobil, lalu bergegas untuk membuka toko. Keduanya mulai sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, sambil sesekali mereka saling menatap tanpa bicara apapun.


🌠


🌠


Selesai makan malam, Pelangi masuk ke dalam kamar untuk membereskan semua barang yang Ia bawa. Karena malam ini Ibu dan adiknya akan kembali pulang, jadi Ia pun harus pulang ke rumahnya. Ada rasa sedih terselip dalam hati Pelangi, karena harus pulang meninggalkan Bintang dan Ibunya. Meski hanya beberapa hari Ia berada di rumah Bintang, namun Ia merasa nyaman dan betah. Apa lagi dengan Ibu, yang selalu memperlakukannya dengan baik dan juga ramah.


"Udah selesai..?" tanya Bintang yang duduk di samping Pelangi.


"Iyaa udah semua kok, terimakasih yaa Bin untuk semua. Maaf kalau aku udah nyusahin kamu.." ucap Pelangi.


"Iyaa sama-sama.." balas Bintang.


"Yaa udah, ayo keluar. Aku mau pamit sama Ibu.." seru Pelangi yang bangkit dari tempat duduknya, namun Bintang langsung menarik tangannya hingga membuat Pelangi kembali terduduk.

__ADS_1


"Tunggu dulu..! Kamu masih belum bilang tentang yang tadi pagi.." ujar Bintang yang ingin Pelangi berkata yang sebenarnya.


"Memang tentang apa, Bin..?" tanya Pelangi yang sengaja pura-pura tidak tahu maksud dari ucapan Bintang.


"Yang kenapa kamu bisa tidur di atas tempat tidur bareng aku.." balas Bintang yang mengingatkan.


"Ohh, kan udah aku bilang karena di bawah banyak semut dan kecoa.." sahut Pelangi.


"Jangan bohong El, di kamar aku jarang banget ada semut apa lagi kecoa gak pernah ada dari dulu. Kamu sengaja pindah kan..? Ayo ngomong..!" desak Bintang.


"Iyaa aku memang sengaja pindah ke atas.." ucap Pelangi.


"Kenapa pindah..?" tanya Bintang.


"Karena aku ngerasa nyaman tidur sambil di peluk sama kamu, Bin.." sahut Pelangi yang segera menutup mulutnya.


"Hahh..? Jadi--"


Bintang pun terkejut mendengar apa yang di katakan oleh Pelangi.


"Jadi apa, Bin..?" tanya Pelangi.


"Gak apa-apa, jadi kamu sengaja pindah,mmmh.." balas Bintang.


"Jadi ternyata, yang aku peluk kemarin itu juga berarti dia..? Pantes aja aku ngerasa hangat, kirain bantal guling.." gumam Bintang dalam hati.


"Kok kamu bengong sih Bin, mikir apa hayoo..?!" tanya Pelangi dengan raut wajahnya yang kini terlihat malu, karena Bintang sudah mengetahui alasannya Ia pindah ke atas tempat tidur.


"Gak mikir apa-apa kok.." balas Bintang.


"Oh iyaa,, maaf kalau aku tanpa sengaja udah peluk kamu.." ucap Bintang lagi.


"Iyaa Bin, gak apa-apa. Aku malah seneng banget.." balas Pelangi dengan malu-malu.


Saat keduanya berdiri dan akan melangkah menuju pintu kamar, Pelangi pun tanpa sengaja tersandung oleh kaki Bintang hingga membuatnya hampir terjatuh. Dengan sigap Bintang pun segera menahan tubuh Pelangi, hingga kini Pelangi berada di pelukannya.


Deg..


Saat itu juga, Pelangi merasakan jantungnya berdetak lebih cepat. Ia menatap Bintang tanpa berkedip sedikitpun, begitu juga dengan Bintang yang terus saja menatapnya hingga membuat Pelangi semakin berdebar-debar. Setelah cukup lama mereka saling bertatapan mata, Bintang melepaskan pelukannya pada Pelangi.


"Lain kali hati-hati.." ucap Bintang pada Pelangi yang kini terlihat jadi salah tingkah.


"Iy-iyaa Bin.." balas Pelangi.


Setelah berpamitan pada Ibu dan Bintang, Pelangi pun berlalu pergi dengan perasaan yang campur aduk. Di sepanjang perjalanan, Ia merasakan hatinya yang jadi tidak karuan. Sambil mengingat kembali, bagaimana saat Bintang menatapnya seolah ada sesuatu yang tersirat...


Bersambung..

__ADS_1


🙏😊 A59🌠


__ADS_2