
Sesampainya di rumah, Risma segera mengajak Reon untuk berbincang-bincang mengenai Pelangi. Reon yang tidak bisa menolak, terpaksa mengikuti Ibunya dan ikut duduk di samping Risma. Sedangkan Rena yang tidak ingin terlibat dalam percakapan Ibu dan Kakaknya, segera masuk ke dalam kamar.
"Bagaimana Reon..? Apa Pelangi merespon baik tentang kamu..?" tanya Risma sambil tersenyum.
"Biasa aja kok Maa, dia banyak diam dan cuek.." jawab Reon apa adanya.
"Kalau dia diam yaa kamu ajak bicara dong Reon, kamu itu laki-laki. Harus agresif, jangan ikutan diam seperti itu juga.." ucap Risma seraya menarik nafasnya.
"Iyaa Maa, namanya juga baru pertama kali ketemu. Yaa wajar kalau banyak diam,mmmh.." sahut Reon.
"Yaa sudah kamu istirahat, lain kali kalau ketemu sama Pelangi lagi kamu harus lebih agresif. Karena wanita itu lebih suka jika pria yang memulai duluan, jangan menunggu dia yang memulai.." jelas Risma.
"Iyaa Maa, Reon udah ngerti. Reon mau masuk ke kamar dulu.." ucap Reon seraya bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan meninggalkan Risma yang masih menatapnya sambil menarik nafas panjang.
Reon yang telah berada di dalam kamar, kini mengambil ponsel yang ada di saku celananya dan segera menghubungi Putri.
Putri : "Assalamu'alaikum, hallo Mas.. Kamu udah pulang..?"
Reon : "Wa'alaikumsalam, iyaa Mas udah pulang. Kamu masih belum tidur juga..?"
Putri : "Belum Mas, aku nungguin kamu pulang dulu baru tidur. Rasanya udah gak sabar buat ketemu dan jalan-jalan bareng sama Mas besok.."
Reon : "Iyaa Putri, Mas juga sama kok pengen cepat ketemu kamu dan Bunga. Yaa udah sekarang kamu tidur yaa, sampai ketemu besok. Wassalamu'alaikum.."
Putri : "Iyaa Mas Reon, wa'alaikumsalam.."
Reon yang telah memutuskan sambungan teleponnya, kini segera berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah itu, Ia pun menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dan mulai memejamkan matanya.
Keesokan harinya, Reon yang telah tiba di rumah kontrakan tempat Putri dan Bunga tinggal. Segera mengajak keduanya untuk pergi berjalan-jalan, tidak lupa Putri membawa bekal makanan yang telah Ia siapkan untuk mereka nantinya.
"Papaa,, kita mau jalan-jalan kemana..?" tanya Bunga yang terlihat begitu menggemaskan, dengan pipinya yang tembem dan bibir yang mungil.
"Kemana aja sayang, nanti Bunga yang pilih mau kemana yaa.." sahut Reon sambil menggendong Bunga, gadis kecil yang baru berusia empat tahun itu.
"Horreee,, asyiiik..! Bunga seneng banget deh Paa, akhirnya bisa jalan-jalan bareng lagi sama Papaa Reon dan Mamaa.." ucap Bunga dengan raut wajah yang terlihat begitu gembira.
__ADS_1
"Iyaa Bunga sayang, Papaa juga seneng banget kok.." balas Reon sambil menatap ke arah Putri yang tersenyum padanya.
"Udah siap semua...?!" tanya Reon pada Bunga dan Putri.
"Udah Paa..!" jawab Bunga yang begitu bersemangat.
"Ayo kita berangkat..!" seru Reon sambil menyalakan dan melajukan mobilnya menuju ke sebuah tempat wisata.
🌠
"Kakak kamu kemana, Ren..? Dari tadi Mamaa tidak melihatnya.." tanya Risma pada Rena yang terlihat berpakaian rapi.
"Kak Reon pergi sama teman-temannya Maa, tadi bilang ke Rena sebelum pergi.." jawab Rena.
"Terus kamu sendiri mau kemana sudah rapi begitu..?" tanya Risma lagi.
"Itu Maa, Awan ngajak aku pergi jalan-jalan,hee.." sahut Rena dengan tersenyum malu.
"Ohh, jadi anak Mamaa ini juga mau pergi, yaa sudah hati-hati. Perginya naik mobil kan, bukan motor..?" tanya Risma.
Setelah memasuki mobil, Rena pun melajukan mobilnya menuju ke rumah Awan untuk menjemputnya. Tidak butuh waktu lama, mobil yang di kendarai oleh Rena telah berada di pekarangan rumah Awan.
"Akhirnya, yang di tunggu sampai juga.." seru Awan sambil tersenyum melihat Rena yang baru saja turun dari mobil, lalu menghampirinya.
"Kamu udah lama nungguin yaa, Wan..?" tanya Rena.
"Gak lama kok, yang penting kan sekarang kamu udah datang. Ayo kita berangkat sekarang..!" ajak Awan sambil mengulurkan tangannya untuk meminta kunci mobil yang di bawa Rena.
Di sepanjang perjalanan, Awan terus saja mengajak Rena mengobrol dan bercanda. Sambil sesekali Ia melirik ke arah Rena, dan diam-diam menatap wajah Rena yang sejak awal sudah membuatnya merasa tertarik dan terpesona.
"Jangan lihatin aku terus, nanti nabrak lho..!" seru Rena yang langsung membuat Awan jadi salah tingkah, lalu berusaha untuk bersikap biasa saja.
"Iyaa Rena, habis kamu cantik banget sih. Buat aku jadi pengen menatap wajah kamu terus,hee.." ujar Awan seraya tersenyum.
"Gombal aja kamu..!" sahut Rena dengan raut wajah yang kini terlihat memerah menahan rasa malu, di karenakan ucapan Awan padanya.
__ADS_1
"Aku serius Ren, kamu memang cantik banget kok. Kalau gak percaya, tanya aja sama cermin.." ujar Awan yang mencoba meyakinkan Rena tentang kecantikan dirinya.
Mendengar ucapan Awan, Rena hanya tersenyum tanpa membalas perkataannya. Selama ini memang tidak sedikit orang terutama kaum pria yang memuji kecantikannya, namun entah mengapa Ia merasa apa yang di katakan oleh Awan padanya memang tulus.
"Kok senyum-senyum sendiri gitu..? Hayo ngebayangin apa..?" tanya Awan yang membuat Rena langsung terlihat gugup.
"Gak ngebayangin apa-apa kok, kamu fokus nyetir aja.." sahut Rena yang mencoba untuk bersikap seperti biasa.
🌠
🌠
Bintang yang sejak tadi melihat Pelangi hanya diam dan melamun, Ia lalu menghampiri dan memastikan bahwa wanita yang di sayangi itu dalam keadaan baik-baik saja.
"Kamu kenapa melamun aja dari tadi..? Ada yang di pikirin..?" tanya Bintang menyelidik.
"Gak ada mikir apa-apa kok, Biyang.." jawab Pelangi sambil tersenyum.
"Pasti kamu mikirin tentang rencana Mamii yang mau jodohin kamu, aku tau kok.." ucap Bintang.
"Kalau udah tau, kenapa masih tanya juga,mmmh.." seru Pelangi sambil mencubit lengan Bintang.
"Yaa aku cuma pengen mastiin aja.." balas Bintang.
"Terus aku harus gimana, Biyang..? Aku gak mau dan gak terima di jodohin seperti itu, di kira ini zamannya Siti Nurbaya kali yaa.." ujar Pelangi sambil menghela nafasnya dengan berat.
"Yaa gak gimana-gimana, kalau memang gak mau yaa udah gak apa-apa. Tapi kamu harus bisa kasi penjelasan ke Mamii, biar Mamii bisa mengerti.." ucap Bintang memberikan saran, Ia tidak ingin Pelangi terus-menerus memikirkan hal itu.
"Iyaa Biyang, terimakasih yaa.. Nanti aku akan ngomong baik-baik ke Mamii, aku maunya sama kamu aja, Bintang.." ujar Pelangi seraya menyandarkan kepalanya pada bahu Bintang.
"Sekarang jangan melamun lagi yaa, jangan terlalu di pikirkan. Aku gak mau kamu sampai sakit karena kepikiran masalah itu.." ucap Bintang sambil membelai rambut panjang Pelangi dengan lembut.
Kini Pelangi pun merasa tenang, karena Bintang selalu bisa membuatnya merasa nyaman dan melupakan setiap apa yang menjadi pikirannya. Itu juga yang membuat Pelangi sangat takut kehilangan Bintang, meski Ia sendiri telah tahu bahwa Bintang tidak bisa berharap lebih padanya...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59🌠