
Malam ini terasa sangat panjang bagi Bintang, meski malam semakin larut. Namun Ia masih juga sulit untuk memejamkan matanya, pikirannya terus saja tertuju pada Pelangi yang besok akan melangsungkan acara pernikahannya. Bintang berusaha keras untuk menerima semuanya, tapi tetap saja hatinya merasa sedih dan sakit.
Tiba-tiba ponselnya pun berdering, hingga menghentikan lamunannya pada saat itu. Bintang segera mengambil dan melihat, siapa yang malam-malam begini menghubunginya.
Bintang :"Hallo, assalamu'alaikum, El.."
Pelangi :"Wa'alaikumsalam Biyang, kamu masih belum tidur..?"
Bintang :"Aku udah tidur tadi, tapi denger ada yang telepon jadi kebangun. Kamu kenapa masih belum tidur juga..?"
Pelangi :"Aku belum bisa tidur Biyang, kepikiran kamu terus. Jangan lupa besok kamu harus datang yaa, lebih cepat lebih bagus.."
Bintang :"Iyaa El, kamu tunggu aja. Yaa udah sekarang kamu tidur, jangan nangis terus. Besok kan hari pernikahan kamu, jangan sampai terlihat jelek karena mata kamu yang bengkak itu,hehee.."
Pelangi :"Mmmh,,iyaa iyaa Biyang, kamu juga tidur. Aku sayang banget sama kamu, Biyang.."
Bintang :"Aku juga sayang kamu banget, El.. Met bobok yaa, wassalamu'alaikum.."
Pelangi :"Wa'alaikumsalam, Biyang.."
Tuutt,, tuutt,, tuuttt...
Sambungan telepon pun terputus, dan Bintang segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Sambil berusaha untuk memejamkan matanya, namun kenangan bersama Pelangi terus saja berputar di benaknya.
"Maafin aku yaa El, harus berbohong sama kamu.." gumam Bintang dalam hati, seraya menghapus air matanya yang saat itu menetes.
Sementara itu di sisi yang lain, Pelangi juga merasakan hal yang sama. Meski Ia telah berusaha untuk memejamkan mata, tapi tetap saja sulit untuk tidur. Ia terus saja memikirkan Bintang, dan merasa bersalah karena terpaksa harus menutupi rencana yang telah Ia buat.
"Kamu yang sabar yaa Biyang, kita pasti akan bersama dan bahagia.." ucap Pelangi sambil menggenggam erat liontin berbentuk bintang yang Ia kenakan.
🌠
Keesokan harinya, Bintang yang sudah selesai bersiap-siap. Kini berjalan menuju ke ruang tamu sambil membawa kopernya, di ikuti oleh Ibu dan juga Kakaknya.
__ADS_1
"Udah kamu siapkan semuanya, Bin..? Gak ada yang ketinggalan kan..?" tanya Tya pada Bintang.
"Udah semuanya Kak, aku juga udah periksa dan gak ada yang ketinggalan.." jawab Bintang.
"Syukurlah kalau gitu, nanti jangan lupa langsung kabari kalau udah sampai di Bandara.." ujar Tya.
"Iyaa Bintang, kamu hati-hati di jalan yaa, Nak.. Jangan lupa berdo'a dulu.." ucap Ibu mengingatkan.
"Iyaa Bu, Bintang akan hati-hati dan nanti kalau udah sampai Bandara langsung Bintang kabari.." sahut Bintang sambil tersenyum, namun tatapan matanya terlihat sangat sedih.
Setelah berpamitan dan saling berpelukan, Bintang pun segera menaiki mobil yang akan membawanya ke Bandara. Ia sengaja mengambil jadwal penerbangan di pagi hari, untuk menghindar dari bertemu dengan Pelangi.
"Ayo Bu, kita masuk ke dalam rumah terus siap-siap untuk pergi ke acara pernikahan Pelangi.." ajak Tya pada Ibunya yang masih menatap mobil yang membawa Bintang pergi, hingga kini tidak terlihat lagi.
"Iyaa Tya, Ibu harap adik kamu itu baik-baik saja.." ucap Ibu sambil menghela nafasnya dengan berat.
"Bintang pasti baik-baik aja kok Bu, dia pasti kuat dan bisa melewati semuanya. Udah yaa, Ibu tenang aja.." seru Tya berusaha untuk menenangkan Ibunya yang terlihat cemas memikirkan Bintang.
🌠
🌠
Kedatangan Ibu dan Tya segera menarik perhatian Pelangi, Ia juga merasa sangat bahagia karena berpikir bahwa Bintang pasti ikut bersama dengan Ibunya. Namun setelah beberapa saat, Pelangi tidak juga melihat adanya Bintang. Ia pun ingin menghampiri Ibu dan Tya untuk bertanya, tapi baru beberapa langkah berjalan ada sese'orang yang menarik tangannya.
"Kamu mau kemana, El..? Ayo masuk ke dalam kamar untuk di rias, waktunya sudah tidak banyak lagi.." ujar Melati.
"Tapi Mii, Pelangi mau--"
"Sudah, ayo cepat, El.." seru Melati sembari menggandeng tangan Pelangi untuk ikut bersamanya, dan mau tidak mau Pelangi terpaksa mengikuti langkah Ibunya. Padahal Ia sangat ingin tahu, dimana keberadaan Bintang sekarang. Namun Pelangi tetap berusaha untuk tenang, agar semua yang di rencanakan berjalan dengan lancar.
Kini semua kerabat dan tamu undangan telah hadir untuk menyaksikan acara sakral yang di gelar dengan sangat mewah, dan semua orang tampak bersuka cita. Tapi tidak dengan beberapa orang yang saat itu terlihat sangat sedih dan kecewa, namun mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa.
Dengan satu helaan nafas, proses ijab qabul pun telah selesai di ucapkan dengan begitu lancar oleh mempelai pria. Di lanjutkan dengan pembacaan do'a bersama, membuat semua orang kini terlihat lega dan bahagia.
__ADS_1
Berbeda halnya dengan yang terjadi di tempat yang lain, Bintang merasakan hampa di dalam hatinya. "Semoga acara pernikahan kamu lancar yaa El, walaupun tanpa kehadiran aku.." gumam Bintang dalam hati, seraya mengusap air matanya yang jatuh tiba-tiba.
"Aku harus kuat, aku pasti bisa melewati ini semua,hee.." Bintang berusaha untuk menguatkan dirinya sambil tetap tersenyum, meski sebenarnya Ia sangat ingin menangis dan melepaskan semua kesedihan yang Ia rasakan. Namun situasinya tidak memungkinkan, karena Ia berada di dalam keramaian.
Bintang lalu mengambil ponsel yang ada di saku djaket nya, Ia ingin menghubungi Ibu untuk mengabarkan bahwa Ia telah sampai di Bandara.
Bintang :"Assalamu'alaikum, Bu.."
Ibu :"Wa'alaikumsalam, Nak.. Kamu sekarang ada dimana, Bintang..? Apa sudah tiba di Bandara..?"
Bintang :"Alhamdulillah Bintang udah sampai di Bandara Bu, apa acaranya lancar, Bu..?"
Ibu :"Syukurlah kalau kamu sudah ada di Bandara, acaranya lancar, Bintang.. Ibu dan Kak Tya juga masih ada di rumah Pelangi.."
Bintang :"Syukurlah kalau lancar Bu, kalau gitu udah dulu yaa, Bu.. Bintang mau beli minuman dan cemilan dulu.."
Ibu :"Iyaa Bintang, kamu hati-hati yaa, Nak.. Wassalamu'alaikum.."
Bintang :"Iyaa Bu, wa'alaikumsalam.."
Setelah selesai berbicara di telepon dengan Bintang, Ibu pun kembali menghampiri Tya yang sedang duduk menikmati hidangan bersama dengan tamu undangan lainnya.
"Siapa yang telepon Bu, Bintang yaa..?" tanya Tya.
"Iyaa Bintang yang telepon, adik kamu sudah sampai di Bandara. Ibu khawatir dengan keadaan Bintang di sana nantinya.." jawab Ibu.
"Ibu jangan cemas yaa, Tya yakin bahwa semua akan baik-baik aja.." ujar Tya berusaha menenangkan Ibunya yang terlihat cemas memikirkan adiknya.
"Iyaa Tya, semoga semua yang terjadi adalah yang terbaik untuk mereka berdua.." balas Ibu sembari menarik nafasnya dengan dalam...
Bersambung...
🙏😊 A59🌠
__ADS_1