Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Menyelidiki


__ADS_3

Suasana di rumah Bintang terlihat sepi, sejak tadi pagi Ibu pergi ke rumah Bibi karena sedang ada acara di rumahnya. Bintang pun memilih untuk tetap tinggal di rumah, sambil sibuk dengan ponsel dan menonton televisi. Namun tiba-tiba, ponsel miliknya bergetar. Ada panggilan masuk dari Sarah, tanpa menunggu lama Bintang pun segera menjawabnya.


Bintang : "Assalamu'alaikum Sarah.."


Sarah : "Wa'alaikumsalam Bin, gimana kabar kamu sama Ibu, sehat..?"


Bintang : "Alhamdulillah sehat, kamu dan Sandra gimana, sehat juga kan..?"


Sarah : "Syukurlah kalau gitu, sehat juga kok, Bin.. Kamu gimana sekarang, udah punya belum..?"


Bintang : "Punya apa nih..? Peliharaan..?"


Sarah : "Iish,, kamu ini kok peliharaan sih, yaa pacarlah, Bin.. Udah hampir dua tahun lho kamu jomblo, sejak putus dari Yumie.."


Bintang : "Iyaa Sarah, aku belum kepikiran untuk pacaran lagi.."


Sarah : "Apa perlu aku bantu cariin pacar, Bin..? Kebetulan aku punya banyak kenalan baru nih, kamu tinggal pilih. Mana tau ada yang nyaman,hee.."


Bintang : "Gak dulu yaa Sarah, aku udah malas kenal orang-orang baru.."


Sarah : "Yaa kan gak harus langsung pacaran Bin, cuma kenalan dan berteman aja dulu.."


Bintang : "Aku gak mau Sarah, waktu itu juga Anya ada kenalin aku ke temannya. Ehh,, malah dia suka dan maksa buat pacaran, padahal kan aku cuma mau berteman aja, Sarah.."


Sarah : "Ohh gitu, yaa udah gak apa-apa, Bin.. Pokoknya nanti kalau udah punya, langsung kasi tau kita semua yaa.. Jangan diam-diam aja, aku dan teman-teman di sini juga kan pengen lihat kamu bahagia.."


Bintang : "Iyaa Sarah, do'ain aja yaa.. Terimakasih karena udah tetap perhatian dan peduli sama aku.."


Sarah : "Sama-sama yaa Bin, yaa udah kalau gitu. Aku matiin dulu teleponnya, lain kali kita sambung lagi. Salam buat Ibu yaa, baik-baik di sana. Wassalamu'alaikum.."


Bintang : "Iyaa Sarah, nanti aku sampaikan ke Ibu. Wa'alaikumsalam.."


Sambungan telepon pun telah terputus, Bintang tersenyum karena merasa senang. Hingga kini, Sarah dan teman-temannya masih selalu perhatian dan peduli padanya. Bintang beruntung memiliki teman-teman yang baik seperti mereka, karena itu Ia selalu menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan teman-temannya.

__ADS_1


Saat sedang memikirkan tentang teman-temannya itu, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari sese'orang di luar sambil memanggil nama Bintang. Bintang yang sudah hafal dengan suara itu, segera berjalan menuju pintu depan dan membukanya.


"Akhirnya Ibu pulang juga, kok lama sih, Bu..?!" tanya Bintang seraya membantu membawakan barang-barang yang di bawa pulang oleh Ibunya.


"Iyaa tadi Ibu bantuin Bibi kamu sampai selesai acara, jadi agak lama. Memang kenapa Bin..? Apa kamu takut di rumah sendirian..?" tanya Ibu sambil tersenyum.


"Gak takut Bu, cuma beberapa hari ini Bintang ngerasa seperti ada yang mengawasi rumah kita.." ujar Bintang dengan raut wajah yang agak cemas.


"Mengawasi bagaimana maksud kamu, Bin..? Kamu jangan buat Ibu merasa takut.." sahut Ibu yang menanggapi perkataan Bintang itu dengan serius.


"Atau mungkin cuma perasaan Bintang aja kali yaa Bu,hehee.. Karena sering nonton film horor.." ucap Bintang sambil tersenyum dan menggaruk kepalanya.


"Kamu ini ada-ada saja, Ibu pikir tadi memang benar seperti itu.." balas Ibu yang kini sudah duduk di sofa ruang tengah.


"Iyaa Bu, Bintang minta maaf. Bintang ambilkan Ibu air minum dulu yaa, pasti Ibu haus.." seru Bintang yang langsung berjalan menuju meja makan untuk mengambil air minum.


"Ini Bu, air minumnya.." ucap Bintang seraya menyerahkan segelas air putih pada Ibu dan langsung meminumnya.


"Iyaa Bu istirahat aja, pasti Ibu capek.." balas Bintang.


"Iyaa Bin, kamu juga istirahat. Kalau bisa cepat tidurnya, jangan begadang terus.." ucap Ibu sambil berjalan menuju ke kamar mandi, meninggalkan Bintang yang masih duduk diam memikirkan sesuatu hal.


🌠


🌠


Di tempat yang lain, Pelangi dan Ibunya sedang asyik mengobrol. Mereka bercerita tentang apa saja yang terjadi dan mereka lakukan hari ini, sedangkan Awan terlihat asyik memainkan ponselnya. Tanpa ikut serta dalam percakapan Kakak dan Ibunya itu.


"Mii, aku keluar dulu yaa, mau ngumpul sama teman-teman.." seru Awan sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Yaa sudah tidak apa-apa, tapi jangan pulang larut malam yaa, Wan.." sahut Melati pada putranya.


"Oke Mii, tenang aja.." balas Awan sembari meninggalkan Ibu dan Kakaknya.

__ADS_1


"Apa Awan sudah punya pacar, Kak..?" tanya Melati.


"Sepertinya belum Mii, kalau udah punya pasti dia cerita ke aku.." sahut Pelangi.


"Ohh, Mamii pikir sudah punya, terus kamu kapan, El..?" tanya Melati lagi yang sebenarnya tahu, bahwa putrinya itu masih belum bisa melupakan mantan kekasihnya.


"Mamii mulai deh, aku gak mau bahas soal itu, Mii.." seru Pelangi yang masih merasa kecewa dan sakit hati, karena di tinggalkan oleh orang yang Ia cintai.


"Iyaa iyaa, Mamii kan cuma tanya. Kalau belum punya, yaa tidak apa-apa. Mamii juga tidak ingin kamu terburu-buru menerima sese'orang, untuk kamu jadikan pacar.." ujar Melati yang tidak ingin putrinya itu merasakan kecewa lagi.


"Iyaa Mii, kalau itu Pelangi juga gak mau terburu-buru.." balas Pelangi.


"Ohh iyaa El, mungkin lusa Mamii sama Awan akan pergi ke kota J. Untuk melihat keadaan perkebunan kita yang ada di sana, kamu tidak apa-apa kan Mamii tinggal..?" tanya Melati.


"Iyaa Mii, aku gak apa-apa kok. Tapi kok tumben Mamii yang langsung lihat ke sana..? Bukannya perkebunan yang ada di sana udah ada yang ngurusin, Mii..?" tanya Pelangi.


"Iyaa memang benar, tapi Mamii mau lihat langsung keadaannya seperti apa. Lagi pula Mamii sudah lama tidak ke sana, sekaligus mau berkunjung ke rumah keluarga Papii kamu juga.." ujar Melati.


"Ohh, iyaa deh Mii, gak apa-apa kok.." sahut Pelangi.


"Yaa sudah El, kalau begitu Mamii mau masuk dulu ke kamar yaa.." ucap Melati.


"Iyaa Mii.." balas Pelangi pada Ibunya yang kini telah berjalan menuju ke kamar, meninggalkannya se'orang diri di ruang keluarga.


Tak lama kemudian, Pelangi juga masuk ke dalam kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, lalu menyalakan televisi dan mencari siaran kesukaannya. Saat sedang asyik menonton televisi, tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi. Setelah melihat siapa yang menghubunginya, Pelangi pun segera menjawabnya.


Setelah beberapa menit berbicara dengan si penelepon, Pelangi kembali membaringkan tubuhnya sambil menarik nafas panjang. Pikirannya mulai melayang jauh, memikirkan tentang apa yang baru saja Ia dengar dari sese'orang di sambungan telepon tadi.


"Dari pada aku penasaran dan mikir yang aneh-aneh, lebih baik besok aku tanyain langsung aja ke Bintang.." gumam Pelangi dalam hati, sembari melanjutkan menonton televisi.


Bersambung...


🙏😊 A59🌠

__ADS_1


__ADS_2