Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Ingin Merasakan


__ADS_3

Pelangi yang sedang membantu Bintang membereskan barang-barang, kini menghentikan kegiatannya saat sese'orang datang menghampiri dan memanggil namanya. Membuat Pelangi dan Bintang pun menoleh ke arah suara itu berasal, dan ternyata dia adalah orang yang tidak ingin Pelangi lihat.


"Ngapain kamu ke sini..?" tanya Pelangi dengan raut wajah tidak senangnya.


"Aku pengen tau keadaan kamu, El.." jawab pria itu yang ternyata adalah Bimo, mantan pacar Pelangi yang telah meninggalkannya demi wanita lain.


"Sekarang udah tau kan gimana keadaan aku, jadi lebih baik sekarang kamu pergi. Lagi pula aku sibuk.." seru Pelangi yang tidak ingin Bimo berlama-lama ada di tokonya.


"Tapi aku masih pengen di sini, aku kangen sama kamu, El.." ucap Bimo dengan santainya.


Pelangi yang mendengar itu justru membuatnya merasa kesal, dan segera masuk ke dalam meninggalkan Bimo yang ternyata mengikutinya dari belakang.


"Maafin aku, El.. Aku tau kamu masih marah sama aku, aku nyesel udah putusin kamu waktu itu.." ujar Bimo.


"Aku udah maafin, jadi lebih baik sekarang kamu pergi dari sini.." balas Pelangi.


"Terimakasih yaa El, tapi tolong kasi aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita. Aku pengen kita bisa seperti dulu lagi.." ucap Bimo seraya memegang tangan Pelangi, namun segera di hempaskan oleh Pelangi.


"Kesempatan itu gak akan pernah ada, karena memang gak ada lagi yang harus di perbaiki. Harusnya kamu bisa fokus sama pacar kamu yang sekarang.." ujar Pelangi.


"Aku udah gak nyaman sama dia, El.. Dia gak seperti kamu, ternyata aku lebih nyaman sama kamu.." jelas Bimo yang berusaha membujuk Pelangi untuk mau kembali padanya.


"Udahlah Bim, aku gak mau dengar apapun lagi.." balas Pelangi.


"Tapi El, aku--"


Belum sempat Bimo melanjutkan ucapannya, tiba-tiba Bintang datang dan menahan gerakan Bimo yang ingin kembali memegang tangan Pelangi.


"Gak denger apa yang Pelangi bilang dari tadi..? Dia nyuruh kamu pergi dari sini.." seru Bintang dengan tatapan matanya yang tajam.


"Kamu siapa, berani ikut campur..? Ini urusan aku sama Pelangi.." ucap Bimo yang merasa tidak terima dengan perkataan Bintang padanya.


"Gak penting aku siapa, sekarang kamu pergi..! Udah tau kan pintu keluar ada dimana.." seru Bintang sambil tersenyum sinis.


Setelah mendengar ucapan Bintang, Bimo pun segera pergi dengan menahan rasa kesal dan emosi.


"Ingat yaa El, aku akan datang lagi.." teriak Bimo sambil berjalan keluar, meninggalkan Pelangi yang hanya terdiam dan menarik nafasnya.


"Kamu gak apa-apa, El..?" tanya Bintang pada Pelangi.


"Iyaa Bin, aku gak apa-apa kok. Terimakasih yaa.." sahut Pelangi seraya tersenyum.


"Buat..?" tanya Bintang lagi.


"Karena kamu udah usir si bemo itu,hehee.." ucap Pelangi sambil tertawa kecil.


"Jadi sekarang namanya bemo yaa,hahaa.." balas Bintang yang ikut tertawa.


"Itu kan kamu yang ngasi nama, aku cuma ngikutin aja.." seru Pelangi.


"Iyaa sih, tapi gak apa-apa. Bagus kok,hee.." sahut Bintang.


"Yaa udah, sekarang kita siap-siap pulang yaa.. Udah sore juga, aku mau cepat pulang ke rumah terus mandi.." ujar Pelangi pada Bintang, dan keduanya pun kini bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


Saat di perjalanan pulang menuju ke rumah, tiba-tiba Bintang di hadang oleh sese'orang. Bintang pun terpaksa menghentikan sepeda motornya, untuk bicara pada sese'orang itu. Namun Bintang justru di ancam dan ingin di lukai, tapi untungnya Bintang bisa menghadapinya karena Ia pernah belajar bela diri dan melanjutkan perjalanannya kembali.


"Wajah kamu kenapa Bin, kok bisa lecet begitu..?" tanya Ibu pada Bintang yang baru saja tiba di rumah.


"Gak kenapa-kenapa Bu, tadi cuma ada barang di toko yang jatuh terus kena muka Bintang,hee.." jawab Bintang sambil menahan perih pada lengannya yang juga ikut terluka.


"Lain kali kamu harus hati-hati, Bin.. Sekarang kamu mandi, terus di obati lukanya yaa.." seru Ibu.


"Iyaa Bu, nanti juga sembuh kok. Cuma luka dikit aja.." sahut Bintang yang segera berjalan masuk ke dalam kamarnya.


🌠


🌠


"Pelangi..!" panggil Melati pada Pelangi yang berada di dalam kamar.


"Iyaa Mii, ada apa..?" tanya Pelangi yang langsung membuka pintu kamarnya.


"Itu di luar ada Bimo, katanya mau ketemu sama kamu.." ujar Melati.


"Ngapain lagi sih tuh orang, aku malas mau ketemu dia, Mii.." sahut Pelangi.


"Nah terus bagaimana, masa iyaa harus di usir, El.." ucap Melati.


"Gak apa-apa, Mamii usir aja dia.." seru Pelangi.


"Tidak baik begitu, kamu temui dia dulu sebentar, El.." ujar Melati pada Pelangi.


Dengan langkah gontai, Pelangi pun berjalan menuju ke ruang tamu untuk menemui Bimo yang sejak tadi tidak sabar ingin bertemu dengannya.


"Pengen ngobrol aja sama kamu, El.. Kita jalan yuk, kamu mau kan..?" tanya Bimo.


"Gak mau, mending sekarang kamu pulang. Aku capek, mau istirahat.." seru Pelangi.


"Tunggu dulu El, kita ngobrol dulu sebentar.." pinta Bimo.


"Jadi kamu mau di usir lagi, seperti tadi siang..?!" tanya Pelangi.


"Jangan gitu El, padahal dulu kamu gak seperti ini. Lagi pula aku udah kasi pelajaran ke cewek yang ngusir aku tadi siang, berani banget dia ikut campur.." ujar Bimo dengan senyum mengejeknya.


"Apa kamu bilang, kasi pelajaran..?! Maksud kamu apa ngomong seperti itu, hahh..??" tanya Pelangi yang mulai merasa kesal.


"Aku cuma kasi sedikit pelajaran aja kok.." jawab Bimo.


Tanpa menunggu lama, Pelangi pun segera mengambil kunci mobilnya. Lalu pergi meninggalkan Bimo yang terlihat bingung, melihat Pelangi yang pergi dengan terburu-buru.


"Kamu mau kemana, El..? Aku masih belum selesai ngomong.." seru Bimo pada Pelangi yang kini sudah berada di dalam mobilnya, lalu pergi begitu saja tanpa mempedulikan Bimo.


Sesampainya di rumah Bintang, Pelangi langsung mengetuk pintu dan memanggil nama Bintang.


"Ternyata kamu, Pelangi, ayo masuk..!" ajak Ibu pada Pelangi.


"Bintang kemana yaa, Bu..?" tanya Pelangi yang terlihat begitu cemas.

__ADS_1


"Bintang ada di dalam kamarnya, kamu masuk saja yaa.." ucap Ibu.


"Yaa udah Bu, kalau gitu Pelangi mau masuk ke kamar Bintang dulu. Ada yang mau Pelangi omongin Bu, soal kerjaan,hee.." ujar Pelangi sambil tersenyum.


"Iyaa Pelangi.." ucap Ibu seraya membalas senyuman Pelangi.


Pelangi pun segera masuk ke dalam kamar Bintang, untuk melihat keadaannya. Tanpa mengetuk pintu terlebih dulu, Ia masuk begitu saja hingga membuat Bintang terkejut.


"Yaa ampun, El..! Kamu tuh ngagetin aja yaa, ketuk pintu dulu kek. Main masuk aja..!" seru Bintang.


"Kamu gak apa-apa kan, Bin..?" tanya Pelangi sambil memegangi wajah Bintang yang terlihat ada luka lecet di bagian pipi dan pelipisnya, lalu Pelangi memeriksa bagian tubuh Bintang yang lain. Terlihat lengan Bintang yang juga ada sedikit luka, yang juga telah di obati.


"Maafin aku yaa, Bin.." ucap Pelangi sambil memeluk tubuh Bintang.


"Kamu kenapa, El..?" Datang tiba-tiba, terus minta maaf.." tanya Bintang yang merasa bingung.


Pelangi pun menceritakan semuanya, bahwa orang yang mencoba untuk melukai Bintang adalah orang suruhannya Bimo.


"Aku kira dia udah berubah, ternyata masih seperti itu. Kalau gak suka atau sakit hati sama orang lain, pasti pakai kekerasan.." ujar Pelangi.


"Yaa udah, jangan di pikirkan. Aku kan gak apa-apa, baik-baik aja kok.." ucap Bintang yang tidak ingin Pelangi merasa khawatir tentang keadaannya.


"Tapi tetap aja kamu terluka.."


Balas Pelangi sambil menyentuh luka di bagian wajah Bintang dengan lembut, hingga membuat mereka kini saling bertatapan. Tanpa sadar, Pelangi perlahan memejamkan matanya.


Pletak..


"Kamu ngapain pakai merem gitu..?!" tanya Bintang sambil menyentil kening Pelangi.


"Apaan sih Bin, sakit tau..! Kirain aku seperti di film-film gitu, saling bertatapan mata dan si ceweknya merem terus habis itu di cium deh,hehee.." ujar Pelangi menjelaskan apa yang ada dalam pikirannya.


"Dasar mesum..!" seru Bintang sambil menjauh dari Pelangi.


"Itu namanya romantis, bukan mesum. Kamu aja yang gak tau, dasar es batu..!" sahut Pelangi.


"Ngapain juga romantis sama kamu, ada-ada aja.." balas Bintang.


"Yaa gak apa-apa Bin, kita kan sama-sama jomblo.." ucap Pelangi yang kini mendekat pada Bintang, sambil memajukan bibirnya.


"Mau ngapain kamu..?" tanya Bintang yang melihat Pelangi semakin mendekat padanya.


"Aku mau-- Kamu pasti tau, Bin.." balas Pelangi.


Bintang pun segera mencari bantal, lalu menutupi wajahnya. Tak berapa lama, Pelangi tertawa terkekeh-kekeh.


"Padahal aku cuma bercanda, tapi kamu udah setakut itu,hahahaa.." ucap Pelangi yang masih tertawa melihat ekspresi Bintang yang ketakutan karena berpikir bahwa Ia akan menciumnya.


"Ohh, jadi kamu sengaja mau ngerjain aku..?!" tanya Bintang yang kini berbalik mendekati Pelangi, hingga wajah mereka kini begitu sangat dekat. Membuat detak jantung Pelangi jadi tidak karuan, namun Ia berusaha untuk tetap terlihat tenang.


"Gimana yaa rasanya di cium Bintang..? Jadi pengen ngerasain.." gumam Pelangi dalam hati, seraya bersiap-siap untuk menerima ciuman dari Bintang.


"Nih anak kenapa malah merem lagi.." ucap Bintang yang kini justru merasa bingung dengan tindakannya sendiri...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59🌠


__ADS_2